Anda di halaman 1dari 15

KARYA TULIS ILMIAH

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS


DENGAN MASALAH KEPERAWATAN DEFISIENSI
PENGETAHUAN
DI PUSKESMAS KADUR PAMEKASAN MADURA

ABD. RAHMAN
1152117005

PRODI DIII KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN
KEBIDANAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA
Diabetes melitus merupakan
BAB 1
sekumpulan
metabolik yang
gangguan
PENDAHULUAN
ditandai Laporan statistik dari International
dengan peningkatan kadar Diabetes Federation (IDF) mengatakan,
glukosa darah (hiperglikemia) ada sekitar 230 juta penderita diabetes di
akibat kerusakan pada sekresi dunia (IDF, 2013). Angka tersebut terus
insulin, kerja insuin atau bertambah 3% atau sekitar 7 juta orang
keduanya Jika kadar gula lebih setiap tahunnya.. WHO memprediksi
tinggi lagi, ginjal akan kenaikkan jumlah penyandang diabetes di
membuang air tambahan untuk Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000
mengencerkan sejumlah besar menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030.
glukosa yang hilang. Oleh Jumlah tersebut menempati urutan ke-4
karena itu, pengetahuan erat terbesar di dunia setelah India (31,7 juta),
kaitannya dengan perilaku China (20,8 juta), dan Amerika Serikat
yang akan diambil seseorang, (17,7 juta) (Syafey dalam Masriadi, 2016).
karena dengan Sedangkan data yang diperoleh dari
pengetahuannya tersebut puskesmas Kadur Pamekasan Madura
pasien memiliki alasan dan dalam 3 bulan terakhir yaitu 36 orang.
landasanWaspadji,
Menurut untuk menentukan
dalam Abarwati (2007) menyatakan bahwa
suatu pilihan
modalitas (Waspadji,
utama dalam 2007).
penatalaksanaan Diabetes Mellitus
terdiri dari terapi non farmakologis yang meliputi perubahan
gaya hidup dengan melakukan pengaturan pola makan yang
dikenal dengan terapi gizi medis, meningkatkan aktivitas
jasmani, dan edukasi berbagai masalah yang berkaitan.
BAB 2
TINJAUAN TEORI

Konsep
Asuhan
Keperawat
Konsep
an
Defisiensi
Pengetahua
n
Konsep
Diabetes
Mellitus
BAB 3
METODE PENELITIAN
Lokasi dan
Waktu Pengumpula
• Penelitian n Data
Penelitian Subjek penelitian
ini Penelitian ini • Wawancara dengan
saya lakukan pada
menggunak dilakukan di 2 klien.
an metode Puskesmas 2 pasien, yaitu • Observasi dan
penelitian Batumarmar Tn. A dan Ny. B pemeriksaan fisik
kualitatif(be Pamekasan yang mengalami (dengan pendekatan
Madura, masalah Diabetes Inspeksi, palpasi,
rsifat perkusi, auskultasi).
deksriptif penelitian mellitus dengan • Studi dokumentasi
dan analisis) dilakukan selama defisiensi dan angket (hasil
dimana 3 hari pada pengetahuan.
Subjek pemeriksaan
strategi tanggal 01-03 Juli
Penelitia diagnostik dan data
yangPendekata 2018.
n lain yang relevan).
digunakan n
• Pengumpulan Etika Penelitian
adalah data
strategi • Mereduksi(memil
studi kasus  Informed
ah) data dengan Consent
membuat coding (Lembar
dan kategori Persetujuan)
• Penyajian data  Anonimity
• Kesimpulan (Tanpa Nama)
Pengolahan Data  Confidentialy
(Kerahasiaan)
Identitas Klien Klien 1 Klien 2 H B
Nama
Umur
Tn. A
57 Tahun
Ny. B
60 Tahun A A
Jenis Kelamin
Suku/Bangsa
Perempuan
Jawa
Perempuan
Jawa
S B
Agama
Pekerjaan
Islam
Ibu Rumah Tangga
Islam
Ibu Rumah Tangga
IL 4
Pendidikan SD Tidak Sekolah

Riwayat
penyakit Pasien 1 Pasien 2
Sekarang
Pasien mengatakan tidak tahu Pasien mengatakan tidak tahu mengenai
Keluhan
mengenai gelaja penyakit yang gelaja penyakit yang dialaminya selama
utama
dialaminya selama ini. ini.
Tiga bulan klien mengalami gelaja Pasien mengalami gelaja haus, berat
kencing-kecing,, berat badan badan menurun, mata kabur dan pusing
Riwayat
menurun, mata kabur dan merasa kemudian oleh keluarga dibawa ke
keluahan
ngantuk kemudian oleh keluarga Puskesmas Kadur Pamekasan Madura.
utama
dibawa ke Puskesmas Kadur
Pamekasan Madura..
Sistem Pasien 1 Pasien 2
Keadaan umum Keadaan umum Keadaan umum
  pasien lemah.. pasien lemah
     
Suhu 37,1ºC  
Nadi 90x/menit 80x/menit
Tekanan darah 140/80 mmHg 120/80 mmHg
RR 20x/menit 20x/menit
Tinggi badan 150 cm 155cm
Berat badan 57 kg 54 kg
GDA 380 mg/dl 300 mg/dl
Tingkat Kesadaran Tingkat kesadaran: Tingkat kesadaran:
Composmentis. Composmentis.
   
