Anda di halaman 1dari 17

Rose Widanti Sugiyanto

1702612137

Pembimbing: dr.Ni Ketut Sri Diniari SpKJ(K)


• Kuisioner  mengevaluasi karakteristik sosiodemografi dan ciri-ciri
tidur dari 30 sukarelawan yang direkrut.
• Tidur
Indeks Kualitas Tidur Pittsburgh  untuk menilai pre- dan post-test
 suatu hal yang penting bagi kesehatan dan
kualitas tidur dari individu yang menghirup beberapa tetes minyak
kualitas
lavenderhidup seseorang
di bantal yang
setiap malam sudah
selama tua, dan
seminggu gangguan
sebelum tidur.
tidur sering dilaporkan berhubungan dengan banyak
kondisi medis yang buruk.
• Sebelum dan setelah aromaterapi, rata-rata skor Indeks Kualitas
Tidur Pittsburgh penghuni panti jompo  X = 6,0 ± 5,1 dan X = 2,6
± 3,4 secara berurutan, tidak diamati adanya perbedaan signifikan
• Mengevaluasi
secara statistik untuk
efek variable independen.
menghirup minyak lavender pada
• Koefisien reliabilitas Cronbach α dari skala Indeks Kualitas Tidur
kualitas tidur dari penghuni panti jompo.
Pittsburgh  0,816.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas tidur pada


penghuni panti jompo setelah pemberian aromaterapi dengan minyak
lavender.
Tidur kebutuhan dasar dari manusia

insiden gangguan tidur pada orang tua , sekitar 35% dari usia
60 tahun ke atas, sekitar 50% orang berusia 65 tahun ke atas,
dan sekitar 65% dari orang tua penghuni panti jompo
mengalami beberapa gangguan tidur

Gejala khas gangguan tidur pada orang tua ;


• sulit jatuh tertidur & mempertahankan tidur,
• bangun terlalu pagi,
• kelebihan waktu tidur di siang hari
Gangguan tidur
terlalu lama

Menyebabkan,
Intervensi perawatan; massage, aromaterapi, musik,
•rasa kantuk di siang hari,
latihan relaksasi, dan menjaga faktor-faktor lingkungan
•kelelahan,
untuk tetap terkontrol dalam upaya meningkatkan
•depresi,
kualitas tidur pasien.
•cemas,
•iritabilitas,
•meningkatnya sensitivitas terhadap nyeri,
Aromaterapi sangatlah efektif dalam meningkatkan
mioklonia, imunosupresi, penurunan fungsi mental,
kenyamanan, mengurangi nyeri, menurunkan stress, dan
dan gangguan pada keseluruhan kondisi kesehatan
meningkatkan keseluruhan kondisi kesehatan.
dan status fungsional

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efek menghirup


minyak lavender pada kualitas tidur di antara penghuni panti
jompo
Aromaterapi

minyak esensial yang digunakan dalam pengobatan atau terapi melalui


penyerapan dari kulit atau sistem olfaktori

• Kombinasi linalool & linalil asetat


LAVENDER
• lavender dihirup - pelepasan kortisol menurun
-peningkatan signifikan sekresi serotonoin

• Memiliki efek antibakteri dan antijamur


• Mengandung fenol aldehida atau alcohol dengan
efek germisidal yang tinggi.
Desain Penelitian
 eksperimental-kuasi ini dilakukan dengan menerapkan
pretest dan posttest pada kelompok yang sama

Populasi & Penelitian


 100 individu berusia tua di panti jompo
 24 dieksklusi  memiliki penyakit kronis
 30 dieksklus  memiliki gangguan kognitif, auditori, penglihatan,
gangguan saluran nafas
 15 dieksklusi  teman sekamarnya menolak ikut penelitian
 1 diekskusi  meninggalkan panti jompo selama proses penelitian
Alat Pengumpul Data
 Kuesioner ; 22 poin

 Menentukan karakteristik sosiodemografi, masalah tidur, variabel lain


yang terkait permasalahan tidur dan Indeks Kualitas Tidur Pitssburgh
juga digunakan untuk menila kualitas tidur

Intervensi
 PSQI; metode Wawancara
 0,1 ml minyak lavender diteteskan pada bantal di panti jompo setiap
hari selama 1 minggu  hari ke 7, PSQI diterapkan kembali pada
sampel (posttest)
Analisis Data
 Reliabilitas skala ; rata-rata & jumlah persentil, standar deviasi,
koefisien Cronbach α
 Uji T independen dan Uji T berpasangan ; membandingkan rata-rata
dari kelompok independen dan dependen, serta analisis satu arah dari
variasi yang digunakan untuk membandingkan rata-rata kelompok
multipel

Pertimbangan Etik
 Surat tanda persetujuan dari penghuni panti jompo dan perizinan
tertulis dari komite etik universitas (nomor referensi: 2012/002), serta
dari Kehijakan Panti Jompo dan Kementrian Keluarga dan Sosial.
• Usia rata-rata peserta ; 60 hingga 83 tahun adalah ¯X = 68,3 ± 7,2; dan 30,0%
peserta lebih muda dari 65 tahun serta 70,0% dari peserta berusia 65 tahun dan
lebih tua .
• Periode rata-rata para sesepuh tinggal di panti jompo adalah ¯X = 2,4 ± 2,9
tahun, dan 47,7% dari mereka tinggal di panti jompo selama kurang dari 1
tahun, dan 66,7 % tinggal di kamar ganda.
• 60% memiliki kualitas tidur yang baik sebelum intervensi aromaterapi lavender,
• persentase lansia yang memiliki kualitas tidur baik  meningkat menjadi 86,7%
setelah aplikasi aromaterapi.
• Penelitian kami, skor PSQI rata-rata dari penghuni panti jompo ;¯X = 6.0 ± 5.1
sebelum aromaterapi, sedangkan setelah intervensi 1 minggu aromaterapi ini
ditemukan menjadi X = 2,6 ± 3,4, menunjukkan peningkatan yang signifikan
dalam kualitas tidur, dan perbedaan antara skor PSQI rata-rata secara statistik
signifikan (P <0,05).
Skor pretest PSQI
berdasarkan sosiodemografi

