Anda di halaman 1dari 18

KONSEP DASAR

BIMBINGAN DAN KONSELING

Anna Haerunnisa 1807663


Intan Khoerunnisa 1807921
Kania Handayani S 1805079
Muhammad Ibrahim A 1805409
Rifa Uzzahroh 1808061
Sultan Hadi Prabowo 1805558
PENGERTIAN

BIMBINGAN DAN KONSELING


Petunjuk (penjelasan)
BIMBINGAN cara mengerjakan
sesuatu.

Pemberian bimbingan
KONSELING oleh yang ahli kepada
seseorang dengan
menggunakan metode
psikologis dan sebagainya.
proses bantuan yang diberikan oleh
pembimbing (konselor) kepada individu
UU NO. 111 TAHUN 2014 (konseli) melalui pertemuan tatp muka
TOHIRIN, KESIMPULANatau upaya sistematis,
hubungan objektif,
timbal baliklogis,
antara
2013 dan berkelanjutan
keduanya, supaya serta terprogram
konseli mempunyai
yang dilakukan
kemampuan atau oleh konselor
kecakapan atau dan
melihat
guru Bimbingan
menemukan dan Konseling
masalahnya untuk
serta mempunyai
proses pemberian bantuan
memfasilitasi kepada
perkembangan peserta
kemampuan memecahkan masalahnya
peserta didik yang dilakukanuntuk
didik/Konseli oleh mencapai
sendiri. 
konselor yang memgalami
kemandirian,permasalahandalam untuk wujud
pelayanan
pribadi, sosial, karir dan belajarbantuan
melalui peserta
kemampuan
didik, baik memahami,
secara menerima,
perorangan maupun
layanan-layanan mengarahkan,
yang terdapat dalam mengambil
kelompok,
bimbingan dan konseling agar konseli
sehingga mampu mandiri dan
keputusan, secara
berkembang dan merealisasikan
optimal, dalam diri
bidang
HIKMAWATI,
mampu secara mandiri
secara bertanggung
pengembangan
dalam
jawab sehingga
kehidupan pribadi,
menyelesaikan
2011 permasalahannya.
mencapai sosial,kebahagiaan dan dan
kehidupan kemampuan belajar,
kesejahteraan
perencanaan dalam
karir, kehidupannya
melalui berbagai jenis
layanan dan kegiatan pendukung
berdasarkan norma-norma yang berlaku.
PRINSIP

BIMBINGAN DAN KONSELING


12 PRINSIP BK
Program bimbingan
Bimbingan
Pengambilan dan dan
konseling
keputusan
Bimbingan dan
Bimbingan
Bimbingan dankonseling
dan konseling
konseling
konseling disusun berdasarkan
diselenggarakan
berlangsung
merupakan
diperuntukkan hal
bagi oleh
dalam
yangsemua
dilaksanakan
bersifat
merupakan
menekankan
hasil analisis dalam
fleksibel
tanggung
kebutuhan
sebagai
merupakan proses
bagian bingkai
dan
nilai-nilai
jawab
peserta
integral
tenaga dalam
berbagai
esensial
peserta profesional
setting
didik/konseli dalam dan
(adegan)
bimbingan
didik/konseli dan tidak
berbagai
budaya
adaptif serta
dari Indonesia.
berkelanjutan.
bersama.
positif.
individualisasi.
pendidikan.
diskriminatif.
aspekkompeten.
kehidupan.
dan konseling.
perkembangan.

Bimbingan
Layanan
Program
Pemberian
Interaksi
Bimbingan dan
antar
dan konseling
bimbingan guru
konseling diarahkan
dan bimbingan
dan
pelayanan konseling
bimbingan
bukan untuk
dilakukan
dan
dan
hanya membantu
oleh tenaga
konseling
konseling
tanggung tidak
atau
jawab
Layanan
Penyelenggaraanbimbingan
bimbingan dan dan konseling
konseling harus
tidak
peserta
pendidik
konselor
konselor didik/konseli
konseling
hanya profesional
dievaluasi
berlangsung
dengan
atau agar
yaitu
untuk
pada
peserta
guru dapat
Konselor
satuan
didik
bimbingan melakukan
atau
pendidikan,
harus
dan pilihan
Guru
tetapi
senantiasa
konseling, dan
Bimbingan
juga
selarasdi
tetapi
mempertimbangkan
terlepas situasi
dari keputusan
upaya dan
mewujudkan kondisi serta
tujuan daya dukung
pendidikan
mengambil
dan
dan Konseling
mengetahui
lingkungan
serasi
tanggungjawab denganyang
keberhasilan
keluarga,
nilai-nilai
guruguru dan serta
berkualifikasi
perusahaan/industri,
yang
pimpinan merealisasikan
akademik
dijunjung
satuan Sarjana
lembaga-
tinggi oleh
pendidikan
sarana dan prasarana yang tersedia.
nasional.
keputusannya
Pendidikan
layanan
lembaga
kebudayaan
sesuai dan
dengan secara
(S-1) dalambertanggungjawab.
pengembangan bidang
pemerintah/swasta,
dimana
tugas layanan
dan itubimbingan
dan serta danperan
konseling
masyarakat
dilaksanakan.
kewenangan dan
pada
masing-
telah lulus lebih
program
umumnya.
masing. Pendidikan
lanjut. Profesi Guru Bimbingan dan
Konseling/Konselor dari Lembaga Pendidikan Tinggi
Kependidikan yang terakreditasi.
FUNGSI

