Anda di halaman 1dari 18

Kelompok 11

FKG USU 2020


Ketua : YOLANDA WULANDARI (190600207)
Sekretaris : MUHAMMAD HARITS WICAKSONO (190600106)

• Trya Fitri Ayuni • Nadia Putri Sania • Fathia Rizky Adinda


(190600063) (190600066) (190600102)
• Raihan Hidayat • Sri Erdina • Mutia Salsabila
(190600064) (190600067) Anzani Saragih
• Adzra Shafwa • Januan Khairul Amru (190600103)
Nabila(190600065) Hasibuan • Aprili Gracesonia
(190600068) (190600104)

• Jessica Desriana • A. Rachma Zata • Lishalini A/P


Natalia Nababan Amani Ganabathy
(190600105) (190600208) (190600228)
• Nandez Vieri • Farhana Fairuza • Nurin Syafiqah Binti
(190600107) Ramadhani Azmi
• Shafira Khairunnisa (190600209) (190600229)
(190600206) • Zefanya Cornelia
Simorangkir
(190600210)
PEMICU 2 BLOK 6

Nama Pemicu : Gusiku kok bengkak ya…


Penyusun : dr. Eka Roina Megawati, M.Kes;
dr. Zulham, M.Biomed, Ph.D; dr.
T. Helvi, M.Kes
SKENARIO
Seorang perempuan, 24 tahun datang ke RSGM USU
dengan keluhan gusi bengkak pada rahang bawah depan
sejak 2 bulan yang lalu. Pasien sedang hamil 4 bulan.
Pembengkakan ini awalnya kecil dan berkembang dengan
cepat selama satubulanterakhir. Gusi bengkak
menimbulkan nyeri sehingga pasien merasa tidak nyaman
ketika berbicara dan mengunyah. Pada inspeksi intraoral
regio 41, 42, dan 43 didapati polip eksofitik, tidak
bertangkai, berbentuk persegi berwarna merah kebiruan,
dan berukuran sekitar 1,7 x 1,3 cm dengan ketebalan 0,3
cm. Pada palpasi polip terasa lunak dan berdarah. Gigi 41
dan 42 memperlihatkan mobiliti derajat 3 dan oral
hygiene pasien buruk.
The Power of PowerPoint | thepopp.com
1. Bagaimanakah struktur histologi normal dari mukosa
mulut?

Mukosa rongga mulut adalah jaringan yang melapisi rongga


mulut, terdiri dari dua bagian yaitu epitel dan lamina propia.
Epitel rongga mulut tersusun dari sel squamos berlapis, mirip
dengan epitel squamous berlapis yang memiliki aktivitas turn over
yang dimulai dari sel basalis
Lamina propria mengandung serabut kolagen, serabut elastik,
retikulin, dan jaringan penghubung dengan ketebalan bervariasi.
Lamina propria terdiri dari kumpulan serabut kolagen tipe I, III
(reticulin), dan elastin. Lapisan ini banyak mengandung fibroblast,
sedikit makrofag, sel plasma, sel mast, dan limfosit.
Lapisan submukosa merupakan jaringan yang mengikat mukosa
mulut ke jaringan yang ada di bawahnya.
2. Bagaimanakah struktur histologi kelenjar saliva minor di
rongga mulut?

• Labial dan buccal glands


Kelenjar pada bibir dan pipi ini merupakan mixed gland, yang tediri atas
tubulus mukus dengan serous. Intercalated ductnya bervariasi dalam
ukuran,.

• Glossopalatine glands
Kenlejar yang terletak pada regio glossopalatine fold merupakan
kelenjar mucous murni.

• Palatine glands
Merupakan kelenjar mucous murni, dan excretory ductnya
dapat memiliki kontur yang irregular dengan distensi besar,
karena sumbernya melalui lamina propria.
3. Jelaskan mekanisme sekresi hormon-hormon yang
termasuk aksis hipotalamus hipofisis!

• Hormon yang termasuk hipotalamus hipofisis:


• Anterior: TSH, ACTH, LH, GH, PRL, MSH
• Posterior: ADH, Oxytocin

Hormon-hormon di atas diregulasi dan diseksresi oleh kontrol


hipotalamus aksis hipofisis. Untuk mempertahankan fungsi regulasi
yang baik, kelenjar endokrin menerima informasi umpan balik yang
konstan tentang kondisi sistem yang diatur, sehingga sekresi hormon
dapat disesuaikan.
Mekanisme antara hormon tiroid dan TSH ini
cenderung mempertahankan kestabilan sekresi
hormon tiroid. Umpan balik negatif antara tiroid dan
hipofisis anterior melaksanakan regulasi kadar
hormon tiroid bebas sehari-hari, sementara
hipotalamus memerantarai sistem hormon
penyesuaian jangka panjang. Hipotalamus akan
mensekresikan TRH yang akan merangsang hipofisis
untuk mengeluarkan TSH. Setelah disekresi, TSH
akan berikatan dengan reseptor yaitu TSHR. Ikatan
tersebut bisa terjadi pada kelenjar tiroid dan
ekstratiroid. Kemudian TSH merangsang kelenjar
tiroid untuk memproduksi hormon tiroid yang
terutama dalam bentuk T3 dan T4
4. Apakah hormon-hormon yang mengalami perubahan pada
masa kehamilan!

