Anda di halaman 1dari 57

EKONOMI MANAJERIAL

(KEBIJAKAN BISNIS)

1
KEBIJAKAN BISNIS
1. Kebijakan Produksi
2. Kebijakan Harga
3. Kebijakan Pemasaran dan Iklan
Catatan:
Kebijakan Bisnis:
Ketetapan atau keputusan manajemen untuk
mecapai tujuan masa depan perusahaan yang
merupakan pedomannya untuk melakukan aktivitas

2
Kebijakan
Produksi/Operasi

Peningkatan Penghentian
Pulang Pokok
Produksi Produksi
(BEP)
atau Operasi atau Operasi

Produksi Agar dapat meningkatkan Agar perusahaan dapat


minimal agar keuntungan perusahaan menekan kerugian
perusahaan tidak
mengalami kerugian

Gunakan: a. Analisis Biaya (TFC, TVC, AVC, ATC, AFC, dan MC)
b. Harga jual per unit produk (P) dan Marginal Revenue (MR)

Jenis Kebijakan Produksi/Operasi

3
Peningkatan Volume
Produksi/Operasi

Terus Tingkatkan Stop Kenaikan Turunkan


Produksi Produksi Volume
Bila MC < MR atau Operasi Produksi
Bila MC = MR Bila MC > MR

Kebijakan produksi Kebijakan produksi Kebijakan produksi


untuk untuk untuk
meningkatkan profit memaksimumkan mengurangi
perusahaan profit kerugian

Kebijakan Perubahan VolumeProduksi

4
Profit

1 2 3

MC < MR MC = MR MC > MR
.
MCi = TCi – TCi-1
Sedangkan MRi = TRi – Tri-1

Kurva Kebijakan Produksi untuk Mendapat Laba Maksimum

5
Penghentian
(shut-down)
Produksi/Operasi

Terus berproduksi/ Stop


Operasi (Shut down)
Bila ATC <= P Produksi
atau Operasi
Bila P = AVC

Bila ATC < P Bila ATC > P


tetapi Stop atau hentikan
Terus produksi P > AVC produksi untuk
karena ada
mengurangi kerugian
profit Terus produksi untuk
Mengurangi kerugian

Kebijakan untuk Menghentikan Produksi/Operasi


6
Kebijakan Harga untuk Produk Lama:
a. Biaya tambah margin atau mark-up biaya
(cost plus pricing)
b. Diskriminasi harga (price discrimination)
c. Penyesuaian harga (incremental pricing)
d. Pemindahan atau pembebanan harga (transfer
pricing)

7
Cost plus pricing:
a. Mark-up atas biaya (mark-up on cost):
m= P–C
C
P : harga produk
C : biaya rata-rata teralokasi penuh untuk produk tersebut
(P-C) : margin laba (profit margin)
b. Cost plus pricing:
P = C (1 + m)
Catatan:
Pertama-tama memperkirakan biaya variabel rata-rata (AVC) untuk
memproduksi atau membeli dan memasarkan suatu produk untuk tingkat
output yang normal atau standar (biasanya antara 70% hingga 80%
kapasitas produksi). Kemudian perusahaan menambahkan kepada AVC
biaya overhead rata-rata (biasanya sebagai presentase dari AVC), sehingga
memperoleh perkiraan biaya (C) rata-rata yang dialokasikan secara penuh,
kemudian menambahkan sebuah mark-up atas biaya untuk memperoleh
laba

8
Diskriminasi harga:
Penentuan harga yang berbeda-beda, pada kuantitas yang berbeda pada
suatu produk, pada waktu yang berbeda untuk setiap pelanggan yang
berbeda, atau pasar yang berbeda, tetapi bukan berdasarkan perbedaan
biaya
Contoh:
• Perusahaan telepon menetapkan tarif tertentu per panggilan untuk sejumlah
panggilan tertentu dan tarif yang lebih murah bagi sekumpulan tarif
berikutnya. Selain itu, menetapkan tarif yang lebih tinggi pada jam-jam
bisnis ketimbang sore hari dan hari libur, dan tarif yang tinggi untuk bisnis
ketimbang rumah tangga
• Perusahaan energi (listerik dan gas), harga rendah untuk rumah tangga dan
tinggi untuk kalangan bisnis
• Profesional bidang hukum dan kesehatan, tarif rendah untuk kelompok
berpenghasilan rendah dan tarif tinggi untuk kelompok berpenghasilan
tinggi
• Harga lebih mahal di luar negeri dibanding dalam negeri untuk buku, obat-
obatan, dan film
• Harga lebih murah untuk pertunjukan siang hari dibanding malam hari
untuk bioskop, teater dan peristiwa-peristiwa olahraga

