Anda di halaman 1dari 36

 PEMBIMBING 

dr. Vonna Riasari, Sp.M

CASE REPORT
SESSION
Hani Ledly Norvitasari, S. Ked
G1A217045

GLAUKOMA SEKUNDER

FKIK UNIVERSITAS JAMBI


Profesi Dokter
Pendahuluan

Sumbatan pada Kecacatan lapang


Berhubungan
sirkulasi atau pandang, ekkavasi
dengan TIO
drainase & degenerasi papil

2008: 2,53% Gl sekunder: akibat


penyakit mata
Gl sekunder 0,16% lainnya
LAPORAN KASUS
• Nama : Ny. B P
• Umur : 53 Tahun
• Jenis kelamin : Perempuan
• Agama : Kristen
• Bangsa : Indonesia
• Pekerjaan : IRT
• Alamat : Simpang III sipin
• Tanggal berobat : 14 Mei 2019
Anamnesis
• K U : Lapangan pandang menyempit pada mata kanan ± 1 tahun yll
• RPS :
• ±1 tahun SMRS pasien mengeluhkan pandangannya kabur dan seperti
berkabut dan memberat sejak 6 bulan terakhir disertai pandangan
menyempit pada mata kanan. Terasa mengganjal (-), berair (-), merah
(-), gatal (-), nyeri (-). Saat ini pasien mengaku dapat melihat hanya pada
titik tengah pandangannya namun disekitarnya terlihat buram dan
semakin ke tepi semakin gelap.
• Saat ini pasien rutin kontrol ke RS Abdul manap dan mendapatkan
pengobatan tetes cendo timol, cendo lyteers, metformin dan
amlodipine.
• Pasien sudah menggunakan kacamata lensa negatif sejak 30 tahun yll,
riwayat trauma kepala (-), trauma mata (-). ± 20 tahun yang lalu pasien
menjalani operasi pterigium pada mata kirinya.
Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat penyakit keluarga
• Riwayat keluhan serupa (+) • Riwayat keluarga dengan
• Riwayat operasi (+) pterigium keluhan yang sama (-)
pada mata kiri sejak 20 tahun • Riwayat Hipertensi (-)
yll • Riwayat DM (-)
• Riwayat penyakit DM (+),
pasien mengonsumsi obat
DM tidak teratur
• Trauma pada mata (-)
• Alergi (-)
• Riwayat hipertensi (+), pasien
mengonsumsi obat hipertensi
tidak teratur
• Riwayat pakai kaca mata (+)
Penyakit sistemik
 Tractus respiratorius Tidak ada keluhan
 Tractus digestivus DM (+)
 Kardiovaskuler Hipertensi (+)
 Endokrin Tidak ada keluhan
 Neurologi Tidak ada keluhan
 Kulit Tidak ada keluhan
 THT Tidak ada keluhan
 Gigi dan mulut Tidak ada keluhan
 Lain-lain Tidak ada keluhan
      
Pergerakan bola mata    
  Duksi : baik Duksi : baik
Versi : baik Versi : baik
Pemeriksaan Eksternal
Pemeriksaan Eksternal OD OS
Palpebra Superior Hiperemis (-), edema (-) Hiperemis (-), edema (-)
Palpebra Inferior Hiperemis (-), edema (-) Hiperemis (-), edema (-)
Silia Trichiasis (-) Trichiasis (-)
Konjungtiva tarsus Sup & Inf Papil(-), folikel (-), Papil(-),folikel(-),
   
Konjungtiva Bulbi Injeksi siliar (-), Injeksi Injeksi siliar (-), Injeksi Konjungtiva (-)
Konjungtiva (-)
Kornea Infiltrat (-), sikatrik (-), ulkus (-) Infiltrat (-), sikatrik (-), ulkus (-)
COA Sedang, hifema (-), hipopion (-) Sedang, hifema (-), hipopion (-)
Pupil Bulat, Isokor Bulat, Isokor
Diameter 3mm 3mm
RCL/RCTL +/+ +/+
Iris Kripta iris normal, warna coklat Kripta iris normal, warna coklat
Lensa Sebagian keruh, iris shadow test Jernih
(+)
Pemeriksaan Slit Lamp ( tidak dilakukan)

