Anda di halaman 1dari 25

Laporan Pendahuluan

dan
Asuhan Keperawatan
Pada Pasien Ansietas
Disusun oleh:

1. Bayu Rizky P.201801096


2. Fahmi Dea F. 201801097
3. Lailatul Fitriah 201801112
4. Nikmatul Aliyah 201801115
5. Neta Maulinda 201801116
6. Nanik Ernaningtyas 201801117
7. Adista Kurnia P. 201801122
8. Meri Pramaisela T. 201801126
9. Ulil Alami 201801135
Laporan Pendahuluan pada pasien
Ansietas
Definisi
Ansietas dapat pula diterjemahkan sebagai suatu perasaan
takut akan terjadi sesuatu yang disebabkan oleh antisipasi
bahaya. Ansietas merupakan sinyal yang
menyadarkan/memperingatkan akan adanya bahaya yang akan
datang dan mambantu individu untuk bersiap mengambil
tindakan untuk menghadapi ancaman (Sutejo, 2018).
Manifestasi Klinis
 Cemas, khawatir, firasat buruk, takut akan pikirannya
sendiri serta mudah tersinggung.
 Pasien merasa tegang, tidak tenang, gelisah dan mudah
terkejut.
 Pasien mengatakan takut bila sendiri, atau pada keramaian
dan banyak orang.
 Mengalami gangguan pola tidur dan disertai mimpi yang
menegangkan.
 Gangguan konsentrasi dan daya ingat.
 Adanya keluhan somatik, misal rasa sakitpada otot dan
tulang belakang, pendengaran yang berdenging atau
berdebar-debar, sesak napas, mengalami gangguan
pencernaan berkemih atau sakit kepala (Nanda, 2012).
Klasifikasi Ansietas

Stuart dan laraia (2005), membagi ansietas


terbagi menjadi dalam beberapa tingkatan, yaitu:
a) Ansietas Ringan
b)Ansietas Sedang
c) Ansietas Berat
d)Tingkat Panik
Faktor Predisposisi

Menurut stuart dan laraia (2005) terdapat beberapa teori yang


dapat menjelaskan terjadinya ansietas, diantaranya:

1. Faktor Biologis
2. Faktor Psikologis:
a) Pandangan Psikoanalitik
b) Pandangan Interpersonal
c) Pandangan Perilaku
d) Sosbud
Faktor presipitasi
Faktor presipitasi dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Ancaman terhadap integritas seseorang seperti
ketidak mampuan atau penurunan fungsi fisiologis
akibat sakit sehingga menggangu individu untuk
melakukan aktivitas hidup sehari-hari.
2. Ancaman terhadap sistem diri seseorang, ancaman
ini akan menimbulkan ganggung terhadap identitas
diri, harga diri, dan fungsi sosial individu.
Sumber Koping
Dalam menghadapi ansietas,
individu akan memanfaatkan dan
menggunakan berbagai sumber koping
di lingkungan. Modal ekonomi,
kemampuan menyelesaikan masalah
(mekanisme koping), dukungan sosial,
budaya, keyakinan, dll.
Mekanisme Koping
Lilik Ma’rifatul Azizah, Imam Zainuri, dan Amar Akbar (2016) ansietas sedang dan berat dapat menimbulkan tipe mekanisme
koping sebagai berikut:
1. Task Oriented
Suatu tindakan untuk memenuhi tuntutan dari situasi stress secara realistic:
a) Perilaku menyerang (agresif)
b) Perilaku menarik diri
c) Perilaku kompromi
2. Mekanisme Pertahanan Ego
a) Kompensasi h) Fiksasi o) Sublimasi
b) Penyangkalan ( denial ) i) Proyeksi pengalihan buah pikir p) Supresi
c) Pemindahan ( displacemen ) j) Rasionalisasi q) Undoing
d) Disosialisasi k) Reaksi formasi
e) Identifikasi ( identification ) l) Regresi
f) Intelektualisasi ( intelektualization ) m) Represi
g) Introjeksi ( intrijection ) n) Acting out
Asuhan Keperawatan
pada pasien Ansietas
Trigger Case
Tn. S, Laki-laki, 39 tahun, SMA, Islam, Jawa, Pekerjaan wiraswasta, tinggal di Banding Rejo,
pasien datang ke UGD Rumah Sakit Jiwa karena merasa dadanya berdebar dan keringat dingin.
Keluhan ini dimulai sejak 1 minggu yang lalu. Sebelumnya terdapat tetangga pasien yang meninggal
karena serangan jantung yang membuat pasien takut meninggal seperti tetangganya. Hal ini
menyebabkan pasien melakukan check up pada 3 hari yang lalu dan dari hasil pemeriksaan tidak
ditemukan kelainan pada tubuh pasien. Namun, pasien tetap merasa ada kelainan pada tubuhnya
sehingga membawanya berobat ke UGD. Perasaan cemas ini berlangsung sebentar dan biasanya
hilang atau berkurang apabila pasien berkonsultasi ke dokter ataupun bercerita tentang keluhannya
kepada anggota keluarganya.
Pasien mengatakan serangan cemas ini berlangsung hilang timbul dan hampir setiap minggu.
Keluhan seperti ini terjadi sejak ±3 tahun yang lalu, diawali oleh kematian ibu pasien yang meninggal
karena diabetes melitus. Hal ini menyebabkan pasien melakukan check up setiap 6 bulan sekali dan
melakukan pemeriksaan gula darah setiap seminggu sekali. Hasil TTV ditemukan: TD: 140/80 mmHg,
N: 112x/m, S: 36°, RR: 24x/m. Pasien juga telah mendaftarkan dirinya pada beberapa asuransi
kesehatan. Hal ini dikarenakan ketakutan pasien akan kondisi tubuhnya.
Pohon Masalah
Gg. Pola tidur

Ansietas

Harga diri Rendah

Koping individu tdk


efektif

Perubahan status
kesehatan
Diagnosa Keperawatan

1. Ansietas Sedang
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
TINDAKAN dan EVALUASI KEPERAWATAN JIWA
( Catatan Tindakan / Perkembangan Keperawatan )
TERIMA KASIH