Anda di halaman 1dari 11

PENGUKURAN KEBISINGAN PADA

KAWASAN PEMUKIMAN DISEKITAR


INDUSTRI

Kelompok 4

Ayu Riska
Hilda Ramadhanti
Intan Permata Sari
Mirza Oktarina
Nafasya Zardi Ningrum
Nanda Nicola
A. PENGERTIAN

Menurut keputusaan mentri negara lingkungan hidup


No:kep.48/MENLH/II/1996 tentang baku tingkat
kebisingan menyebutkan bahwa kebisingan adalah bunyi
yang tidak dinginkan dari usaha atau kegiatan dalam
tingat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan
gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan
linggkungan.
Sound level meter merupakan alat ukur dengan basis
sistem pengukuran elektronik. Meskipun pengukuran
bisa dibuat secara langsung dengan cara mekanik, sistem
pengukuran elektronik memberikan banyak keuntungan
untuk beberapa pengukuran, antara lain kecepatan sistem
dalam mengambil, mengirim, mengolah, dan menyimpan
data.
B. ALAT DAN BAHAN
1. Sound level meter
2. Stopwatch
3. Alat tulis
4. Sumber bunyi
C. LANGKAH KERJA
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
untuk melakukan pengukuran kebisingan
2. Tentukan lokasi pengukuran kebisingan
3. Aktifkan alat sound level meter dengan
menekan tombol power, lalu menunggu
hingga angka pada monitor menjadi stabil
4. Tekan tombol slow untuk jenis kebisingan
terputus-putus, dan tombol fast untuk jenis
kebisingan continue
5. Pada tombol A/C, pilih tombol A sebagai
tanda bahwa yang akan diukur merupakan
intensitas kebisingan yang sampai ke individu
LANJUTAN ….
6. Posisikan alat sejajar dengan telinga
7. Pembacaan dilakukan 3 detik selama ±15
menit menggunakan stopwatch
8. Catat hasil pengukuran kebisingan,
kemudian hitung rata-rata kebisingannya,
maka akan diketahui hasil dari pengukuran
kebisingan tersebut.
Rata-rata kebisingan sesaat (Lek)
Lek : 10 Log 1/n (…+…+…+…+…+…) dBA
D. HASIL
1. Tempat: Pemukiman sekitar kawasan
industri PT. Pupuk Sriwidjaya (Intirup) 4. Tempat : Pemukiman sekitar
Waktu : kawasan industri PT. Pupuk
Cuaca: Mendung Sriwidjaya (Intirup)
Hasil : 1. 64.4 dBA Waktu :
2. 66.2 dBA
Cuaca : Mendung
3. 75.2 dBA (rata-rata 68.6 dBA)
Hasil : 1. 63.6 dBA
2. Tempat : Pemukiman sekitar kawasan 2. 64.0 dBA
industri PT. Pupuk Sriwidjaya (Intirup) 3. 70.0 dBA (rata-rata 65.8 dBA)
Waktu :
Cuaca: Mendung
Hasil : 1. 62.8 dBA
5. Tempat : Pemukiman sekitar
2. 63.3 dBA
kawasan industri PT. Pupuk
3. 68.3 dBA (rata-rata 64.8 dBA)
Sriwidjaya (Intirup)
3. Tempat : Pemukiman sekitar kawasan Waktu :
industri PT. Pupuk Sriwidjaya (Intirup) Cuaca : Mendung
Waktu : Hasil : 1. 67.6 dBA
Cuaca: Mendung 2. 68.7 dBA
Hasil : 1. 69.3 dBA
3. 71.9 Dba (rata-rata 69.0 dBA)
2. 72.3 dBA
3. 77.3 Dba (rata-rata 72.9 dBA)
LANJUTAN….
Maka hasilnya adalah :
Lek : 10 log 1/n (…+…+…+…+…+…) dBA
Lek : 10 log 1/5 (68.6 + 64.8 + 72.9 + 65.8 + 69.0)
dBA
Lek : 10 log 1/5 (341.1) dBA
Lek : 68.2 dBA
E. PEMBAHASAN
Dari hasil pemeriksaan untuk pengukuran
kebisingan dipemukiman kawasan sekitar industri
yang dilakukan pada hari selasa, 18 Juni 2019
didapatkan hasil rata-rata 68.2 dBA yang diambil
dari 5 titik pengukuran. Berdasarkan hasil tersebut
dapat dilihat bahwa tingkat kebisingan pada lokasi
ini telah melewati ambang batas. Menurut keputusaan
mentri negara lingkungan hidup No:kep.48/MENLH/II/1996
tentang baku tingkat kebisingan, tingkat kebisingan di suatu
pemukiman itu hanya 55 dBA
KESIMPULAN
 Dari hasil pemeriksaan dapat disimpulkan
bahwa tingkat kebisingan di daerah sekitar
kawasan industri pt. pupuk sriwijaya ternyata
cukup tinggi dan melebihi ambang batas
yaitu 68,2 dBA. Hal ini disebabkan karena
pemukiman tersebut dekat dengan tempat
produksi pupuk pt pupuk sriwijaya
SARAN
 Disarankan kepada setiap orang yang ada di
kawasan pemukiman tersebut untuk waktu
yang cukup lama atau lebih dari 8 jam, jam
kerja per hari disarankan untuk
menggunakan earmuff atau earlug dan
adanya pemasangan peredam suara pada
rumah dan disarankan untuk menanam
pohon yang lebih banyak di sekitar rumah
agar mengurangi kebisingan dari industri
tersebut