Anda di halaman 1dari 81

DASAR SISTEM

KETENAGALISTRIKAN

Jakarta, 11 September 2008

Oleh :

Heri sungkowo,SST,M.MT
• Sistem tenaga listrik ialah “semua
instalasi dan peralatan, yang
disediakan untuk tujuan
pembangkitan, transmisi dan
distribusi tenaga listrik”.
Pada garis besarnya suatu sistem tenaga
listrik terdiri dari :

Pusat pembangkit tenaga listrik


Penyaluran / Jaringan transmisi
dan Gardu induk
Jaringan distribusi
SISTEM PENGUSAHAAN KETENAGA-LISTRIKAN

INDUSTRI

BISNIS

PLTA RUMAH
PLTD
PLTP
PLTG TRAFO SOSIAL/
PLTU GARDU STEP DOWN PUBLIK
GARDU
PLTGU STEP-UP STEP DOWN

SISTEM PEMBANGKIT SISTEM TRANSMISI SISTEM KONSUMEN


DISTRIBUSI PLGN. TR
Saluran Transmisi PLGN. TM
SUTET 500 kV Saluran Distribusi PLGN. TT
SUTT 150 kV SUTM 20 kV
SKTT 150 kV SKTM 20 kV
SUTT 70 kV SUTR 220 V
TEKNIK
TENAGA
LISTRIK
PROSES BISNIS TENAGA LISTRIK DARI
PEMBANGKIT HINGGA SAMPAI KE KONSUMEN

INDUSTRI
BESAR
PUSAT PEMBANGKIT
TENAGA LISTRIK SALURAN SALURAN
PLTA,PLTU,PLTG TRANSMISI TT GARDU INDUK TRANSMISI TT
PLTGU,PLTP,PLTD

JARINGAN TEGANGAN TRAFO


INDUSTRI MENENGAH 20 KV
SEDANG DISTRIBUSI

PJU

INDUSTRI KECIL
JARINGAN
TEGANGAN NEXT

MALL RUMAH TANGGA RENDAH 220 V


SINGLE LINE DIAGRAM
PENYALURAN TENAGA LISTRIK

~
150/20 kV 20 kV/220 V
11/150 kV
PEMBANGKITAN PENYALURAN DISTRIBUSI

Sistem Distribusi Tenaga Listrik merupakan bagian yang tak


terpisahkan dari seluruh proses ketenagalistrikan dari
pembangkit hingga ke konsumen
Akibatnya :
Bila salah satu bagian gagal beroperasi maka aliran tenaga
listrik akan terhenti dan konsumen tidak mendapatkan
pasokan tenaga listrik
NEXT
PEMBANGKIT PLN
SKALA KECIL :
- PLTM (Pusat Listrik Tenaga Mikro Hidro)
- PLTD (Pusat Listrik Tenaga Diesel)
SKALA BESAR :
- PLTA
- PLTU
- PLTG
- PLTGU
- PLTP dll
Letak Pembangkit Saluran Letak Pusat
Listrik Skala besar Transmisi, Beban (kota,
memerlukan Gardu Induk industri dll) juga
persyaratan dan Saluran memiliki sebab
khusus Distribusi tertentu
PENYALURAN TEGANGAN TINGGI DI PLN
1. SALURAN TRANSMISI
• SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) 70 kV dan 150 kV
• SKTT (Saluran Kabel Tegangan Tinggi) 150 kV
• SKLTT (Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi) 150 kV
• GIL (Gas Insulated Line) 150 kV
• SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) 500 kV
PENYALURAN TEGANGAN TINGGI DI PLN
2, GARDU INDUK (GI)
• Gardu Induk Konvensional
• Gardu Induk Isolasi Gas (GIS)
Dalam kesehariannya anda akan bekerja di
lingkungan GARDU INDUK.
Apa yang dimaksud dengan

GARDU INDUK ???


GARDU INDUK
Gardu Induk adalah suatu sarana instalasi tenaga listrik terdiri dari
peralatan-peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk :
Rel I

Rel II

PMS Rel PMS Rel

PMT
PMT KOPPEL
PMT PHT PMT PHT PMT PHT KOPPEL

CT CT CT CT CT CT
PT PT PT
PT
PT PT
PMS Line
LA LA
LA LA LA LA

 mentransfer tenaga listrik dari


tegangan yang berbeda (TET ke
TT, TT ke TT, TT ke TM)
 pengukuran,
 pengawasan,
 pengamanan sistem tenaga listrik
 pengaturan daya. NEXT
TRANSFORMATOR
Salah satu sebab mengapa arus bolak balik
(AC) banyak dipakai dalam keperluan sehari-
hari adalah arus bolak balik mudah
ditransformasikan baik menaikkan maupun
menurunkan tegangan.
Untuk mentransformasikan tegangan atau
tenaga listrik digunakan peralatan yang disebut
transformator atau lebih dikenal dengan trafo

Apa yang dimaksud dengan


Transformator ???
TRANSFORMATOR
Transformator adalah suatu alat listrik yang
dapat memindahkan dan mengubah energi
listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke
rangkaian listrik yang lain melalui suatu
gandengan magnet dan berdasarkan prinsip
induksi elektromagnet.
Zuhal – Dasar TL ’80

ф
V1 V2

NEXT
BAGIAN-BAGIAN DARI TRAFO DAYA
INTI BESI :
Inti Besi berfungsi untuk membangkitkan fluks yang
ditimbulkan arus listrik dalam belitan atau kumparan
trafo.
Sedang bahan inti besi terbuat dari lempengan-
lempengan baja tipis yang disusun berlapis bertujuan
untuk mengurangi panas yg di akibatkan oleh arus Eddy
(Eddy current).

