Anda di halaman 1dari 24

Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik

TUGAS PERKEMBANGAN
Dosen Pengampu: Sartika Arifin, S.Pd.,M.Pd

KEHIDUPAN PRIBADI SEBAGAI


INDIVIDU, KEHIDUPAN PENDIDIKAN
DAN KARIER, DAN KEHIDUPAN
BERKELUARGA

Kelompok 5

HAJRIANI H0217004

MUJNAWATI H0217309

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULAWESI BARAT
2019
gertian Kehidupan Pribadi dan Karakteristiknya

 Pada hakikatnya manusia merupakan pribadi yang


utuh dan memiliki sifat-sifat sebagai makhluk individu
dan makhluk sosial.
 Sebagai makhluk individu, manusia memiliki
kebutuhan- kebutuhan pribadi meliputi kebutuhan
fisik dan nonfisik.
 Kehidupan pribadi seorang individu merupakan
kehidupan yang utuh dan lengkap dan memiliki ciri
khusus dan unik, sehingga setiap pribadi akan dengan
sendirinya menampakkan ciri yang khas yang
berbeda dengan pribadi yang lain.
or- faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Pribadi

LiINGKUNG
AN LINGKUNGA
KELUARGA N
MASYARAKA
T DAN
SEKOLAH
KETURUN
AN
bedaan Individu dalam Perkembangan Pribadi

Lingkungan kehidupan sosial budaya yang


mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang
amatlah kompleks dan heterogen. Baik lingkungan
alami maupun lingkungan yang diciptakan untuk
maksud pembentukan pribadi anak-anak dan remaja,
masing-masing memiliki ciri yang berbeda-beda. Oleh
karena itu, secara singkat dapat dikatakan bahwa
perkembangan pribadi setiap individu berbeda-beda
pula sesuai dengan lingkungan di mana mereka
dibesarkan.
ruh Perkembangan Kehidupan Pribadi terhadap Tingka
Keadaan kehidupan sekarang dipengaruhi oleh
keadaan sebelumnya, dan keadaan yang akan datang
banyak ditentukan oleh keadaan kehidupan saat ini.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa jika sejak
awal perkembangan kehidupan pribadi terbentuk
secara terpadu dan harmonis, maka dapat diharapkan
tingkah laku yang merupakan pengejawantahan
berbagai aspek pribadi itu akan baik.
aya Pengembangan Kehidupan Pribadi
 Hidup sehat dan teratur serta pemanfaatan waktu secara baik.
Pengenalan dan pemahaman nilai dan moral yang berlaku di dalam
kehidupan perlu ditanamkan secara benar.
 Mengerjakan tugas dan pekerjaan praktis sehari-hari secara mandiri
dengan penuh tanggung jawab.
 Hidup bermasyarakat dengan melakukan pergaulan dengan sesama,
terutama dengan teman sebaya. Menunjukkan gaya dan pola kehidupan
yang baik sesuai dengan kultur yang baik yang dianut oleh masyarakat.
 Cara-cara pemecahan masalah yang dihadapi. Menunjukkan dan
melatih cara merespon berbagai masalah yang dihadapi.
 Mengikuti aturan kehidupan keluarga dengan penuh tanggung jawab
dan disiplin.
 Melakukan peran dan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga.
Di dalam keluarga perlu dikembangkan sikap menghargai orang lain
dan keteladanan.
TUGAS PERKEMBANGAN
KEHIDUPAN
PENDIDIKAN DAN
KARIER
gertian Kehidupan Pendidikan dan Karier
 Kehidupan pendidikan merupakan pengalaman proses
belajar yang dihayati sepanjang hidupnya, baik di dalam jalur
pendidikan sekolah maupun luar sekolah.
 Berkaitan dengan perkembangan peserta didik, kehidupan
pendidikan yang dimaksud baik yang dialami oleh remaja
sebagai peserta didik di dalam lingkungan keluarga, sekolah,
dan atau kehidupan masyarakat.
 Kehidupan karier merupakan pengalaman seseorang di
dalam dunia kerja. Peristiwa seorang remaja masuk ke dunia
kerja itu merupakan awal pengalamannya dalam kehidupan
berkarya (berkarier). Pada hakikatnya kehidupan remaja di
dalam pendidikan merupakan awal kehidupan kariernya.
akteristik Kehidupan Pendidikan dan Karier
Setiap remaja berada pada pada posisi pendidikan yang majemuk, ia berada di
lingkungan kehidupan pendidikan keluarga, kehidupan pendidikan masyarakat, dan
kehidupan pendiidikan sekolah yang diiukutinya.

