Anda di halaman 1dari 11

KELOMPOK 5

PMI KIMIA DARAH

1. Dewi Hidayanti (B1R18003)

2. Helmi Jibran (B1R18012)

3. Iqlima Nur Mutia Salma (B1R18014)

4. Novia Gume Valentin (B1R18022)


PEMANTAPAN MUTU INTERNAL
Pemantapan mutu internal adalah kegiatan pencegahan dan
pengawasan yang dilaksanakan oleh setiap laboratorium secara
terus-menerus agar diperoleh hasil pemeriksaan yang tepat serta
mendeteksi adanya kesalahan dan memperbaikinya.
Pemantapan Mutu (quality assurance) kimia klinik adalah
segala usaha / kegiatan yang ditujukan untuk menjamin ketelitian
dan ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium kimia klinik.
Tahap pra analitik adalah tahap awal
sampel untuk siap di periksa / di
analisa. Kelengkapan tahap pra
Pra Analitik Kimia Darahanalitik perlu didukung dengan
penerimaan dan preparasi sampel
oleh petugas atau staf laboratorium.
Kelengkapan formulir permintaan
pemeriksaan, persiapan pasien,
penanganan spesimen dan  persiapan
sampel untuk analisa.
Penyimpanan
dan Pengiriman
Spesimen

PENYIMPANAN
Spesimen yang sudah didapatkan segera PENGIRIMAN
dikirim ke laboratorium untuk diperiksa,
karena stabilitas spesimen dapat berubah.
Cara penyimpanan spesimen pada suhu Persyaratan pengiriman : Waktu pengiriman
kamar, dalam almari es suhu 2-8°C, jangan melampaui masa stabilitas spesimen,
dibekukan suhu -20°C, -70°C; -120°C, tidak terkena sinar matahari langsung, kemasan
diberi bahan pengawet, penyimpanan harus memenuhi syarat keamanan kerja
spesimen darah sebaiknya bentuk serum laboratorium dengan berlabel, suhu pengiriman
memenuhi syarat
Penanganan
Spesimen

Serum
Darah dibiarkan suhu kamar selama 20-30 menit, sentrifuge 3000 rpm selama 5-15 menit.
Pemisahan serum dilakukan 2 jam setelah pengambilan spesimen. Serum yang memenuhi syarat
tidak merah dan tidak keruh.
Plasma
2 mg EDTA dalam botol dan alirkan 2 ml darah vena tanpa melalui jarum, tutup botol & campur
dengan antikoagulan EDTA 60 detil/lebih. Ambil darah untuk pemeriksaan langsung dari botol,
tutup botol segera. Bila pemeriksaan ditunda disimpan dialmari es.
Darah
Darah yang diperoleh ditampung dalam tabung yang berisi antikoagulan yang sesuai, kemudian
dihomogenkan dengan membolak balik tabung 10-12x secara perlahan dan merata.
Pemantapan mutu tahap analitik adalah
Proses Analitik pada usaha untuk menghasilkan data analisis
Pemeriksaan Kimia yang akurat, reliabel dan valid. Dilakukan
usaha supaya tidak terjadi kesalahan
Darah program analisis, usaha pengendalian dan
meninimalisisr faktor penyebab kesalahan,
usaha pengendalian dan meminimalisisr
faktor intervensi pada saat dilakukan
analisis sampel.
Uji Kualitas Reagensi

1. Reagen buatan sendiri


• Bahan kimia anhidrat dengan cara dikeringkan dahulu dalam oven suhu 105 – 110 oC
minimal 1-2 jam, sebaiknya satu malam. Kemudian dinginkan suhu kamar dalam
desikator.
• Garam hidrat cukup dikeringkan dalam desikator
• Saat pengenceran harus diperhatikan kualitas airnya, tidak boleh mengandung
klorida, ca, logam.
• Larutan kerja sifatnya tidak tahan lama sehingga harus dibuat secukupnya.
Penyimpanan reagen ini bentuk stok/larutan induk.
• Wadah reagen perlu diberi label berisi nama, tanggal, paraf pembuat
• Diketahui sifat bahan kimia yang dibuat
2. Reagen yang sudah jadi
• Label/etiket berisi nama/kode bahan, tgl produksi, batas
kadaluwarsa
• Batas kadaluwarsa yang tercantum pada kemasan hanya
berlaku jika kemasan disimpan pada kondisi baik, belum
dibuka.
• Keadaan fisik, kemasan dalam keadaan utuh, tidak
mengeras, tidak berubah warna
Uji Ketelitian – Uji Ketepatan
Hasil laboratorium digunakan untuk menentukan diagnosis,
pemantauan pengobatan dan meramalkan prognosis, maka perlu
untuk selalu menjaga mutu hasil pemeriksaan, dalam arti.
Mempunyai tingkat akurasi dan presisi yang dapat dipertanggung
jawabkan. Meliputi :
• Presisi dan akurasi
• Jenis Kesalahan
• Bahan Control
Pemantapan mutu tahap pasca
analitik adalah usaha
Proses Pasca Analitik pengendalian dan usaha
pada Pemeriksaan meminimalisir faktor kesalahan
Kimia Darah pada data keluaran hasil
pemeriksaa. Dilakukan cek
ulang Antara hasil analisis
dengan tahap pra analitik dan
tahap analitik.
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
• Kesesuaian antara pencatatan dan
pelaporan hasil pasien dengan spesimen
yang sesuai
• Penulisan angka dan satuan yang digunakan
Pencatatan Dan Pelaporan • Pencantuman nilai normal.
• Pencantuman keterangan yang penting,
misalnya bila pemeriksaan dilakukan 2 x dan
sebagainya.
• Penyampaian hasil.
• Dokumentasi /arsip
• Buku ekspedisi didalam dan luar
laboratorium perlu disediakan