Anda di halaman 1dari 25

Kel.

Rumah
Sehat  Elsa Zsazsa Safrina E
 Meiliani
 Nita
Rumah Sehat
adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat ke
sehatan, yaitu rumah yang memiliki :

• jamban yang sehat,


• sarana air bersih,
• tempat pembuangan sampah,
• sarana pembuangan air limbah,
• ventilasi rumah yang baik,
• kepadatan hunian rumah yang sesuai
• lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah
Perumahan yang layak
Untuk tempat tinggal harus memenuhi syarat kesehatan sehingga
penghuninya tetap sehat. Perumahan yang sehat tidak lepas dari
ketersediaan prasarana dan sarana yang terkait, seperti:

*Penyediaan air bersih,


*Sanitasi pembuangan sampah,
*Transportasi,
*Tersedianya pelayanan sosial
(Krieger and Higgins, 2002).
Kriteria Rumah Sehat

Didasarkan pada pedoman teknis penilaian rumah se


hat Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit
dan Penyehatan Lingkungan Depkes RI tahun 2007Pe
doman teknis ini disusun berdasarkan Keputusan Me
nteri Kesehatan RI Nomor : 829/Menkes/SK/VII/19
99 tentang persyaratan Kesehatan Perumahan
Pembobotan terhadap kelompok
komponen rumah, kelompok sarana
sanitasi, dan kelompok perilaku
didasarkan pada teori Blum, yang
diinterpetasikan terhadap:

• Bobot komponen rumah (31%),


• Bobot sarana sanitasi (25%),
• Bobot Perilaku (44%)
Syarat-Syarat Rumah Sehat
1. Lantai
Saat ini, ada berbagai jenis lantai rumah. Lan
tai rumah dari semen atau ubin, kermik, atau
cukup tanah biasa yang dipadatkan. Syarat y
ang penting disini adalah tidak berdebu pad
a musim kemarau dan tidak becek pada mus
im hujan. Lantai yang basah dan berdebu me
rupakan sarang penyakit.
2. Atap

Atap genteng adalah umum dipakai baik di daerah


perkotaan maupun di pedesaan. Di samping atap
genteng adalah cocok untuk daerah tropis juga da
pat terjangkau oleh masyarakat dan bahkan masy
arakat dapat membuatnya sendiri. Namun demiki
an banyak masyarakat pedesaan yang tidak mam
pu untuk itu maka atap daun rumbai atau daun k
elapa pun dapat dipertahankan. Atap seng maupu
n asbes tidak cocok untuk rumah pedesaan, disa
mping mahal juga menimbulkan suhu panas di d
alam rumah.
3. Ventilasi

Ventilasi rumah mempunyai banyak fungsi.

• Fungsi pertama adalah untuk menjaga agar aliran ud


ara di dalam rumah tersebut tetap segar. Hal ini berarti k
eseimbangan O2 yang diperlukan oleh penghuni rumah t
ersebut tetap terjaga. Kurangnya ventilasi akan menyeba
bkan kurangnya O2 di dalam rumah yang berarti kadar C
O2 yang bersifat racun bagi penghuninya menjadi mening
kat. Di samping itu tidak cukupnya ventilasi akan menyeb
abkan kelembaban udara di dalam ruangan naik karena t
erjadi proses penguapan cairan dari kulit dan penyerapan
.
• Kelembaban akan merupakan media yang baik untuk b
akteri-bakteri patogen (bakteri-bakteri penyebab penyak
it).

• Fungsi kedua daripada ventilasi adalah membebaskan u


dara ruangan dari bakteri-bakteri terutama bakteri pato
gen karena disitu selalu terjadi aliran udara yang terus-
menerus. Bakteri yang terbawa oleh udara akan selalu
mengalir.

• Fungsi lainnya adalah untuk menjaga agar ruangan rum


ah selalu tetap di dalam kelembaban (humidity) yang o
ptimum.
Ada 2 macam ventilasi, yakni :

– Ventilasi alamiah, di mana aliran udara di dalam rua


ngan tersebut terjadi secara alamiah melalui jendela,
pintu, lubang angin, lubang-lubang pada dinding da
n sebagainya. Di pihak lain ventilasi alamiah ini tida
k menguntungkan karena juga merupakan jalan mas
uknya nyamuk dan serangga lainnya ke dalam ruma
h. Untuk itu harus ada usaha-usaha lain untuk melin
dungi kita dari gigitan-gigitan nyamuk tersebut.

