Anda di halaman 1dari 22

PENGOLAHAN LIMBAH

INDUSTRI
NAMA KELOMPOK :
Fadly Kamal Rasad
Nia Arbella Hakim
Laras Ramadhnty
Putri Ayu Cahyaningtyas
Agnesi Utari
Febriatma Fegi
Adenita
Rima Santi Pratiwi
Environmental Health and Safety

INDUSTRIALISASI DAN
DAMPAKNYA 

Manusia tidak mungkin dapat bertahan tanpa


lingkungan yang mampu memenuhi kebutuhan
manusia
2
Environmental Health and Safety

Industri Berwawasan Lingkungan

Konsep Green Company adalah suatu


konsep dimana sebuah perusahaan
mempunyai manajemen yang secara sadar
meletakkan pertimbangan perlindungan dan
pembangunan lingkungan, keselamatan dan
kesehatan dalam setiap pengambilan
keputusan bisnisnya sebagai wujud nyata
tanggung jawab dan upaya memberikan
kontribusi positif kepada masyarakat serta
pembangunan yang berkelanjutan

Green Company

3
Konsep Dasar Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan
Environmental Health and Safety

berkelanjutan
adalah
pembangunan yang
memenuhi
kebutuhan masa
kini tanpa
mengurangi
kemampuan
generasi • gagasan “kebutuhan” yaitu kebutuhan esensial
mendatang untuk memberlanjutkan kehidupan manusia,
dan
Di dalamnya terkandung • gagasan keterbatasan yang bersumber pada
dua gagasan penting:
kondisi teknologi dan organisasi sosial
terhadap kemampuan lingkungan untuk
memenuhi kebutuhan kini dan hari depan.

Jadi tujuan pembangunan


ekonomi dan sosial harus
diupayakan dengan keberlanjutan.

4
Konsep Dasar Pembangunan Berkelanjutan
Environmental Health and Safety

5
Environmental Health and Safety KONSEP

EKOLOGI INDUSTRI lebih


menekankan pada
PENDAURAN SUATU PRODUKSI BERSIH
LIMBAH, yang terbentuknya lebih memfokuskan pada
tidak bisa dihindari (unavoidably aspek
produced waste) dengan
mensinergikan antara unit satu
PENGURANGA
dengan lainnya atau antara satu N LIMBAH
industri dengan industri lainnya

pencegahan pencemaran dalam


melindungi lingkungan dan
meningkatkan efisiensi ekonomi

6
Environmental Health and Safety URAIAN
Ekologi adalah bidang studi yang mempelajari hubungan antara organisme
dengan lingkungan kimia dan fisik.

7
Environmental Health and Safety

8
Definisi yang dikutip dari Wikipedia arti Ekologi Industri adalah:
Environmental Health and Safety

Ekologi Industri adalah proses industri alur tertutup, yang berarti bahwa
buangan industri menjadi masukan proses industri lain. Ini berbeda
dengan alur terbuka, di mana sumberdaya dan modal yang ditanam
bergerak melalui sistem dan menghasilkan buangan yang tidak terpakai.

Tujuan Utamanya adalah untuk mengorganisasi


sistem industri sehingga diperoleh suatu jenis operasi yang
ramah lingkungan dan berkesinambungan

Ekologi Industri. lebih menekankan pada pendauran suatu limbah


yang terbentuk (unavoidably produced waste) dengan
mensinergikan antara unit satu dengan lainnya atau antara satu
industri dengan industri lainnya. Selain terjadi pemanfaatan suatu
material yang dihasilkan oleh suatu unit oleh unit lain, juga
dimungkinkan terjadinya integrasi energi dari suatu unit oleh unit
lain di dalam suatu kawasan

9
Environmental Health and Safety

STRATEGI IMPLEMENTASI KONSEP EKOLOGI


INDUSTRI YAITU :

(1) mengoptimasi penggunaan sumber


daya yang ada;
(2) membuat suatu siklus material yang
tertutup dan meminimalkan emisi;
(3) proses dematerialisasi; dan
(4) pengurangan dan penghilangan
ketergantungan pada sumber energi
yang tidak terbarukan

10
Environmental Health and Safety

Industri-A Industri-A

Industri-B
Industri-B

Industri-C
Industri-C

Tipe Kawasan Industri

Dalam konsep ekologi industri kawasan industri ditata sedemikian rupa


sehingga industri-industri mempunyai hubungan simbiosis mutualisme.

