Anda di halaman 1dari 38

Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA


DI PONDOK PESANTREN PUTRI QOMARUDDIN BUNGAH GRESIK

MALIHATUS SYARIFAH
1130118006

 
 
DOSEN PEMBIMBING :
Nanik Handayani, S.Kep.Ns., M.Kes.

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
2019 1
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

B. Pembatasan Masalah
C. Rumusan Masalah
D. Tujuan Penelitian
E. Manfaat Penelitian

2
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin Latar Belakang

Masalah

Menstruasi merupakan hal yang bersifat


fisiologis. Namun pada kenyataannya banyak
perempuan yang mengalami masalah
menstruasi, diantaranya dismenore. Hal ini
menimbulkan dampak konflik emosional,
ketegangan dan kegelisahan. Selain itu juga
mempengaruhi aktivitas, menyebabkan tidak
masuk sekolah, mempengaruhi kualitas hidup,
mengganggu konsentrasi belajar serta motivasi
belajar mereka menurun.

3
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Justifikasi
Prevalensi data remaja putri menurut WHO (2016), di seluruh dunia yang
mengalami masalah saat menstruasi sebanyak 90%. Di Indonesia sebesar
107.673 (64,25%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami
dismenore primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami dismenore sekunder
(Info sehat, 2016). Sedangkan data di BPS Jawa Timur tahun (2016) jumlah
remaja putri yang berusia reproduktif (10-24 tahun) adalah sebesar 56.598
jiwa, sedangkan yang mengalami dismenore dan datang ke balai pengobatan
sebesar 11.565 (20,43%) jiwa.
Hasil studi pendahuluan dengan metode wawancara kepada 20 remaja di
Pondok Pesantren Putri Qomaruddin Bungah Gresik didapatkan hasil 16
(80%) orang pernah mengalami dismenore dimana 6 orang mengalami
dismenore derajat I, dan 10 orang mengalami dismenore derajat II serta 4
(20%) lainnya tidak pernah mengalami dismenore, sedangakan dilihat dari
tingkat stres hampir 89% mengalami stres ringan dan 11% lainnya normal.

4
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Kronologis
Respon neuroendokrin yang timbul akibat stres menyebabkan CRH
menstimulasi sekresi ACTH. ACTH akan meningkatkan sekresi
kortisol adrenal. Hormon-hormon tersebut menyebabkan sekresi FSH
dan LH terhambat sehingga perkembangan folikel terganggu dan
menyebabkan ketidakseimbangan antara PGF2α dan E2 dengan
Prostasiklin (PGI2) menyebabkan peningkatan aktivasi PGF2α.
Peningkatan produksi prostaglandin dan pelepasannya dapat
mengakibatkan ischemia pada sel-sel miometrium dan menyebabkan
kontraksi uterus yang tidak terkoordinasi dan tidak teratur sehingga
timbul nyeri, peningkatan kontraksi yang berlebihan menyebabkan
tingkat dismenorea meningkat (Reeder dkk, S. 2012).

5
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Solusi

Penatalaksaan dari segi kondisi psikis (stres) dapat dilakukan


dengan cara melakukan teknik relaksasi atau menerapkan
pencegahan dismenore dengan cara mengurangi penyebab
timbulnya stres seperti, berfikir positif, tidur, tertawa, olahraga,
meditasi, mendengarkan musik, banyak bersyukur, melakukan
mekanisme koping dan memijat diseluruh tubuh untuk membantu
melepaskan rasa sakit dari ketegangan stres.

6
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Pembatasan Masalah

Dari identifikasi masalah di atas diperoleh gambaran dimensi


permasalahan yang luas. Namun penulis perlu membatasi masalah
secara jelas dan terfokus. Batasan masalah pada penelitian ini hanya
mencakup tentang hubungan stres dengan kejadian dismenore pada
remaja di Pondok Pesantren Putri Qomaruddin Bungah Gresik.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada


hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja di
Pondok Pesantren Putri Qomaruddin Bungah Gresik?”

