Anda di halaman 1dari 38

Pendahuluan

Ada 2 tujuan utama penyalutan suatu tablet:

1. Tujuan estetika: meningkatkan performance dari suatu tablet


2. Tujuan fungsional: dimaksudkan untuk suatu kegunaan tertentu,
seperti:
- menutup rasa dan aroma obat yang tidak menyenangkan
- membantu penangan terutama pada saat pengemasan
menggunakan mesin berkecepatan tinggi
- memungkinkan tablet lebih mudah ditelan oleh pasien
- meningkatkan stabilitas obat
- memodifikasi pelepasan obat
Jenis salut pada tablet

Pada dasarnya, ada 2 macam tablet salut:


1. Tablet salut gula
2. Tablet salut film

Salut gula
Tablet salut gula masih dianggap sebagai suatu pekerjaan seni,
bukan pekerjaan ilmiah.

Beberapa keunggulan tablet salut gula:

- Bahan baku relatif murah dan mudah diperoleh


- Bahan baku relatif memenuhi persyaratan farmasetik (kecuali
pewarna yang masih harus diperhatikan)
- Proses relatif murah dan peralatan relatif sederhana
- Penampilan menyenangkan dan diterima secara luas
- Proses penyalutan tidak sesulit penyalutan film
Keterbatasan

Ukuran dan bobot tablet akhir meningkat secara berarti, sehingga


perlu dipertimbangkan biaya pengemasan dan penghantaran
Kerapuhan salut menimbulkan terjadinya kerusakan jika
penanganannya salah.

Untuk memperoleh penampilan akhir yang menarik, diperlukan


keahlian dan ketrampilan operator.

Tahap pengkilapan tablet dilakukan dengan pemolesan yang


seringkali menyebabkan kesulitan dalam penulisan pada tablet
Kerumitan yang beragam menyebabkan proses penyalutan sulit
diotomatisasi

Bahan baku pada salut gula

Komponen utama adalah gula (sukrosa) atau sorbitol untuk pasien


berpantang gula (penderita diabetes).
Beberapa bahan pembantu lain yang digunakan:

1. Pengisi (CaCO3, talk, titanium oksida)


2. Pewarna (dye, aluminium lakes, besi oksida, titanium oksida)
3. Pembentuk film (akasia, gelatin, turunan selulosa)
4. Pewangi
5. Surfaktan (pembasah dan pendispersi)
6. Anti adhesive (talk)
Proses dalam penyalutan tablet bersalut gula

Sealing, pelapisan tablet inti


Subcoating
Grossing
Penyalutan warna
Pemolesan (polishing)

Pada setiap proses, penyalutan (massa cair dilakukan secara


berulang-ulang). Setelah selesai tahap satu, proses pengeringan
dilakukan sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Sealing
Kebanyakan formula penyalut untuk tablet salut gula merupakan
sistem larutan dalam air.
Karakteristik tablet inti: berpori2, mempunyai daya adsorpsi
yang tinggi, dan cepat hancur jika berkontak dengan air.

penyalut

Tablet inti (core)


Jadi konsekuensinya: permukaan luar tablet inti harus dilindungi
terlebih dahulu sebelum proses penyalutan.

Perlindungan permukaan luar tablet inti menggunakan polimer


tertentu sebelum proses penyalutan dilakukan disebut sealing.

Tujuan sealing:

- Memberikan perlindungan awal


- mencegah terjadinya migrasi dari komponen-komponen dalam
core ke dalam penyalut
- meningkatkan penampilan akhir dari tablet

Bahan sealing

Sellac, zein, HPMC, polifinil asetat ftalat (PVAP), selulosa


asetat ftalat (CAP).
Bahan ini biasanya dlarutkan (15 – 30%) dalam pelarut organik
Subsalut
Adalah tahap pertama dari proses penyalutan yang dimaksudkan
untuk memberikan:

1. Bentuk bundar pada tepi2 tablet inti: bentuk core harus


diperhatikan

Bentuk core yang tidak sesuai dapat menyebabkan penutupan


yang kurang sempurna atau penggabungan core2 (twinning)

2. peningkatan bobot tablet inti.

