Anda di halaman 1dari 28

SEKILAS PANDANG

PENDIDIKAN DI JEPANG
OLEH :
RINA FADLIAH
NIM : 19704261014
SISTEM PENDIDIKAN DI JEPANG
Jepang merupakan negara maju diberbagai bidang kehidupan
seperti : politik, ekonomi, sosial, budaya, teknologi, dll. Kemajuan­
kemajuan yang dimiliki Jepang tentu saja mempengaruhi sarana dan
prsarana serta kualitas pendidikan yang ada di negara tersebut.
Bagi negara Jepang pendidikan merupakan alat yang berperan
sangat penting guna meningkatkan Sumber Daya Manusia.
Matahari Terbit ini mampu mengemban setiap tujuan­tujuan
pendidikan yang telah dicanangkannya hanya dalam kurun waktu
25 tahun.
• Pendidikan Jepang terdiri atas sistem 6­3­3­4 dimana siswa
mengemban :
• 6 tahun Sekolah Dasar (Shōgakkō)
• 3 tahun Sekolah Menengah Pertama (Chūgakkō)
• 3 tahun Sekolah Menengah Atas (Koutougakkou)
• 4 tahun atau lebih untuk jenjang Perguruan Tinggi (Daigaku).
Jepang memiliki persamaan dengan negara Indonesia dimana
siswa harus melewati jenjang 9 tahun wajib bersekolah dan
melanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi yaitu Sekolah
Menengah Atas dan Perguruan Tinggi.
Pendidikan 9 tahun dari SD hingga SMP merupakan pendidikan
wajib yang harus diikuti oleh setiap siswa yang ada di Jepang
dimana pendidikan tersebut menjadi dasar­dasar pembentukan
kepribadian, watak, dan prilaku. Sehingga pemerintah Jepang
sengaja membebaskan biaya pendidikan untuk tingakat SD
hingga SMP.
Sekolah umum didanai oleh kombinasi dukungan dari pemerintah
nasional, kota dan prefektur.
dukungan sekolah pemerintah membuat sekolah menengah atas
negeri pada dasarnya gratis bagi keluarga yang berpenghasilan di
bawah ambang batas pendapatan tahunan. Keluarga yang
berpenghasilan di atas ambang batas ini membayar uang sekolah
di tingkat menengah atas.
• Sekolah swasta juga menerima banyak dana publik,
dengan pemerintah Jepang membayar 50 persen dari gaji
guru sekolah swasta. Bentuk pendanaan lainnya adalah
hibah modal, yang digunakan untuk sekolah swasta
dengan biaya tertentu, termasuk bangunan dan peralatan
baru.
• Sekolah swasta adalah bagian penting dari sekolah
menengah atas, dengan sekitar satu dari empat sekolah
menengah atas diklasifikasikan sebagai sekolah swasta.
Dukungan untuk Siswa
• Pemerintah daerah mengawasi pengangkatan dan
pemindahan guru di Jepang, sehingga guru berkualitas
tinggi dapat ditugaskan ke sekolah-sekolah berkebutuhan
tinggi, seperti di daerah terpencil atau berpenghasilan
rendah.
• Sekolah umum tidak memungut biaya pendidikan wajib,
sehingga program ini mencakup biaya sekolah lainnya
termasuk makan, transportasi, persediaan dan perjalanan
• Pendidikan khusus
Pendidikan khusus diberikan dalam tiga cara: di sekolah
khusus, di kelas khusus dan ruang sumber daya dalam
sekolah umum dan / atau di ruang kelas umum.
Jepang unik dalam hal menugaskan guru ke sekolah. Guru
dipekerjakan di tingkat prefektur, bukan di tingkat
sekolah. Prefektur mirip dengan negara bagian di Amerika
Serikat; ada 47 di antaranya di Jepang. Ada beberapa kota
di setiap prefektur, masing-masing dengan dewan sekolah
sendiri.
Guru-guru muda dihadapkan pada guru-guru yang
berpengalaman di sejumlah lingkungan yang berbeda
dengan harapan bahwa mereka akan belajar dari dan
berinteraksi dengan teman sebaya mereka.
Kualitas dan Kreativitas Pendidikan di Jepamg

Kualitas Guru
• Guru-guru sekolah dasar dan sekolah menengah di Jepang dididik dan
dilatih oleh lembaga-lembaga pendidikan tinggi, seperti univeristas
(daigaku) dan junior college (junior daigaku) yang dipilih oleh
kementerian Pendidikan. Untuk menjadi pengajar sekolah dasar atau
sekolah menengah negeri seorang calon harus mengikuti sistem
rekrutmen. Pengangkatan dilakukan oleh dewan pendidikan distrik.