9
Prasyarat menerapkan diskriminasi harga:
1. Perusahaan mempunyai kemampuan mengendalikan harga
produk (perusahaan tersebut haruslah persaingan tidak
sempurna)
2. Elastisitas harga permintaan terhadap produk tersebut harus
berbeda, pada waktu yang berbeda, untuk kelompok
pelanggan yang berbeda atau dalam pasar yang berbeda
3. Jumlah produk atau jasa tersebut, kapan waktu digunakan atau
dikonsumsi, dan kelompok pelanggan atau pasar bagi produk
tersebut harus dapat dipisahkan (perusahaan harus mampu
melakukan segmentasi pasar)

10
Tiga Jenis Diskriminasi Harga:
1. Diskriminasi harga tingkat pertama (first-degree price
discrimination):
Berkaitan dengan penjualan setiap unit produk secara terpisah dan
mengenakan harga setinggi mungkin untuk setiap produk yang dijual
2. Diskriminasi harga tingkat kedua (second-degree price
discrimination):
Mengacu pada penentuan harga per unit per unit yang sama untuk
sejumlah atau sekelompok produk tertentu yang dijual kepada setiap
pelanggan kemudian memberikan harga yang lebih murah per
unitnya untuk sejumlah atau sekelompok tambahan produk tersebut,
dan seterusnya
3. Diskriminasi harga tingkat ketiga (third-degree price discrimination):
Mengacu pada penentuan harga yang berbeda-beda untuk produk
yang sama dalam pasar yang berbeda, sehingga pendapatan marginal
dari unit terakhir yang dijual dalam setiap pasar dengan biaya
marginal untuk menghasilkan produk tersebut

11
P($) Diskriminasi Harga Tingkat Pertama dan Tingkat Kedua

6
·
–A

5 –
·
· ·
H B
4

3 –

· · ·
G K C
2

1 – D

0
·
-
0
.
10 · J
20
.
30 · F
40
.
50
.
60
Dengan D sebagai kurva permintaan yang dihadapi oleh seorang monopolis, perusahaan dapat menjual Q=40 dan P=$2
Q

Dan memperoleh TR=$80 (luas segiempat CFOG). Namun konsumen bersedia membayar sebesar ACFO=$160 untuk
40 unit produk tersebut. Perbedaan sebesar $80 (luas segitiga ACG) adalah surplus konsumen. Dengan diskriminasi
Harga tingkat pertama (yaitu, menjual setiap unit produk secara terpisah pada harga tertinggi yang mungkin),
Perusahaan bisa menguras seluruh surplus konsumen dari pembeli. Tetapi jika perusahaan mengenakan harga
P=$4 per unit untuk 20 unit pertama produk dan $2 per unit untuk 20 unit berikutnya, pendapatan total perusahaan
Menjadi $120 (penjumlahan luas segiempat BJOH dan CFJK), sehingga perusahaan akan memperoleh $40 (luas segi
empat BKGH), atau setengah dari surplus konsumen dari pembeli. Hal ini terjadi pada diskriminasi harga tingkat kedua
12
Contoh: Diskriminasi Harga Tingkat Kedua

Tarif Dasar Listerik Golongan Rumah Tangga

Golongan Tarif/ Biaya Beban


Biaya Pemakaian (Rp./kwh)
Batas Daya (Rp./kVA/bulan)
Rumah Tangga/450VA Blok I: 0 sd 30 kwh: 93,40
4.589 Blok II: diatas 30 sd 60 kwh: 195
Blok III: diats 60 kwh:220
Rumah Tangg/900VA Blok I: 0 sd 20 kwh: 140
10.000 Blok II: diatas 20 sd 60 kwh: 220
Blok III: diatas 60 kwh:245
Rumah Tangga/1300VA Blok I: 0 sd 20 kwh: 255
20.500 Blok II: diatas 20 sd 60 kwh: 270
Blok III: diatas 60 kwh:315

