Anda di halaman 1dari 11

Dr. Agus Fauzi, SE, M.

Si

PROGRAM PASCA SARJANA


UNIVERSITAS PADJADJARAN
4.1 Problems and Scientific Problems Solving
MASALAH : Kesenjangan antara Kenyataan dan
harapan yang penting untuk dipecahkan oleh lebih
dari dua alternatif kemungkinan.

Descriptive Problems Descriptive


Problems Approach Design
Problems
Relational Logical
Hypotheses
Problems Thinking

Menjawab
Menjawabmasalah
masalahyang
yangbertujuan
bertujuan
Problems
Problems untuk
untukmenyusun
menyusunpengetahuan
pengetahuan
Approach
Approach deskriptif
deskriptif(khusus
(khususatau
atauumum)
umum)

(1)Diskripsi Khusus : rumusan masalah


belum mengetahui karakteristik
suatu objek pada situasi tertentu
(INDUCTIVE)
(2)Diskripsi Umum : rumusan masalah
belum mengetahui beberapa
karakteristik fenomena suatu objek
pada situasi tertentu (DEDUCTIVE)
• Menjawab masalah secara rasional
Logical atau logika
Thinking
• Mencapai tujuan eksplanasi (teori)
bertitik tolak dari masalah yang
belum menjelaskan mengapa suatu
fenomena terjadi

4.2 Logical Thinking / Theoritical Framework

RESEARCH : Memahami, menjelaskan,


memprediksi fenomena

Logical Thinking
(1)Mengalirkan jalan berfikir menurut
kerangka logik (logical construct)
untuk mencari jawaban penyebab
terjadinya fenomena.

(2)Berfikir deduktif dengan harapan


dapat menemukan (hipotesis)
Styles of Thinking
• Deductive
Cara / gaya berfikir
tentang Problems • Inductive
• Deductive & Inductive

Deductive • Deduksi suatu kesimpulan


Deductive
(conclusion) mengacu pada
Premises
• Deduction : proses perumusan
hipotesis apakah kapabel dapat
menjelaskan fakta
Inductive
Inductive • Induksi : suatu kesimpulan
(conclusion) mengacu pada satu
atau dua (beberapa) fakta.
• Induction : pengamatan fakta
mengapa terjadi (menjelaskan
bahwa fakta yang mendukung
kesimpulan)
Reflective
Reflective
Thinking • Menarik kesimpulan berdasarkan
Thinking deduksi dan induksi (scientific
problem solving)
Reflective Thinking Formulation
General Statement

Premises

Conclusion-P

Ditolak ? Diterima

Conclusion-F

Facts

Specific
Deduction & Induction Linkages
General Statement

Fact 1
?
Deduction
Hypotheses

c tion
u
Ded
Fact 2

Fact 1 Indu
ctio
n
?
Fact 2 Hypotheses

c tion
u
Ded
Fact 3
Theoritical Framework
Model konseptual yang menggambarkan hubungan
diantara faktor-faktor yang telah diidentifikasikan
penting terhadap suatu masalah.
1. Identifikasi variabel-variabel penting yang relevan
dengan masalah.
2. Membahas tipe hubungan diantara variabel dan
menyoroti hubungan variabel penting.
3. Menjelaskan sifat hubungan variabel.
4. Argumentasi tentang tipe dan sifat hubungan variabel.
5. Membuat diagram skematis tentang hubungan variabel
(paradigma).

Tipe Variabel Penelitian


1. Dependent Varibel (Y) : Variabel yang nilainya
ditentukan oleh variabel lain.
2. Independent Variabel (X) : Variabel yang
mempengaruhi / menentukan variabel lain
(predictor variable).
3. Antecendent Variabel (A) : Variabel awal yang
mempengaruhi Y dan X.
4. Moderating Variabel (M) : Variabel yang turut
menentukan hubungan X dan Y.
5. Intervening Variabel (I) : Variabel diantara X
dan Y yang turut mempengaruhi Y.
Hubungan Variabel
1. Simple Relationship : X Y

2. Complex Relationship :

a. X I Y
b. X I1 I2 Y
A
c.
X Y
A

A
d.
X I1 I2 Y

A1 A2 A3
e.

X I Y

X1
X2
f. X3 Y
X4
X5
Deductive Thinking
(Berfikir menggunakan silogisme logika)

Conceptioning Menyusun/mencari
konsep/variabel dari proposisi
yang telah ada dan dinyatakan
benar.
-Propotision = teori-teori yang ada
-Premises/ = teori yang telah
postulat ada dan benar
Judgement Menyusun ketentuan-ketentuan,
mendukung/menentukan akibat
pada konsep/variabel dependent.

Reasoning Alasan/argumentasi posisi premise


minor pada premise major.

Logical Premises
Argumentation Deduction
Framework Logical

Premise
Conceptioning
major
Conclusion
Reasoning
(Hypotheses)
Premise
Judgement
minor
4.3 Hypotheses Development / Deduction

Proposisi yang diformulasikan untuk diuji


secara empirik.
Dugaan secara logika tentang hubungan
diantara dua atau lebih variabel yang
dirumuskan kedalam bentuk pernyataan
untuk diuji kebenarannya.

AAGood
Good Must
Mustbe
be
Hypothesis
Hypothesis Testable
Testable
Tipe Hipotesis
Descriptive Hipothesis yang menyatakan keberadaan suatu
hypothesis variabel (menjelaskan terjadinya suatu fenomena)
Relational Directional Hipotesis yang memilki kejelasan
hypothesis hypothesis arah hubungan variabel (positive,
negative, more than, less than)
Non directional Hipotesis yang belum memiliki
hypothesis kejelasan arah hubungan variabel
Menyatakan Null hypothesis Hipotesis yang menyatakan tidak
hubungan ada hubungan variabel.
dua atau
Alternate Hipotesis yang menyatakan
lebih
hypothesis adanya hubungan dua atau lebih.
variabel
Pertimbangan dalam Perumusan Hipotesis

Pemahaman tipe hipotesis


Bentuk hubungan variabel dalam
proposisi
Keterkaitan yang mempertajam
hubungan antar variabel
Nilai informatif dari proposisi

Informative Value

Hipotesis harus memiliki high informative


value agar dapat dikategorikan sebagai
theoritical proposition.
Hipotesis yang low informative value
dapat menyesatkan dalam aplikasi.
Ketepatan menghubungkan keterkaitan
dengan informative value ditentukan oleh
logical thinking.