Untuk meningkatkan bobot tablet inti, dalam formula


subsalut ditambahkan pengisi seperti kaolin, CaCO3, Ca
fosfat, talk, dan titanium oksida.

Proses subcoating bergantung pada teknik laminasi dan formula


suspensi subcoating
Proses laminasi
Penggunaan larutan pengikat dan serbuk (dusting powder) sampai
diperoleh derajat penyalutan tertentu

Contoh formula untuk laminasi laminasi subsalut

Larutan pengikat F-1 F-2


Gelatin 3.3% 6%
Gum akasia 8.7 8
Sukrasa 55.3 45
Air distilasi 32.7 41

Serbuk (dusting powder)


CaCO3 40% -
Titanium dioksida 5 1
Talk (bebas asbes) 25 61
Sukrosa serbuk 28 38
Gum akasia 2 -
Proses subsalut suspensi
Formula subsalut suspensi merupakan pencampuran formulasi
pengikat dan formulasi serbuk yang digunakan pada proses laminasi.

Contoh formula untuk subsalut

Sukrosa 40% 58.25


CaCO3 20 18.45
Talk 12 -
Titanium dioksida 1 1
Gum akasia 2 -
Gelatin - 0.01
Air distilasi 25 22.29

Grossing (pemulusan)
Agar diperoleh produk salut yang bermutu baik, maka
persyaratan bahwa salut harus mulus dan bebas dari
ketidakberaturan harus dipenuhi sebelum proses pewarnaan
dilakukan.
Pemulusan ini dapat dicapai selama proses subsalut.
Bergantung pada derajat pemulusan yang diperlukan, biasanya
grossing formula mengandung 70% sirup gula, titanium oksida
(sebagai zat pemutih/opacifier), dan pewarna dasar.
Pewarnaan

Merupakan salah satu tahap penting pada proses salut gula.


Pewarna (pewarna larut air atau piment tidak larut air) harus
dilarutkan atau didispersikan dalam sirup penyalut.
Tahap pewarnaan biasanya memerlukan 2-3 hari, dan jika
penanganan tidak benar dapat menimbulkan masalah pada tablet
akhir, di mana timbul totol2 akibat migrasi pewarna ke
permukaan tablet selama proses pengeringan.

Masalah lain:

- Keberulangan pewarnaan sulit diprediksi


- Luntur, karena tidak tahan terhadap cahaya
- Variasi pewarna di antara tablet atau dari batch ke batch
karena sistem pewarnaan tidak terdistribusi secara merata
Proses pewarnaan

1. Proses salut dye (pewarna larut air)


Penyalutan bertahap sirup penyalut yang mengandung dye
dengan konsentrasi tertentu. Sejalan dengan peningkatan
penyalutan, konsentrasi dye dalam sirup dapat ditingkatkan
sampai derajat pewarnaan tertentu tercapai
Penambahan jumlah sirup berwarna pada tiap proses
penyalutan, diikuti dengan pengeringan untuk mencapai
pewarnaan yang mulus dan terhindar dari migrasi pewarna

2. Proses salut pigment


Pigment mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dye:
- Kelarutannya yang kecil dalam air sehingga mencegah terjadinya
migrasi
- Tahan terhadap cahaya

Sehingga
Tahapan pewarnaan lebih sedikit, tidak perlu dilakukan penyalutan
pewarna berkali2 sebagaimana pada pewarnaan dengan dye
Waktu pengeringan lebih singkat dan ketebalan salut warna
berkurang
Kekurangan
Pewarna yang diturunkan dari pigmen (terutama lake + titanium
oksida) pada umumnya tidak secerah atau sebersih dye
Jika proses penyalutan pewarna tidak tepat, akan menimbulkan
masalah saat tahap pemolesan
Karena tidak larut dalam sirup salut, masalah ketidakmerataan
pewarna dapat terjadi
Karena kebanyakan pigment mengandung lakes (bersifat asam),
sehingga tidak disarankan untuk menyimpan sistem penyalut pada
kondisi panas dalam waktu yang lama karena akan menyebabkan
terbentuknya gula invert
Polishing (pemolesan)
Proses yang dilakukan untuk memperoleh permukaan mengkilap
dari tablet salut.
Sebelum proses pemolesan, tablet harus dijamin benar-benar
kering.
Bahan pemoles dapat merupakan:
- Larutan lemak (lemak lebah, carnauba wax, lemak lilin) dalam
pelarut organik
- Lelehan lemak dalam alkohol
- Campuran serbuk halus dari lemak kering
- Larutan shellac dalam alkohol
Printing (penulisan)