NEXT
Kumparan Primer - Sekunder
Kumparan primer dan kumparan
sekunder berupa kawat yang
yang dibelitkan ke inti besi di
sisi primer dan sekunder.
Kawat yang dililitkan terbuat
dari kawat email yang beriso-
lasi.
Isolasi bertujuan untuk
memisahkan arus listrik yang
mengalir dalam kawat email
baik isolasi antar lilitan
maupun dengan inti besi trafo

NEXT
TEORI DASAR TRANSFORMATOR TENAGA LISTRIK

Trafo terdiri dari dua gulungan kawat yang terpisah


satu sama lain yang dibelitkan pada inti yang sama
Saat kumparan primer dihubungkan ke sumber AC, pada kumparan
primer timbul gaya gerak magnit bersama yang bolak balik dan flux
magnit bersama

Akibatnya pada kumparan sekunder timbul gaya gerak listrik induksi


sekunder yang lebih rendah atau tinggi dibanding primer (tergantung
jumlah belitan).

Bila kumparan sekunder dihubungkan ke beban maka


akan timbul arus bolak balik sekunder

ф
~
TEORI DASAR TRANSFORMATOR TENAGA LISTRIK
Trafo disebut tanpa beban jika kumparan sekunder dalam keadaan terbuka

I0 I0
IM
ф
~ V1 E1 N1 N2 E2
V1
E1 IC E2
Arus I0 sangat kecil terdiri dari arus pemagnet (IM) dan arus tembaga (IC) dimana
IM mengakibatkan rugi inti (histerisis & eddy current).
Arus Tembaga (IC) relatif kecil shg dianggap = nol  maka pada trafo tanpa
beban hanya ada rugi inti.
I0 sinusoidal dan menghasilkan ф yang sinusoidal juga  menghasilkan
tegangan induksi (nilai efektif): e1 = N1 (d ф /dt) 
E1 =(N1.2π.ω.фmax.cosωt = (N1.2π.f. фmax )/(√2) = 4,44.N1.f. фmax
Sama dengan sisi primer, E2 = 4,44.N2.f. фmax
E1 N1
= = a  dimana a adalah perbandingan transformasi
E2 N2
TEORI DASAR TRANSFORMATOR TENAGA LISTRIK
KEADAAN BERBEBAN
Apabila kumparan sekunder dihubungkan dengan beban ZL, arus I2 akan
mengalir pada kumparan sekunder :
V2
I2 = yang menimbulkan gaya gerak magnet sebesar N2.I2
ZL
Disisi Primer juga timbul gaya gerak magnet : N1.I1
Gaya Gerak Magnet primer = Gaya Gerak Magnet sekunder : N1.I1 = N2.I2
I2 N1
=
I1 N2 E 1 N1 I 2
= = =a
E 1 N1 E2 N2 I1
=
E2 N2
I1 I2
ф
~ V1 E1 N1 N2 E2 V2 ZL
TRANSFORMATOR

I1 I2
ф
N1
V1 V2
N2

V1 = N1 = I2 = a
V2 N2 I1
Dari formula diatas maka Transformator
mentransformasikan :
• Besaran tegangan antar rangkaian listrik yang berbeda
• Besaran arus antar rangkaian listrik yang berbeda

NEXT
RUGI-RUGI PADA TRAFO DAYA
• RUGI TEMBAGA
rugi yang disebabkan arus beban mengalir pada kawat
tembaga
• RUGI BESI
- rugi histerisis : rugi karena fluks pada inti besi
- rugi arus eddy : arus pusar pada inti besi
• EFESIENSI
efesiensi = daya masuk – daya keluar
• PERUBAHAN EFESIENSI TERHADAP BEBAN
pada kondisi beban tertentu trafo efisien.
• PERUBAHAN EFESIENSI TERHADAP FAKTOR KERJA (cos
) BEBAN
semakin tinggi cos  efesiensi semakin tinggi
NEXT
DIAGRAM RUGI TRAFO

Rugi Fluks Bocor


Rugi Tembaga Rugi Tembaga

INPUT KUMPARAN FLUKS KUMPARAN


OUTPUT
PRIMER BERSAMA SEKUNDER

Rugi Besi : histerisis


dan Arus Eddy
NEXT
KELOMPOK HUBUNGAN
Kelompok Hubungan lilitan primer dan sekunder
transformator antara lain : , Υ, Ζ
Notasi hubungan :
D, Y, Z untuk sisi primer, dan d, y, z untuk sisi sekunder
Notasi urutan fasa :
U, V, W untuk sisi primer, dan u, v, w untuk sisi sekunder

V
12
11 1

Misal hubungan primer  10 2


v
Misal hubungan w
sekunder y
9 3
Dy11
u
U8 4
W
7 5
6
Dy5 ?

V
12
11 1

10
u 2

9 3
w v
8 4
U W
7 5
6
TRANSFORMATOR
Berdasarkan fungsi transformator
(mentransformasikan arus dan tegangan) maka
transformator digunakan sebagai :

Transformator Daya
mengubah besaran tegangan dan
arus guna keperluan penyaluran
tenaga listrik.

Transformator pengukuran
Mengubah besaran arus dan tegangan
untuk keperluan pengukuran dan
proteksi sistem tenaga listrik.