Sumber: PLN, 2001

13
Diskriminasi Harga Tingkat Ketiga
P($) P($)
P($)
12- 12-
Pasar 1 Pasar 2 Pasar total

7
· P1

6 6 6
· ·
D1 5
· P

4 - 4 -
· P2

D2 3-
D=ΣD1+2

2 E1· MR1
2
·
E2
MR2
2
·
E
MC
MR=ΣMR1+2

·
0
0
.
30
.
50 60
(a)
·
Q1 0 0
.
30 40
(b)
.
60 Q2 0
· 0
.
30
.
60 90
(c)
.
120 Q

Panel (a) menunjukan D1 dan MR1 (kurva permintaan dan pendapatan marginal yang dihadapi perusahaan dalam pasar 1,
panel (b) menunjukan D2 dan MR2 dan panel (c) menunjukan D dan MR (kurva permintaan dan pendapatan marginal total
untuk kedua pasar secara bersamaan). D=ΣD1+2 dan MR=ΣMR1+2 yang diperoleh dengan penjumlahan horizontal. Tingkat
output terbaik perusahaan adalah 90 unit dan ditunjukan oleh titik E dalam panel (c) dimana MR=MC=2. Perusahan
menjual 50 unit dalam pasar 1 dan 40 unit dalam pasar 2, sehingga MR 1=MR2=MR=MC=$2 (titik E1, E2, dan E). Untuk
Q1=50, P1=$7 pada D1 dalam pasar 1, dan untuk Q2=40, P2=$4 pada D2 dalam pasar 2. Dengan biaya total rata-rata sebesar
$3 per unit untuk Q=90, perusahaan memperoleh laba sebesar $4 per unit dan laba total sebesar $200 dalam pasar 1, dan
laba sebesar $1 per unit dan laba total sebesar $40 dalam pasar 2, sehingga laba total keseluruhan mencapai $240 dalam
kedua pasar. Jika tidak terdapat diskriminasi harga, Q=90, P=$5 (lihat panel (c), sehingga laba per unit sebesar $2 14
dan
laba total seebesar $180. (Jika ATC = $3).
Penyesuaian Harga (Incremental Pricing)
 Pengertian:
Kebijakan penetapan atau penyesuaian harga jual
berdasarkan penambahan produksi yang mengakibat-
kan perubahan biaya
 Tujuan:
Agar perusahaan mendapat laba maksimum
 Sepanjang kenaikan biaya (IC) masih lebih kecil dari
kenaikan pendapatan (IR), maka kegiatan produksi
bisa diteruskan

15
Pemindahan atau Pembebanan Harga
(Tranfer Pricing)
• Tranfer Pricing adalah teknik penetapan
harga transfer (pemindahan harga) dari suatu
unit bisnis (SBU) lainnya
• Atau penetapan harga input antar devisi/unit
usaha secara rasional dan adil agar dapat
mendorong produktivitas masing-masing

16
Penetapan harga transfer bila tidak ada eksternal
market untuk produk antara (transfer pricing for no
external market for intermediate product):
• Seluruh output dari Div A`harus dapat diserap oleh
Div B, dan seluruh input dari Div B hanya berasal
dari Div A. Tidak ada inventori
• Harga transfer ditetapkan berdasarkan biaya (at cost)
ditambah margin
Transfer Pricing = Cost + Margin

17
Penetapan harga transfer bila ada external market untuk
intermediate produk dalam pasar persaingan sempurna
• Output dari Div A tidak harus diserap oleh Div B (Div A dapat
menjual keluar perusahaan, atau ke pihak lain)
• Input dari Div B tidak hanya berasal dari Div A (dapat
membeli di pasar bebas)
Bila pasar untuk produk Div A ada di luar perusahaan dan
merupakan pasar persaingan sempurna maka harga transfer
ditetapkan sesuai dengan harga pasar. Perusahaan dalam hal
ini bertindak sebagai price taker dan harga transfer ditetapkan
sesuai dengan harga pasar  Transfer pricing menggunakan
harga yang berlaku di pasar bebas