Pengangkatan dilakukan atas dasar rekomendasi superinden distrik
berdasarkan hasil ujian rekrutmen. 
• Sertifikat mengajar untuk sekolah dasar hanya
membolehkan guru mengajar pada sekolah dasar untuk
seluruh mata pelajaran. Demikian juga guru yang yang
memperroleh sertifikat mengajar untuk sekolah menengah
hanya boleh mengajar di sekolah menengah dan
membolehkan mereka mengajar hanya pada satu mata
pelajaran saja.
• Untuk mendapatkan tugas tambahan seperti kepala
sekolah dan wakil kepala sekolah harus mengikuti
serangkaian ujian dan menyelesaikan ”inservece training”
khusus. Guru-guru di Jepang memiliki tingkat profesional
yang lebih baik di bandingkan dengan Amerika Serikat.
Guru-guru di Jepang dapat diberikan sanksi oleh sesama
rekan profesi jika tidak menjalankan profesinya dengan
baik
Rekrutmen dan Kompensasi Guru
• Mengajar adalah profesi yang populer di Jepang dan sistem
memiliki kelebihan calon yang memenuhi syarat.
• Tingkat sertifikasi terendah bersifat sementara, berlaku
selama 15 tahun, dan tersedia bagi lulusan program
pengajaran perguruan tinggi junior. Sertifikasi tertinggi,
atau "tingkat lanjut," tersedia untuk calon guru yang
memiliki gelar master. Sebagian besar guru Jepang
memegang setidaknya gelar sarjana.
• Di Jepang, mengajar adalah profesi yang dihormati, dan
guru secara tradisional dibayar lebih baik daripada
pegawai negeri sipil lainnya
• Negara Jepang merupakan negara yang sukses dalam
memajukan pendidikannya terlihat pada pengaturan
sistem pendidikannya yang tertata dengan baik dimana
seluruh lembaganya berkerjasama dan melaksanakan
peranannya masing-masing secara optimal mulai dari
lembaga administrasi, lembaga pendidikan, lembaga
pengawas kurikulum dll. Serta adanya dukungan yang
baik antarapemerintah, kepala sekolah, guru, murid dan
orang tua yang turut berperan terhadap majunya
pendidikan di negara tersebut.
• Kerjasama yang baik antar seluruh komponen negara
inilah yang mampu membawa kesuksesan negara Jepang
hingga mampu mencapai seluruh tujuan-tujuan
pendidikan yang dicanangkannya kurang dari 25 tahun
dan tercatat sebagai negara dengan kualitas dan sistem
pendidikan terbaik se-Asia, sungguh prestasi yang
•  Budaya disiplin waktu dan kerja keras negara Jepang
yang sejak dahulu diajarkan dari leluhur-leluhur mereka
selalu mereka tanamkan di dalam kehidupan sehari-hari
turut berpengaruh pada kemajuan negara ini.
PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
DI JEPANG
Penjaminan Mutu pada PAUD
Perlu kita ketahui bahwa sistem pendidikan Jepang dibangun atas dasar prinsip­
prinsip:
• Legalisme : Pendidikan di Jepang tetap mengendepankan aturan hukum dan
melegalkan hak setiap individu untuk memperoleh pendidikan tanpa
mendiskriminasikan siapapun, suku, agama, ras, dan antar golongan berhak
mendapatkan pendidikan yang layak.
• Adminstrasi yang Demokratis : Negara memberikan kesempatan kepada siapa
saja untuk memperoleh pendidikan dengan biaya yang masih terjangkau
oleh masyarakatnya. Biaya pendidikan Jepang di usahakan untuk bisa
dijangkau sesuai keuangan masyarakatnya, memberikan beasiswa bagi
siswa yang berprestasi ataupun kurang mampu.
• Netralitas : Pendidikan Jepang diberikan kepada setiap
siswa dengan tingkat pendidikan masing­masing dengan
mengedepankan pandangan persamaan derajat setiap
siswanya tanpa membeda­bedakan latar belakang materil,
asal­usul keluarga, jenis kelamin, status sosial, posisi
ekonomi, suku, agama, ras, dan antar golongan.
• Penyesuaian dan penetapan kondisi pendidikan : Dalam
proses pengajaran memiliki tingkat kesulitan masing­
masing yang disesuaikan dengan tingkatan­tingkatan
pendidikan yang ditempuh.
• Desentralisasi : Penyebaran kebijakan­kebijakan
pendidikan dari pemerintah pusat secara merata kepada
seluruh sekolah yang ada dinegara tersebut sehingga
perkembangan dan kemajuan sistem pendidikan
sehingga dapat diikuti dengan baik
Tujuan-tujuan yang menjadi target yang ingin dicapai pendidikan Jepang yaitu
:
• Mengembangkan kepribadian setiap individu secara utuh.