7
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Tujuan Umum
TUJUAN PENELITIAN
Mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore pada
remaja di Pondok Pesantren Putri Qomaruddin Bungah Gresik.
Tujuan Khusus :
1. Mengidentifikasi tingkat stres pada remaja di Pondok Pesantren
Putri Qomaruddin Bungah Gresik.
2. Mengidentifikasi kejadian dismenore pada remaja di Pondok
Pesantren Putri Qomaruddin Bungah Gresik.
3. Menganalisis hubungan tingkat stres terhadap kejadian dismenore
pada remaja di Pondok Pesantren Putri Qomaruddin Bungah
Gresik.
8
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

MANFAAT PENELITIAN
Bagi Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi baru
sebagai bahan perbandingan serta referensi bagi perkembangan
ilmu keperawatan berkaitan dengan tingkat stres terhadap kejadian
dismenore pada remaja di Pondok Pesantren Putri Qomaruddin
Bungah Gresik.
Bagi Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan
kualitas kesehatan remaja di Pondok Pesantren Putri
Qomaruddin dengan meminimalisir angka kejadian
dismenore terutama yang disebabkan karena stres. 9
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


Konsep Remaja

Konsep Dismenore

Konsep Stres

10
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

BAB 3
KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS PENELITIAN

A. Kerangka Konseptual

B. Hipotesis Penelitian

11
Universitas NU Surabaya Kerangka Konseptual dan
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Hipotesis Penelitian
Faktor-faktor Faktor-faktor yang mempengaruhi dismenore:
penyebab stres: 1. Dismenore Primer
1. Faktor fisik Dismenore
2. Faktor a. Faktor kejiwaan (psikis/stres)
(psikis)
lingkungan b. Faktor konstitusi (anemia, penyakit Hipotesis
3. Faktor menahun) Penelitian
kognitif c. Faktor obstruksi kanalis servikalis Hipotesis dalam
4. Faktor d. Faktor endokrin penelitian ini
kepribadian e. Faktor alergi adalah terdapat
5. Faktor sosial f. Faktor pengetahuan hubungan
budaya g. Faktor aktifitas tingkat stres
6. Strategi h. Status gizi
dengan
koping 2. Dismenore Sekunder
kejadian
i. Intrauterin (adinomiosis, mioma, polip
indometrium, IUD, infeksi dan penyakit jinak
dismenore
pada vagina dan serviks) pada remaja
j. Ekstrauterin (endometriosis, tumor, di Pondok
inflamasi, adesi, dan sindrom kongestif Pesantren
pelvis) Putri 12
Qomaruddin
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

BAB 4 METODE PENELITIAN


A. Jenis dan Rancang Bangun
B. Populasi Penelitian
C. Sampel, Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel
D. Lokasi dan Waktu Penelitian
E. Kerangka Kerja Penelitian
F. Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional
G. Instrumen Penelitian Dan Cara Pengumpulan Data
H. Pengolahan Dan Analisis Data
13
I. Etika Penelitian
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

A. Jenis dan Rancang Bangun


Jenis penelitian : analitik
Jenis pendekatan dalam penelitian adalah cross sectional dimana peneliti
hanya melakukan pendekatan dan pengukuran variabel sesaat atau satu kali
saja tanpa tindak lanjut dengan pengukuran variabel independen yaitu tingkat
stres dan dependen yaitu dismenore.
B. Populasi Penelitian

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh santriwati SMA di Pondok


Pesantren Putri Qomaruddin Bungah Gresik sebesar 131.

C. Sampel, Besar Sampel Dan Cara Pengambilan Sampel

Sampel penelitian ini adalah sebagian santriwati SMA di Pondok Pesantren


Putri Qomaruddin Bungah Gresik.
14
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Sampel

Kriteria Inklusi
1. Santriwati SMA yang bersedia menjadi responden dalam
penelitian ini.
2. Santriwati SMA yang sudah mengalami menstruasi.
Kriteria Eksklusi
3. Santriwati SMA yang tidak bersedia atau tidak hadir saat
dilakukan penelitian dikarenakan sakit, pulang dan lain-lain.

15
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin Besar Sampel

Sumber : Nursalam (2013)

Keterangan :
N : Besar populasi
n : Besar sampel
d : Tingkat signifikasi (0,05)

Diketahui :
N : 131
d : 0,05

Ditanya : n ?
16
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Cara Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik


Probability sampling dengan teknik yaitu teknik Simple random
sampling.

D. Lokasi dan Waktu Penelitian


Lokasi :
Pondok Pesantren Putri Qomaruddin Bungah Gresik
Waktu Penelitian :
Penelitian dilakukan pada juli 2019

17
Universitas NU Surabaya E. Kerangka Kerja Penelitian
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Populasi
Seluruh santriwati SMA di Pondok Pesantren Putri Qomaruddin Bungah Gresik sebanyak 131 responden

Teknik pengambilan sampel


Probability sampling tipe simple random sampling

Sampel
Sampel penelitian ini adalah sebagian Santriwati SMA di Pondok Pesantren
Putri Qomaruddin Bungah Gresik sebesar 101 responden

