Anda di halaman 1dari 13

 ASPEK KEPRILAKUAN PADA

PENGANGGARAN MODAL

NAMA KELOMPOK
Panji Afandi (1710104025)
Nur Laila (1710104027)
Novi Ardhia (1710104057)
Eka Kurniawati(1710104083)
 Manajer keuangan dan akuntan manajemen
terlibat secara mendalam pada penyusunan
anggaran operasional, baik dalam pengembangan
anggaran maupun dalam pelaporan kinerja
setelahnya.
Definisi Anggaran Modal

Anggaran modal dapat didefinisikan sebagai proyeksi


mengalokasikan dana untuk proyek atau pembelian jangka
panjang. Keputusan penyusunan anggaran modal dibuat
ketika kebutuhan untuk itu muncul dan melibatkan jumlah
uang yang relative besar,komitmen dana jangka panjang,
dan ketidakpastian yang disebabkan oleh panjangnya waktu
yang terlibat dan kesulita dalam mengestimasikan variabel-
variabel pengambilan keputusan.

3
 Menentukan tujuan investasi.

Proses  Melakukan analisis.

Penganggar  Melakukan pembentukan portofolio.

an Modal  Melakukan evaluasi kinerja.

Oleh Bower  Melakukan revisi kinerja portofolio.


Pendekatan umum terhadap proses
penganggaran modal

1. Tahap pertama dalam proses investasi


sebagai besar buku referensi menyebutkan
bahwa pembentukan strategis dan tujuan
investasi keuangan jangka panjang
dijadikan sebagai panduan yang harus
melayani keputusan manajerial.
2. Tahap kedua adalah tujuan harus konsisten
dengan keunggulan kompetitif perusahaan
dan tipe investasi yang diterbitkan.
3. Tahap akhir dalam proses penganggaran
modal termasuk pengendalian dan waktu
pengeluaran mengenai proyek investasi
yang dilaksanakan.
Teori kontinjensi dalam konteks
penganggaran modal

 Pendekatan teori kontingensi mengidentifikasi bentuk-


bentuk optimal pengendalian organisasi dalam kondisi
operasi yang berbeda dan mencoba untuk jelaskan
bagaimana prosedur operasi pengendalian organisasi
tersebut. Berdasarkan teori kontingensi maka terdapat
faktor situasional lain yang mungkin akan saling
berinteraksi dalam kondisi tertentu. Diawali dari
pendekatan kontingensi ini maka muncul lagi
kemungkinan bahwa desentralisasi juga akan
menyebabkan perbedaan kebutuhan informasi akuntansi
manajemen.
Pertimbangan proses penganggaran
modal dalam penelitian sebelumnya
Para ilmuwan berpendapat bahwa keputusan
penganggaran modal harus diartikan sebagai sistem
komponen yang saling terkait. Kecanggihan sistem
penganggaran modal ditentukan oleh keberadaan 9
komponen berikut :
1. Penyusunan anggaran modal jangka panjang
2. Pencarian sistematis alternatif untuk proyek besar
3. Adanya skrining dan telaah badan
4. Teknik evaluasi proyek
5. Penggunaan teknik ilmu manajemen
6. Analisis risiko
7. Pekerjaan penuh waktu staf penganggaran modal
8. Pengendalian pengeluaran
9. Pasca audit
Jenis dan Pentingnya Faktor-faktor
Keprilakuan dari Penyusunan Anggaran
Modal
1. Masalah dalam Mengidentifikasi Proyek Potensia
Sebagaimana dapat dillihat, orang-orang yang terlibat dalam penyusunan
anggaran harus memiliki kemampuan kreatif untuk mencari dan meneliti
sejumlah proyek modal potensial yang tersedia bagi organisasi.

2. Masalah Prediksi yang Disebabkan oleh Perilaku Manusia


Perubahan keberhasilan dari suatu proyek sejalan dengan waktu sebaiknya
dipertimbangkan dalam memprediksikan data untuk pengambilan
keputusan dengan mempertimbangkan peningkatan kinerja dari karyawan
yang terlibat dalam proyek tersebut.

3. Masalah Manajer dan Ukuran Kinerja Jangka Pendek


Manajemen puncak harus mempertimbangkan siklus ini dalam prosedur
seleksi proyek dan sebaiknya mengevaluasi sampai sejauh mana masalah
tersebut terjadi dan bagaimana hal itu akan memengaruhi usulan tertentu.
8
4. Masalah yang Disebabkan oleh Identifikasi Diri dengan
Proyek
Terdapat mekanisme yang elegan untuk “menyelamatkan” proyek
sebelum manajer yang sebenarnya sangat bagus meninggalkan
perusahaan atau bertindak secara disfungsional untuk menghindari
keharusan untuk mengakui bahwa suatu proyek yang mereka usulkan
tidak berhasil.

5. Pengembangan Anggota dan Proyek Modal


Dalam proses seleksi proyek, manajemen puncak harus
mempertimbangkan apakah proyek yang diusulkan baik untul
pengembangan dari si pengusul proyek tersebut pada saat ini.

6. Penyusunan Anggaran Modal sebagai Ritual


Beberapa ilmuwan keperilakuan menyarankan bahwa seluruh proses
penyusunan anggaran modal adalah sebuah ritual.
7. Perilaku Mencari Risisko dan Menghindari Risiko
Individu bereaksi secara berbeda terhadap risiko. Beberapa orang
tampaknya menikmati pengambilan keputusan yang berisiko dan berdaa
dalam situasi yang berisiko sementara yang lain mencoba untuk
menghindari hal-hal tersebut.

8. Membagi Kemiskinan
Fenomena “membagi kemiskinan” sering kali memiliki dampak yang
penting dalam proses penyusunan anggran modal. Hal ini terjadi ketika
tersedia lebih banyak proyek anggaran modal yang potensial lebih
menguntungkan dibandingkan dengan dana yang tersedia untuk
mendanainya, suatu kondisi yang disebut dengan rasionalisasi modal.
TAMPILAN
RASIONAL
Faktor manusia sangat terlibat dalam proses
penyusunan anggaran modal. Dalam meninjau
faktor-faktor ini, terdapat masalah masalah-
masalah yang ditimbulkan oleh:

1. Kesulitan dalam mengidentifikasikan dan


memilih proyek modal dan kebutuhan akan
kreativitas dan penilaian manusia

2. Kesulitan dalm memprediksi perilaku manusia


dan bagaimana hal ini diperparah oleh sifat
jangka panjang dari proyek modal.

3. Terdapat banyak manajer yang cenderung untuk


memiliki perspektif jangka pendek karena
evaluasi kinerja mereka biasanya didasarkan
pada ukuran-ukuran jangka pendek.
SARAN-SARAN
PERBAIKAN
1. Penting bagi mereka yang terlibat dalam
penyusunan anggaran modal menyadari
faktor-faktor keperilakuan yang melekat pada
proses tersebut

2. Audit pasca-implementasi dilakukan terhadap


proyek-proyek anggaran modal

3. Audit pasca-implementasi yang disarankan di


sini sebaiknya dilakukan sebelum akhir dari
masa proyek modal tersebut dan sebaiknya
mempertimbangkan kondisi-kondisi yang
berubah

4. Menetapkan ukuran-ukuran kinerja jangka


pendek untuk proyek modal yang konsisten
dengan kinerja jangka panjang dari proyek
tersebut.
TERIMA KASIH
ANY
QUESTION
?