NEXT
TRANSFORMATOR TENAGA
Transformator (trafo tenaga)
merupakan salah satu
peralatan utama di Gardu
Induk.
Bila trafo tenaga ini rusak,
maka akibatnya cukup fatal
dan oleh karena itu ada yang
menyebut trafo daya sebagai
jantungnya GI.
Transformator tenaga merupakan suatu alat listrik statis yang
dipergunakan untuk memindahkan daya listrik dari satu
rangkaian ke rangkaian lain dengan mengubah tegangan dan
tanpa mengubah frekuensinya.
NEXT
(Yang ada dalam sistem PLN)
TRANSFORMATOR PENAIK TEGANGAN

11/150 kV
~
~

TRANSFORMATOR PENURUN TEGANGAN


150/20 kV

NEXT
(Yang ada dalam sistem PLN)
TRANSFORMATOR INTERBUS
Mengubah tegangan antar saluran transmisi
SUTET SUTT
TR IBT TR IBT SUTT
500 kV 150 kV
500/150 kV 150/70 kV 70 kV

TRANSFORMATOR DISTRIBUSI
Mengubah tegangan menengah ke tegangan rendah

SUTM 20 kV 220/
380 V
TR DIST
20kV/220 V
NEXT
TRANSFORMATOR TENAGA

Transformator (trafo tenaga) berfungsi untuk


menyalurkan tenaga/daya listrik dengan cara
menaikkan atau menurunkan tegangan di GI.

Dari jumlah belitannya, ada dua macam trafo yaitu :


 Trafo satu fasa
 Trafo 3 fasa

NEXT
TRANSFORMATOR DISTRIBUSI
Transformator Distribusi adalah peralatan listrik yang
berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik dengan
cara mengubah sistem tegangan listrik dari
Tegangan Menengah ( TM ) menjadi Tegangan
Rendah ( TR ) untuk kemudian didistribusikan ke
pelanggan.

NEXT
LOSSES TRAFO DALAM HUBUNGANNYA DENGAN
FAKTOR BEBAN UNTUK TRAFO 50 kVA
LOAD FACTOR LOSSES
(%) (%)
10 10.30
%
15 7.10
20 5.56
30 4.16
40 3.60
50 3.37
60 3.31
70 3.34
80 3.43
90 3.57 Load factors
100 3.73
110 3.91
130 4.31
150 4.75
LOSSES TRAFO DALAM HUBUNGANNYA DENGAN
FAKTOR BEBAN UNTUK TRAFO 100 kVA
LOAD
FACTOR LOSSES
(%) (%)
10 5.15
%
15 3.55
20 2.78
30 2.08
40 1.80
50 1.68

60 1.65
70 1.67
80 1.72
90 1.78
100 1.86 Load factors
110 1.95
130 2.16
150 2.38
TAP CHANGER TRAFO
Tap Changer adalah alat yang berfungsi untuk
mengubah perbandingan transformasi primer
dan sekunder agar mendapatkan tegangan
operasi sisi sekunder yang sesuai dengan
tegangan yang disyaratkan sebagai akibat
terjadinya perubahan tegangan sisi primer.

Tap changer
19kV
20 kV 400 V
380
400 V

a = 47,5
50
NEXT
TAP CHANGER TRAFO
Off Load Tap Changer : perubahan posisi
tap harus dilakukan dalam keadaan trafo
tidak bertegangan
• On Load Tap Changer : perubahan posisi tap
changer dapat dilakukan dalam keadaan trafo
bertegangan/berbeban

150/20 kV

NEXT
PERAN TRANSFORMATOR DALAM
SISTEM INTERKONEKSI

Transformator berperan sangat penting


dalam sistem ketenagalistrikan baik sisi
pembangkitan, penyaluran maupun
pendistribusiannya ke konsumen
terutama untuk sistem ketenagalistrikan
yang beroperasi dalam satu kesatuan
interkoneksi seperti sistem interkoneksi
ketenagalistrikan Jawa - Bali

NEXT
ILUSTRASI PERKEMBANGAN
~ ~ ~ ~ ~
SISTEM INTERKONEKSI
SISTEM KELISTRIKAN
SISTEM KELISTRIKAN
PENINGGALAN BELANDA
PENINGGALAN BELANDA

KOTA C
KOTA A

~
~
KOTA D

~ KOTA B
~

KOTA E

~ ~ ~ ~ ~
NEXT
TUBAN III
PLN+KONS
KONFIGURASI JARINGAN SISTEM
1 = 50
2 = 50
1 = 30
2 = 60
PLTU
TANJ. AWAR-2 SST 2 Ke Blok 2-3 JAWA TIMUR
154/6.3 kV 24-30 PLTU Ke SST
70/3.45 kV
DWIMA KEREK TUBAN PLTGU PLTG 1-21 = 10
2 x 50 MW
PERAK 5 1X6
1 = 50 BSCU
BLOK 2, 31500/150 kV
= 500 MVA
BLOK 1 2 x 28 MVA 2 = 20
2x25 MVAR 2 = 50 PERAK 4
4 x 25 MVAR Op. Double
SMNEP 150/70 kV
GRSIK 7
Phi
1 = 30 3 = 50
GLMUR 1 = 30
tgl 26-05-