Dimaksudkan untuk mengidentifikasi produk akhir, misalnya


dengan nama produk, kekuatan dosis, logo atau nama perusahaan.
Untuk proses printing digunakan tinta dengan pharmaceutical
grade.
Proses printing dapat dilakukan sebelum atau setelah polishing
Printing sebelum polishing memungkinkan tinta melekat pada
permukaan tablet lebih kuat, akan tetapi beberapa hal dapat
secara bertahap hilang karena kontak dengan pelarut organik dari
bahan pemoles atau karena friksi.
Printing setelah polishing dapat mengatasi masalah di atas, akan
tetapi tinta tidak melekat baik ke permukaan tablet yang
mengandung wax (bahan pemoles). Masalah ini dapat diatasi
dengan menggunakan shellac termodifikasi pada bahan pemoles
atau larutan dasar yang digunakan untuk printing.
Masalah dalam salut gula
- Masalah dalam formulasi
- Masalah selama proses

Masalah dengan inti tablet


Tablet inti harus cukup kuat terhadap tahapan-tahapan selama
proses penyalutan. Kekerasan tablet dan friabilitas tablet inti
harus baik.

Masalah mutu tablet akhir


1. Pengelupasan salut
Pada umumnya salut gula bersifat rapuh sehingga mudah
mengelupas jika penanganannya tidak benar. Untuk mengatasi
masalah ini dapat ditambahkan sejumlah kecil polimer (selulosa,
PVP, akasia, atau gelatin) untuk meningkatkan integritas struktur.

2. Retakan salut
Tablet inti yang mengembang dapat menyebabkan salut retak-
retak. Pengembangan tablet ini dapat disebabkan oleh absorpsi
lembab atau relaksasi tablet inti setelah proses pencetakan.
Masalah penyerapan lembab oleh tablet inti dapat dihindari dengan
seal coat.
3. Salut yang tidak kering
4. Penggandengan (twinning)
Karena sifat lengket dari salut gula, penggandengan
beberapa tablet dapat terjadi pelekatan di antara tablet.
Masalah ini terjadi terutama jika bentuk tablet inti mempunyai
permukaan rata.
Ketidakseragaman pewarnaan
Terutama jika warna yang digunakan adalah warna tua, adanya
ketidakseragaman dalam warna penyalutan merupakan alasan
utama tidak diterimanya produk salut gula.
Faktor utama penyebab masalah ini:
1. Distribusi yang kurang baik dari larutan salut selama proses
penyalutan. Hal ini disebabkan karena pencampuran yang
kurang baik dalam panci penyalut, atau penambahan larutan
penyalut yang tidak cukup menyalut semua permukaan tablet.
2. Migrasi pewarna larut air selama proses pengeringan.
3. Washing back dari salut warna menggunakan pigment.
Kelebihan larutan salut pada proses pewarnaan menyebabkan
pelarutan kembali dari lapisan pewarna dari lapisan sebelumnya
dan menyebabkan ketidakseragaman penampakan.
4. Pengeringan yang berlebihan diantara tahap pewarnaan. Hal ini
dapat menyebabkan erosi lapisan pewarna.
5. Blooming dan sweating.
Lembab yang masih tertinggal pada saat proses akhir
penyalutan dapat menyebabkan beberapa masalah. Kadar
lembab yang cukup dapat menyebabkan pemoles nampak
seperti berkabut (blooming). Pada kadar lembab yang tinggi,
lembab ini terlihat seperti butiran2 air pada permukaan tablet
(sweating, berkeringat). Sweating merupakan masalah serius
karena dapat menyebabkan pelekatan tablet pada
penyimpanan.

Recovery dari tablet salut yang tidak memenuhi mutu


Dilakukan dengan mencuci salut gula dengan mencelupkan tablet
tersebut dengan hati-hati ke dalam air sampai salut hilang.
Setelah itu tablet dikeringkan dalam panci salut dengan aliran
udara hangat (50C).
SALUT FILM

Salut film merupakan proses yang sangat kompleks yang


memerlukan teknologi dan pengetahuan tentang polimer, industri
lem dan cat, juga teknik kimia.

