Anda di halaman 1dari 17

TERAPI

MODALITAS
KELUARGA

Alit Suwandewi, Ns.,M.Kep


TERAPI MODALITAS

Terapi modalitas merupakan terapi yang


dilakukan perawat secara mandiri sebagai
alternatif pengobatan yang dapat
dilakukan klien dan keluarga dalam hal
pengobatan dan sudah dibuktikan secara
riset dampaknya terhadap kesehatan klien
 Suatu metode terapi dimana anggota keluarga memperoleh
pemahaman terhadap permasalahannya, mengembangkan
komunikasi, dan meningkatkan fungsi dari setiap individu dalam
keluarga.

 Terapi keluarga menghadirkan suatu bentuk intervensi yang mana


anggota keluarga dibantu untuk mengidentifikasi dan merubah
masalah maladaptif, menjadi lebih sehat.

 Fokus dari terapi ini, bukan individual, namun pada keluarga


secara keseluruhan.
Disfungsi Keluarga

1. Ibu yang overprotektif atau ayah yang “jauh” (bekerja, alkohol, gangguan
fisik)
2. Ayah atau ibu yang “super”, atau pasif, tergantung, pasangan yang selalu
mengalah
3. Perkawinan yang tidak harmonis
4. Anak yang menunjukkan perilaku akibat hubungan kelompok yang tidak
baik di sekolah, sibling
5. Beban berat antara 3 generasi, kakek-nenek, orang tua, cucu
6. Keluarga dengan salah satu anggota merupakan pengguna obat terlarang
7. Kekerasan fisik, emosional atau seksual oleh salah satu anggota keluarga
8. Anak merupakan korban dari konflik perkawinan
TUJUAN TERAPI MODALITAS
KELUARGA

1. Menurunkan konflik kecemasan keluarga


2. Meningkatkan kesadaran keluarga terhadap kebutuhan
masing-masing anggota keluarga
3. Meningkatkan kemampuan penanganan terhadap krisis
4. Mengembangkan hubungan peran yang sesuai
5. Membantu keluarga menghadapi tekanan dari dalam
maupun dari luar anggota keluarga
6. Meningkatkan kesehatan jiwa keluarga sesuai dengan
tingkat perkembangan anggota keluarga
Indikasi Terapi Keluarga

 Masalah yang muncul seperti konflik perkawinan, konflik sibling,


konflik antar generasi
 Berbagai tipe kesulitan dan konflik muncul di antara individu dan
anggota keluarga
 Keluarga mengalami masa transisi, misalnya keluarga baru
menikah, kelahiran anak pertama, remaja
 Terapi individu yang perlu melibatkan anggota keluarga yang lain
 Tidak ada perkembangan yang muncul dengan psikoterapi individu
yang adekuat
 Individu dalam terapi tidak mampu menggunakan terapi individu
untuk menyelesaikan masalah
MANFAAT TERAPI
MODALITAS KELUARGA
 Bagi Klien :
1. Mempercepat proses penyembuhan
2. Memperbaiki hubungan interpersonal
3. Menurunkan angka kekambuhan
 Bagi Keluarga :
1. Memperbaiki fungsi & struktur keluarga
2. Keluarga mampu meningkatkan pengertian terhadap
klien sehingga lebih dapat menerima, toleran &
menghargai klien sebagai manusia
3. Keluarga dapat meningkatkan kemampuan dalam
membantu klien dalam proses rehabilitas
Peran Perawat

1. Mendidik kembali dan mengorientasikan kembali


seluruh anggota keluarga
2. Memberikan dukungan kepada klien serta sistem yang
mendukung klien untuk mencapai tujuan dan usaha
untuk berubah
3. Mengkoordinasikan dan menintegrasikan sumber
pelayanan kesehatan
4. Memberi penyuluhan, perawatan dirumah, psiko
edukasi dll
Alasan Keluarga Dilibatkan Pada
Terapi Modalitas

1. Keluarga merupakan tempat individu pertama memulai


hubungan interpersonal dengan lingkungan
2. Keluarga merupakan suatu sistem yang utuh dan tidak
terpisahkan sehingga jika ada satu yang terganggu yang lain
ikut terganggu
3. Keluarga menurut Sullinger (1988) merupakan salah satu
penyebab klien gangguan jiwa menjadi kambuh lagi
sehingga diharapakan jika keluarga ikut berperan dalam
mencegah klien kambuh setidaknya membantu klien untuk
dapat mempertahankan derajat kesehatan mentalnya karena
keluarga secara emosional tidak dapat dipisahkan dengan
mudah
Peran Keluarga