Ke CEPU GRSIK 5 1 = 10 BKLAN


2005
1 = 20 SAMPG 1 = 20 PKSAN 1 = 30
BJGRO BABAT LNGAN PLTU
1 = 50 2 = 30 2 = 20 2 = 30 2 = 20 Tgl.11- 1 = 30
PLTG 2 = 50
2x100 MW
1x20, 2x20.1,
3 = 60
08-’04 2 = 30
1 = 30
2 = 30
Ke PLGU Blok I 2x200 MW 1x21, 1x21.35
SST 1 154/6.3 kV-24-30 4 = 10 SUPD 1 = 60 1 = 60
tidak operasi UJUNG
1 = 20 1 = 30 SWHAN TENGAH UDAAN GBONG GIS terbakar
3 = 60 2 = 30 TNDES
SGMDU5 1 = 60 1 = 50
SST KABEL LAUT 2 = 50
BRATA SGMDU4 1 154/4.16 kV 1 = 50
SIMPG
DGRAN KPANG 2 = 50 MKBAN KABEL TANAH
150/70 kV 1X13 & 1X20 KJRAN
1 = 50 MVA 1 = 50 1 = 50 WKRMO
2 = 60 2 = 50 1 = 50
1=6 4 = 20 3 = 60 APRMA 2 = 50
1 = 30
1 = 60 NGGEL KABEL TANAH
1 = 20
2 = 60
SMSIK PKMIA ISPDO
1 = 50 RNKUT 1 = 50
1 = 20 SBRAT 7 SBRAT5 WARU5 WARU4 2 = 50 2 = 60
1 =17.5 150/70 kV
2 = 20 150/70 kV 3 = 60 3 = 60
1 = 30 2 =17.5 SLILO
3 = 30 500/150/66 kV 1 = 60 3&4 = 601&2 = 39 2 = 60 4 = 50
2 = 50 3 = 30
2x = 500 MVA 2 = 60 5&6 = 50 5 = 50
3 = 25
7 = 30
MPION1 = 80
KE UNGARAN PITON7
1= 30 KLANG 150/70 kV
2= 30 CERME
1 = 50
1 = 50 1 = 50 RJOSO PLTGU BLOK .I PLTU 1 Ke SST 1.2
2 = 50 BLOK .II
1 = 20 PLOSO KSJTM 2 = 50 BDRAN5 BDRAN4 1 = 37.5 500/150 kV 3 x 127.5 MW 2 x 400 MW 150/10 kV
2 = 20 2x10 MVAR 1 = 30 BBDAN B 2 = 37.5 GNDNG 2 x 30-40-60
1 = 50 5=6 A GRATI5 1 = 30
SUPD 1= 10 (dilepas) MPION DYRJO58= 10 6=6 500 MVA 2 = 20 2 PITON5
Tgl.20-05-2005 MNYAR 7=6
1 = 20
GDTAN GRATI71 = 20 2
KTSNOSB
B 2 = 10 1 = 60 500/150 kV
BARAT NGJUK A
2= 20
DYRJO4 2 = 60 Ke SST.2 2 = 20 1 1 = 500 MVA
3 = 20 PRONG 1 = 60
150/6.3 kV 1 = 40
1x10 MVAR
1x8 150/70 kV
MIWON
3 = 60 2 = 30 KRSAN 2 = 500 MVA
1 = 20 1 x 50 MVA2 = 60 1 = 50 2 x 24-30
2 = 30 BNGIL51150/70 kV
BLBDO 3 = 50
2 = 50 A = 50 PBLGO 1 = 35
NGORO 4 = 60
B 2 = 50 PDAAN 1 = 30 2 = 20
1 = 10 2 = 20 1 = 50
1 = 60 B 3 = 50
2 2 2 = 15 A 3 = 30 PIER
KE PEDAN STBDO
1 1 TARIK BCKRO
3 = 20 BNGIL4 BDWSO PLTG
4 = 20 1 = 30 1 = 30 1 = 20
SKTIH4 2 1 1 = 15 PMRON
2 = 30 2 x 40 MW 2 = 30 2 = 20
SKTIH5 2 = 20
CRBAN 150/70 kV 1 = 20 SKRJO GNYAR
1 = 10 6 = 60 1 = 35 2 = 1 = 50 LJANG AMPRA
1 = 20 2 = 31 7 = 30 3 = 50394 = 35 BNGUN 2 = 20 PNMAS
500/150/66 kV 1 = 30 1 = 20
Ke SRGEN 2 = 10
eks TLGPA
SYZAG 500 MVA
MJGNG 5 = 50
JKTASCKBRU (Trf Mobil) 1 = 20
2 = 60 2 = 10
1 = 30 PLTA 1 = 14.4 1 = 30 1 2
2 = 30 SLRJO 2 = 14.4 2 = 30 PBIAN SANUR
NGAWI KDIRI 7 KDIRI 5 2 1 1 = 60 3 = 0.4 SUPD 3 = 10
TGGUL BRITI
1 = 60
1 = 60 2 = 60 1 = 30
1 = 20 1x 4.48 MW LWANG TIMUR 1 = 20
BLBNG
1 = 30 1 = 16 2 = 20
2 = 30
2 = 60 AJMTO 2 = 30 2 = 60 Trf. 2 ( Mobil)
BNRAN5 1 = 30 3 = 60 ( // eks JAKER)
A
MNRJO4 Jumper (Op. 24 Apr’05 eks.
A PYANG Energize tgl. 21-03-05