rata-rata lebih tinggi dari skor posttest,  menunjukkan


peningkatan kualitas tidur

Namun menurut semua variabel independen), tidak ada perbedaan yang


signifikan secara statistik antara skor PSQI rata-rata sebelum dan
sesudah aplikasi minyak lavender (P ≥ .05).
Penyebab paling umum
gangguan tidur
Gangguan tidur paling sering
pada orang tua
• kesedihan / stres (50,0%),
• sering ke toilet di malam hari (36,7%),
• kondisi fisik ruangan (30,0%), dan kebiasaan tidurnya
• kesulitan
• masalah di jatuh
salahtertidur (50%), keluarga (30,0%).
satu anggota berubah setelah
• bangun terlalu pagi (40%), dan
Ketika ditanya kebiasaan mereka yang memungkinkanberpindah ke panti
• sering terbangun di malam hari
tertidur jompo
(33,3%).lelap,
• menonton televisi (40,0%),
• membaca buku (23,3%), dan
• minuman hangat / susu (13,3%). 60%
Setelah intervensi
aromaterapi

• Keseluruhan dari mereka puas dengan aplikasi,


• 93,3% percaya bahwa minyak lavender efektif pada kualitas
tidur,
• 56,7% menyatakan bahwa jumlah minyak lavender yang
digunakan cukup

• 80,0% dari mereka bangun dan merasa cukup istirahat di pagi hari,
• 80,0% menyatakan bahwa lavender membantu menghilangkan bau busuk
di ruangan,
• 70,0% menyatakan bahwa lavender memberi perasaan bahagia,
• 66,7% menyatakan lavender memiliki efek menenangkan, dan
• 53,3% menyatakan lavender memberikan perasaan tenang
Berdasarkan skor PSQI rata-rata penghuni panti jompo > 5 orang tua, secara
keseluruhan menunjukkan kualitas tidur yang buruk sebelum aromaterapi

Hasil ini menunjukkan bahwa penuaan dan / atau tinggal di


panti jompo memiliki dampak negatif pada kualitas tidur

Hal ini konsisten dengan temuan kami tentang kualitas tidur yang
buruk dari penghuni panti jompo yang berusia > 65 tahun
dibandingkan dengan penghuni panti jompo dalam kelompok usia
60 hingga 64 tahun
Pada penelitian kami, 90% penghuni panti jompo meminum minuman
berkafein.

Berdasarkan tinjauan pustaka,; minuman berkafein memiliki efek


negatif pada tidur.
Penelitian oleh Hindmarch et al melaporkan, minuman berkafein
dikonsumsi pada pagi-siang hari memiliki efek negatif pada kualitas
tidur.
53,3% dari sampel penelitian melakukan olahraga. Aktivitas dan
olahraga dilakukan selama pagi-siang hari membantu individu untuk
mengalami relaksasi dan mudah jatuh tertidur di malam hari.
Lebih dari setengah orang tua pada kelompok penelitian ini dianggap
memiliki gangguan tidur karena kekurangan olahraga teratur.

Tidak ada variabel pada penlitian kami, selain dari pemberian minyak laveder,
memiliki perbedaan efek signifikan pada rata-rata skor PSQI sebelum dan setelah
pemberian aromaterapi (P ≥ 0,05).
Pada penelitian kami, penghuni panti jompo  aromaterapi minyak lavender
membantu mengatur pola tidur, bangun dengan perasaan cukup istirahat di pagi
hari, menghilangkan bau tidak enak, membuat mereka bahagia, tenang, dan
memberikan rasa bersih serta mengurangi nyeri dan gangguan tidur di malam
hari.

Studi Weihbrecht, pada 10 orang dewasa dengan riwayat gangguan tidur kronis
melalui hirupan minyak lavender, 2 tetes pada Kleenex atau bantal pasien
sebelum tidur,
• 8 orang ditemukan merasa cukup istirahat dan tenang di pagi hari.

Pada penelitian lain, aromaterapi dengan minyak lavender  meregulasi tidur


serta meningkatkan atensi dan menurunkan kecemasan, stres, dan nyeri;
membuat relaksasi; dan menurunkan denyut nadi, laju nafas, dan tekanan darah.
 Aromaterapi dengan minyak lavender memberikan efek
positif pada kualitas tidur dari penghuni panti jompo.
 Rekomendasinya sebagai berikut:
 memberikan program pelayanan in-service mengenai
penentuan kualitas tidur dan faktor-faktor efektif untuk
pekerja di panti jompo;
 membuat rekomendasi terkait administrasi panti jompo
mengenai implementasi aromaterapi, yang memiliki efek
positif pada tidur, untuk pemberian sebelum orang tua tidur;
 pemberian serta perbandingan aromaterapi, yang
merupakan intervensi perawatan independen, yang selaras
dengan pendekatan terapi yang berbeda pada kelompok
yang lebih besar.