18
Penetapan harga external market untuk intermediate
market, pasar persaingan tidak sempurna
• Pasar persaingan tidak sempurna dapat berbentuk:
pasar monopoli, persaingan monopolistik, oligopoli.
Penetapan harga transfer didasarkan pada jenis pasar
yang dihadapi oleh intermediate produk tersebut
• Prinsip yang digunakan adalah bagaimana mencapai
profit maksimum, dengan menggunakan analisis
marginal

19
Kebijakan Harga untuk Produk Baru (Pricing Policy for
the New Product):
• Penetapan harga biasanya didasarkan kepada bentuk pasar dari
produk baru tersebut, dengan parameter:
a. tingkat hambatan masuk pasar (market barrier)
b. tingkat persaingan di pasar (level of competition)
c. perkembangan teknologi (technology trend) dari produk
• Penetapan harga produk baru dapat dikelompokan atas:
a. penetapan harga relatif tinggi (skimming price)
b. penetapan harga relatif rendah untuk memasuki pasar
(penetration price)

20
Penetapan harga relatif tinggi (skimming price)
• Dilakukan dengan harapan dalam jangka pendek
dapat profit maksimum
• Skimming price, diterapkan bila paling tidak terdapat
kondisi:
a. Hambatan masuk pasar cukup kuat
b. Hubungan dengan konsumen bagus
c. Tidak ada pesaing

21
Penetapan harga relatif rendah untuk memasuki pasar
(penetration price)
Dilakukan dengan harapan dalam jangka panjang. Dapat merebut
pangsa pasar (market share)
Diterapkan bila minimal terdapat kondisi:
a. Hambatan masuk pasar relatif lemah
b. Hubungan dengan konsumen belum terbangun
Catatan:
Batas harga limit (limit price), ditetapkan untuk membangun
hambatan (barrier), bagi pendatang baru masuk pasar. Batas harga
ini diusahakan agar lebih rendah dari biaya variabel rata-rata (AVC)
produsen baru, sehingga sulit bagi pendatang baru untuk masuk
pasar

22
Kebijakan Pemasaran dan Iklan (Marketing and
Advertising)
 Kebijakan pemasaran dan iklan berkaitan erat dengan
dua hal: kualitas produk (product quality) dan
distribusi atau penyebaran product (placement)
 Ditujukan untuk menyeimbangkan antara kualitas
produk dengan harga jual, sehingga dapat menjaga
dan meningkatkan kepuasan konsumen (consumer’s
satisfaction)

23
Kebijakan Pemasaran
 Pemasaran adalah kegiatan yang mengawali
penjualan
 Pemasaran meliputi aspek-aspek, antar lain: kualitas
produk (product quality), harga (pricing), saluran
distribusi (placement), dan iklan (advertising and
promotion)
 Kegiatan pemasaran yang tepat, diharapkan
penjualan akan meningkat, pangsa pasar akan
bertambah, sehingga laba yang menjadi tujuan
perusahaan, diharapkan juga meningkat

24
Usaha Penjualan Meningkat,
Pemasaran Pangsa Pasar, Bertambah

Daya saing

Sumber
daya Competitive
Strategy

Usaha Pemasaran dan Tujuannya

Price
Product
Sales
Placemen
Promotion
Public Relation
Power
Pangsa pasar
naik
Profit

Aktivitas Pemasaran 25
Kebijakan Iklan (Advertisement)
Model hubungan biaya iklan dengan volume penjualan
a) Pola linier: Y = a + bX
Penjualan (Y) terbentuk dari konstanta (a) ditambah
biaya iklan (X) dengan slope (b)
b) Pola non linier: Y = a +b1X+b2X2 (quadratic)
Y = a +b1X+b2X2+b3X3 (cubic), dimana
Y: penjualan
a: konstanta
b: tangen (slope)
X: biaya iklan

26
Persyaratan biaya iklan yang optimum:
Pada saat tambahan biaya iklan = tambahan laba yang didapat
δπ = δA atau δA/ δQ = CM
Keterangan:
δπ = tambahan keuntungan
δA = tambahan biaya iklan
CM = contribution margin = TR – TVC
Kualitas yang unggul secara bisnis tercapai bila terjapai
keseimbangan antara harga dan biaya iklan  Ea/Ep=A/PQ,
atau harga dan biaya iklan per unit merupakan pelengkap atau
komplemen dari keunggulan kualitas atau quality leadership
Keterangan:
Ea = elastisitas biaya iklan Ep = elastisitas harga
A = total biaya iklan PQ = hasil penjualan
27
• Kebijakan Pendanaan Bisnis
• Pendanaan bisnis meliputi:
a. Modal tetap (investasi kebutuhan barang modal)
b. Modal kerja: modal untuk memulai operasi (start up capital) yang
habis dalam satu siklus produksi
• Sumber dana:
a. Pemilik atau pendiri
b. Bank
c. Pasar modal
d. Pasar uang
e. Modal ventura
f. Lainnya