MNRJO5 B 150/70 kV 2 = 20
4 = 30 1 = 15
T. 42
2 = 30 Jabar) B Trf. Mobil
eks Blbdo JMBER 1 = 30 PLTD/G
5 = 60 2 = 10 1=6 D 75.834 MW
25 MVAr
1 = 35 2 X 10 MVAr GGRAM 150/70 kV 1 = 30 Ops.
G 125.45 MW
2 = 35 DLOPO 1 = 35 2 = 20 15 Jan 05
5 = 50 3 = 35 1 = 12.5
1 = 10 2 = 12.5
BNRAN4 2 = 50 SIMAN A KBAGN5 PAKIS 3 = 60 KAPAL PSGRN
6 = 60 BSCU 1 = 20 PLTA
3 = 35 PLTA 150/70 PLHAN
5 x 10 MVAR
PLTA
1 = 10 2= 10 3x MDLAN 1 = 30 KBAGN4 1 = 30 GTENG
SVC
-25-50 MVAR 1 = 20 BALI
2 = 20 3.6 MW1 x 5.6 MW 2 = 30 2 = 20 1 = 30
MADIUN
TGLEK PARE 1 = 30 SKLING 4 = 60 150/70 kV TUREN 2 = 30
1 = 50 2 = 20 MSC
6.1 MW 10 MVAr PLTA 3 x 5.8 MW 2 = 60 3 = 30 5 x 10 ASARI
2 = 30
LDOYO 3 = 30 5 = 30 1 = 50 (Op. Single Phi tgl 15-05-2005)
4 = 30 MVAR 4 = 60
MGTAN TLGNG
A
4 = 30 2 = 35 1 = 30 1 = 10 5 = 60
MRGEN A PNRGO B BLTRU 1 x 4.5 MW 3 = 35
B PLTA PLTA PLTA
2 = 20
BWNGI NGARA NSDUA
1 = 20 1 = 10 10 MVAr 1 = 15 1 = 30
1 = 20 2 x 18 MW 4 = 20 2 x 27 MW 3 x 35 MW
2 = 10 2 = 10 1 = 30 2 = 15 2 = 20
2 = 30
1 = 20 3 = 30
Kondisi bulan Juli 2005 2 = 16 1 KABEL
PCTAN TLGPA 2 = 30
SGRUH 1 = 20 GLNUK
WLNGI5 STAMI5 KKTES LAUT
1 = 20 150/70 kV
KETERANGAN : 2 = 10 WLNGI4 1 = 60
2 GPGAN 2 = 20
1
PLTA 3 = 30 PLTG
Pmt Terbuka Operation Normal 1 = 20 1 = 20 1 = 10
1 = 20 2 = 10 3 = 30 1 = 30 2 x 14.5 MW 1 x 140
500 kV 150 kV 70 kV RENCANA 2 MW
~ ~ ~ THERMAL
POWER PLANT ~ ~ ~ HYDRO
POWER PLANT

BUS
500 kV
T/L 500 kV

~ 500/150 kV
BUS 150 kV
~
~ 150/70 kV
BUS 70 kV
T/L 150 kV 70/ /6kV
70
70/20 20
kV kV
150/20 kV

T/L 70 kV
20 kV/220 V 6 kV/110 V
JAVA – BALI
BASIC CONFIGURATION
CONSUMERS
CONSUMERS
CONSUMERS
OF POWER SYSTEM
NEXT
TRAFO TEGANGAN (PT)
(Potential Transformer)
Trafo Tegangan berfungsi untuk :
 Mentransformasikan tegangan dari tegangan
tinggi ke tegangan rendah guna keperluan
pengukuran dan proteksi.
 Sebagai isolasi antara sisi tegangan tinggi
atau yang diukur/diproteksi dengan alat
ukurnya/proteksinya.

NEXT
RUMUS TRAFO TEGANGAN (PT)

N1
V1 V2 V
N2

V1 N1
= = a
V2 N2
V1.N2 = N1.V2
a = perbandingan transformasi
N1 = jumlah lilitan primer.
N2 = jumlah lilitan sekunder.
NEXT
TRANSFORMATOR ARUS
(CURRENT TRANSFORMER)
Transformator Arus / Current Transformer (CT)
adalah peralatan listrik yang digunakan :
1. Mentransformasikan besaran arus dari nilai arus
yang besar ke arus yang kecil yang digunakan untuk
keperluan pengukuran dan proteksi
2. Sebagai isolasi antara sisi arus yang diukur/
diproteksi dengan alat ukurnya atau alat
proteksinya.

I1 I2
A
N1

N2
NEXT
RUMUS TRAFO ARUS
I1 N2 1
I1.N1 = I2.N2 = =
I2 N1 a
Dimana : a = N1/N2 (perbadingan transformasi)
N1 = jumlah lilitan primer.
N2 = jumlah lilitan skunder.
Contoh :
CT dengan nominal arus : 300 A/5 A 300 A 5A
I1 adalah arus primer = 300 A.
I2 adalah arus skunder = 5 A.

CT dengan nominal arus : 1000 A/5 A


I1 I2
I1 adalah arus primer = 1000 A.
I2 adalah arus skunder = 5 A.

NEXT
LIGHTNING ARRESTER (LA)
Lightning Arrester (LA) adalah :
Peralatan Pengaman yang berfungsi untuk melindungi
peralatan sistem tenaga listrik terhadap tegangan surja
dengan membatasi tegangan lebih yang datang /
menyambar dialirkan ke bumi HUTAURUK 1986
SIFAT LA :
Saat jaringan normal (tidak ada sambaran petir), LA berlaku
sebagai isolator
Pada saat ada sambaran petir yang menimbulkan tegangan
melebihi batas tegangan yang disyaratkan pada sistem, maka LA
berlaku sebagai konduktor