Pengumpulan data
Instrumen dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner

Pengolahan Data
Data diolah dengan cara editing, skoring, coding, processing, cleanning dan tabulating

Analisis data
Uji statistik dengan Rank Spearman
18
Hasil Penelitian

Simpulan dan Saran 18


Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin F. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

No. Variabel Definisi Operasional Kategori dan Kriteria Skala


1. Independen: Sensitif, peka atau tanggapan 1. Normal : Apabila skor 0-14 (Kode 1) Ordinal
Tingkat reaksi tubuh terhadap 2. Ringan : Apabila skor 15-18 (Kode
Stres berbagai tuntutan misalnya 2)
mudah menangis, cemas, 3. Sedang : Apabila skor 19-25 (Kode
frustasi, dan sebaliknya bisa 3)
tertawa tanpa alasan yang 4. Berat : Apabila skor 26-33 (Kode 4)
jelas. 5. Sangat Berat : Apabila skor ≥ 34
Pengukuran tingkat stres (Kode 5)
dengan DASS 42 dengan 14
item stres.
2. Dependen: Rasa sakit atau nyeri hebat 1. Tidak dismenore : Apabila skor 0-2 Ordinal
Dismenore pada bagian bawah perut yang (Kode 1)
terjadi pada wanita saat 2. Derajat I : Apabila skor 3-8 (Kode 2)
mengalami siklus menstruasi. 3. Derajat II : Apabila skor 9-17 (Kode
Pengukuran derajat keparahan 3)
dismenore melalui gejala yang 4. Derajat III : Apabila skor ≥18 (Kode
dirasakan. 4)

19
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

G. Instrumen Penelitian dan Cara Pengumpulan Data

Cara Pengumpulan Data


Instrumen Penelitian Pengumpulan data dilakukan menggunakan
data primer dengan membagikan kuesioner,
sebelum kuesioner dibagikan seluruh
Instrumen Penelitian
responden diminta untuk mengisi lembar
Instrumen yang pernyataan persetujuan menjadi responden.
digunakan dalam Peneliti menjelaskan tata cara pengisian
penelitian ini adalah sesuai yang tertera dalam petunjuk pengisian
kuesioner dengan kuesioner setelah itu responden diminta
perincian 14 untuk mengisi kuesioner sendiri tanpa
pernyataan tentang diwakilkan. Kemudian kuesioner
dikumpulkan kembali setelah kuesioner
tingkat stres dan 11
selesai diisi dan ditukar dengan souvenir
pernyataan tentang
yang sudah peneliti siapkan.
dismenore. 20
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Analisis Data

• Setelah data terkumpul maka tahap selanjutnya adalah mengolah dan


menganalisis data dengan tahapan editing, skoring, coding,
processing, cleanning dan tabulating.
• Data dianalisis dengan menggunakan uji Rank Spearman dengan nilai
kemaknaan ( = 0,05). Hasil uji penelitian Rank Spearman apabila
disignifikasi < maka H0 ditolak berarti ada hubungan antar variabel
yang diteliti.

I. Etika Penelitian
 Informed concent
 Anonymity
 Confidentiality

21
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA


DI PONDOK PESANTREN PUTRI QOMARUDDIN BUNGAH GRESIK

MALIHATUS SYARIFAH
1130118006

 
 
DOSEN PEMBIMBING :
Nanik Handayani, S.Kep.Ns., M.Kes.

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
2019
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

BAB 5
HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Lokasi Penelitian

B. Hasil Penelitian

22
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin
A. Gambaran Lokasi Penelitian
Pondok Pesantren Qomaruddin terletak di Dusun Sampurnan, Desa
Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur.
Jumlah seluruh santriwati di Pondok Pesantren ini sebanyak 330, dengan
rincian 189 SLTP, 131 SLTA, dan 10 mahasiswi. Santri dalam
kesehariannya jarang berinteraksi dengan pengasuh pondok karena di
Pondok Pesantren Qomaruddin yang menaungi langsung para santri hanya
1 pembina, sedangkan untuk mengatur setiap kegiatan yang berjalan di
pondok pengasuh dibantu oleh para pengurus pondok dimana pengurus
pondok ini diberi amanah langsung oleh pengasuh untuk membantunya.
Santri di pondok pesantren qomaruddin selain dibekali ilmu agama juga
dibekali dengan ilmu umum, dimana kegiatan sehari-hari sangat padat
yaitu jama’ah, mengaji, sekolah, ekstrakulikuler, diniyah dan wajib belajar
selain itu ada juga kegiatan tambahan seperti dziba’an setiap malam kamis
setelah jama’ah sholat isya dilanjutkan dengan belajar, dihari jum’at wajib
bagi seluruh asrama yaitu membersihkan kamar mandi, kamar tidur,
jemuran pakaian dan lain-lain dan setelah sholat dhuhur ada kegiatan
latihan qiro’ah. 23
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

