Anda di halaman 1dari 23

CASE REPORT

OCULAR SURFACE SQUAMOUS NEOPLASMA

Oleh
Airlangga Damara
Fitri Wijayanti
Intan Hardianti
M. Haikal
Prizka Putri P

Pembimbing
dr. Rani H, Sp.M
KEPANITERAAN KLINIK SMF MATA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. H. ABDUL MOELOEK
2018
TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
 Tumor pada permukaan okular bola mata berlokasi primer dari
konjungtiva atau kornea. Pada konjungtiva asal tumor bisa berasal dari
epitel atau dari stroma sedangkan dari kornea tumor bisa berasal
primer dari epitel tapi sangat jarang dari stroma
Faktor predisposisi

Human
Immunodeficiency Kondisi
agen infeksi Virus Imunodefisiensi
Gambaran Klinis OSSN

OSSN

tumor
CIN invasif
(A) Pterigium grade 2 (B) Conjunctival intraepithelial
neoplasia CIN grade 1 (C) CIN grade3 (D) Carcinoma
in situ CIS (E) Squamous cell carcinoma (SCC) grade 1
(F) SCC grade 2 (G) SCC grade 3 (H) SCC dengan
invasi ke orbita
LANJUTAN... PENEGAKAN DIAGNOSIS

Standar baku emas penegakan diagnosis


untuk seluruh tumor ocular surface adalah
dengan pemeriksaan histopatologi dari
spesimen pasca biopsi eksisi.

dengan slitlamp
pembesaran diawali di sekitar limbus
kornea dengan warna merah muda,
leukoplakia, gambaran khas crockshaw,
tampak seperti sisik ikan, dengan
(A) OSSN tipe papiler dilihat dengan slitlamp dengan pelebaran pembuluh darah sekitas massa
pembesaran pembuluh darah yang prominen (B)Lesi CIN
globular warna merah muda dengan perbesaran pembuluh
darah. Tampak seperti gambaran pterigium (C) OSSN luas
yang sampai ke kornea (D) gambaran lesi leukoplakia
dengan pembesaran pembuluh darah abnormal.
Diagnosis Banding Gambaran histopati OSSN

Squamous cell
CIN
1. pinguecula,
2. pterigium, carcinomainvasi
3. actinic keratosis,
4. papilloma f, sel displastik
squamous dan menginvasi
5. episkleritis pada
tahap awal membran
CIN moderat
Displasia ringan basalis
adalah jika sel
CIN
masuk
CIN berat
berat
meliputi
jika
jika sudah
sudah
seluruh
meliputi seluruh
jika displasia
menyentuh ke substantia
abnormal sampai lapisan epitel
dengan
sepertiga bawah dengan kehilangan
kehilangan
sepertiga epitel
epitel propia
polaritas
polaritas sel
sel normal
normal

konjungtiva
Penatalaksanaan

mitomycin C topikal
Eksisi tumor 0,02%-0,04% 4x sehari
selama 1-3 minggu
atau interferon alfa 2b
No touch 4x sehari selama
Kemoterapi topikal
beberapa bulan
technique
memberikan hasil baik.
LAPORAN KASUS

ANAMNESIS

Ny.S

IDENTITAS
15
IbuRuma
36tahun Jawa Islam Septemb
hTangga
er 2018
KeluhanU Benjolan di mata kiri berwarna

kuning sejak 5 tahun yang lalu dan


tama memberat sejak 3 hari yang lalu.

Keluhan Mata kiri merah, terasa


mengganjal, nyeri, belekan


Tambahan serta berair.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Pasien juga mengeluh pasien juga mengaku apabila


Pasien datang ke poli RS mata kirinya merah, benjolan tersebut dapat
Abdul Moeloek dengan terasa mengganjal, nyeri, lepas semdiri dan tumbuh
keluhan ada benjolan di belekan dan berair. lagi, sehingga pasien kawatir
jika yang dialami adalah
mata kiri berwarna kuning Kemudian pasien di bawa
penyakit ganas sehingga
sejak 5 tahun yang lalu ke RS dan mendapatkan pasien datang ke poloklinik
dan memberat sejak 3 pengobatan. Namun mata RSUDAM. Penurunan
hari yang lalu. kirinya semakin merah penglihatan (-), Mual (-),
apablia ditetes dengan muntah (-), benjolan mudah
obat mata berdarah (-).

R/sakit sebelumnya:infeksi pada mata sebelumnya (-), HT(-), DM(-).

