Anda di halaman 1dari 14

PARAGRAF EFEKTIF

FIGIATI INDRA DEWI, M.PD.


HAKIKAT PARAGRAF

• Paragraf adalah satuan pikiran atau gagasan atau topik yang pada umumnya
diungkapkan dalam beberapa kalimat, mulai dari kalimat pembuka, kalimat
utama atau kalimat topik, kalimat-kalimat penjelas, sampai pada kalimat
simpulan.
• Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami beberapa hal tentang paragraf, yaitu:
1. Dilihat dari bentuknya, paragraf umumnya terdiri dari beberapa kalimat,
2. Dari segi penulisannya, paragraf ditulis dengan menjorokkan awal kalimat ke
bagian dalam tulisan atau ditulis sejajar,
3. Dari segi isi, paragraf membicarakan satu topik pemikiran sederhana yang
mendukung topik subbab, atau topik bab, atau topik karangan (wacana).
KEGUNAAN PARAGRAF

• Memudahkan pengekspresian gagasan, pikiran, perasaan dalam


rangkaian kalimat yang tersusun secara logis dalam satu kesatuan
• Memudahkan penataan topik-topik (paragraf) sebagai kesatuan
rangkaian dalam suatu karangan
• Memudahkan pengembagangan topik karangan menjadi topik-topik
sederhana
• Memisahkan dan menegaskan pergantian suatu topik (paragraf)
dengan topik (paragraf) lainnya
JENIS PARAGRAF