B. Hasil Penelitian
Data umum menguraikan distribusi responden yang didapat dari hasil
penelitian pada remaja yang mengalami stres dengan dismenore di Pondok
Pesantren Putri Qomaruddin Bungah Gresik

Distribusi responden berdasarkan usia

No Umur Frekuensi Persentase (%)


1 12-16 63 62,4
2 17-25 38 37,6
Jumlah 101 100
Berdasarkan tabel 5.2 di atas menunjukkan bahwa dari 101 responden
sebagian besar (62,4%) merupakan remaja awal yaitu antara usia 12-16 tahun
yang berjumlah 63 responden.
Depkes (2009)

24
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Data Khusus

TINGKAT STRES

No Kategori Frekuensi Persentase (%)


1 Normal 24 23,8
2 Ringan 29 28,7
3 Sedang 47 46,5
4 Berat 1 1
5 Sangat Berat 0 0
Jumlah 101 100

Berdasarkan tabel 5.3 di atas menunjukkan bahwa dari 101


responden hampir setengahnya (46,5%) mengalami stres tingkat sedang
yang berjumlah 47 responden.

25
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Data Khusus

DISMENORE

No Kategori Frekuensi Persentase (%)


1 Tidak Dismenore 0 0
2 Derajat I 34 33,7
3 Derajat II 54 53,5
4 Derajat III 13 12,8
Jumlah 101 100

Berdasarkan tabel 5.4 di atas menunjukkan bahwa dari 101 responden


sebagian besar (53,5%) mengalami dismenore derajat II yang berjumlah 54
responden.

26
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin Data Khusus
Tabulasi silang Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore pada Remaja di Pondok Pesantren Putri
Qomaruddin Bungah Gresik
Dismenore pada Remaja
Tidak Jumlah
No Stres Dismenore Derajat I Derajat II Derajat III
F % F % F % F % F %
1 Normal 0 0 13 54,1 8 33,4 3 12,5 24 100
2 Ringan 0 0 15 51,7 12 41,4 2 6,9 29 100
3 Sedang 0 0 5 10,6 34 72,4 8 17 47 100
4 Berat 0 0 1 100 0 0 0 0 1 100
Sangat
5 Berat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Jumlah 0 0 34 33,7 54 53,5 13 12,8 101 100
                  ρ = 0,001

Berdasarkan tabel 5.5 di atas menunjukan bahwa dari 24 responden dalam keadaan
normal/tidak stres sebagian besar (54,1%) mengalami dismenore derajat I,
sementara dari 29 responden dalam keadaan stres tingkat ringan dimana sebagian
besar (51,7%) mengalami dismenore derajat I, sedangkan 47 responden dalam
keadaan stres tingkat sedang yaitu sebagian besar (72,4%) mengalami dismenore
derajat II. Dan 1 responden mengalami stres tingkat berat (100%) dengan dismenore
27
derajat I.
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Berdasarkan hasil uji statistik Rank Spearman menggunakan SPSS 23.0 dengan
kemaknaan α = 0,05 didapatkan nilai signifikan 0,001 (<0,05) dan koefisien korelasi
0,340 yaitu dengan keeratan hubungan yang cukup kuat. ρ = 0,001 α = 0,05 yang
berarti ρ < α maka Ho ditolak artinya ada hubungan tingkat stres dengan kejadian
dismenore pada remaja di Pondok Pesantren Putri Qomaruddin Bungah Gresik.

28
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

BAB 6
PEMBAHASAN

A. Pembahasan

B. Keterbatasan Penelitian

29
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

TINGKAT STRES
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 5.3 menunjukkan bahwa dari 101
responden hampir setengahnya (46,5%) mengalami stres sedang yang berjumlah
47 responden.

Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa stres masih banyak terjadi pada remaja
di Pondok Pesantren Putri Qomaruddin. Stres yang dialami oleh responden terjadi
karena para santri dihadapkan dengan tugas-tugas yang tidak ada dirumah,
diantaranya harus mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku, padatnya kegiatan
yang ada di pondok, beban tugas sekolah, hafalan, terpisah dengan keluarga, materi
pelajaran yang banyak, hubungan dengan teman sebaya, kurangnya refresing dan
uang saku yang habis. Sehingga hal ini memicu timbulnya stres pada remaja di
Pondok Pesantren Putri Qomaruddin. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang
mengatakan bahwa stres adalah kumpulan hasil, respons, jalan dan pengalaman
yang berkaitan yang disebabkan oleh berbagai stresor (Manktelow, 2009).