Faktor-faktor yang terkandung pada tablet salut film:


- Lapisan film harus berketebalan 20 – 200 uM
- Penggunaan polimer untuk substrat ( tablet, granul, kapsul,
serbuk obat dan kristal) pada kondisi yang memerlukan:
- Kesetimbangan dan kontrol antara kecepatan penambahan
larutan penyalut dan proses pengeringan
- Keseragaman distribusi larutan penyalut
- Optimisasi mutu baik visual maupun fungsional dari produk
akhir
Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu salut film
1. Interaksi antara bahan tablet inti dan salut
2. Proses pengeringan
3. Keseragaman distribusi salut
Faktor berpengaruh pada
1. Tablet inti
Bahan baku pembasahan dengan larutan salut
adesi dari film kering
Porositas adesi film kering
Kekasaran permukaan pembasahan larutan salut
distribusi larutan salut pada permukaan
derajat kekasaran salut

2. Larutan penyalut
Kandungan padatan kekasaran film kering
viskositas larutan salut
Viskositas distribusi larutan salut pada permukaan
tabet inti
Tegangan permukaan pembasahan permukaan substrat oleh larutan
salut
distribusi larutan salut pada permukaan
tablet
3. Proses pengeringan
Kecepatan pengeringan viskositas larutan salut pada saat kontak
dengan permukaan substrat
sturktur dari salut
Panas internal stress dalam film
sifat-sifat mekanik dari salut
Faktor yang mempengaruhi proses pengeringan

Faktor berpengaruh terhadap

1. Alat semprot
Disain nozzle kehalusan tetesan2 larutan salut
(kecepatan penguapan)
jumlah spray gun keseragaman distribusi larutan salut
2. Kondisi pengeringan
aliran udara kecepatan penghilangan pelarut atau
suhu pembawa bahan salut
kelembapan
3. Kecepatan semprot
Disain nozzle kecepatan penghilangan pelarut atau
jumlah spray gun pembawa bahan salut
Sistem pompa
4. Kandungan padatan jumlah pelarut/pembawa yang harus
pada larutan salut dihilangkan dari larutan salut
Faktor yang mempengaruhi keseragaman distribusi salut

Faktor berpengaruh terhadap


1. Alat semprot
Disain nozzle kehalusan atomisasi larutan salut
Udara teratomisasi
Jumlah spray gun waktu proses penyalutan
2. Kondisi pengeringan
Aliran udara efisiensi proses penyalutan
Suhu
Kelembapan
3. Keceptan penyemprotan waktu
jumlah larutan salut yang
terdeposit pada permukaan substrat
jumlah salut yang hilang selama
proses
4. Kecepatan panci atau udara
terfluidisasi keseragaman pencampuran
jumlah larutan salut yang
terdeposit pada permukaan substrat
5. Kandungan padat
Larutan salut jumlah larutan salut yang terdeposit
pada permukaan substrat
waktu
kemulusan salut kering
6. Baffles keseragaman pencampuran
Mekanisme pembentukan film untuk sistem salut film
Pembentukan film dari larutan polimer
Proses pembentukan film dan struktur internal dari salut akhir
sangat bergantung pada kecepatan penguapan pelarut. Kecepatan
penguapan selanjutnya dikendalikan oleh panas laten penguapan
pelarut dan kondisi pengeringa.

Proses pembentukan film

1. Penguapan awal dari pelarut dari tetesan2 halus larutan salut,


menyebabkan peningkatan konsentrasi polimer dan kontraksi
volume tetesan
2. Penguapan pelarut berikutnya dari film dengan kecepatan
yang lebih lambat dari 1 dikendalikan oleh kecepatan difusi
pelarut melalui matrik polimer
3. Imobilisasi molekul polimer pada titik solidifikasi
4. Penguapan bertahap selanjutnya dari pelarut dengan
kecepatan yang dikurangi sampai proses penyalutan selesai
Pembentukan film dari dispersi polimer dalam sistem air
Pembentukan film dari sistem ini memerlukan koalesen partikel2
polimer untul membentuk film kontinu.

