Anda di halaman 1dari 15

TIPOLOGI

DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Dosen : KELUARGA
Muhammad Ra’uf S.Kep,M.Kep.Gadar
TIPE DAN KOMPONEN
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
1. Diagnosa keperawatan
aktual
Diagnosis keperawatan aktual mewakili
masalah yang telah divalidasi dengan
adanya batasan karakteristik mayor. Jenis
diagnosis keperawatan ini mempunyai
empat komponen: label, definisi, batasan
karakteristik, dan faktor yang
berhubungan
2. Diagnosa keperawatan
risiko dan risiko tinggi
Sesuai dengan definisi NANDA, diagnosis
keperawatan risiko adalah “penilaian klinis
bahwa suatu individu, keluarga, atau
komunitas lebih rentan mengalami masalah
tersebut daripada yang lainnya dalam situasi
yang sama atau hampir sama”.Diagnosis risiko
tinggi harus tetap ada dalam daftar masalah
atau catatan perkembangan. Perawat tidak
perlu memasukkan diagnosis risiko ke dalam
rencana atau catatan keperawatan individu.
3. Diagnosa keperawatan
kemungkinan
Diagnosa keperawatan kemungkinan
adalah pernyataan yang menjelaskan
tentang masalah yang dicurigai muncul,
tetapi masih memerlukan data tambahan.
Dengan diagnosis keperawatan
kemungkinan, perawat mempunyai
beberapa data untuk mendukung
penegasan diagnosis, tetapi tidak
mencukupi.
4. Diagnosa keperawatan
sejahtera
Diagnosa keperawatan sejahtera adalah
“penilaian klinis tentang individu,
kelompok atau komunitas yang
mengalami transisi dari tingkat sejahtera
tertentu menjadi tingkat sejahtera yang
lebih tinggi.
5. Diagnosa keperawatan
sindrom
Diagnosa keperawatan sindrom terdiri
atas sekelompok diagnosa keperawatan
aktual atau risiko tinggi yang diperkirakan
akan muncul akibat peristiwa atau situasi
tertentu.
Tipologi dari Diagnosa
Keperawatan
1. Aktual ( Terjadi Defisit / Gangguan
Kesehatan ).
Dari hasil pengkajian didapatkan data mengenai
tanda dan gejala dari gangguan kesehatan.
CONTOH :
 Ketidak seimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan
pada balita ( anak N ), keluarga Tn Y berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota
keluarga yang sakit.
 Keterbatasan pergerakan pada lanjut usia ( Ny Y )
keluarga Tn A berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga merawat anggota keluarga dengan
keterbatasan gerak (rematik)
 Perubahan peran dalam keluarga ( Tn A )
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
mengenal masalah peran sebagai suami.
2. Resiko ( Ancaman Kesehatan )
Sudah ada data yang menunjang namum belum
terjadi gangguan, missal : lingkungan rumah yang
kurang bersih, pola makan yang tidak adekuat,
stimulasi tumbuh kembang yang tidak adekwat.
CONTOH :
 Resiko terjadi konflik pada keluarga Tn K
berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga mengenal masalah komunikasi.
 Resiko gangguan perkembangan pada balita
(An N) keluarga Tn Y berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga melakukan stimulasi
terhadap balita.
 Resiko gangguan pergerakan pada lansia ( Ny
Y) keluarga Tn A berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga merawat anggota
keluarga dengan keterbatasan gerak.
3. Potensial ( Keadaan Sejahtera / ”
Wellness” )
Suatu keadaan dimana keluarga dalam keadaan
sejahtera sehingga kesehatan keluarga dapat
ditingkatkan.
CONTOH :
 Potensial terjadi peningkatan
kesejahteraan pada ibu hamil ( Ny M )
keluarga Tn K.
 Potensial peningkatan status
kesehatanpada bayi keluarga Tn X.
 Potensial peningkatan status kesehatan
pada pasangan baru meniklah
keluarga   Tn. L.