Anda di halaman 1dari 29

KONTRASEPSI

Oleh: Hanif Prasetyaningtyas

BY : SARWINANTI
Prinsip Perencanaan Keluarga
Kontrasepsi
Pertimbangan Pemakaian Kontrasepsi
Jenis Kontrasepsi
HORMONAL
Pil contraception
suntik
Susuk/Implant
Senggama Terputus
Metode KS dengan melakukan ejakulasi di luar
vagina/sanggama terputus
Effektifitas 75%-80%
Faktor kegagalan terjadi karena ada cairan
ejakulat yang keluar sebelumnya
Tidak dapat/tidak effektif dilakukan pada pria yang
menderita ED
Pantang Berkala/Kalender
 Metode KS dengan tidak melakukan sanggama
pada masa subur
 Effektivitasnya 75%-80%
 Pengertian antar pasangan harus ditekankan
 Faktor kegagalan terjadi krn salah menghitung masa
subur dan siklus haid yg tidak teratur
 Masa subur hari ke12 – 16 ( bila teratur 28 hari, jarang ada
siklus mensruasi teratur)
 Masa subur : siklus terpanjang dikurangi 11 untuk
menentukan akhir MS dan siklus terpendek
dikurangi 18 untuk menentukan awal MS
MAL / Menyusui
Dengan ASI Ekslusif bila ibu menyusui sampai 6
bulan selama 24 jam (tidak bekerja) tidak diselingi
minuman/makanan apapun
Bila menyusui < 6 jam/hari tidak effektif (dapat
menyebabkan kehamilan)
Kondom
 Effektifitas 75-80%
 Terbuat dari lateks,sebagai barrier sperma
 Kegagalan terjadi krn kondom tidak dipasang sejak
awal coitus atau terlambat menarik penis setelah
ejakulasi shg menyebabkan sperma tumpah ke dalam
vagina
 Kekurangan: Mudah robek, Mengurangi sensasi
seksual/tidak nikmat , membutuhkan waktu untuk
pemasangan
Kondom Perempuan
Merupakan lingkaran cincin dilapisi karet yang
dapat menutup rahim bila dipasang dalam vagina
selama 6 jam sblm coitus
Effektifitas 80% bila dipakai bersama spermatiside
Kegagalan: tjd bila ukuran diafragma tidak pas,
tergeser saat coitus, bila dilepas < dari 8 jam post
coitus
Spermatiside
Merupakan bahan kimia aktif untuk membunuh
sperma
Berbentuk cairan, krim atau tissue
Cara: dimasukkan ke dalam vagina 5 menit sebelum
coitus
Effektifitas 70%
Kegagalan: terjadi apabila post coitus < 6 jam
dilakukan douching / pembilasan
IUD (Intra Uterine Devices)
Terbuat dari polyethilen yang diberi lilitan logam,
umumnya tembaga dimasukkan ke dalam rahim
Effektifitasnya 98-99%
Kekurangan: nyeri perut setelah pemasangan, PID,
bleeding dan timbul perdarahan diluar menstruasi
Pemasangan lebih baik saat haid
MOP
Pengikatan/pemotongan vas defferen kiri dan kanan
pada pria untuk mencegah transport spermatozoa
dari testis
Dilakukan dengan cara operasi kecil / minor surgery
Effektifitas : tinggi
Reversibilitas : rendah
Disebut kontrasepsi mantap
Tubektomi/ MOW
Pengikatam/pemotongan tuba fallopi kiri dan kanan
pada wanita untuk mencegah transport ovum dari
ovarium melalui tuba ke arah uterus
Dilakukan dengan cara operasi
Effektivitas : tinggi
Reversibilitas: rendah
Disebut kontrasepsi mantap
Allah SWT berfirman dalam Q.S. An-Nisa’ ayat 9.

“Dan hendaklah takut pada Allah orang-orang yang seandainya


meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah. Mereka
khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu hendaklah
mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan
perkataan yang benar”.
• Sebenarnya dalam al-Qur’an dan Hadits tidak ada nas yang
shoheh yang melarang atau memerintahkan KB secara
eksplisit, karena hukum ber-KB harus dikembalikan
kepada kaidah hukum Islam. Tetapi terdapat beberapa ayat
Al-Qur’an seperti Q.S. An-Nisa ayat 9 yang
mengindikasikan tentang diperbolehkannya mengikuti
program KB.
• Dari ayat Q.S. An-Nisa ayat 9 tersebut KB diperbolehkan
untuk menjaga kesehatan istri, mempertimbangkan
kepentingan anak, dan memperhitungkan biaya hidup
berumah tangga.
 TERIMA KASIH 