Anda di halaman 1dari 19

EUTHANASIA

Mata kuliah: Etika Profesi


Polteka Mangunwijaya
Disusun Oleh :
Eka Susanti 16.0566
 Syela Puspitaningtyas 16.0572
 Ida Sari Dewi 16.0576
 Almira Rokhana 16.0580
 Vera Karmelia 16.0589
 Donata Rusniyani 16.0591
 Cindy Wahyu Kartiko 16.0603
 Ninik Puji Astuti 16.0608

Polteka Mangunwijaya
A
Addd
d a
a n
n i m
imaagg
L
h eAr
ee heree T A R B E L A K A N G
Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari Euthanasia?


2. Apa saja jenis-jenis Euthanasia?
3. Bagaimana pandangan Etis terhadap Euthanasia?
4. Bagaimana hukum mengenai Euthanasia?

D3 Farmasi

Polteka Mangunwijaya
Manfaat

 pembaca mampu mendapatkan ilmu tentang p


erkembangan bioteknologi di bidang kesehatan
secara khusus mengenai euthanasia ditinjau dar
i aspek etika dan hukum.

Polteka Mangunwijaya 5
a n p u s t a k a :
Tinjau

Istilah Euthanasia secara etimologis, berasal dari kata Yunani yaitu


eu dan thanatos yang berarti “mati yang baik” atau “mati dalam
keadaan tenang atau senang”.

JENIS KEMATIAN
Orthothanasia: merupakan kematian yang terjadi karena proses alamiah.
Dysthanasia: merupakan kematian yang terjadi secara tidak wajar.
Euthanasia: merupakan kematian yang terjadi dengan/tidak dengan pertolongan dokter
(Prakoso & Nirwanto, 1984)

The Power of PowerPoint | thepopp.com 6


JENIS EUTHANASIA
Euthanasia sukarela (Voluntary euthanasia)
Contonya seorang pasien meminta, memberi ijin atau persetujuan untuk menghentikan atau meniadak
an perawatan yang memperpanjang hidup.

Euthanasia terpaksa (Invulunturv eulfzunusiu)


Contohnya membiarkan pasien mati tanpa sepengetahuan si pasien sebelumnya dengan cara menghen
tikan atau meniadakan perawatan yang memperpanjang hidup.

Mercy Killing sukarela (Volunturi Mercy Killing)


Contohnya dengan sepengetahuan dan persetujuan pasien diambil tindakan yang menyebabkan kemat
ian.

Mercy Killing terpaksa (Involunlari A1ercv Killing)


Contohnya tindakan sengaja diambil tanpa sepengetahuan pasien untuk mempercepat kematian.
The Power of PowerPoint | thepopp.com 7
Di Indonesia suntik mati atau euthanasia akan disamakan dengan tindaka
n pidana pembunuhan seperti apa yang sudah ada dalam Kitab Undang-
Undang Hukum Pidana (KUHP). Dalam KUHP yang berkaitan dengan euth
anasia yaitu KUHP Bab XIX

Euthanasia
dalam Icon
Kejahatan terhadap nyawa pasal 344, dipaparkan sebagai berikut. “Baran
g siapa merampas nyawa orang lain atas permintaan orang itu sendiri yan

Perundang-Undan
g jelas dinyatakan dengan kesungguhan hati, dapat diancam dengan pida
na penjara paling lama dua belas tahun” (Samil, 2001). Pasal di atas dap
Icon at menghalangi para dokter untuk melakukan tindakan voluntary euthana
sia.

gan
Icon Bagi kalangan dokter yang berpegang pada pasal-pasal dalam K
UHP, pelaksanaan euthanasia apapun jenisnya tidak mungkin dil
aksanakan, terkecuali bila tindakan euthanasia tidak diartikan se
bagai tindakan kejahatan sebagaimana dimaksudkan dalam KUH
Icon
P.

Polteka Mangunwijaya 8
g e r t i a n E t i k a
Pen

Ethos yang memiliki arti tem


Istilah ‘etika’ berasal dari Y pat tinggal yang biasa, pada ta etha yaitu merupakan ad
unani kuno yaitu dalam ben ng rumput, kandang, kebias at istiadat. Etika mengacu p
tuk tunggal ethos sedangka aan/adat, akhlak, watak, per ada nilai-nilai atau aturan ya
n dalam bentuk jamak ta eth asaan, sikap dan cara berpik ng berlaku dalam suatu kelo
a ir mpok manusia atau manusi
a perorangan.
r i n s i p E t i k
Prinsip-P

i p n o n - m a l f i c i e n c
Prins
n c e
Prinsip otonomi, Prin s i p b e n e f i c i e e

seorang dokter wajib menghorm seorang dokter harus berbuat ba dokter tidak melakukan perbuata
ati martabat dan hak manusia. ik, menghormati martabat manus n yang memperburuk pasien dan
ia, dan dokter tersebut harus ber memilih pengobatan yang beresi
usaha secara maksimal agar pasi ko paling kecil bagi pasien yag di
Prinsip justice en tetap dalam kondisi sehat. rawat atau diobati olehnya.

seorang dokter wajib memberika


n perlakuan sama rata serta adil
untuk kebahagiaan dan kenyama
nan pasien
(Sampurna, 2007).