Kelengkapan
Fungsi Paragraf Teknik Pemaparan
Paragraf

Paragraf Paragraf Deskripsi


Pengantar/Pembuka
Paragraf
Sederhana Paragraf Narasi
Paragraf
Penghubung/Peralihan
Paragraf Eksposisi
Paragraf Paragraf Penutup
Sempurna
Paragraf Argumentasi
Paragraf
Pokok/Pengembang Paragraf Persuasi
BERDASAR KELENGKAPANNYA
1. PARAGRAF SEDERHANA
• Paragraf sederhana adalah paragraf yang hanya terdiri dari satu atau
dua kalimat. Pada umumnya, paragraf sederhana ini hanya pengantar
topik bahasan, penutup topik bahasan, dan peralihan topik bahasan.
• Contoh:
Dalam pembentukan istilah, untuk mendapatkan bentuk kata yang dapat
mewadahi sebuah konsep yang tepat, upaya gramatikal dapat dilakukan.
Upaya-upaya gramatikal itu adalah proses konversi, afiksasi, reduplikasi,
komposisi, proses abreviasi, dan analogi yang akan dijelaskan satu per
satu berikut ini.
BERDASAR KELENGKAPANNYA
2. PARAGRAF SEMPURNA
• Paragraf sempurna adalah paragraf yang terdiri dari beberapa kalimat. Satu
atau dua kalimat menyatakan topik bahasan paragraf, sedangkan beberapa
kalimat lainnya menjelaskan topik bahasan paragraf itu.
• Contoh:
Peredam senjata bekerja dengan prinsip-prinsip yang sederhana untuk
membuat senjata tidak bersuara. Bayangkan sebuah balon. Apabila kamu
menusuk balon dengan peniti, akan menimbulkan suara yang keras. Akan
tetapi, jika kamu membuka balon dan membiarkan udaranya keluar perlahan,
suaranya akan sangat pelan. Proses inilah yang menjadi ide dasar dibalik
peredam senjata.
BERDASARKAN FUNGSI PARAGRAF
1. PARAGRAF PENGANTAR/PEMBUKA
• Paragraf pengantar/pembuka adalah paragraf yang berisi pengantar
dan pembuka untuk masuk ke dalam suatu topik bahasan subbab, bab,
atau karangan.
• Contoh:
Istilah-istilah yang digunakan di dalam bagian ini agak bervariasi. Ada
penulis yang menggunakan istilah metode, ada pula yang menggunakan
istilah metode dan material. Namun, intinya, bagian ini berisi penjelasan
tentang bagaimana Anda melakukan penelitian.
2. PARAGRAF PENGHUBUNG/PERALIHAN
• Paragraf penghubung/peralihan adalah paragraf yang terdapat di
dalam karangan untuk menghubungkan dua topik bahasan yang
berbeda.
• Contoh:
Pada uraian di atas telah dijelaskan hakikat pemerolehan bahasa.
Sekarang perlu diketahui ragam atau jenis-jenis pemerolehan bahasa
seperti diuraikan berikut.
3. PARAGRAF PENUTUP
• Paragraf penutup adalah paragraf yang terdapat di akhir suatu
karangan, bab, dan subbab.
• Paragraf penutup ini berisi suatu penyimpullan topik bahasan,
penegasan topik bahasan, atau pengharapan kepada pembaca yang
berkaitan dengan topik bahasan itu.
• Contoh:
Sebagai akhir dari bab ini, dapat dikatakan banyak sekali masalah yang
akan muncul dalam tahap-tahap kerja penyusunan kamus, baik kamus
ekabahasa maupun kamus dwibahasa.
4. PARAGRAF POKOK/PENGEMBANG
• Paragraf pokok/pengembang adalah paragraf yang terdapat di dalam suatu karangan yang berisi topik-topik
bahasan (sederhana) untuk mendukung penjelasan topik bahasan karangan (kompleks)
• Disebut paragraf pokok karena paragraf ini adalah paragraf inti yang berisi satu topik bahasan paragraf yang
bersamaan dengan paragraf pokok lain yang menjelaskan topik karangan.
• Disebut paragraf pengembang karena paragraf ini adalah paragraf yang mengembangkan topik bahasan
karangan.
• Contoh:
Jika kamu dapat membuat terowongan melalui pusat bumi, satu akibat yang mengagumkan adalah melakukan
perjalanan menjadi mudah. Diameter bumi sekitar 7.800 mil (12.700 kilometer). Apabila kamu mengebor satu
terowongan melalui pusat bumi dan membuat ruang hampa udara di dalamnya, segala sesuatu yang kamu
jatuhkan ke dalam terowongan akan mencapai bagian lain bumi ini hanya dalam waktu 42 menit. Orang-orang
dapat melakukan perjalanan ke Amerika ke Cina atau India dalam waktu kurang dari satu jam dengan gratis.
BERDASARKAN TEKNIK PEMAPARANNYA
• Paragraf Deskripsi
Paragraf deskripsi adalah paragraf yang berisi gambaran (deskripsi)
tentang suatu objek seperti benda, manusia, binatang, dan alam.
• Paragraf Narasi
Paragraf narasi adalah paragraf yang berisi cerita (narasi) atau peristiwa
tentang suatu kejadian yang dialami tokoh, baik orang maupun binatang,
dalam suatu kehidupan dengan alur waktu yang teratur dan sesuai, serta
memiliki dialog.
• Paragraf Eksposisi
Paragraf eksposisi adalah paragraf yang berisi penjelasan
informasi (ekspos) tentang suatu persoalan, gagasan,
pemikiran, dan temuan kepada orang lain. Target paragraf
eksposisi hanyalah penginformasian persoalan, gagasan,
pemikiran, dan temuan tersebut agar pembaca memahami
dengan baik.

• Paragraf Argumentasi
Paragraf Argumentasi adalah paragraf yang berisi penjelasan
untuk meyakinkan pembaca tentang suatu gagasan,
pemikiran, temuan atau keyakinan dengan pemberian alasan,
data, atau fakta

• Paragraf Persuasi
Paragraf persuasi adalah paragraf yang isinya berupa usaha
untuk membujuk atau memengaruhi orang lain tentang suatu
hal. Paragraf persuasi ini sering ditemukan dalam iklan,
PERSYARATAN PARAGRAF YANG BAIK

• Kesatuan topik bahasan (kohesi)


• Kepaduan bahasa pengungkapan (koherensi)
• Ketuntasan pengembangan
• Keruntutan penyusunan
SEMOGA BERMANFAAT