Anda di halaman 1dari 15

ATEROSKLEROSIS

DEFINISI

Aterosklerosis adalah penyakit akibat respon inflamasi pada


pembuluh darah (arteri besar dan sedang), bersifat progresif, yang
ditandai dengan deposit massa kolagen, lemak, kolesterol, produk
buangan sel dan kalsium disertai ploriferasi miosit yang
menimbulkan penebalan dan pengerasan dinding arteri, sehingga
mengakibatkan kekakuan dan kerapuhan arteri.

Aterosklerosis sangat dipengaruhi oleh kadar


kolesterol tinggi (khususnya LDL), merokok,
tekanan darah tinggi, DM, obesitas, dan
kurang aktivitas fisik.
Faktor Risiko Aterosklerosis

Yang tidak dapat Yang dapat diubah


diubah
hiperlipidemia ( LDL,
 usia (>40 th)

 jenis kelamin
VDL)
hipertensi
 riwayat keluarga
merokok

Diabetes mellitus

kurang aktivitas fisik

stres psikologik
Patofisiologi
14/05/20
GEJALA

ARTERI KORONER
•Nyeri dada (angina)
•Sesak napas
•berkeringat

ARTERI KAROTIS/VERTEBRALIS
•Kelemahan
•Kesulitan menelan
•Kelumpuhan di bagian tubuh
DIAGNOSIS

Anamnesis
•usia
•Kebiasaan merokok
•Aktivitas fisik
•Asupan makanan
•Riwayat penyakit dahulu

Pemeriksaan Fisik
•TTV : tek. Darah, RR meningkat
•TB dan BB
•Pemeriksaan Jantung
•Pemeriksaan Paru

•Lab : profil lipid, GD


DIAGNOSTIK

skrening ultrasonik IVUS (intravascular


duplex ultrasound)

CT scan di daerah yang


terkena

arteriografi resonansi magnetik,


arteriografi di daerah yang terkena
TATALAKSANA

mengatasi tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol,


dan mengendalikan diabetes.
 perubahan gaya hidup: tidak merokok, makan makanan
bergizi, dan olahraga.
 tindakan untuk mengatasi komplikasi yang ada misalnya
serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal, stroke, dan
kram pada tungkai.
TATALAKSANA

14/05/20
 Kolestrol
 Statin
 Fibrat
 Niasin

 Anti Inflamasi
 Statin
 Aspirin
 Angiotensinconverting enzym inhibitor (ACEI)
dan Angiotensin Receptor Blocker (ARB)
Tindakan untuk membuka sumbatan aterosklerosis,
misalnya dengan:
 angioplasti balon dan pemasangan stend misalnya pada
pembuluh darah jantung. Pembuluh darah yang tersumbat
dibuka dengan cara mengembangkan balon yang terdapat
di ujung kateter, kemudian dilakukan pemasangan stent
untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka.

 bedah bypass. Pembuluh darah yang sehat di tempat


tertentu, seringkali dari tungkai atau dada di ambil dan
dipasang untuk mem bypass segmen arteri yang
tersumbat.
Pencegahan

Menjaga kadar kolesterol darah


Menjaga berat badan ideal
Menurunkan tekanan darah yang
tinggi dan menjaganya agar tetap
stabil
 Menjaga kadar gula dalam darah
 Tidak merokok dan berhenti
merokok
olah raga teratur (min 30 menit tiap
hari)
Hindari stress
Menghindari/ membatasi makanan
tinggi lemak /kolesterol
Perbanyak makan sayur dan buah-
buahan
Deteksi Dini
1. Ct scan
mengevaluasi struktur dari arteri adalah pengukuran

14/05/20
koronaria artery calsification (CAC) dengan menggunakan
Computed Tomography (CT) electron beam atau CT spiral
atau helical.
2. Magnetic resonance imaging (MRI)
Untuk mengevaluasi apakah plak arteri yang terbentuk
tidak stabil dan risiko terjadi ruptur.
3. Ultrasonograph (USG) juga digunakan untuk mengevaluasi
ada atau tidaknya aterosklerosis. Dengan melihat Stuktur
arteri: carotid intimal-medial thickness.
4. Mengevaluasi fungsi dari arteri dengan FMD (Flow
mediated dilatation) dan NED (non-endothelium
dependen)
14/05/20