Anda di halaman 1dari 51

FIBROMA

P E M B I M B I N G : D R . J E F F E R S O N M A R A M P E , S P. B
TUMOR KULIT JINAK

• Adalah kelainan kulit yang ditandai dengan proliferasi


sel yang memperlihatkan pertumbuhan dengan
diferensiasi sel yang normal.
• Tumor kulit dapat terjadi dari sel keratinosit, adneksa
kult (rambut, kuku, kelenjar keringat), melanosit, atau
kista.
ETIOLOGI
Faktor Eksternal

- Sering terpapar sinar


matahari Faktor Internal
- Terpapar sinar x-ray
dan radionuklir dalam
waktu lama - Imunitas rendah
- Pemakaian bahan-
bahan kimia seperti - Genetik
arsen, berilium,
Cadmium, merkuri, - Hormonal
 dan berbagai logam
berat lainya - Ras, banyak terjadi
- Adanya jaringan pada kulit putih 
parut yang luas dan
lama. misalnya
jaringan parut akibat
luka bakar 
FIBROMA MOLE
FIBROMA MOLE
DEFINISI
Tumor jinak pada usia pertengahan yang terdiri
dari jaringan fibrosa longgar, terdapat terutama
di daerah leher dan lipatan
EPIDEMIOLOGI
Sering pada perempuan usia pertengahan, memnopause,
dan lanjut usia
SUBJEKTIF OBJEKTIF
Di usia pertengahan - Terdapat papul
mengeluhkan terdapat bertangkai, lunak,
benjolan kecil pada lipatan ukuran bermacam-
leher dan lipatan-lipatan macam berukuran 1-2
tubuh lainnya. mm di leher, aksila,
badan, muka, dada,
punggung,
selangkangan.
- Warna seperti kulit
hingga hiperpigmentasi
ASSESMENT PLAN
• Dx: FIBROMA Medikamentosa : eksisi
• DD: Neurofibroma dan destruksi dengan
bedah skalpel, bedah
listrik, bedah beku, bedah
laser
NEUROFIBROMA
NEUROFIBROMA
DEFINISI
Pertumbuhan dari sel Schwann dan sel lain yang
menyokong saraf tepi.

EPIDEMIOLOGI
• Tidak bergantung jenis kelamin
• Lebih sering ditemukan pada anak yang lebih tua,
remaja dan dewasa
SUBJEKTIF OBJEKTIF
Pasien datang dengan • Tampak papul multiple,
keluhan timbul benjolan warna pink, soliter,
warna pink, lunak, jumlah bentuk bulat, ukuran
banyak, pada punggung, miliar hingga lentikular.
kadang gatal. • Perabaan lunak
• Buttonhole-sign (+)
ASSESMENT PLAN
• Neurofibroma • P. Histopatologi 
• DD: fibroma mole diharapkan sel spindel,
dengan stroma longgar.
• Rencana Rujuk  untuk
Eksisi
HEMANGIOMA
HEMANGIOMA
DEFINISI
Tumor yang tersusun atas pembuluh darah

EPIDEMIOLOGI
• Sebagian besar terjadi pada bayi baru lahir
SUBJEKTIF OBJEKTIF
• Awalnya bercak Hemangioma superfisial
• Tumor berbentuk kubah, oval
keputihan pada kulit
atau bulat lunak dan bewarna
yang terkena yang merah terang
dengan cepat berubah • Permukaan dapat licin atau
menjadi bercak merah berlobus-lobus
dan berkembang • Predileksi: dikepala, leher, badan,
anggota gerak, perianal, vulva
menjadi tumor bewarna
• Lesi dapat tunggal maupun
merah terang dan terus jamak, terus membesar hingga
membesar hingga usia 6 umur 6 bulan dan berhenti
bulan dan berhenti setelah umur 1 tahun

membesar setelah usia


Hemangioma dalam
1 tahun.
• Massa kebiruan lunak dibawah
• Tidak nyeri kulit
• Biasanya disertai hemangioma
• Teraba kenyal atau lunak
superfisial diatasnya
ASSESMENT PLAN
• Dx: hemangioma
– Nevus angiomatosus
– Nevus strawberry
• Dd:
– Nevus flameus
LIPOMA
LIPOMA
DEFINISI
Tumor jinak jaringan lemak dan merupakan tumor
jaringan lunak

