Anda di halaman 1dari 5

Aksi Sosial

Jemaat Gereja
Gagal Karena
Dituding
Kristenisasi
Oleh:
 I Gusti Ayu Dina Lasmi Putri (18120901039)

 Ni Luh Sri Sukasih (18120901053)

 Ni Putu Ayu Pavita Budhi Pradnyani (18120901054)

 Vikka Maiyam Kafomay (18120901052)


Latar Belakang

Berhubungan dengan pancasila dan kehidupan keagamaan di Indonesia. Pancasila


tidak diragukan lagi kesaktiannya. Sebuah aksi sosial Jemaat Gereja oleh sejumlah
kelompok lain setempat, yang mengatasnamakan diri mereka Front Jihad Islam (FJI) dan
beberapa ormas lainnya, membubarkan secara paksa acara bakti sosial yang digelar di
Gereja Katolik Santo Paulus Pringgilayan, Bantul, Yogyakarta, Minggu(28/1). Kegiatan yang
dilakukan oleh Jemaat Gereja adalah kegiatan syukuran atas bertambahnya usia gereja
dengan menjual sembako murah sebagai bagian dari acara tersebut yang bertujuan positif
untuk berbaur dengan masyarakat setempat. Namun aksi tersebut dianggap upaya
kristenisasi.
Efek Yang
Ditimbulkan
Karena kejadian tersebut aksi sosial Jemaat Gereja terpaksa
dibatalkan sebab dianggap upaya kristianisasi dan secara tidak
langsung organisasi masyarakat islami yang mengatasnamakan
agama tersebut menimbulkan keributan di wilayah setempat. Sikap
Intoleransi ini dapat membahayakan masyarakat itu sendiri.
Penanganan

Dalam upaya penanganan dan penegakan keadilan. Bapak Bupati


Bantul Yogyakarta mengadakan pertemuan antara kedua belah pihak.
Insiden inipun diselesaikan lewat mediasi bersama pihak-pihak yang
terkait dan memutuskan membuat surat pernyataan pembatalan
acara.
Hikmah

Hikmah yang dapat diambil dari peristiwa tersebut ialah kita hendaknya
saling menghormati dan menghargai sesama umat beragama yang tak lain
semua agama pastilah mengajarkan kebaikan, hanya saja oknum-oknum
tertentu yang menyalahgunakan itu dengan mengatasnamakan-agama dan
mengagungkan kepercayaannya saja. Mulailah dari diri sendiri untuk belajar
bertoleransi dengan keberagaman yang kita miliki,selalu berpikir positif dan
saling menjaga rasa persaudaraan,belajar membuka diri terhadap sesama
dalam kemauan untuk berbaur serta memberikan perhatian kepada sesama
agar dapat membangun relasi yang baik dan menjalin komunikasi yang positif.