• Berusaha keras mengembangkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas
baik  pikiran maupun jasmani.
• Mengajarkan kepada setiap siswa agar senantiasa memelihara keadilan dan
kebenaran.
• Setiap siswa dididik untuk selalu menjaga keharmonisan dan menghargai
terhadap lingkungan sosialnya.
• Setiap siswa dituntut untuk disiplin, menghargai waktu, dan memiliki etos
kerja.
• Pengembangan sikap bertanggungjawab terhadap setiap pembebanan
pelajaran dan tugas yang diberikan kepada siswa sesuai dnegan tingkat
pendidikannya masing-masing.
• Meningkatkan semangat independen setiap siswa untuk membangun negara
dan menjaga perdamaian dunia.
Badan yang bertanggung jawab
Pendidikan di Jepang dipegang tiga lembaga pengelolaan yaitu :
• Pemerintah Pusat
• Pemerintah Daerah
• Swasta.
Dengan sistem admistrasi pendidikan dibangun atas empat tingkatan
yaitu :
• Sistem administrasi pusat
• Sistem administrasi prefectural (Provinsi dan Kabupaten)
• Sistem administrasi municipal (Kabupaten dan Kecamatan)
• Sistem administrasi sekolah.
• Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains
dan Teknologi (MEXT) bertanggung jawab atas sistem
pendidikan mulai dari anak usia dini hingga menengah
atas, termasuk menetapkan standar kurikulum nasional,
menetapkan program sertifikasi guru dan administrator
dan skala pembayaran dan mengembangkan persyaratan
untuk mendirikan sekolah, MEXT juga mengalokasikan
sejumlah dana untuk otoritas prefektur dan kota untuk
sekolah.
• Prefektur memainkan peran penting dalam manajemen
sumber daya dan personel.
• Pemerintah kota bertanggung jawab atas pengawasan dan
operasi sekolah sehari-hari.
• Di tingkat prefektur, ada dewan pendidikan yang terdiri dari lima anggota
yang ditunjuk gubernur. dewan ini bertanggung jawab untuk menunjuk guru
ke sekolah dasar dan menengah, mendanai kotamadya, menunjuk pengawas
pendidikan di tingkat prefektur dan mengoperasikan sekolah menengah atas.
• Di kotamadya ada dewan pendidikan yang ditunjuk oleh walikota. Dewan-
dewan ini bertanggung jawab untuk membuat rekomendasi tentang
pengangkatan guru ke dewan pendidikan prefektur, memilih buku pelajaran
dari daftar yang disetujui MEXT, melakukan pengembangan profesional guru
dan staf dalam layanan, dan mengawasi operasi sehari-hari sekolah dasar dan
menengah ke bawah .
• Di sekolah, kepala sekolah adalah pemimpin sekolah, dan menentukan jadwal
sekolah, mengelola guru, dan mengambil peran manajemen lainnya sesuai
kebutuhan. Guru bertanggung jawab untuk menentukan cara mengajar
kurikulum dan untuk membuat rencana pelajaran, serta melakukan kontak
dengan orang tua
Pendekatan dan metode untuk
jaminan kualitas
• kurikulum pendidikan Jepang disusun oleh sebuah komite
khusus dibawah kontrol Kementerian Pendidikan (MEXT).
Komisi Kurikulum terdiri dari wakil dari Teacher Union,
praktisi (pakar pendidikan), wakil dari kalangan industri,
dan wakil MEXT. Komisi ini bertugas mempelajari tujuan
pendidikan Jepang yang terdapat dalam Fundamental
Education Law (Kyouiku kihonhou), lalu menyesuaikannya
dengan perkembangan yang terjadi baik di dalam maupun
luar negeri.
• Pembuatan kurikulum pendidikan Jepang diawasi oleh The
Board of Education yang terdapat pada tingkat perfectur dan
munipal.  Karena kedua lembaga ini masih terkait erat dengan
MEXT, maka pengembangan kurikulum Jepang masih sangat
kental sifat sentralistiknya. 
• Central Council for Education (chuuou shingi kyouiku kai) pada
tahun 1997 memungkinkan sekolah berperan lebih banyak
dalam pengembangan kurikulum di masa mendatang.
• Pembaharuan kurikulum di Jepang mengikuti pola 10 tahunan.
Hal-hal baru dimasukkan dalam setiap perubahan kurikulum
yang terjadi. Pertimbangan dilakukan perubahan kurikulum
adalah adanya perubahan sosial dan ekonomi masyarakat
Jepang khususnya dan dunia pada umumnya.
• Pemerintah jepang sangat peduli dengan wajib belajar sembilan
tahun. Usaha pemerintah jepang agar seluruh anak di jepang
dapat bersekolah sampai SMP tidak memandang apakah anak
tersebut warga negara jepang maupun warga negara asing yang
sedang berada di Jepang. 