 Lingkungan Pedidikan dan Keluarga


Pendidikan keluarga lebih menekankan pada aspek moral atau pembentukan
kepribadian daripada pendidikan untuk menguasai ilmu pengetahuan. Anak di dalam
keluarga berkedudukan sebagai anak didik dan orang tua sebagai pendidiknya.
Banyak corak dan pola penyelenggaraan pendidikan keluarga, yang secara garis
besar dikelompokkan menjadi 3 kelompok pola pendidikan, yaitu pendidikan otoriter,
pendidikan demokratis dan pendidikan liberal. Kebanyakan keluarga di Indonesia
mengikuti corak pendidikam yang demokratis. Makna pendidikan yang demokratis
itu oleh Ki Hadjar Dewantara dinyatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan itu
hendaknya ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani:
akteristik Kehidupan Pendidikan dan Karier
 Lingkungan Masyarakat
Lingkungan pendidikan yang ada dalam masyarakat dalam bentuk pendirian
kelompok-kelompok atau paguyuban-paguyuban atau kursus-kursus yang secara
sengaja disediakan untuk anak remaja dalam upaya mempersiapkan hidupnya di
kemudian hari. Kursus-kursus yang dimaksud pada umumnya berorientasi kepada
dunia kerja.
 Lingkungan Sekolah
Sekolah merupakan lingkungan untuk membina anak-anak kearah tujuan
tertentu. Khususnya untuk memberikan kemampuan, keterampilan, sebagai bekal
hidupnya di kemudian hari. Dunia pendidikan, baik jalur sekolah maupun luar sekolah
yang menyediakan berbagai jenis program yang diperkirakan relevan dengan jenis
kebutuhan tenaga kerja yang ada pada masyarakat. Untuk menetapkan pilihan jenis
pendidikan dan pekerjaan yang diidamkan banyak faktor yang mempengaruhinya.
Faktor prestasi, prediksi masa depan, dan faktor kehidupan yang dilihat dari
lingkungan sekitarnya, dan kemampuan daya saing setiap individu.
or-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kehidu
didikan dan Karier
 Faktor sosial ekonomi
 Faktor lingkungan
 Faktor pandangan hidup
uh Perkembangan Kehidupan Pendidikan dan Karier T
h Laku dan Sikap
 Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menyediakan pelajaran
dasar yang belum bermakna sebagai pembekalan Anak-anak untuk siap
bekerja dan belum terarah ke pemberian keterampilan tertentu untuk
terjun kedunia kerja di dalam Masyarakat (kecuali SMK). Sedangkan
Pendidikan tinggi sudah mengarahkan kepembekalan ke dunia kerja.
 Banyak pandangan yang menyatakan bahwa sekolah itu kurang
membawa manfaat bagi hidupnya, mereka (golongan yang sosial
ekonominya lemah) memandang bahwa sekolah tidak memberikan
pekerjaan baginya. Hal ini akan sangat mempengaruhi sikap mereka
terhadap pendidikan sekolah.
Sikap remaja terhadap pendidikan sekolah dipengaruhi oleh karakteristik
guru mengajarnya. Guru yang baik adalah guru yang akrab dengan
siswanya dan menolong siswa dalam pelajaran.
daan Individu dalam Perkembangan Pendidikan dan Ka
Pencapaian tingkat pendidikan dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan atau
IQ. Kehidupan pendidikan akan sangat bervariasi atau berbeda-beda seiring
dengan perbedaan kemampuan berpikir atau IQ
Berhubung kehidupan pendidikan merupakan bagian awal dari kehidupan
karier, maka dengan perbedaan kehidupan pendidikan tersebut
konsekuensinya akan membawa perbedaan individual di dalam kehidupan
kariernya.
a Pengembangan Kehidupan Pendidikan dan Karier
Dalam pengembangan kehidupan pendidikan dan
karier, orang tua perlu memahami kemajuan
pendidikan baik disekolah maupun luar sekolah. Hal ini
amat tinggi nilainya karena dengan norma dan
ketentuan yang tidak terlalu jauh berbeda antara
rumah, sekolah, dan masyarakat keharmonisan hidup
dapat dicapai.
Proses pemilihan kerja sebenarnya telah berlangsung
sejak dini disaat anak itu menetapkan pilihan sekolah.
Para remaja telah berkemampuan untuk menarik
keputusan, sekalipun dasar pertimbangan yang
digunakan belum cukup luas, terutama yang berkaitan
Pengembangan Karier Remaja