11
Hubungan Sistem Ekonomi & Alam
Environmental Health and Safety

Sistem Alam
Sebagai
Bahan baku

supply demand

limbah
ALAM

Hukum Ekonomi

12
Environmental Health and Safety

RANCANGAN KAWASAN EKOLOGI INDUSTRI


ANALISIS KETERSEDIAAN SUMBER
ANALISIS ALIRAN MATERIAL DAYA ALAM REGIONAL
Digunakan untuk  Digunakan untuk menganalisis
mengidentifikasi bahan baku ketersediaan bahan baku, dampak
dan energi pada setiap tahapan negatif penggunaannya terhadap
proses produksi. Analisis ini sumber daya yang lain. Setelah
juga meliputi analisis integrasi mengetahui hasil analisis di atas maka
massa dan energi proses. dapat dilakukan identifikasi ulang
Tujuan analisis ini adalah masalah-masalah aktual yang dihadapi.
penghematan penggunaan Penyelesaian masalah-masalah yang
sumber daya alam, ada harus bisa dikomunikasikan dengan
menganalisis penggunaan industri lain yang terkait dalam kawasan
bahan baku yang lebih ramah tersebut. Pada akhirnya akan dapat
lingkungan dan pengurangan disusun simbiosis industri yang saling
dampak lingkungan. menguntungkan diantara industri
tersebut.

13
Environmental Health and Safety Rancangan Kawasan Ekologi Industri

Penataan kawasan ekologi industry di Propinsi Lampung (PT. Suger


Group), dapat dimulai dari pendirian kawasan industri terpadu di dekat
kawasan pertanian masyarakat.

14
Environmental Health and Safety

Gambar kawasan ekologi industri di atas menjelaskan proses


penataan kawasan dimulai dari kawasan pertanian tebu
rakyat. Hasil tebu diproses di industri gula menghasilkan
produk gula dan produk samping tetes tebu serta selulosa.
Tetes tebu digunakan sebagai bahan baku industri
penyulingan etanol sedangkan serat selulosa dimanfaatkan
sebagai bahan baku industri kertas. Pada industri kertas
dihasilkan produk kertas dan limbah lumpur yang telah diolah
dapat menjadi bahan baku industri pupuk organik. Industri
penyulingan etanol dapat menghasilkan produk etanol dan
efluen yang dapat dijadikan bahan baku industri biogas.
Industri biogas dapat menghasilkan energi yang dapat
memasok kawasan tersebut.

15
Environmental Health and Safety

ERGONOMI EKOLOGI
Ilmu yang mengarahkan penggunaan Ilmu yang mempelajari hubungan
pengetahuan secara sistematis mengenai organisme - organisme/
relevansi karakteristik MANUSIA dalam kelompok organisme (komponen
mencapai kesesuaian perancangan sistem biotis), khususnya MANUSIA
interaksi antara manusia, peralatan/ terhadap lingkungannya (komponen
perkakas, mesin, lingkungan, tugas, abiotis). Teori Ekologi juga menaruh
pekerjaan, sistem organisasi, kebijakan, perhatian pada pengelolaan
dan keputusan sehingga dapat menjamin lingkungan hidup akibat pencemaran.
pecapaian tujuan secara spesifik. MANUSIA

16
Environmental Health and Safety DAMPAK LIMBAH SECARA EKONOMI

Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk


lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat:
bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk
karena sampah bertebaran dimana-mana.
Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan.
Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan
rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting di
sini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung
(untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak
langsung (tidak masuk kerja, rendahnya produktivitas).
Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan
banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas
pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan
lain-lain.