• Human chirionic Gonadotropin (hCG)


Hormon penting pada awal kehamilan. Diproduksi setelah
implantasi, dan mendukung fungsi corpus luteum. hCG juga
merupakan hormon yang dideteksi melalui tes kehamilan.
Konsentrasinya meningkat sejak conception dan memuncak 8-11
minggu setelahnya.
• Progesterone
Selama awal minggu kehamilan, diproduksi oleh corpus luteum.Setelah
8-12 minggu, placenta yang mengambil alih. Progestron menstimulasi
pertumbuhan pembuluh darah yang mensuplai dinding rahim. Selain itu
jg menstimulasi dinding rahim untuk mengeluarkan nutrient,
menyediakan makanan untuk embrio.
• Estrogen
Merupakan kelenjar mucous murni, dan excretory ductnya
dapat memiliki kontur yang irregular dengan distensi besar,
karena sumbernya melalui lamina propria.
5. Pada kehamilan terjadi peningkatan kadar estrogen dan
progesteron. Apa fungsi hormon tersebut!

• Estrogen
Estrogen merangsang pertumbuhan miometrium, yang
ukurannya bertambah besar sepanjang kehamilan.
Diperlukan otot uterus yang lebih kuat untuk mengeluarkan
janin sewaktu persalinan. Estriol juga mendorong
perkembangan duktus-duktus di kelenjar mamaria, yang
akan dilalui oleh air susu sewaktu laktasi.

• Progesterone
Progesteron melakukan berbagai peran sepanjang kehamilan.
Fungsi utamanya adalah mencegah keguguran dengan menekan
kontraksi miometrium uterus. Progesteron juga mendorong
pembentukan sumbat mukus di kanalis servikalis, mencegah
kontaminan vagina mencapai uterus. Yang terakhir, progesteron
plasenta merangsang perkembangan kelenjar susu di payudara,
dalam persiapan untuk laktasi.
6. Jelaskan mekanisme kerja hormon !

• Estrogen
Estrogen merangsang pertumbuhan miometrium, yang
ukurannya bertambah besar sepanjang kehamilan.
Diperlukan otot uterus yang lebih kuat untuk mengeluarkan
janin sewaktu persalinan. Estriol juga mendorong
perkembangan duktus-duktus di kelenjar mamaria, yang
akan dilalui oleh air susu sewaktu laktasi.

• Progesterone
Progesteron melakukan berbagai peran sepanjang kehamilan.
Fungsi utamanya adalah mencegah keguguran dengan menekan
kontraksi miometrium uterus. Progesteron juga mendorong
pembentukan sumbat mukus di kanalis servikalis, mencegah
kontaminan vagina mencapai uterus. Yang terakhir, progesteron
plasenta merangsang perkembangan kelenjar susu di payudara,
dalam persiapan untuk laktasi.
Dalam bekerja terhadap sel target, hormon
mempunyai tiga mekanisme kerja utama,
yaitu:

1 Mengubah permeabilitas saluran (membran)


dengan bekerja pada protein saluran (protein
kanal) yang sudah ada;

6. Jelaskan 2 Bekerja melalui


pesan
sistem pembawa
kedua (second messenger)

mekanisme 3
untuk mempengaruhi aktivitas sel;

Pengaktifan gen spesifik untuk


kerja sintesis protein baru.

hormon !
4

5
Hormon dalam bekerja juga memerlukan
reseptor spesifik. Reseptor pada umumnya
adalah molekul protein dengan struktur
tertentu sehingga hanya melakukan
pengikatan dengan hormon/analog dengan
struktur hormon tertentu. Reseptor hormon
terletak di membrane sel/sitoplasma sel.
Dengan demikian hormon yang dibebaskan ke
dalam darah hanya bekerja pada sel atau
jaringan tertentu yang mempunyai reseptor
spesifik terhadap hormon tersebut.
7. Jelaskan mekanisme kerja hormon sesuai dengan kasus di
atas!
Siklus peningkatan produksi hormon estrogen dan
progesteron seringkali mengubah komposisi mikrobiota
biofi lm, biologis jaringan gingiva dan pembuluh darah.
Secara umum, hasilnya adalah respon peradangan
berlebihan dengan tanda-tanda klinis dan gejala yang dapat
terlihat pada gingiva. Peningkatan kadar hormon estrogen
dan progesteron pada masa kehamilan diyakini dapat
mempengaruhi kesehatan gingiva. Perubahan yang terjadi
pada gingiva tampak berlebihan walaupun jumlah plak
sebagai faktor iritan lokal tidak terlalu banyak. Selain itu,
progesteron bersama-sama dengan estrogen dapat
menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga sering
terjadi pembesaran pada gingiva ibu hamil. Perubahan
paling menonjol selama masa kehamilan yang berkaitan
dengan jaringan periodontal adalah adanya gingivitis
kehamilan dan epulis gravidarum.
Pembengkakan yang terjadi ada gusi
bukanlah menjadi suatu hal yang normal di
rongga mulut karena dapat menimbulkan rasa
sakit atau ketidaknyamanan. Pada masa
kehamilan ada beberapa hormon yang
mengalami perubahan. Perubahan hormonal
• 6
yang terjadi pada ibu hamil dapat menjadi
salah satu faktor pembengkakan gusi.
Peningkatan kadar estrogen dan progesteron
saat masa kehamilan berguna untuk
• 7
mempertahankan keadaan normal pada

KESIMPULAN kehamilan. Mekanisme-mekanisme kerja dari


hormon tersebut hanya dapat terjadi apabila
suatu hormon berikatan dengan reseptor
• 8
spesifiknya.
Pada ibu hamil pembengkakan bisa juga
terjadi walaupun faktor iritannya hanya
sedikit, seperti plak. Maka dari itu, perlu
• 9
untuk ibu hamil tetap menjaga kebersihan
rongga mulut karena dapat meningkatkan
faktor risiko untuk terjadinya suatu
pembengkakan pada gusi. Kebersihan rongga
mulut sangat penting untuk dijaga agar tidak
menimbulkan penyakit lainnya.
Thank You for Your
Attention!
• Any Questions?