28
Mencari sumber dana yang tepat untuk Mendapatkan dana yang cukup pada
membiayai kegiatan perusahaan waktu yang tepat, agar perusahaan
dapat beroperasi sesuai rencana
Berbagai alternatif sumber dana baik
internal, maupun eksternal dapat Cash flow lancar
digunakan untuk mendanai kegiatan
perusahaan
Dapat membayar kewajiban
1. Penggunaan dana menimbulkan tepat waktu
biaya dana
2. Masing-masing sumber dana
punya persyaratan dan biaya
yang berbeda

Pilih sumber dana yang persyaratan- Menjaga Kinerja


nya paling mudah (cocok) dengan Keuangan Perusahaan
kondisi perusahaan, dengan biaya
dana termurah
Pemilihan Sumber Dana
29
Pendanaan Jangka Pendek Pendanaan Jangka Panjang
(Short Term Financing) (Long Term Financing)
1. Digunakan untuk modal kerja 1. Digunakan untuk investasi
2. Biaya (bunga) lebih tinggi 2. Biaya (bunga) lebih kecil
3. Resiko lebih besar 3. Resiko lebih kecil
4. Persyaratan lebih fleksibel 4. Persyaratan kurang fleksibel
5. Relatif lebih mudah mendapatkan 5. Relatif lebih sulit mendapatkan

Pendanaan dan Karakteristiknya

30
Jenis dan Biaya
dana Jangka
Panjang

1.Biaya Utang (Jk Panjang) 2. Biaya Modal Sendiri

Dapat berupa biaya: Dapat berupa biaya:


* Kredit Investasi * Saham Biasa
* Obligasi (Common Stock)
* Saham Istimewa
(Prefered Stock)

Biaya Modal Rata-rata tertimbang


->Weighted Avarage Cost of Capital (WACC)

Jenis dan Biaya Dana Jangka Panjang

31
Struktur Modal
 Struktur modal adalah kombinasi berbagai sumber dana
jangka panjang yang digunakan oleh perusahaan dan
menggambarkan biaya modal (cost of capital) yang menjadi
beban perusahaan tersebut
 Struktur modal yang optimum adalah kombinasi modal
(capital) perusahaan dengan rata-rata terttimbang yang paling
kecil (minimum weighted avarage cost of capital)
 Kebijakan penyusunan struktur permodalan perusahaan pada
intinya adalah bagaimana menyeimbangkan antara balas jasa
investasi (return) dengan resiko usaha (business risk)

32
Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal:
 Leverage Usaha
 Resiko Usaha (business risk), khususnya yang
berkaitan dengan biaya dana (cost of capital)
 Flexibiltas keuangan perusahaan (financial flexibility)
 Posisi pajak perusahaan
 Sikap manajemen puncak

33
Kebijakan Menghadapi Resiko
Resiko adalah kejadian yang tidak diinginkan
merupakan bagian dari kehidupan yang dapat
terjadi, tetapi tidak selalu dapat dihindari (part
of business which could be unavoidable)
Resiko adalah tidak tercapainya tujuan semula,
atau tidak terjadinya manfaat yang diharapkan,
yang ujungnya adalah kerugian atau
pemborosan

34
Investasi dan Waktu
Sekarang Masa yang akan datang

Investasi Umur Menerima Hasil

Mengandung ketidakpastian (Uncertainty) Resiko

Investasi dan Waktu

35
Risiko dan Pengambilan Keputusan
1. Menghindari Risiko (avoiding risk)
Menghindari penyebab risiko, namun tidak semua resiko dapat dihindari,
karena risiko adalah bagian dari kehidupan
Contoh:
Melakukan bisnis ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi; a. Untung
(ini yang diinginkan pengusaha), b. Impas, c. Rugi
2. Mengurangi Risiko (Reducing Risk)
a. Education program Memahami perilaku resiko
b. Safety program Menyiapkan program penyelamatan
c. Preventive program Menjaga timbulnya hazard (bahaya)
3. Menghitung dan Bersiap Menghadapi Risiko (Assuming Risk through Self-
insurance)
a. Melakukan self insurance
b. Menyiapkan program khusus menghadapi risiko