BIMBINGAN DAN KONSELING


PEMAHAMAN FASILITASI PENYESUAIAN PENYALURAN

ADVOKASI
FUNGSI BK ADAPTASI

PENGEMBANG PEMELIHARAA PERBAIKAN DAN


N PENYEMBUHAN PENCEGAHAN
AN
ASAS

BIMBINGAN DAN KONSELING


11 ASAS BK
Keterbukaan
Kedinamisan
Keterpaduan
Kekinian
Keharmonisan
Keaktifan
Kerahasiaan
Kesukarelaan
Kemandirian
Tut wuri handayani
Keahlian

Asas layanan
Asas layanankonselor
layanan
kesukaan
layanan
pendidikan konselor
yang
konselor
dan atau
atau
kerelaan
menuntut
yang
konselor atau guru bimbingan
guru
peserta
guru
konselor
mengandung
atau guru ataudan
bimbingan
bimbingan dan
didik/konseli
makna
bimbingan guru
dan
bahwa
dan
konseling yang bersifat terbuka dan tidak berpura-
konseling
bimbingan
mengikuti
konseloratau
konseling yang
yang
yang
layanan
dan berkembang
terpadu
selaras
kepadaberorientasi
merujuk
konseling
guru yang antara dan
dengan
tunjuan
pada
diperlukannya.
pada
peserta
bimbingan
berdasarkan merahasiakan
tujuan
dan
atas berkelanjutan
visi
agar perubahan
bimbingan
dan misi
didik/konseli
konselingsegenap
peserta
sebagai
kaidah-kaidah
pura dalam memberikan dan menerima informasi.
dalam
dan
situasi
sekolah,
memerlukan
data
didik/
pendidik
akademik memandang
konseling
dan
nilai
kondisi
konseli
dan dengan
dan
keaktifan
harus
dan tentang
norma
masyarakat
tujuan
keterangan
mampu hakikat
darikehidupan
pendidikan
mengambil
kedua didimana
tentang
memfasilitasi
etika profesional, belah manusia,
tingkat
yangdanberlaku
nilai
lokal,–
keputusan
pihak.
setiap peserta
peserta
layanan
kondisi-kondisi
nilai
nasional
di masyarakat.
luhur dan
yang
didik/konseli,
pribadi, sosial,
didik/konseli
bimbingan perubahan
global
dijunjung
sebagaimana
belajar,
untuk
dan dan
mencapai
konseling perilaku,
yang
tinggi
karir
diatursecaraserta
berpengaruh
dalam
tingkat
hanya dapat proses
danperkembangan
dilestarikan
kuat
mandiri.
kode
diampu etik
oleh
dan
oleh teknik
terhadap
bimbingan
yang utuh
tenaga dan
dan
ahli bimbingan
masyarakat.
kehidupan dandan
peserta
konseling.
optimal.
bimbingan konseling
didik/konseli.
konseling. sejalan
perkembangan ilmu bimbingan dan konseling.
RUANG LINGKUP

BIMBINGAN DAN KONSELING


PRIBADI SOSIAL

RUANG
LINGKUP BK

KARIER AKADEMIK
a. Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan
wawasan alam beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang
PRIBADI Maha Esa.
b. Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan
mengembangkannya untuk kegiata-kegiatan yang kreatif
dan produktif, baik dalam kehidupan sehari hari maupun
peranan dimasa depan.
c. Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi
serta penyaluran dan mengembangkannya melalui
kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif.
d. Pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan
usaha-usaha penanggulangan.
e. Pemantapan kemampuan mengambil keputusan.
f. Pemantapan kemampuan megarahkan diri sesuai dengan
keputusan yang telah diambilnya.
g. Pemantapan dalam perencanaan dan penyelengaraan
hidup sehat, baik secara rohaniah maupun jasmaniah.
a. Pemantapan kemampuan berkomunikasi, baik melalui ragam
lisan maupun tulisan secara efektif.

SOSIAL b. Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan


pendapat serta berargumentasi secara Dinamis, kreatif dan
produktif.

c. Pemantapan kemampuan bertingkah laku dalam hubungan


social, baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat luas
dengan menjunjung tinggi tata karma, sopan santun, serta nilai-
nilai agama, adat, hukum, ilmu, dan kebiasaan yang berlalu.

d. hubungan yang dinamis, harmonis dan produktif dengan teman


sebaya, baik di sekolah yang sama, disekolah yang lain, di luar
sekolah, maupun di masyarakat pada umumnya.

e. Pemantapan pemahaman kondisi dan peraturan sekolah serta


upaya pelaksanaannya secara dinamis dan bertanggung jawab.

f. Orientasi tentang hidup berkeluarga.


a. Pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efisien
serta produktif, baik dalam mencari informasi dari berbagai
AKADEMIK
sumber belajar, bersikap terhadap guru dan nara sumber
lainnnya, mengerjakan tugas mengembangkan keterampilan dan
menjalani program penilaian.

b. Pemantapan sistem belajar dan berlatih baik secara mandiri


maupun berkelompok.

c. Pemantapan penguasaan materi program belajar di sekolah


sesuai dengan perkembangan ilmu, teknologi dan kesenian.

d. Pemantapan pemahaman dan pemanfaatan kondidi fisik, social,


dan budaya yang ada dilingkungan sekitar dan masyarakat untuk
pengembangan pengetahuan dan keterampilan dan
pengembangan diri.

e. Orientasi di perguruan tinggi.


a. Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan
KARIER kecenderungan karier yang hendak dikembangkan.

b. Pemantapan orientasi dan informasi karier pada


umumnya, khususnya karier yang dikembangkan.

c. Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja dan


usaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi
kebutuhan hidup.

d. Orientasi dan informasi terhadap pendidikan yang


lebih tinggi. Khususnya sesuai dengan karier yang
hendak dikembangkan.