Anda di halaman 1dari 36

KEBERSIHAN TANGAN

4-1
SEJARAH
• Pertengahan 1800 , Ignaz Semmelweis ( Austria )
dan Oliver Wendell Holmes (USA) menemukan
bahwa penyakit yang didapat di rumah sakit bisa
dipindahkan melalui tangan petugas kesehatan

• Dengan menganjurkan petugas melakukan


kebersihan tangan, Semmelweis menurunkan
angka mortalitas ibu melahirkan dari 16%
menjadi 3 %
Boyce dan Larson 1995,
kebersihan tangan baik dan
benar menurunkan insiden
HAIs

Boyke dan Pitet 2002,


kegagalan kebersihan
tangan menyebabkan
kuman multiresisten dan
timbulnya wabah.
MENGAPA PERLU KEBERSIHAN
TANGAN ?
– Hal utama dalam PPI
– Pilar PPI
– Komponen sentral dari Patient
Safety
– Sederhana dan efektif mencegah
HAIs
– Menciptakan lingkungan yang
aman
– Pelayanan kesehatan aman
– Bagian dari standar precaution
PENGERTIAN
KEBERSIHAN TANGAN adalah : tindakan
membersihkan tangan dengan tepat dan benar
yang dapat dilakukan dengan:
• Handrub dengan cairan berbasis alkohol ( bila
tangan tidak tampak kotor)
• Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
bila tangan tampak kotor, terkontaminasi darah
maupun cairan tubuh, dan bila berpotensi
terkena spora kuman.
TUJUAN KEBERSIHAN TANGAN

1. Untuk memutus transmisi mikroorganisme


melalui tangan.
2. Untuk mencegah:
a. Infeksi yang disebabkan oleh kuman endogen
b. Kolonisasi patogen pada pasien (termasuk
yang multiresisten)
c. Kontaminasi patogen ke area perawatan
d. Kolonisasi dan infeksi pada petugas kesehatan
4-7
FLORA KULIT
• FLORA TRANSIEN
- berada di lapisan luar kulit
- mudah ditransmisikan melalui kontak
- sering dihubungkan dengan transmisi silang.

– Mikroorganisme diperoleh melalui kontak dengan pasien,


petugas lain atau permukaan terkontaminasi (mis: meja
periksa, tempat tidur, dll).
– Flora transien tinggal di lapisan luar kulit dan terangkat
sebagian dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan
air mengalir
• FLORA RESIDEN
- permanen dalam lapisan lebih dalam (epidermis)
- lebih sulit dihalau
- ditransmisikan melalui kontak
- bahaya serius : S aureus, jamur, Gram (-)

• Berada di lapisan kulit lebih dalam dan folikel rambut; tidak


dapat dihilangkan sepenuhnya, bahkan dengan pencucian
dan pembilasan dengan sabun dan air bersih

05/14/2020 penecegahan infeksi - titi sundari rspi ss 9


4-9
4-10
Transmisi tangan: Tahap 1

Mikroba terdapat di kulit


pasien dan lingkungan
sekitar pasien.

 Pasien terbaring di tempat tidur


mempunyai koloni bakteri cocci
gram positif di hidung, perineal,
inguinal, aksila, dan lengan
atas.

 Permukaan lingkungan dekat


dengan pasien terkontaminasi
oleh bakteri cocci Gram positif.

Pittet D et al. The Lancet Infect Dis 2006


Transmisi tangan: Tahap 2

Transfer mikroba dari


pasien ke petugas
kesehatan.
• Kontak antara tenaga kesehatan
dan pasien menyebabkan
TRANMISI SILANG bakteri cocci
gram positif dari flora pasien yang
berpindah ke tangan tenaga
kesehatan.

Pittet D et al. The Lancet Infect Dis 2006


Transmisi tangan: Tahap 3
Mikroba bertahan dan memperbanyak di tangan petugas kesehatan.
– Setelah kontak dengan pasien atau lingkungan terkontaminasi, mikroba dapat
bertahan di tangan selama beberapa waktu (2–60 menit)
– Bila tidak melakukan HH, perawatan yang lama dapat meningkatkan derajat
kontaminasi.

Pittet D et al. The Lancet Infect Dis 2006


Transmisi tangan: Tahap 4

Cuci tangan yang tidak benar.

– Cuci tangan yang tidak benar dapat


menyebabkan tangan tetap
terkontaminasi,
pada kasus ini bakteri Gram (+)

– Kegagalan dalam melakukan


Hand Hygiene menyebabkan
transmisi silang bakteri antar pasien.

Pittet D et al. The Lancet Infect Dis 2006


Transmisi tangan: Tahap 5
Kegagalan Hand Hygiene menyebabkan transmisi silang antar
pasien

Pittet D et al. The Lancet Infect Dis 2006


Definisi ZONA PASIEN dan AREA PERAWATAN

Lingkungan perawatan pasien dapat dibagi menjadi dua


wilayah, yaitu ZONA PASIEN dan AREA PERAWATAN.
■ ZONA PASIEN meliputi: pasien dan benda-benda di
sekitar pasien, termasuk permukaan benda di sekitar
pasien seperti tempat tidur, meja di samping tempat
tidur, sprei, tabung infus dan peralatan medis lainnya.