36
Mengasuransikan Risiko (Shifting the risk into an insurance
company)
1. Hukum angka yang besar (Law of large number probality)
Prinsip dalam memperkirakan besarnya peluang terjadinya
risiko. Besarnya peluang (probality) ini dijadikan salah satu
dasar perusahaan asuransi, seperti: mortality table untuk
asuransi jiwa
2. Indemnity (Indemnification)
Prinsip ini menetapkan bahwa peserta asuransi (insured)
tidak boleh mengambil keuntungan finansial (dari kerugian
yang dideritanya dari perusahaan asuransi (insurer).Perusahaan
asuransi harus membayar peserta asuransi sejumlah ganti rugi.

37
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Risiko:
1. Jenis dan sifat risiko
Dapat diasuransikan (insurable risk) atau tidak
diasuransikan (uninsurable risk).
Risiko yang tidak dapat memenuhi kreteria risiko yang
dapat diasuransikan dimasukan kedalam kelompok
risiko yang tidak dapat diasuransikan
2. Volume Risiko
Semakin besar risiko yang bakal dihadapi, manajemen
cenderung memindahkan ke asuransi, selama risiko
tersebut termasuk insurable risk.

38
Sifat Manajemen dalam Menghadapi Risiko:
1. Menghindari risiko (risk avers)
2. Netral terhadap risiko (risk neutral)
3. Senang bermain risiko (risk seeker)

39
Profit

Risk Avers

Risk Neutral

Risk Seekers

Risiko

Sikap Manajemen terhadap Risiko

40
• Faktor lain yang Relevan dengan Penanganan
Risiko:
1. Kondisi yang dialami perusahaan
2. Undang-undang dan Peraturan Pemerintah
3. Ketersedian perusahaan asuransi
4. Kesadaran Konsumen terhadap Keamanan
Produk yang Dikonsumsi

41
Mengukur Risiko
Untuk mengukur besar kecilnya risiko digunakan konsep statistik,
khususnya mengenai teori probabilita (pi), dan variance (σ2) atau
standar deviasi (σ)
 Probabilita
Probabilita (p) adalah peluang suatu kejadian 0<Pi<1
Sifat-sifat probabilita:
a. Besarnya probabilita (pi) adalah antara 0 dan 1
b. Jumlah probabilita dari seluruh kejadian yang mungkin terjadi (all
possible outcome) atau sample space adalah ΣPi=1
Jenis kejadian (event) menurut probalita:
a. Kejadian yang pasti terjadi (certainty event) bila Pi=1
b. Kejadian yang tidak mungkin terjadi (imposible event)Pi=0
c. Kejadian yang mungkin terjadi (posible event) 0<Pi<1

42
Nilai Harapan (Expected Value) dan Risiko (Risk)
 Dari sudut manajerial, nilai harapan dan risiko berkaitan dengan
keputusan yang dibuat sekarang untuk kegiatan yang dilaksanakan
dimasa yang akan datang
 Nilai rata-rata yang diharapkan E(x)=ΣXiPi, dimana Xi=event
(kejadian); Pi= Probalita terjadinya Xi
 Risiko secara statistik dapat dirumuskan sebagai penyimpangan (dari
harapan), diukur dengan:
a. Deviasi Rata-rata (DR)DR=Xi-E(x) atau DR={Xi-E(x)}
b. Variance (σ2) dan standar deviasi (σ)
c. Coefficent Variation CV=[σ /{E(x)}] x 100%
Menunjukan besarnya risiko relatif atau merupakan ukuran variasi
relatif
 Alternatif Analisis Risiko
 Analisis risiko dalam pengambilan keputusan dapat menggunakan
alternatif prinsip kemungkinan (probabilities), matrix kemungkinan
(pay off matrix), maupun pohon keputusan (decision tree)

43
 Kriteria Pengambilan Keputusan yang
Berisiko
Pertama Kriteria Maximin: memilih hasil
yang maksimum di antara yang minimum
Kedua Kriteria Minimax: memilih
kemungkinan penyesalan yang terkecil