Penjaminan Mutu pada
Pendidikan Tinggi
• Sekolah dievaluasi dan diperiksa oleh dewan pengawas
pendidikan kota dan prefektur, yang diharapkan dapat
memberikan panduan eksternal tentang manajemen
sekolah, kurikulum dan pengajaran.
• Pemerintah Jepang percaya bahwa staf sering kali menjadi
kunci untuk mengubah sekolah yang berkinerja rendah
menjadi sekolah yang berkinerja rata-rata
Pendekatan dan Metode untuk Penjaminan Mutu
1. Penerimaan ke sekolah menengah atas sangat kompetitif, dan
selain ujian masuk, pekerjaan akademik, perilaku dan sikap
siswa, serta catatan partisipasi dalam masyarakat juga
diperhitungkan.
2. Siswa Jepang diterima di universitas berdasarkan skor mereka
pada Tes Pusat Nasional untuk Penerimaan Universitas, yang
dikenal sebagai "Tes Pusat," serta kinerja mereka pada ujian
individu yang dikelola oleh masing-masing universitas.
3. Tes Pusat menilai kandidat dalam lima bidang: bahasa Jepang,
bahasa asing, matematika, sains dan studi sosial.
Quality Assurance in Adult
Education and Training
• Di tingkat nasional, MEXT mengembangkan kurikulum pelatihan untuk
manajemen sekolah yang efektif. Kurikulum tersedia untuk dewan
pendidikan lokal, sekolah dan lembaga pelatihan publik lainnya.
• Pusat Pengembangan Guru Nasional (NCTD) menyediakan program
pelatihan kepemimpinan tingkat nasional bekerja sama dengan MEXT.
• Program-program oleh NCTD tersedia untuk para pemimpin sekolah
terpilih yang dicalonkan oleh dewan pendidikan mereka. Setelah
menyelesaikan program ini, para peserta diharapkan memainkan peran
utama dalam mengembangkan keterampilan manajemen organisasi
sekolah di seluruh wilayah mereka.
• Di tingkat lokal, dewan prefektur merencanakan pelatihan harian
dalam jabatan dan juga menyediakan program pelatihan khusus
untuk guru lima, sepuluh dan dua puluh tahun dalam karier
mereka.
• Di tingkat nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Olahraga, Sains dan Teknologi (MEXT) mengadakan lokakarya
pusat untuk para guru kepala dan administrator. Di bawah sistem
baru yang diterapkan oleh MEXT pada tahun 2009, guru-guru
Jepang harus membuktikan bahwa mereka terkini tentang
keterampilan dan praktik setiap sepuluh tahun untuk
memperbarui sertifikat pengajaran mereka, dan ini termasuk
berpartisipasi dalam setidaknya 30 jam pengembangan
profesional formal
Fitur Utama dalam Sistem
Pendidikan
• Mengembangkan kemampuan dasar scholastic siswa dalam model
pembelajaran yang menyenangkan. Ada 3 pokok arahan yaitu, pengembangan
kelas kecil terdiri dari 20 anak per kelas, pemanfaatan IT dalam proses belajar
mengajar, dan pelaksanaan evaluasi belajar secara nasional
• Mendorong pengembangan kepribadian siswa menjadi pribadi yang hangat
dan terbuka melalui aktifnya siswa dalam kegiatan kemasyarakatan, juga
perbaikan mutu pembelajaran moral di sekolah
• Mengembangkan lingkungan belajar yang menyenangkan dan jauh dari
tekanan, diantaranya dengan kegiatan ekstra kurikuler olah raga, seni, dan
sosial lainnya
• 4. Menjadikan sekolah sebagai lembaga yang dapat dipercaya oleh
orang tua dan masyarakat.  Tujuan ini dicapai dengan menerapkan
sistem evaluasi sekolah secara mandiri, dan evaluasi sekolah oleh
pihak luar, pembentukan school councillor, komite sekolah yang
beranggotakan orang tua, dan pengembangan sekolah berdasarkan
keadaan dan permintaan masyarakat setempat.
• 5. Melatih guru untuk menjadi tenaga professional, salah satunya
dengan pemberlakuan evaluasi guru, pemberian penghargaan dan
bonus kepada guru yang berprestasi, juga pembentukan suasana kerja
yang kondusif untuk meningkatkan etos kerja guru, dan pelatihan bagi
guru yang kurang cakap di bidangnya.
• 6. Pengembangan universitas bertaraf internasional
• 7. Pembentukan filosofi pendidikan yang sesuai untuk menyongsong
abad baru, melalui reformasi konstitusi pendidikan kyouiku kihon hou)