■ AREA PERAWATAN meliputi seluruh permukaan di dalam


ruang perawatan diluar zona pasien X, termasuk pasien
lain dan zona pasien lainnya tersebut. Di area perawatan
ini banyak terdapat berbagai mikroorganisme, termasuk
mikroorganisme yang multi-resisten.
KONSEP RISIKO TRANSMISI

AREA PERAWATAN

ZONA PASIEN
Lokasi kritis
dengan risiko
infeksi pada
pasien

Lokasi kritis
dengan risiko
pajanan cairan
tubuh
Definisi point-of-care

Point-of-care – adalah tempat dimana 3 elemen


terjadi bersama: pasien, petugas kesehatan, dan
perawatan pasien yang melibatkan kontak (dalam
zona pasien).
Konsepnya adalah melakukan Hand Hygiene di saat
yang tepat sewaktu melakukan perawatan.
Hal ini membutuhkan produk Hand Hygiene yang
mudah diakses dan sedekat mungkin dengan area
perawatan  tanpa meninggalkan pasien.
Hand Hygiene yang OPTIMAL

DI
POINT-OF-CARE
5 Saat melakukan praktek kebersihan tangan
5 Saat melakukan praktek kebersihan tangan

HH segera saat
mendekati pasien,
sebelum menyentuh
pasien, dilakukan
diantara kontak
dengan area
perawatan dan
kontak dengan
pasien.
setelah menyentuh
pasien, sebelum
menyentuh
lingkungan di area
perawatan.
5 Saat melakukan praktek kebersihan tangan
HH segera sebelum
menyentuh bagian tubuh
pasien yang berisiko infeksi.
Dilakukan setelah kontak
dengan area perawatan
dan zona pasien (termasuk
pasien dan lingkungannya),
dan prosedur lain yang
kontak langsung maupun
tidak langsung dengan
membrane mukosa, kulit
non intak atau alat invasif.

HH segera
setelah
menyentuh
cairan tubuh (dan
setelah melepas
sarung tangan).
5 Saat melakukan praktek kebersihan tangan

setelah menyentuh objek


apapun atau furniture di sekitar
pasien (tanpa menyentuh
pasien)
sebelum menyentuk objek di
area perawatan.
Kuntjoro,PERSI
Kuntjoro,PERSI
TEKNIK KEBERSIHAN TANGAN
• Kuku terpotong pendek
• Perhiasan seperti cincin , gelang, arloji, seharusnya
tidak dipakai.
• Penelitian: kulit dibawah perhiasan  kolonisasi
yang berat, sulit dibersihkan/dekontaminasi
• memakai perhiasan akan sulit saat memakai sarung
tangan.
Contoh: PENGGGUNAAN JEMBATAN KELEDAI, UNTUK MEMUDAHKAN MENGINGAT URUTAN
ENAM AREA DALAM HAND-WASH/RUB
• TELAPAK TANGAN
• PUNGGUNG TANGAN TEPUNG SELACI PUPUT
• SELA- SELA JARI LAMA CUCI TANGAN:
• PUNGGUNG JARI-JARI (GERAKAN KUNCI) HAND RUB : 20-30 DETIK
• SEKELILING IBU JARI (PUTAR- PUTAR) HAND WASH 40-60 DETIK
• KUKU DAN UJUNG JARI (PUTAR-PUTAR)

Kuntjoro,PERSI
SABUN UNTUK MENCUCI TANGAN
• Produk–produk (batang, cair, lembar,
bubuk pembersih) akan menurunkan
tegangan permukaan kulit sehingga
membantu melepaskan kotoran/debris
dan mikroorganisme yang menempel pada
tangan.

• Mencuci tangan dengan sabun biasa dan


air bersih mengalir sama efektifnya dengan
mencuci tangan dengan sabun antimikroba
( Pereira, Lee dan Wade 1997 )

• Sabun biasa mengurangi terjadinya iritasi


kulit
4-28
PENGERINGAN
• Mengeringkan tangan
setelah mencuci tangan
sangat penting
• Keringkan tangan dengan
handuk kertas
• Jika tidak tersedia
gunakan handuk tangan
sekali pakai
• Handuk kertas harus tetap
dalam kondisi bersih,
tidak terkontaminasi
4-29
05/14/2020 penecegahan infeksi - titi sundari rspi ss 30
4-30
MENINGKATKAN KEPATUHAN

1. Peraturan tertulis ,
2. Fasilitas yang mudah dicapai ( Handwash
Corner),
3. Promosi/kampanye-komunikasi,
4. Informasi tentang kebersihan tangan
5. Umpan balik penampilan,monitoring tehnik,
6. Seleksi antiseptik yang tidak menimbulkan
kerusakan kulit petugas.
CHANGE
IF I HAVE NOT
WASHED BEGINS WITH
MY HAND, PLEASE YOU
TELL ME,

IF YOU HAVE NOT AND


WASHED
YOURS I WILL TELL
YOU BEGINS TODAY,
HERE AND NOW

THINK BIG

START SMALL

ACT NOW
KESIMPULAN
• Kebersihan tangan merupakan suatu prosedur yang
penting dalam mencegah HAIs
• HAI’s dapat ditularkan lewat tangan petugas
• Pentingnya memahami konsep resiko transmisi dan
point of care
• Kebersihan tangan dapat dilakukan dengan mencuci
tangan diair mengalir jika tangan terlihat kotor dan
menggosok tangan berbasis alkohol jika tangan
tidak tampak kotor

4-35
KOMITE PPI RSPI - SS