Proses pembentukan film tersebut meliputi:


- Penguapan cepat dari air menyebabkan partikel2 polimer yang
terdispersi berkontak satu dengan yang lain
- Peningkatan tekanan byang dimaksudkan untuk mengatasi gaya
tolak-menolak diantara partikel dan menyebabkan deformasi
partikel2 polimer
- Koalesen dari partikel polimer secara bertahap sebagai akibat
dari aliran viskus dan gerakan molekul polimer melintas
antarmuka di antara partikel2

Bahan-bahan yang digunakan dalam salut film


1. Bahan pembentuk film (polimer)
2. Plasticizer
3. Pewarna
4. Surfaktan
5. Flavor
6. Zat pengkilap
7. pelarut
Polimer
Merupakan bahan utama pada salut film
Pengaruh BM polimer terhadap sifat2 penyalutan
Sifat pengaruhnya jika BM meningkat
1. Kekuatan tensil meningkat
2. Modulus elastisitas meningkat (salut menjadi kurang
elastis)
3. Adesi film menurun
4. Viskositas larutan meningkat
5. Permeabilitas film tidak berpengaruh

Plasticizer
Kebanyakan polimer yang digunakan dalam salut film sersifat
amorf
Salah satu karakteristik dari polimer tsb adalah jika suhu
diturunkan suhu transisi gelas akan dicapai. Pada kondisi dibawah
suhu ini, polimer menunjukkan beberapa sifat gelas anorganik
seperti toughness, stiffness, hardness dan britlleness. Sehingga
secara sederhana, suhu transisi gelas dapat diartikan bahwa di
bawah suhu ini polimer bersifat rapuh dan di atasnya polimer
bersifat fleksibel.
Untuk memodifikasi polimer yang digunakan untuk salut agar
diperoleh karakteristik salut yang baik, biasanya ditambahkan
plasticizer. Proses modifikasi oleh plasticizer disebut plastisisasi.

Plasticizer berfungsi mengurangi suhu transisi gelas dari polimer


amorf dan memperbaiki fleksibilitas dengan cara mempengaruhi
ikatan intramolekul diantara rantai-rantai polimer. Persyaratan
yang harus dimiliki oleh plasticizer adalah permanen dan
kompaktibilitas.
Permanen: plasticizer harus mempunyai tekanan uap dan kecepatan
berdifusi dalam film polimer yang rendah.
Kompaktibilitas: plasticizer harus bercampur dengan polimer dan
menunjukkan gaya intramolekul yang sama dengan polimer.
Proses plastisisasi ada 2:
Plastisisasi internal : modifikasi kimia dari polimer terjadi dalam
struktur polimer.
Plastisisasi eksternal: terjadi oleh adanya plasticizer.
Pengaruh plasticizer pada sifat salut film

Sifat efek jika konsentrasi plasticizer meningkat


1. Kekuatan tensil menurun
2. Modulus elastis menurun
3. Adesi film kemungkinan meningkat
4. Viskositas larutan meningkat, bergantung pada BM plasticizer
5. Permeabilitas film meningkat/menurun bergantung plasticizer
6. Suhu transisi gelas menurun
Pewarna (colorants)
Ditambahkan ke dalam formula untuk memperbaiki penampakan
dan identifikasi visual dari tablet salut. Keterangan sama dengan
pewarna pada salut gula.

Pengaruh pigment terhadap sifat salut film

Sifat efek jika konsentrasi pigment meningkat

1. Kekuatan tensil menurun


2. Modulus elastis meningkat
3. Adesi film efeknya kecil
4. Viskositas larutan meningkat
5. Permeabilitas film menurun
6. Hiding power meningkat
Pelarut
Pelarut yang biasa digunakan untuk salut film
1. Air
2. Alkohol (metanol, etanol, isopropanol)
3. Ester2 (etilasetat, etil laktat)
4. Keton2 (aseton)
5. Hidrokarbon terklorinasi (metilen klorida, trikloretan)