Tekanan Intra Okuler

Palpasi : N N
NCT: 12 mmHg 13 mmHg

Funduskopi ( tidak dilakukan )

VISUAL FIELD

Konfrontasi Menyempit sama dengan pemeriksa

Pemeriksaan Umum
Tinggi badan 155 Cm
Berat badan 50 Kg
Tekanan darah 130/80 mmHg
Nadi 80 kali/menit
Suhu 36,70C
Pernapasan 20 kali/menit
Diagnosis : Glaukoma sekunder OD ec katarak senilis immatur OD + sikatrik
kornea OS
Diffrential Diagnosa :
- Katarak hipermatur OD
- Retinopati diabetes melitus OD
- Retinopati hipertensi OD

 Pemeriksaan Penunjang
- Slit lamp
- Funduskopi
- Gonioskopi

Pengobatan :
- Timolol 0.5% 2x1 tetes (OD)
- Rencana tindakan : Operasi ekstraksi lensa (OD)
 

Prognosis :
Quo ad vitam: bonam
Quo ad functionam: dubia ad bonam
Quo ad sanationam: dubia ad bonam
KATARAK
Katarak Yunani Katarrhakies, Inggris Cataract, dan latin cataracta yang
berarti air terjun.

05/14/2020 12
KATARAK SENILIS

 Katarak senilis adalah katarak primer yang


terjadi pada usia lebih dari 50 tahun.
 Namun, jika disertai dengan penyakit lainnya
seperti diabetes mellitus yang akan terjadi
lebih cepat. Kedua mata dapat terlihat
derajat kekeruhan yang sama atau berbeda

05/14/2020 13
EPIDEMIOLOGI

 Penuaan merupakan penyebab katarak yang terbanyak.


 Katarak akibat penuaan merupakan penyebab umum
gangguan penglihatan.
 Tidak ada perbedaan ras dan jenis kelamin terhadap
penurunan penglihatan
 65-74 tahun  50%

> 74 tahun  meningkat hingga 70%

05/14/2020 14
ETIOLOGI

 Penyebab katarak senilis


belum diketahui secara
pasti.
 Diduga terjadi karena:

- Proses pada nukleus

- Proses pada korteks

05/14/2020 15
PATOFISIOLOGI

05/14/2020 16
KLASIFIKASI
Berdasarkan morfologisnya, yakni sebagai
berikut :
• Katarak nuclear
• Katarak kortikal
• Katarak kupuliform

Berdasarkan maturitas yakni sebagai berikut :


• Stadium insipient
• Stadium imatur
• Stadium matur
• Stadium hipermatur

17
STADIUM

05/14/2020 18
Penyulit
• Glaukoma :
- fakotopik
- fakolitik
- fakotoksik
Tatalaksana
• Pengobatan non-bedah
- pengobatan penyebab dari katarak
- meningkatkan kemampuan penglihatan pada
penderita katarak imatur dan insipien
• Pembedahan
- Intra Capsuler Cataract Ekstraksi (ICCE)
- Extra Capsular Cataract Extraction (ECCE)
- Phakoemulsifikasi
- Small Incision Cataract Surgery (SICS)
GLAUKOMA SEKUNDER
Glaukoma yang terjadi dipredisposisi oleh suatu
keadaan kesehatan ataupun keadaan mata yang
dapat meningkatkan tekanan bola mata
ETIOLOGI
1. Glaukoma sekunder akibat perubahan lensa
- Mekanik maupun kimiawi (fokolitik,
fokotoksik)
- Dislokasi lensa