EPIDEMIOLOGI
• Paling sering pada orang dewasa
SUBJEKTIF OBJEKTIF
Pasien datang dengan • Terdapat nodus pipih,
keluhan benjolan yang soliter, bulat atau oval,
membesar (lambat kekuningan, dapat
membesar) tanpa nyeri. digerakan
ASSESMENT PLAN
• Lipoma • P. Histopatologi 
• DD: Kista Epidermal adiposit, kapsul jaringan
ikat tipis, subkutis
• Rencana Rujuk  untuk
Eksisi
SIRINGOMA
DEFINISI

• Tumor jinak yang berasal dari duktus ekrin


• Epidemiologi:
• Perempuan > laki-laki
• Perempuan remaja
ASSESSMENT PLAN
SUBJEKTI OBJEKTIF
F • Px:
histopatol
• Dx: ogis
• Predileksi : • Epitel
• Muncul siringoma
kelopak • DD: dalam
bintil mata sarang
trikoepiteli
merah bawah/ata dan
oma
pada s, pipi, dahi duktus
kelopak • Papul kecil, kecil
mata licin, warna seperti
bawah kulit ekor
• Riwayat kecebo
keluarga ng
(+) • Medikame
• Dapat ntosa:
disertai bedah
gatal listrik dan
namun bedah
jarang leser
LIMFANGIOMA
LIMFANGIOMA
DEFINISI
Tumor mirip dengan hemangioma namun tersusun oleh
pembuluh limfe

EPIDEMIOLOGI
• Dapat ditemukan dari lahir hingga dewasa
LIMFANGIOMA

Limfangioma kapiler/sederhana
Limfangioma kavernosum
Merupakan lesi yang agak
Biasanya pada leher dan aksila
meninggi, atau kadang-kadang
anak, ukurannya dapat hinggga
polipoid dengan diameter 1-2
15 cm., memenuhi aksilla, atau
cm, yang terjadi terutama di
mengakibatkan deformitasbesar
jaringan subkutan kepala, leher,
di leher
dan aksila
SUBJEKTIF OBJEKTIF
Datang dengan keluhan • terdapat vesikel dan
adanya benjolan atau masa subkutan
massa
ASSESMENT PLAN
• Limfangioma • P. Histopatologi 
• DD: Hemangioma pembuluh limfe melebar
di papila dermis dan
dermis
• Rencana Rujuk  Bedah
laser, Bekah Beku,
skleroterapi, eksisi
KERATOSIS
SEBOROIK
DEFINISI
Tumor jinak yang biasanaya berpigmen berasal dari
keratinosit.

EPIDEMIOLOGI
Sering dijumpai pada ras kulit putih
Laki-laki : perempuan = 1:1
Biasanya muncul pada dekade 5 usia, dapat muncul sejak
15 tahun, jarang pada anak.
SUBJEKTIF

 Kadang-kadang gatal
 Mengganggu penampilan
 Bermula dari tonjolan kasar menjadi kutil dengan warna
semakin gelap
 Tidak nyeri
 Riwayat keluarga mengalami keluhan serupa (+)
OBJEKTIF
 Predileksi : tubuh bagian atas dan muka (yang sering
terpajan sinar matahari)
 Lesi :
– Plak verukosa, papul, atau nodus dan menempel pada kulit dan
hiperpigmentasi coklat-hitam
– Skuama
– Papul atau nodus: dapat berbentuk kubah, permukaan licin
tidak berkilat dengan sumbatan folikel (bentuk: oval 1mm- cm)
– Multipel  lesi tersusun searah lipatan kulit
– Kelopak mata atau daerah lipatan lesi dapat bertangkai
– Dapat generalisata
– Perabaan kenyal
– Permukaan dapat kasar atau licin (seperti lilin)
– Terlihat seakan mudah dicabut (pasted-on)
ASSESSMENT

• Dx: keratosis seboroik


• Dd:
– Lentigo senilis dan keratosis aktinik (KS datar)
– Nevus melanositik, malanoma, KSB (KS nodus)
PLAN
• Nonmedikamentosa: belum ada biasanya tidak perlu diobati
• Medikamentosa: dilakukan atas dasar kosmetik, gatal, meradang atau nyeri. Destruksi
dengan bedah listrik, bedah beku, atau bedah laser.