R/operasi(-)
Riwayat Penyakit Terdahulu ●
Riwayat alergi makanan maupun obat-obatan tidak ada

Riwayat sering terpapar sinar matahari (+)

Riwayat trauma mata (-)

Riwayat Penyakit Keluarga ●


HT (ibu)
PEMERIKSAAN FISIK

StatusGeneralis StatusGeneralis
Kepala Jantung
Bentuk : Normocephal Inspeksi : dalam batas normal
Rambut : dalam batas normal Palpasi : dalam batas normal
Status Present Mata : Lihat status oftalmologis
Perkusi : dalam batas normal
Telinga : dalam batas normal
Keadaan Umum : Baik Auskultasi : dalam batas normal
Hidung : dalam batas normal
Kesadaran : Compos Mulut : dalam batas normal Abdomen
mentis Leher Inspeksi : dalam batas normal
Tekanan darah : 120/80 Inspeksi : dalam batas normal Palpasi : dalam batas normal
mmHg Palpasi : dalam batas normal
Perkusi : dalam batas normal
Nadi : 80x/menit JVP : dalam batas normal
Toraks Paru Auskultasi : dalam batas normal
Pernapasan :20x/menit Inspeksi : dalam batas normal Genitalia Eksterna
Suhu : 36,1oC Palpasi : dalam batas normal Kelamin : dalam batas normal
Perkusi : dalam batas normal Ekstremitas
Auskultasi : dalam batas normal Superior : dalam batas normal
Inferior : dalam batas normal
Statusopthalmology
Statusopthalmology

Visus
VOD : 6/6
VOS : 6/6,5

Color Sense
Tidak dilakukan pemeriksaan
Light Sense

Oftalmoskopi
FOD : dalam batas normal
FOS : dalam batas normal
laboratorium

Hemoglobin: 12,3 g/dL


Eritrosit : 4,6 juta/ µl
Leukosit : 8.400/µl
Hematokrit : 36
Trombosit : 351.000/ µl
SGOT : 14 g/L CT :10 menit
MCV : 77 fL
MCH : 27 pg
SGPT : 10 g/L BT : 3 menit
MCHC : 35 g/dL Ureum : 12 mg/dL GDS : 105mg/dL
Segmen : 69
Limfosit: 27
Monosit : 4
LED: 16 mm/jam
DIAGNOSIS BANDING
1. Tumor konjungtiva bulbi OS susp. Ocular Surface Squamosa Neoplasia ( OSSN).
2. pingekuela
3. pterigium grade 3
DIAGNOSIS
Tumor konjungtiva bulbi OS susp. Ocular Surface Squamosa Neoplasia ( OSSN).
 
PENATALAKSANAAN
eksisi + Amnion Membran Graft OS
Obat post Op
Gentamisin eye oinment tube No. I
S 3 dd I app os
Vigamox ED No. I
S 1 gtt/ jam OS PROGNOSIS
Cendo-Lyters ED No. I
S 1 gtt/jam OS Quo ad vitam : dubia ad bonam
Ceprofloxacin 500 mg tab No. X Quo ad functionam :dubia ad bonam
S 2dd tab I pc Quo ad sanationam : dubia ad bonam
Paracetamol 500 mg tab No. X
S 3 dd tab I pc
konseling yang
diberikan pada
pasien

Pada mata kiri pasien yang telah menjalani operasi disarankan


untuk mengikuti intruksi post operatif, yaitu:
Ganti verband 3x/24 jam
Mata tidak boleh terbentur atau diucek-ucek.
Tidak boleh miring pada mata yang sakit.
Mengkonsumsi dan mengaplikasi kan obat yang telah diberikan
sesuai instruksi
Kontrol post operasi untuk dilihat tanda inflamasi dan anatomi
struktur mata.
Jika terjadi perburukan, nyeri atau abses pada mata kiri pasien
harus segera kontrol.
FOLLOW UP POST OP
ANALISIS KASUS
Permasalahan
1. Apakah diagnosa pada kasus ini sudah tepat?
2. Apakah penatalaksanaan kasus ini sudah tepat?
Apakah diagnosa pada kasus ini sudah tepat?


adanya benjolan berwarna putih kekuningan pada
konjungtiva bulbi yang gampang rapuh namun tidah
mudah berdarah

OSSN ●
pasien juga memiliki riwayat terbiasa terkena sinar
matahari yang merupakan faktor risiko timbulnya OSSN.

operasi eksisi pada tumor seluas mungkin

Amnion Membran Graff


dilakukan pemeriksaan histopatologi dari spesimen pasca eksisi.


medikamentosa juga diberikan untuk mencegah infeksi, meringankan simtom dan mencegah
komplikasi

Gentamicin salep dan Vigamox tetes sebagai antibiotik topikal dan diberi ciprofloxacin tablet.

C-lyteers untuk membantu melumasi dan melindungi mata terhadap iritasi atau trauma.

Paracetamol sebagai obat untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien.
TERIMA KASIH