Jenis salut film berdasarkan fungsinya


1. Salut film konvensional
2. Salut film untuk memodifikasi pelepasan obat
3. Salut enterik

Salut film konvensional

Dimaksudkan untuk meningkatkan penampakan tablet dan


meningkatkan stabilitas obat, akan tetapi tidak untuk
memodifikasi pelepasan obat.
Polimer yang digunakan untuk salut film konvensional
1. Selulosa (HPMC, HPC, HEC, MHEC, metilselulosa, etilselulosa,
Na CMC)
2. Vinil (PVP)
3. Glikol (PEG)
4. Akrilat (dimetil aminoetil metakrilat-ester assam metakrilat,
etil-metil akrilat kopolimer)

Plasticizer yang digunakan untuk salut konvensional


1. Alkohol polihidrat (propilen glikol, gliserol, PEG)
2. Ester2 asetat (gliseril triasetat, trietil sitrat, asetil trietil sitrat)
3. Ester2 ftalat (dietil ftalat)
4. Gliserida (monogliserida terasetilasi)
5. Minyak2 (minyak castor, minyak mineral)
Salut film untuk memodifikasi pelepasan obat

Modifikasi pelepasan obat menurut USP adalah memodifikasi


pelepasan obat dalam arti berdasarkan waktu dan atau lokasi
pelepasan yang dipengaruhi oleh tujuan penggunaan obat dan bukan
aspek formulasi.

Menurut USP, ada 2 modifikasi pelepasan:

1. Pelepasan diperlama
2. Pelepasan ditunda
Salut enterik (pelepasan tertunda)
Dari definisinya, salut enterik adalah sediaan yang dimaksudkan
untuk terdisolusi di usus kecil.

Tujuan penyalutan enterik

1. Untuk mempertahankan aktivitas obat yang tidak stabil terhadap


kondisi lambung (mis. Eritromisin, pankreatin)
2. Untuk meminimalkan terjadinya mual atau muntah dari obat yang
merangsang iritasi lambung (aspirin dan beberapa steroid)

Diperlukan bahan penyalut yang tahan terhadap pH lambung,


tetapi tablet dapat hancur dan melepaskan obat pada pH usus

Polimer yang digunakan untuk salut enterik

1. Selulosa asetat ftalat (CAP)


2. Selulosa asetat trimelitat (CAT)
3. Polivinil asetat ftalat (PVAP)
4. Hidroksipropil metilselulosa ftalat
5. Hidroksipropil metilselulosa asetat suksinat
6. Poli metakrilat-etilakrilat 1:1
7. Poli metakrilat-metil metakrilat 1:1 atau 1:2
Faktor-faktor yang mempengaruhi sifat2 tablet salut enteril

1. Sifat alam obat dalam sediaan, mis aspirin dapat meningkatkan


disolusi dari penyalut
2. Jumlah salut yang digunakan, penggunaan penyalut berlebihan
dapat mempengaruhi pelepasan obat
3. Tidal sempurnanya penyalutan
4. pH disolusi dari polimer penyalut
Pelepasan diperlama atau terkendali
Dalam beberapa hal, sifat pelepasan yang diperlama disebabkan
oleh kelarutan salut yang terjadi perlahan-lahan

Contoh bahan penyalut yang digunakan pada salut pelepasan diperlama

1. Bahan penyalut karakteristik membran


2. Lemak/wax (lemak lebah,
3. carnauba wax, setil alkohol, setilstearilalkohol) permeabel dan dapat tererosi
4. Shellac permeabel dan larut
5. Zein permeabel dan larut
6. Etilselulosa permeabel
7. Ester selulosa permeabel
8. Silikon elastomer permeabel
9. Ester akrilat permeabel
Contoh polimer terdispersi dalam air yang digunakan untuk salut
film sustained release

Bahan polimer keterangan

1. Surelease etilselulosa polimer terdispersi d/ air


dan memerlukan
plasticizer
penambahan warna
lakes harus dihindari karena menyebabkan
sifat alkalin
2. Aquacoatetilselulosa dispersi pseudolateks
perlu plasticizer untuk
koalesensi film
3. Eudrajit poli (etilakrilat:metil dispersi lateks
NE 30 Dmetakrilat 2:1) tdk perlu plasticizer,
kecuali jika diinginkan
Panci salut gula
Proses penyalutan tablet dalam fluidized bed dryer