30
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

DISMENORE

Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 5.4 menunjukkan bahwa


dari 101 responden sebagian besar (53,5%) mengalami dismenore
derajat II yang berjumlah 54 responden.

Dismenore mudah timbul pada remaja putri karena secara emosional belum stabil,
selain itu masa remaja merupakan masa dimana setiap remaja ingin mencoba
segala hal yang membuat bertambahnya aktivitas remaja tersebut. Sehingga
kesiapan anak dalam masa pubertas sangat diperlukan. Anak harus mengerti
tentang dasar perubahan yang terjadi pada dirinya dan anak-anak sebayanya. Anak
perlu dipersiapkan secara psikologisnya. Menurut Naumi (2017) pada usia remaja
sering terjadi dismenore, karena pada usia tersebut terjadi optimalisasi fungsi dari
saraf rahim sehingga sekresi prostaglandin meningkat dan menimbulkan rasa nyeri
(Naumi 2017). Rasa sakit yang timbul saat dismenore diakibatkan oleh kontraksi
yang berlebihan dari otot-otot rahim.
31
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja di Pondok


Pesantren Putri Qomaruddin Bungah Gresik

Berdasarkan hasil uji statistik Rank Spearman menggunakan SPSS 23.0 dengan
kemaknaan α = 0,05 didapatkan nilai signifikan 0,001 (<0,05) dan koefisien korelasi
0,340 yaitu dengan keeratan hubungan yang cukup kuat. ρ = 0,001 α = 0,05 yang
berarti ρ < α maka Ho ditolak artinya ada hubungan tingkat stres dengan kejadian
dismenore pada remaja di Pondok Pesantren Putri Qomaruddin Bungah Gresik.
Banyaknya kejadian dismenore pada remaja dimungkinkan karena padatnya
jadwal, kurangnya refresing, terpisah dengan keluarga, kiriman uang saku yang telat,
tugas yang menumpuk yang ada di pondok sehingga membuat para santri tertekan dan
merasa stres. Karena stres dapat memperparah keadaan dismenore dan menjadikan
nyeri semakin bertambah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin tinggi
tingkat stres pada remaja maka semakin tinggi derajat dismenore yang dirasakan.
Hal ini sesuai dengan teori Corwin (2009) yang menyatakan bahwa stres
menyebabkan terjadinya respon fisiologis tubuh yang memicu terjadinya dismenore.
Selain itu juga penelitian yang telah dilakukan oleh Pundanti (2016) mengatakan
bahwa salah satu penyebab dari kejadian dismenore adalah stres.
32
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Keterbatasan Peneliti

 Penelitian ini menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti


sendiri tanpa melakukan uji validitas sehingga belum diketahui
reabilitas dari kuesioner yang digunakan.
 Mundurnya waktu penelitian yang seharusnya dilakukan bulan
juni dikarenakan liburan panjang para santri di pondok.

33
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

BAB 7
PEMBAHASAN

A. Kesimpulan

B. Saran

34
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan


bahwa:
1. Stres tingkat sedang dialami oleh hampir setengah (46,5%) remaja
di Pondok Pesantren Putri Qomaruddin Bungah Gresik
2. Dismenore derajat II dialami oleh sebagian besar (53,5%) remaja
di Pondok Pesantren Putri Qomaruddin Bungah Gresik
3. Ada hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore pada
remaja di Pondok Pesantren Putri Qomaruddin Bungah Gresik
dengan koefisien korelasi cukup kuat

35
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Saran
Bagi Masyarakat
Masyarakat terutama orang tua dapat memberikan informasi kesehatan
reproduksi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya khususnya tentang
dismenore karena remaja putri berada dalam masa pertumbuhan dan
perkembangan sehingga mereka bisa siap menerima perubahan yang terjadi
pada tubuh mereka.

Bagi Institusi
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan informasi, wacana
kepustakaan, referensi bagi peneliti selanjutnya serta sebagai bahan
pertimbangan dalam rangka upaya peningkatan kesehatan terhadap dismenore
yang terjadi pada remaja dan masyarakat sekitar.

Bagi Tempat Penelitian


Hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi santriwati agar mampu
meminimalkan kejadian dismenore yang disebabkan karena stres.
36
Universitas NU Surabaya
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

TERIMA KASIH

37