• Terapi Bedah
1. Krioterapi

 Merupakan bedah beku dengan menggunakan cryogen bisa berupa nitrogen cair atau
karbondioksid padat. Mekanismenya adalah dengan membekukan sel-sel kanker,
pembuluh darah dan respon inflamasi lokal.

• 2. Electrosurgery

•  suatu cara pembedahan atau tindakan dengan  perantaraan panas yang ditimbulkan
arus listrik boiak-balik berfrekuensi tinggi yang terkontrol untuk menghasilkan destruksi
jaringan secara selektif agar  jaringan parut yang terbentuk cukup estetis den aman baik
bagi dokter maupun  penderita
• Terapi Bedah

• 3. Laser CO2

 Sinar Laser adalah suatu gelombang elektromagnetik yang memiliki


panjang tertentu, tidak memiliki efek radiasi dan memiliki afinitas tertentu
terhadap suatu  bahan target. Oleh karena memiliki sel target dan tidak
memiliki efek radiasi sebagaimana sinar lainnya, ia dapat digunakan untuk
tujuan memotong jaringan, membakar jaringan pada kedalaman tertentu,
tanpa menimbulkan kerusakan pada  jaringan sekitarnya.
NEVUS
PIGMENTOSUS
A N N I S A N A D I A U TA M I
DEFINISI
Tumor jinak melanosit yang berpotensi berkembang
menjadi melanoma maligna.

EPIDEMIOLOGI
Dekade 2-3, laki-laki = perempuan, kulit terang > kulit
gelap
S
– Biasanya telah muncul sejak lahir (kongenital) atau saat anak-anak dan dewasa
muda (didapat)
– Riwayat sering terpapar sinar matahari
– Riwayat keluarga memiliki keluhan serupa (tahi lalat) (+)
– Menganggu penampilan, nyeri (-)

O
 Papul, makula, dapat bertangkai, berbatas tegas dan berkilt,
bentuk bulat hingga oval.
 Umumnya berambut
 Predileksi: muka, kulit kepala, seluruh badan
A
• Nevus pigmentosus
• DD/ lentigo, keratosis seboroik, melanoma maligna

P
• Eksisi, bedah listrik, bedah laser
VERUKA VULGARIS DAN VERUKA PLANA
VERUKA VULGARIS VERUKA PLANA

Sinonim Common warts, kutil Plan warts

Definisi Papul verukosa yang disebabkan oleh Papul datar kecil yang
infeksi human papiloma virus (HPV) disebabkan oleh infeksi human
papiloma virus (HPV)
Epidemiologi Timbul pada segala usia, jarang pada bayi Usia sekolah dan dewasa
dan anak kecil. Meningkat pada usia muda
sekolah mneurun pada usia 20 tahun
keatas
Etiopatogenesis Penyebab utama HPV 2 akibat HPV 3 dan HPV 10
autoinokulasi

Effloresensi Papul padat verukosa, keratotik, ukuran Papul datar agak menimbul
beberapa mm hingga 1 cm, dapat dengan permukaan licin dan
berkonfluens warna seperti kulit atau abu
abu kehitaman. Bentuk
bulat/poligoal. Ukuran 1-5mm
Veruka vulgaris Veruka Plana
Pemeriksaa - Biopsi Kulit untuk - Biopsi Kulit untuk
n Penunjang pemeriksaan pemeriksaan
histopatologisnya  histopatologisnya 
akantosis, hiperkeratosis, akantosis, hiperkeratosis,
papilomatosis, dan rete tanpa papilomatosis,
ridges memanjang ke arah stratum korneum tampak
medial seperti rajutan keranjang
( basket weave)
Tatalaksana - Nonmedikamentosa
Menjaga higiene orangan supaya tidak tertular mis :
menghindari kontak langsung

- Medikamentosa
• Destruksi dengan bedah listrik, bedah beku, bedah laser
• Destruksi dengan bahan keratolitik, kausatik
• Veruka vulgaris : secara topikal misalnya : asidum
salisikum 25-50%, triklorasetat 25%
• Veruka Plana : asidum salisikum 15-25% atau
triklorasetat 25%
TERIMA KASIH