Subluksasi
Subluksasi Luksasi ke Luksasi ke
ke
ke depan depan belakang
belakang
• Tatalaksana pada galukoma ini:
– Dapat diberikan obat-obat anti glaukoma
– Bila tidak berhasil dapat dilakukan iridektomi
perifer
– Operasi pengeluaran lensa merupakan cara untuk
menghilangkan penyebab utamanya dan hal ini
merupakan pengobatan yang paling berhasil
2. Glaukoma sekunder akibat uveitis anterior
- Adanya peradangan diiris dan badan siliaris,
maka timbul hiperemi yang aktif, pembuluh
darah melebar, pembentukan cairan bertambah,
sehingga dapat menyebabkan glaukoma
sekunder.
3. Glaukoma sekunder akibat trauma
- Pada cedera mata dapt terjadi pendarahan ke
dalam bilik mata depan (hifema) ataupun hal lain
yang menutupi cairan mata keluar sehingga
tekana intraokuler biasanya meningkat karena
tersumbatnya aliran tersebut sehingga terjadi
glaukoma sekunder
- Trauma tumpul yang merusak sudut
- Robekan kornea
4. Glaukoma sekunder akibat operasi
- oleh pertumbuhan epitel di COA setelah insisi
kornea atau sklera sehingga menutup COA
- gagalnya pertumbuhan COA posca operasi
karena adanya kebocoran pada luka operasi
5. Glaukoma sekunder akibta tumor intra okuler
- Terbagi menjadi
Stadium Stadium Stadium
tenang glaukoma ekstraokuler

6. Glaukoma sekunder akibat penggunaan


steroid jangka panjang
DIAGNOSA
• Anamnesis
– Keluhan (trias glaukoma)
– RPS (proses awal munculnya keluhan hingga
pasien mencari pertolongan ke dokter dan
keluhan penyerta lainnya)
– RPD (riwayat penyakit mata sebelumnya, riwayat
trauma kepala, riwayat penyakit sistemik)
– RPK
– Pemakaian obat-obatan
• Pemeriksaan Fisik
• Pemeriksaan Penunjang
– Tekanan bola mata
– Gonioskopi
– Oftalmoskopi
– Pemeriksaan Lapangan pandang
– Tes Provokasi
– Pakimetri
TATALAKSANA

MEDIKAMENTOSA LASER

PEMBEDAHAN
MEDIKAMENTOSA
1. Beta blocker
- Timolol 0,25%, 0,5%, 1-2x/hari
- Betlaksolol 0,5% 2x/hari
2. Karbonik anhydrase inhibitor
- Topikal (dorzolamide 2% 2-3x/hari, brinzolamide
1% 2-3x/hari
- sistemik (asetazolamide 250mg tab ½-4 tab/hari)
3. Agonis Alfa adrenergik
-Brimodine 0,2% 2x/hari
-Apraclonidine 1%, 0,5%
4. Agen parasimpatomimetik (miotika)
- pilocarpine larutan 2-4x/hari
- Carbachol larutan 2-4x/hari
5. Analog prostaglandin
- latanoprost, travoprost, bimstoprost,
unoprostone
6. Obat lain
-Dipiverine larutan 0,1%, 2x/hari
7. Neuroprotektor
TERAPI BEDAH
1. Trabekuloplasti laser
2. Iridektomi dan Iridotomi perifer
3. Bedah drainase
4. Siklodestruktif
ANALISA KASUS
Lapangan pandang menyempit, TIO Salah satu dari gejala khas glaukoma
normal. adalah lapangan pandang menyempit.

Tekanan bola mata pasien normal karena


pasien sudah mendapatkan pengobatan
tetes mata timolol sebelumnya.
Pandangan berkabut, faktor usia Salah satu gejala katarak yaitu terdapat
pandangan seperti berkabut.

Katarak yang terjadi pada usia tua yaitu


katarak senilis. Usia >50 tahun.
Timolol 0,5% 2x1 tetes OD Beta bloker dapat menurunkan tekanan
intraokular dengan cara mengurangi
produksi humor aquos