– Ventilasi buatan, yaitu dengan mempergunakan alat


-alat khusus untuk mengalirkan udara terebut, misal
nya kipas angin dan mesin pengisap udara. Tetapi je
las alat ini tidak cocok dengan kondisi rumah di ped
esaan. Perlu diperhatikan disini bahwa sistem pembu
atan ventilasi harus dijaga agar udara tidak berhenti
atau berbalik lagi, harus mengalir. Artinya di dalam r
uangan rumah harus ada jalan masuk dan keluarnya
udara.
4. Cahaya

Rumah yang sehat memerlukan cahaya yan


g cukup, tidak kurang dan tidak terlalu ban
yak. Kurangnya cahaya yang masuk ke dala
m ruangan rumah, terutama cahaya matah
ari disamping kurang nyaman, juga merupa
kan media atau tempat yang baik untuk hi
dup dan berkembangnya bibit-bibit penyak
it. Sebaliknya terlalu banyak cahaya di dala
m rumah akan menyebabkan silau dan akh
irnya dapat merusakkan mata.
Cahaya dapat dibedakan menjadi 2, yakni:

– Cahaya alamiah, yakni matahari. Cahaya ini sangat penting karena dapat
membunuh bakteri-bakteri patogen didalam rumah, misalnya baksil TBC.
Oleh karena itu, rumah yang sehat harus mempunyai jalan masuk cahay
a yang cukup. Seyogyanya jalan masuk cahaya (jendela) luasnya sekuran
g-kurangnya 15-20 % dari luas lantai yang terdapat dalam ruangan ruma
h. Sinar matahari dapat langsung masuk melalui jendela ke dalam ruang
an, tidak terhalang oleh bangunan lain. Lokasi
penempatan jendela pun harus diperhatikan dan diusahakan agar sinar
matahari lama menyinari lantai (bukan menyinari dinding). Jalan masukn
ya cahaya alamiah juga diusahakan dengan genteng kaca.

- Cahaya buatan yaitu menggunakan sumber cahaya yang bukan al


amiah, seperti lampu minyak tanah, listrik, api dan sebagainya.
6. Fasilitas-fasilitas di dalam Rumah Sehat

Rumah yang sehat harus mempunyai fasilitas-


fasilitas sebagai berikut:
– Penyediaan air bersih yang cukup,
– Pembuangan tinja,
– Pembuangan air limbah (air bekas),
– Pembuangan sampah,
– Fasilitas dapur,
– Ruang berkumpul keluarga,
– Untuk rumah di pedesaan lebih cocok adanya
serambi (serambi muka atau belakang).
Di samping fasilitas-fasilitas tersebut, ada fasilitas
lain yang perlu diadakan tersendiri untuk rumah
pedesaan adalah kandang ternak. Oleh karena t
ernak adalah merupakan bagian hidup para peta
ni, maka kadang- kadang ternak tersebut ditaruh
di dalam rumah. Hal ini tidak sehat karena terna
k kadang-kadang merupakan sumber penyakit p
ula. Maka sebaiknya, demi kesehatan, ternak har
us terpisah dari rumah tinggal atau dibuatkan ka
ndang tersendiri.
Akibat Rumah Tidak Sehat

Akibat dari keadaan rumah yang tidak sehat akan menimbulkan


dampak negatif terhadap kesehatan manusia itu sendiri. Salah sa
tu dampaknya yaitu akan terserang penyakit infeksi saluran pern
afasan akut (ISPA), Diare, kusta dan lain sebagainya, terutama pa
da balita yang masih rentang terhadap penyakit. Menurut Machf
oed (2004)
7 kriteria rumah sehat :
1. Kering
2. Bersih
3. Aman
4. Bebas Kontaminasi
5. Memiliki Ventilasi
6. Bebas dari hewan pengganggu
7. Terawat
Kelompok Komponen Rumah yang dijadikan dasar
penilaian rumah sehat menggunakan Indikator
komponen :
– Langit-langit
– Dinding
– Lantai
– Jendela kamar tidur
– Jendela ruang keluarga
– Ventilasi
– Lubang asap dapur
– Pencahayaan
– Kandang
– Pemanfaatan Pekarangan
– Kepadatan penghuni.
Indikator Sarana
Sanitasi meliputi:

- Sarana air bersih


- Jamban
- Sarana pembuangan air limbah
- Sarana pembuangan sampah
Perilaku penghuni rumah dinilai
dengan indikator penilaian yang
meliputi :

–Kebiasaan mencuci tangan


–Keberadaan vektor tikus
–Keberadaan jentik.
Kepadatan Hunian

Penyediaan Air
Pembuangan Limbah

Pencahayaan
SEKIAN & TERIMAKASIH