The Power of PowerPoint | thepopp.com 10


Bioetik

 Bioetika (Biomedical ethics) merupakan caba


ng dari etika yang berhubungan dengan prakt
ek kedokteran dan atau penelitian dibidang bi
omedik (William, 2002).

Polteka Mangunwijaya 11
Pem ba h a sa n

 Indonesia belum mengatur secara spesifik dan tegas m


engenai masalah euthanasia (masih menjadi perdebat
an)
 Pihak yang menyetujui: setiap manusia memiliki hak u
ntuk hidup dan hak untuk mengakhiri hidupnya denga
n segera/alasan kemanusiaan.
 Pihak yang tidak memperbolehkan: setiap manusia tid
ak memiliki hak untuk mengakhiri hidupnya karena ma
salah hidup dan mati adalah kekuasaan mutlak Tuhan
yang tidak bisa diganggu gugat oleh manusia.
(Pradjonggo,
(Pradjonggo, 2016)
2016)
Secara yuridis formal dalam hukum pidana po dan euthanasia yang dilakukan dengan senga
sitif di Indonesia hanya dikenal dua bentuk e ja melakukan pembiaran terhadap pasien/kor
uthanasia, yaitu euthanasia yang dilakukan at ban sebagaimana secara eksplisit diatur dala
as permintaan pasien atau korban itu sendiri m Pasal 344 dan 304 KUHP
1. Euthanasia tindakan dengan sengaja tidak melaku
kan suatu usaha (nalaten) untuk memperpanjang
hidup seorang pasien atau sengaja melakukan ses
uatu untuk memperpendek atau mengakhiri hidup
seorang pasien, dan semua ini dilakukan khusus u

Kesimpulan ntuk kepentingan pasien itu sendiri

2. Jenis euthanasia yaitu Euthanasia aktif adalah perb


uatan yang dilakukan secara aktif oleh dokter untuk
mengakhiri hidup pasien yang dilakukan secara medi
s. Euthanasia pasif merupakan perbuatan menghenti
kan atau mencabut segala tindakan pengobatan yang
perlu untuk mempertahankan hidup manusia.

15
3. Berdasarkan pandangan etika, tindakan euthanas
ia dianggap sebagai tindakan perampasan Hak Asasi
Manusia untuk hidup dan mempertahankan hidup s
erta manusia tidak memiliki hak untuk mengakhiri hi
dupnya karena masalah hidup dan mati adalah keku
asaan mutlak Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat
oleh manusia.

4. Berdasarkan pandangan hukum terhadap tindaka


n euthanasia, maka dokter dan keluarga yang memb
erikan izin dalam pelaksanaan tindakan tersebut da
pat dijeratkan dengan pasal 345 KUHP yang berbun
yi barangsiapa dengan sengaja mendorong orang lai
n untuk bunuh diri, atau memberikan sarana kepada
nya untuk itu, diancam dengan pidana penjara deng
an acaman penjara selama-lamanya empat tahun pe
njara.

16
Kepada pihak dokter untuk tetap teguh berpegang

Saran pada kode etik kedokteran dan sumpah profesi seba


gai dokter agar tindakan euthanasia atau memperce
pat kematian pasien dapat dihindarkan.

17
Pradjonggo Sridjaja T., 2016. Suntik Mati (Euthanasi
a) Ditinjau sari Aspek Hukum Pidana dan Hak Asasi
Manusia di Indonesia. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pan
casila dan Kewarganegaraan. Th. 1, Nomor 1. Malal
ang.

Daftar pusta
Prakoso. D. dan D.A. Nirwanto. 1984. Euthanasia Ha
k Asasi Manusia dan Hukum Pidana. Ghalia Indonesi
a.

ka Sampurna. B., Syamsu. Z., Dwidja. T., 2007, Bioetik


dan Hukum Kedokteran : Etik pada akhir kehidupan.
Pustaka Dwipar. Jakarta.

William. J.R., 2002. Medical Ethics Manual. Pusat St


udi Kedokteran Islam Fakultas Kedokteran UMY. Yo
gyakarta.

18
THANK YOU
Do You Have Any Questions?