?
PENGERTIAN UMUM
PEMUTUS (PMT)
CIRCUIT BREAKER (CB)
PEMUTUS (PMT) :
adalah peralatan listrik yang berfungsi untuk
melepaskan atau memasukkan rangkaian listrik dalam
keadaan berbeban.
Rangkaian listrik tertutup (dalam keadaan berbeban) bila
dilepas akan mengeluarkan busur api.
Agar supaya aman diperlukan sarana pemutus yang
memiliki kemampuan memadamkan busur api.
Media Pemadam busur api tersebut antara lain :
minyak (OCB)
udara (AB CB)
vakum (VCB)
gas (GCB  SF 6)
NEXT
MEDIA PEMADAM BUSUR API PMT
MINYAK (OIL)
Minyak memiliki sifat isolasi yang lebih baik dari
udara sehingga pemutus daya minyak banyak
digunakan.
Alasan penggunaannya adalah keandalan, konstruksi
sederhana serta harganya murah
Namun minyak juga punya kelemahan diantaranya :
 Mudah terbakar shg dapat menjadi penyebab
kebakaran
 Memungkinkan terbentuknya campuran eksplosif
dengan udara
 Karena terjadi produksi partikel-partikel karbon
dalam minyak yang disebabkan oleh pemanasan,
maka perlu pemeliharaan berupa pembersihan
atau penggantian minyak secara berkala.
NEXT
MEDIA PEMADAM BUSUR API PMT
SULFUR HEXAFLUORIDE (SF6)
Gas SF6 memiliki kekuatan isolasi yang tinggi karena memiliki afinitas (affinity) untuk
elektron yaitu bila suatu elektron bebas bertubrukan dengan molekul gas netral guna
membentuk ion negatif, elektron itu akan diserap oleh molekul gas netral.
Hal ini merupakan suatu cara yang efektif guna menyingkirkan terjadinya banjir elektron
shg SF6 mempunyai kekuatan dielektrik yang tinggi serta cepat melakukan rekombinasi
setelah sumber busur apinya dipadamkan.
Efektifitas gas SF6 dalam memadamkan busur api kira-kira seratus kali lipat
dibandingkan udara biasa
Selain itu SF6 juga memiliki sifat yang baik dalam memindahkan panas
Berdasarkan hal diatas maka kelebihan SF 6 dibandingkan yang konvensional :
Lama waktu busur api sangat singkat karena sifat pemadaman busur yang demikian
baik (kontak lebih awet)
 pada saat operasi tidak terjadi kebisingan
 tidak terjadi pembentukan partikel karbon selama ada busur sehingga tidak terjadi
penurunan kekuatan dielektrik dari gas
Kinerja pemutus daya tidak dipengaruhi oleh kondisi atmosferi
 jarak antar kontak sangat kecil karena kekuatan-kekuatan dielektrik SF 6 yang tinggi
NEXT
PMS (PEMISAH)
DISCONNECTING SWITCH (DS)
Pemisah adalah suatu peralatan listrik
yang berfungsi untuk memisahkan
rangkaian listrik dalam keadaan tidak
berbeban.
PMS tidak dilengkapi dengan sarana
pemadam busur api oleh karenanya harus
benar-benar diperhatikan jangan sampai
dioperasikan dalam keadaan
berbeban
FUNGSI PEMISAH :
 Pemisah Tanah (Pisau pembumian)/DS
Ground:
berfungsi untuk menghilangkan /
membumikan tegangan induksi. Pemisah
tanah ini biasanya dipasang di sisi
Transmission Line bay (T/L bay).
 Pemisah Peralatan
adalah PMS yang berfungsi untuk
mengisolasikan peralatan lain atau instalasi
lain yang bertegangan
NEXT
BUSBAR (REL)
 sebagai titik pertemuan / hubungan trafo-trafo tenaga, SUTT,
SKTT,
 Atau titik pertemuan incoming – outgoing TM 20 kV di kubikel
untuk menerima dan menyalurkan daya listrik.
Macam sistem rel di GI (terutama TT) :
- Busbar / Rel Tunggal (single busbar)
Pada sistem rel tunggal semua
peralatan instalasi GI dihubungkan
pada satu busbar. Ada juga busbar
rel tunggal yang dilengkapi dengan
pemisah seksi.
- Doubel Busbar/ Rel Ganda
Sistem rel ganda bisa terdiri dari 2 rel
dimana ada yang menggunakan 1
PMT dan 1½ PMT.
Busbar kubikel 20 kV GI
berdasarkan Hukum Kirchoff 1
NEXT
KONVERSI ENERGI ELEKTROMEKANIK
Konversi Energi baik dari Energi Listrik menjadi Energi
Mekanik (motor) maupun sebaliknya dari Energi
Mekanik menjadi Energi Listrik (generator) berlangsung
melalui medium (perantara) medan magnet.
G
E
N M
E
R ENERGI MEDAN ENERGI O
A proses konversi T
T LISTRIK MAGNET MEKANIK O
O R
R

Energi listrik Energi Energi yang Energi


sebagai
masukan = mekanik
sebagai +
diubah
menjadi
panas
+
tersimpan
pada medan
magnet
keluaran

NEXT
MOTOR LISTRIK
Sebuah motor listrik berfungsi untuk mengubah daya
listrik menjadi daya mekanik.
Prinsip kerjanya sebagai berikut :
Jika sepotong kawat listrik yang terletak diantara dua
kutub magnet KU & KS dialiri arus listrik maka pada
kawat tersebut terkena suatu gaya yang disebut
Gaya Lorentz sebagai berikut :