GCS (Glascow Coma GCS (Glascow Coma
Scale): Scale):
Mata: 4 Mata: 4
Verbal: 5 Verbal: 5
Motorik: 6 Motorik: 6
Pasienn 1 Klien 2
Analisa Data Analisa Data
Etiologi Masalah Etiologi Masalah
Data Subyektif: Kurangnya Defisiensi Data Subyektif: Kurangnya Defisiensi
a. Pasien informasi/ pengetahua a. Pasien informasi/p pengetahuan
mengatakan pengetahuan n mengatakan engetahua
tidak tahu sering n
mengenai kencing,
gelaja penyakit haus, lapar,
yang berat badan
dialaminya menurun,
selama ini. mata kabur
hanya selama dan
tiga bulan pusing.tapi
pasien tidak tahu
mengalami apa yang
gelaja kencing- sedang
kecing,, berat dialaminya
badan sekarang.
menurun, mata Data Obyektif:
kabur dan b. Pasien
merasa nampak
ngantuk  lemas
Data Obyektif: c. TD: 120/80
b. Pasien nampak mmHg
bingung S: 36,2ºC
Diagnosa
Tujuan dan
No. Keperawata Intervensi
Kriteria Hasil
n
1. Defisiensi NOC: NIC: Pengajaran Proses Penyakit
Pengetahuan 1. Knowledge: disease 1. Kaji tingkat pengetahuan pasien
berhubungan process terkait dengan proses penyakit.
dengan 2. Knowledge: health 2. Kenali pengetahuan pasien mengenai
Kurang behavior kondisinya.
pengetahuan Batasan 3. Jelaskan proses penyakit, sesuai
karakteristik: kebutuhan.
3. Pasien dan keluarga 4. Identifikasi perubahan kondisi fisik
menyatakan pasien
pemahaman tentang 5. Identifikasi kemungkinan penyebab,
penyakit, kondisi, sesuai kebutuhan.
prognosis, dan Kepatuhan Dalam Regimen Terapi
program 6. Jelaskan bahwa meminum obat
pengobatan. adalah cara paling efektif dalam
4. Pasien dan keluarga mencegah transmisi
mampu 7. Jelaskan tentang medikasi, jadwal,
melaksanakan dan efek samping. Pantau efek
prosedur yang samping obat.
dijelaskan secara 8. Instruksikan tentang resiko resistensi
benar obat jika regimen medikasi tidak
5. Pasien dan keluarga dijalankan dengan ketat dan
mampu menjelaskan berkelanjutan.
kembali apa yang 9. Pantau tanda-tanda vital dengan
IMPLEMENTASI
E
V
A
L
U
A
S
I
BAB 5 PEMBAHASAN
• Ditemukan 2 pasien Tn.A mengatakan tidak tahu
mengenai gejala penyakit yang dialaminya selama
ini. hanya selama tiga bulan pasien mengalami
Pengkajian gelaja kencing-kecing, berat badan menurun, mata
kabur dan merasa ngantuk. Sedangkan pada klien
kedua Ny.B didapatkan Pasien sering kencing, haus,
lapar, berat badan menurun, mata kabur dan
pusing.tapi tidak tahu apa yang sedang dialaminya
sekarang.

Diagnosa • Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan


Keperawatan kurangnya informasi/ pengetahuan

• Perencanaan berdasarkan buku NIC pengajaran proses


Intervensii
penyakit dan kepatuhan dalam reginem terapi.

• Dilakukan 3x24 jam dengan pengajaran proses


Implementasi
penyakit dan kepatuhan dalam reginem terapi.
• Menggunakan SOAP
• Pada Tn.H masalah teratasi sebagian sedangkan
Evaluasi pada Ny. Y masalah teratasi dan pasien memahami
tentang penyakit, kondisi, prognosis, dan program
pengobatan, sehingga intervensi yang direncanakan
harus dihentikan.
SIMPULAN BAB 6 SARAN

Dua pasien tersebut adalah Tn.A dan Ny.B sama-sama


mengalami ketidaktahuan tentang penyakit, kondisi, prognosis,
dan program pengobatan. Dari hasil pengkajian didapatkan
masalah utama keperawatan defisiensi pengetahuan
berhubungan dengan kurang pengetahuan/informasi karena
rendahnya tingkat kepatuhan pada pasien dalam pelaksanaan
diet. Dari semua tindakan yang dilakukan kepada klien
menunjukkan respon yang sama yaitu pada Tn.A dan Ny.B
masalah teratasi dengan pasien memahami tentang penyakit,
kondisi, prognosis, dan program pengobatan, sehingga
intervensi yang direncanakan harus dihentikan.
Puskesmas
• Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan seoptimal
mungkin yang sesuai dengan perkembangan ilmu dan etik
keperawatan..
• Menambah fasilitas yang ada agar kenyamanan pasien lebih
terjamin.
TERIMA KASIH