Perkembangan karier remaja menurut Ginzberg terdapat 4


periode:
 Tahap minat ( umur 11-12 tahun )
 Tahap kapasitas ( umur 12-14 tahun )
 Tahap nilai ( umur 15-16 tahun )
 Tahap transisi ( umur 17-28 tahun )
Masalah yang dihadapi
Dalam proses perkembangan karier itu remaja sering
mengalami berbagai masalah dan hambatan. Masalah
dan hambatan-hambatan itu dapat berasal dari dalam
dirinya sendiri, dari luar dirinya atau lingkungan maupun
kedua-duanya.
Masalah yang berasal dari dalam dirinya antara lain
sering terjadi bahwa minat remaja tidak sesuai dengan
kemampuannya. Masalah yang berasal dari luar atau
lingkungannya antara lain sering terjadi orang tua
Mengatasi Masalah
Sistem pendidikan di indonesia remaja dapat dibantu
mengatasi masalah perkembangan dan pilihan karier
melalui layanan bimbingan karier di SMP dan SMA
melalui kagiatan :
 Pemahaman diri
 Pemahaman lingkungan
 Cara-cara mengatasi masalah dan hambatan dalam
perencanaan dan pemilihan karier sehubungan dengan
lingkungan dan keadaan diri
 Perencanaan masa depan
 Usaha penyaluran, penempatan, pengaturan dan
TUGAS PERKEMBANGAN
REMAJA BERKENAAN
DENGAN
KEHIDUPAN
BERKELUARGA
ngertian Kehidupan Berkeluarga
 Secara biologis pertumbuhan remaja telah mencapai
kematangan seksual, yang berarti bahwa secara biologis
remaja telah siap melakukan fungsi produksi.
Kematangan fungsi seksual tersebut telah berpengaruh
terhadap dorongan seksual remaja dan telah mulai
tertarik dengan lawan jenis.
 Berkenaan dengan upaya menetapkan pilihan
pasangan hidup, perkembangan sosial psikologis remaja
ditandai dengan upaya menarik lawan jenis dengan
berbagai cara yang ditunjukan dalam bentuk perilaku.
imbulnya Jatuh Cinta

 Alasan atau faktor yang seseorang mengalami jatuh


cinta bermacam-macam, antara lain adalah faktor
keperibadian, faktor fisik, faktor budaya, latar belakang
keluarga dan faktor kemampuan.
 Secord dan Backman (1974) Menyatakan bahwa
menciptakan hubungan yang akrab, dicapai melalui tiga
tahap, yaitu tahap eksplorasi, tahap penawaran dan
tahap komitmen.
 Burgess dan Huston mengidentifikasi perubahan-
perubahan perilaku remaja dalam melakukan pergaulan
dengan lawan jenis.
bahan Perilaku menurut Burgess dan Huston

 Mereka sering berhubungan dalam periode waktu


agak lama.
 Mereka mencapai pendekatan bila terpisah dan
penigkatan hubungan ketika ketemu.
 Mereka terbuka satu sama lain tentang perasaan
yang mereka rahasiakan dan secara fisik menunjukkan
keakraban.
 Mereka menjadi lebih terbiasa dan saling berbagi
perasaan suka dan duka.
 Mengembangkan sistem komunikasi sendiri.
asyarakat dan Pernikahan
Pernikahan antara pria dan wanita bukan saja masalah
yang didorong oleh faktor biologis, melainkan diatur
oleh berbagai aturan atau norma yang berlaku di dalam
kehidupan sosial kemasyarakatan.

 Di samping faktor fisik (biologis) dan psikologis,


faktor-faktor lain yang menjadi pertimbangan dalam
menetapkan calon pasangan hidup adalah kesamaan-
kesamaan dalam hal ras, bangsa, agama dan status
sosial ekonomi.
Implikasi Tugas-Tugas Perkembangan Remaja
dalam Menyelenggarakan Pendidikan
 Pendidikan yang berlaku di indonesia, baik pendidikan yang
diselenggarakan di dalam sekolah maupun di luar sekolah, pada
umumnya diselenggrakan dalam bentuk klasikal.
 Beberapa usaha yang perlu dilakukan di dalam penyelenggaraan
pendidikan, sehubungan dengan minat dan kemampuan remaja yang
dikaitkan terhadap cita-cita kehidupannya antara lain :
1. Bimbingan karier.
2. Memberikan latihan-latihan praktis terhadap siswa dengan berorientasi
terhadap kondisi ( tuntutan) lingkungan.
3. Penyusunan kurikulum yang komprehensif dengan mengembangkan
kurikulum muatan lokasl.
4. Keberhasilan dalam memilih pasangan hidup untuk membentuk
keluarga banyak ditentukan oleh pengalaman dan penyelesaian tugas-
tugas perkembangan masa-masa sebelumnya. Untuk mengembangkan
model keluarga yang ideal maka perlu dilakukan bimbingan dan etika
THANKS
😉
@Hajriani_Pendidikan_Matematika A
@Mujnawati_Pendidikan_Matematika A
Universitas Sulawesi Barat