KU KS KU KS

- + + -
NEXT
BAHAN LISTRIK
KONDUKTIF :
Adalah benda yang mudah melepaskan elektron atau benda yang
mudah menghantarkan arus listrik
Yang banyak digunakan sebagai bahan konduktor dalam
menyalurkan tenaga listrik antara lain tembaga, aluminium atau
juga logam campuran (AAAC) atau juga logam yang diperkuat
seperti (ACSR)
Bahan konduktif yang digunakan untuk menyalurkan tenaga
listrik harus memiliki sifat :
 Konduktivitas tinggi
 Kekuatan tarik mekanikal tinggi
 Biaya rendah
 Tidak mudah patah
Tembaga memiliki sifat konduktivitas yang tinggi dan kekuatan
mekanikal cukup baik, namun harganya tinggi dan rawan dicuri.
Aluminium harganya lebih murah, lebih ringan namun
konduktivitas dan kekuatan tariknya tidak begitu tinggi.
BAHAN LISTRIK
ISOLATIF :
Adalah benda yang sulit melepaskan elektron bebas atau benda yang sulit / tidak dapat
menghantarkan arus listrik
Jenis bahan yang banyak digunakan sebagai isolasi dalam sistem tenaga listrik antara lain :
karet, gelas, keramik
Syarat bahan isolasi untuk penyaluran tenaga listrik antara lain :
 Memiliki nilai isolasi tinggi
 Memiliki kekuatan dielektrik tinggi
 Memiliki sifat mekanikal baik seperti elastisitasnya
 Tidak bersifat higroskopik (bisa menurunkan kekuatan dielektrik bila menjadi lembab)
PVC (Poly Vinil Cloride) merupakan polimer yang diperoleh dari asetilene.
XLPE (Cross Link Poliethylene) merupakan bahan yang unsurnya C dan H yang
dikombinasikan silang sebagai pengembangan bahan PVC memiliki kekuatan isolasi yang
lebih baik dari PVC
Kertas Impregnasi yaitu kertas yang terendam minyak bisa juga dipakai sebagai bahan isolasi
listrik.
Isolator adalah peralatan yang digunakan untuk memisahkan bahan konduktif yang dialiri
tenaga listrik dari bumi atau fasa lainnya. Isolator harus memiliki kekuatan mekanikal dan
elektrikal yang baik terutama bila harus menahan beban konduktor yang bergerak.
FAKTOR FAKTOR YG BERPENGARUH DALAM
KELANGSUNGAN PENYALURAN TENAGA LISTRIK :
• Adanya pekerjaan jaringan dan gangguan jaringan.
• Adanya gangguan pada tegangan normal.
• Jatuh tegangan yg diluar + 5 % / - 10% dari nominalnya.
• Kompetensi SDM dalam mengoperasikan sistem distribusi
baik saat kondisi normal maupun saat ada gangguan,
pemeliharaan, ketaatan pada aturan (SOP, Instruction
Manual book dll) dan lain sebagainya
• Kegagalan sistem proteksi
• Manajemen : ketersediaan material pengganti, sistem
operasi dan pemeliharaan dll
• Lain-lain : pencurian (PJU liar, sambungan ilegal), jaringan
tertabrak kendaraan, jaringan bawah tanah terkena
penggalian oleh instansi lain dll

NEXT
PERTIMBANGAN DESAIN SISTEM
DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK
 Jenis sistem kelistrikannya (searah atau bolak balik),
jumlah fasa bila sistemnya bolak balik
 Konfigurasi : radial, loop dll
 Konstruksi : saluran udara atau kabel tanah
 Faktor Keamanan, syarat teknis
 Ekonomis
Paling banyak digunakan dalam sistem distribusi di Jawa
Timur adalah saluran udara sistem 3 fasa Distribusi
Primer (TM) sedang sistem distribusi sekunder memakai
tiga fasa empat kawat.

NEXT
JARINGAN DISTRIBUSI :
Jaringan distribusi yang terdapat di PLN adalah jaringan distribusi
dengan menggunakan standart tegangan 20 kV utk JTM /SKTM
sedangkan tegangan 110 / 220 / 380 V untuk JTR dan SKTR.
Komponen Fungsional jaring distribusi Tegangan Menengah meliputi :
a. Sumber Pengisian : dari Gardu Induk setelah diturunkan dari tegangan
tinggi menjadi tegangan distribusi primer (20 kV)
b. Sumber Langsung dari Genset (PLTD) melalui Step Up Transformer.
c. Saluran Tegangan Menengah.
d. Transformator Distribusi
Komponen Fungsional jaring Distribusi Tegangan Rendah meliputi :
a. Saluran Tegangan Rendah setelah keluar dari trafo distribusi.
b. SLP / sambungan rumah yg langsung ke rumah / konsumen lainnya.
SKEMA PENYALURAN TENAGA LISTRIK
GI / PLTD. TRANSFORMATOR. JTR / SKTR

DISTRIBUSI PRIMAIR DISTRIBUSI SKUNDAIR

NEXT
PENGHANTAR TENAGA LISTRIK
Penghantar 20 kV terdiri dari :
• Saluran Udara : umum dipasang di
jaringan 20 kV PLN
Telanjang
Terbungkus
• Saluran Kabel Tanah : dipasang karena
sebab tertentu (harga lebih mahal dari
Saluran Udara)
KONSTRUKSI

KONSTRUKSI KABEL TANAH :


 outgoing penyulang dari kubikel 20 kV
hingga pangkal pole.
 crossing : KA, SUTT, SUTET dll
 tata kota
KONSTRUKSI SALURAN UDARA :
 SALURAN KAWAT ISOLASI
 SALURAN KAWAT TELANJANG

NEXT
KONSTRUKSI KABEL TANAH DI PLN

 Kabel isolasi kertas – minyak (oil filled


cable)
 Kabel isolasi plastik (crosslink polyethilene :
XLPE)

R > 15 x d
R
d

NEXT
KONSTRUKSI

KONSTRUKSI KABEL TANAH :


 outgoing penyulang dari kubikel 20 kV
hingga pangkal pole.
 crossing : KA, SUTT, SUTET dll
 tata kota
KONSTRUKSI SALURAN UDARA :
 SALURAN KAWAT ISOLASI
 SALURAN KAWAT TELANJANG

NEXT
KONSTRUKSI KABEL TANAH DI PLN

 Kabel isolasi kertas – minyak (oil filled


cable)
 Kabel isolasi plastik (crosslink polyethilene :
XLPE)

R > 15 x d
R
d

NEXT
KONSTRUKSI PENANAMAN KABEL
Patok as kabel

Urugan terakhir yang


disesuaikan dengan Urugan tanah
konstruksi lapisan atas yg dipadatkan

Warning tape

Urugan tanah
yg dipadatkan
Plat beton
Pasir urug

kabel
Pasir halus

NEXT
STRUKTUR / SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI
Pada dasarnya sistem / struktur jaring distribusi tsb sangat
disesuaikan dengan kondisi perkembangan serta
kepadatan beban didaerah tsb antara lain:
a. Sistem jaringan Radial terbuka.
b. Sistem jaringan Open loop (radial inter interconection).
c. Sistem Jaringan Spindel.
d. Sistem jaringan bintang.
e. Sistem jaringan bunga mayang.
f. Sistem jaringan Cluster.