17
Dampak Limbah Secara Umum
Environmental Health and Safety

1. Limbah Industri Pangan


Sektor Industri/usaha kecil pangan yang mencemari
lingkungan antara lain ; tahu, tempe, tapioka dan
pengolahan ikan (industri hasil laut). Limbah usaha kecil
pangan dapat menimbulkan masalah dalam
penanganannya karena mengandung sejumlah besar
karbohidrat, protein, lemak , garam-garam, mineral, dan
sisa sisa bahan kimia yang digunakan dalam pengolahan
dan pembersihan. Sebagai contohnya limbah industri
tahu, tempe, tapioka industri hasil laut dan industri pangan
lainnya, dapat menimbulkan bau yang menyengat dan
polusi berat pada air bila pembuangannya tidak diberi
perlakuan yang tepat.

18
Environmental Health and Safety

2. Limbah Industri Kimia & Bahan Bangunan


Industri kimia seperti alkohol dalam proses pembuatannya
membutuhkan air sangat besar, mengeakibatkan pula
besarnya limbah cair yang dikeluarkan kelingkungan
sekitarnya. Air limbahnya bersifat mencemari karena
didalamnya terkandung mikroorganisme, senyawa organik
dan anorganik baik terlarut maupun tersuspensi serta
senyawa tambahan yang terbentuk selama proses
permentasi berlangsung.
Industri ini mempunyai limbah cair selain dari proses
produksinya juga, air sisa pencucian peralatan, limbah
padat berupa onggokan hasil perasan, endapan Ca SO4,
gas berupa uap alkohol. kategori limbah industri ini adalah
llimbah bahan beracun berbahayan (B3) yang mencemari
air dan udara. Gangguan terhadap kesehatan yang dapat
ditimbulkan efek bahan kimia toksik

19
3. Limbah Industri Sandang Kulit & Aneka
Sektor sandang dan kulit seperti pencucian batik, batik
printing, penyamakan kuit dapat mengakibatkan
Environmental Health and Safety

pencemaran karena dalam proses pencucian


memerlukanair sebagai mediumnya dalam jumlah yang
besar. Proses ini menimbulkan air buangan (bekas Proses)
yang besar pula, dimana air buangan mengandung sisa-
sisa warna, BOD tinggi, kadar minyak tinggi dan beracun
(mengandung limbah B3 yang tinggi).
4. Limbah Industri Logam & Ekektronika
Bahan buangan yang dihasilkan dari industr besi baja
seperti mesin bubut, cor logam dapat menimbulkan
pemcemaran lingkungan. Sebagian besar bahan
pencemarannya berupa debu, asap dan gas yang
mengotori udarasekitarnya. Selain pencemaran udara oleh
bahan buangan, kebisingan yang ditimbulkan mesin dalam
industri baja (logam) mengganggu ketenangan sekitarnya.
kadar bahan pencemar yang tinggi dan tingkat kebisingan
yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan manusia
baik yang bekerja dalam pabrik maupun masyarakat sekitar.
20
Environmental Health and Safety Penangan Limbah
 Kegiatan pemanfaatan sampah kembali seperti composting
(pengomposan). Sampah yang mudah membusuk dapat diubah
menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan untuk
melestarikan lingkungan.
 Pemanfaatan sampah anorganik, baik secara langsung maupun
tidak langsung.
Pemanfaatan kembali secara langsung, misalnya pembuatan
kerajinan yang berbahan baku dari barang bekas, atau kertas
daur ulang. Sedangkan pemanfaatan kembali secara tidak
langsung, misalnya menjual barang bekas seperti kertas, plastik,
kaleng, koran bekas, botol, gelas dan botol air minum dalam
kemasan.
Tempat Pembuangan Sampah Akhir
Sisa sampah yang tidak dapat dimanfaatkan secara ekonomis
baik dari kegiatan composting maupun pemanfaatan sampah
anorganik, jumlahnya mencapai ± 10%, harus dibuang ke Tempat
Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Di Indonesia, pengelolaan
TPA menjadi tanggung jawab masing-masing Pemda.

21
TERIMAKASIH
SUMBER : https://www.wikipedia.org/
https://slideplayer.info/
5