1. Membantu suatu keadaan dimana anggota keluarga dapat melihat


bahaya terhadap diri klien dan aktivitasnya
2. Tidak merasa takut dan mampu bersikap terbuka
3. Membantu anggota bagaimana memandang orang lain
4. Tempat bertanya serta pemberi informasi yang mudah dipahami
klien
5. Menurunkan ancaman dengan latar belakang aturan untuk
interaksi
6. Menurunkan ancaman dengan struktur pembahasan yang
sistematis
7. Pendidikan ulang anggota untuk bertanggung jawab
Tahap Terapi Keluarga

1.Initial interview
 Terapis membuat kontrak pertemuan dengan keluarga dan
mengumpulkan data.
 Selama tahap ini terapis memfasilitasi proses penentuan
masalah yang diidentifikasi oleh keluarga.
 Proses ini meliputi :
a. Engagement stage : pertemuan keluarga dan menjelaskan
apa yang mereka inginkan
b.Assessment stage : identifikasi masalah yang menjadi
perhatian keluarga
Sambungan….

c. Exploration stage : terapis dan keluarga


mengeksplorasi masalah lain yang berkaitan
dengan masalah utama
d. Goal-setting stage : terapis mensistesis semua
informasi, dan anggota keluarga menetapkan
apa yang ingin mereka ubah
e. Termination stage : akhir fase initial review,
menetapkan kontrak untuk pertemuan
berikutnya dan siapa saja anggota keluarga
yang harus hadir dalam pertemuan tersebut.
2.Fase Kerja
 Tujuan dari fase ini adalah untuk
membantu keluarga menerima dan
menyesuaikan diri dengan perubahan.
 Selama fase ini terapis mengidentifikasi
kekuatan dan permasalahan keluarga.
Kekuatan keluarga berguna dalam
membantu keluarga untuk tetap stabil
 Biasanya setiap sesi dilakukan
1xseminggu dengan waktu lebih kurang 1
jam.
12 kekuatan yang dimiliki oleh keluarga, yaitu;
1.Kemampuan untuk memenuhi kebutuhan fisik, emosi, dan
spiritual dari setiap anggota keluarga
2.Kemampuan untuk menjadi sensitif terhadap kebutuhan anggota
keluarga
3.Kemampuan untuk mengkomunikasikan perasaan, emosi,
keyakinan, dan nilai-nilai yang efektif
4.Kemampuan untuk memberikan dukungan, keamanan, dan
dorongan untuk meningkatkan kreatifitas serta kemandirian
5.Kemampuan untuk memulai dan mempertahankan
pertumbuhan hubungan yang produktif dengan dan tanpa sistem
keluarga
6.Kapasitas untuk mempertahankan dan menciptakan komunitas
hubungan yang konstruktif dan penuh tanggung jawab dengan
tetangga, sekolah, kota dan pemerintahan lokal atau pusat.
7. Kemampuan untuk tumbuh dengan dan melalui anak
8. Kemampuan untuk membantu diri sendiri dan
kemampuan untuk menerima bantuan yang sesuai
9. Kemampuan untuk menampilkan peran keluarga yang
fleksibel
10.Kemampuan untuk memperlihatkan rasa hormat yang
menguntungkan untuk individual dan kemandirian bagi
setiap anggota keluarga
11.Kemampuan untuk menggunakan sebuah krisis
sebagai makna untuk berubah
12.Kemampuan untuk memiliki perhatian pada unit
keluarga dan setia, serta untuk kerjasama antar
anggota keluarga.
Implikasi Pada Praktek Keperawatan Berbasis
Bukti

Penerapan terapi Relaksasi Otot Progresif (PMR). Terapi Relaksasi


Otot Progresif merupakan terapi yang menggabungkan tindakan
pikiran dan tubuh dimana terapi itu dilakukan dengan proses
mengencangkan dan merelaksasikan sekelompok otot untuk
mendapatkan kontrol atas masalah yang diatasinya yang dapat
merangsang pikiran dan ketegangan otot. Terapi ini juga menerapkan
tehnik imajinasi terpimpin, latihan napas berulang, latihan
autogenenik dan biofeedback.
Rendam kaki air hangat

Secara ilmiah terapi rendam kaki air hangat mempunyai


dampak fisiologis bagi tubuh. Pertama berdampak pada
pembuluh darah dimana hangatnya air membuat sirkulasi
darah menjadi lancar, yang kedua adalah faktor
pembebanan di dalam air yang menguntungkan otot-otot
ligament yang mempengaruhi sendi tubuh. Menurut Peni
(2008) penderita hipertensi dalam pengobatannya tidak
hanya menggunakan obat-obatan, tetapi bisa
menggunakan alternatif non-farmakologis dengan
menggunakan metode yang lebih murah dan mudah yaitu
dengan menggunakan terapi rendam kaki air hangat