NEXT
KONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER
• SISTEM RADIAL :
Paling banyak digunakan dimana penyulang keluar dari
sumber secara radial

NEXT
SISTEM LOOP

NEXT
SISTEM SPINDEL

Express Feeder

GD GD

GD GD GD GD

GD GD GD

rel rel
GI 1 GI 2
Atau Atau
GH 1 GH 2 NEXT
Struktur Bintang ( Star Net Work)

Struktur Radial Star (Bintang) ini sama halnya dengan radial


hanya beban yang terletak pada titik ujung jaringan
menyerupai bintang.

GD GD GD

Gd. Hubung GD
Gardu Induk

GD GD GD

NEXT
JARINGAN BUNGA MAYANG

GARDU
INDUK

NEXT
JARINGAN SARANG LABA-LABA

NEXT
CARA MENJAGA TEGANGAN MUTU PELAYANAN
Pengaturan tegangan Distribusi dapat dilakukan dari sisi GI
maupun di Jaringan Distribusi sendiri antara lain dengan
cara :
 Pengaturan tegangan sumber (tap changer trafo daya GI).
 Mengatur tap changer di trafo distribusi.
 Memasang kapasitor pada JTM / AVR.
 Memasang kapasitor pad JTR
 Memperbesar penampang konduktor
 Menambah trafo sisipan.
 Mengatur penyeimbangan beban sisi pelanggan dll.

NEXT
SISTEM TEGANGAN RENDAH (JTR – SR)
Setelah JTM berada di daerah pusat beban, agar tegangan
dapat digunakan untuk sistem tegangan pelanggan, maka TM
diturunkan disamakan dengan besar tegangan yang
digunakan oleh pelanggan biasanya disebut TR.
Untuk menurunkannya digunakan Transformator Distribusi.
Beberapa Hal Tentang Trafo Distribusi :
 Satu trafo distribusi yang digunakan untuk 1 pelanggan
 Satu trafo distribusi yang digunakan untuk sejumlah
pelanggan.
 Besar traro distribusi disesuaikan dengan jumlah daya yang
dipergunakan oleh pelanggan.
Satu trafo distribusi maksimum melayani beban 80 % dari
kemampuan maksimal trafo distribusi.

NEXT
KONSTRUKSI GTT

CO
LA

LV PANEL
S
N

GROUNDING
NEXT
GARDU
INDUK PENGAMAN
LAPIS
KETIGA
TRAFO
NH FUSE JURUSAN MENGALAMI
BERPERAN SANGAT SHOCK !!!
PENTING SEBAGAI
PENJAGA UTAMA
SAAT TERJADI PENGAMAN
GANGGUAN !!! LAPIS
KEDUA

PENGAMAN
LAPIS
PERTAMA
NEXT
Contoh panel yang tidak
dilengkapi dengan
sekering saklar utama.
Bagaimana akibatnya bila
sekering jurusan gagal
bertugas mengamankan
gangguan dari sisi TR/SR
???

Aduuhhh…
Sekering Kok tega ya..
jurusan
gagal lebur
Sekering
utama tidak
ada
RINGKASAN
TRANSFORMATOR :
Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat
memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau
lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain melalui
suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi
elektromagnet.
Transformator :
1. Trafo Daya :
berfungsi untuk menyalurkan tenaga/daya listrik dengan
cara menaikkan atau menurunkan tegangan
2. Trafo Pengukuran : CT, PT
CT (Current Transformer) :
mentransformasikan besaran arus dari arus yang besar menjadi kecil
guna keperluan pengukuran dan proteksi
PT (Potential Transformer)
mentransformasikan besaran tegangan dari tegangan yang tinggi
menjadi kecil guna keperluan pengukuran dan proteksi
RINGKASAN
LIGHTNING ARRESTER :
Pengaman / pelindung peralatan listrik terhadap
tegangan lebih seperti surja petir
PEMUTUS (PMT / CB = CIRCUIT BREAKER)
Pemutus atau memasukkan kembali rangkaian listrik
dalam keadaan berbeban (baik saat normal maupun
saat terjadi gangguan)
PEMISAH (PMS / DS = DISCONNECTING SWITCH)
Pemisah rangkaian listrik dalam keadaan tidak berbeban
ALAT UKUR :
Arus, tegangan, tahanan, tahanan pembumian, tahanan
isolasi, daya, energi
BAHAN PEMADAM BUSUR API PMT : SF6, Udara, oli
BAHAN ISOLATIF : karet, plastik, kaca, kayu kering dll
BAHAN KONDUKTIF : besi, aluminium, tembaga dll
KONFIGURASI GD - TR

380 Volt

380 Volt 220 Volt


380 Volt
220 Volt

220 Volt

NEXT
TEGANGAN TRAFO SISI SEKUNDER HUBUNGAN Y
R

380 V

220 V
380 V
220 V

T
220 V

NEXT
TEGANGAN TRAFO SISI SEKUNDER HUBUNGAN Y
R

? Volt

T
SISTEM TEGANGAN RENDAH (JTR – SR)
20 kV JTM

TRAFO DISTRIBUSI

JTR SR

SR

SR
R S T

NEXT