44
Indikator Keberhasilan Bisnis
 Laba (Profitability)
Bisnis = fungsi (laba)
Laba = Penjualan – Biaya
Labamaksimum = Penjualanmaksimum – Biayaminimum
 Produktivitas dan Efisiensi (Productivity and Efficiency)
Laba = Fungsi (Produktivitas, efisiensi)
 investasi yang berhasil adalah investasi yang produktif dan
efisien
* Produktivitas: mengukur kemampuan produksi suatu usaha
atau suatu faktor produksi
* Efisiensi: mengukur kemampuan pengelolaan atau
pemanfaatan aset produksi

45
 Daya Saing (Competitiveness)
*Daya saing: keunggulan bersaing merebut pasar atau
konsumen
*Modal produktivitas dan efisiensi di tingkat mikro harus
ditingkatkan menjadi daya saing menghadapi pasar di tingkat
makro
Laba = fungsi (daya saing)
 Kompetensi dan Etika Usaha (Competence and Ethics)
Untuk dapat mempertahankan yang sudah dimiliki,
perusahaan perlu merawatnya melalui dua hal penting yaitu
terus menerus meningkatkan kompetensi dan secara
bersamaan menegakan etika dalam berusaha
Laba = fungsi (kompetensi dan etika)

46
* Kompetensi: kecakapan dan kemampuan lebih dibandingkan pesaing
(dimata konsumen)
* Etika bisnis: perilaku melaksanakan bisnis yang tidak merugikan
kepentingan orang lain baik secara individu, kelompok, maupun
masyarakat luas. Memaksimumkan eksternal positif, dan
meminimumkan eksternal negatif dari bisnis yang dijalankan
* Topik-topik yang sering dikaitkan dengan etika bisnis, antara lain:
1. Penetapan harga (pricing level)
2. Iklan dan promosi (advertising and promotions)
3. Kondisi kerja (working conditions)
4. Pelayanan pelanggan (customer services)
5. Pengurangan tenaga kerja (work force reduction)
6. Pencemaran lingkungan (enviromental pollutions)
7. Hubungan masyarakat (community relations)
8. Hubungan dengan supplier (supplier relations)
9. Pengembangan masyarakat sekitar (community development)

47
 Terbangunnya Citra yang Baik (Amanah, trust)
Bila kompetensi dan etika dapat diwujudkan dalam
operasinya, maka perusahaan telah membangun dasar untuk
timbulnya amanah atau trust dari para stakeholder.
Bisnis atau usaha yang berhasil adalah bisnis yang dapat
membangun trust para stakeholder-nya kepada perusahaan
Laba = fungsi (trust)
* Trust internal: amanah atau trust segenap orang yang ada
dalam perusahaan, khususnya antara manajemen dengan
seluruh pekerja, atau dari sumber daya manusia yang ada
dalam perusahaan terhadap manajemen perusahaan
* Trust external: terbangunnya persepsi positif dari segenap
stakeholder terhadap keberadaan atau eksistensi perusahaan

48
Pemerintah dan Perekonomian Nasional

TUGAS PEMERINTAHAN
Melayani kebutuhan dan melindungi
kepentingan masyarakat (publik)

Bidang Ekonomi Bidang di Luar Ekonomi


Meningkatkan kesejahteraan Berbagai aspek kehidupan
masyarakat secara berkelanjutan di luar ekonomi

Mendorong
Aktivitas ekonomi yang LH Han Bud dsb
berkelanjutan

Tercapainya tujuan pemerintahan memerlukan aktivitas ekonomi

Hubungan Tugas Pemerintahan dengan Aktivitas Ekonomi

49
Kegiatan Aktivitas
Kesejahteraan
investasi Ekonomi
Masyarakat
menimbulkan (BISNIS)

Identifikasi dan Evaluasi


Pemerintah
potensi dan keunggulan
perlu mendorong aktivitas
yang dimiliki, serta
ekonomi dan bisnis di masing-
kebutuhan masing-
masing daerah sesuai dengan
masing
potensi dan keunggulan yang
daerah merupakan hal
dimilikinya
yang penting untuk
peningkatan investasi
Investasi adalah hal yang mutlak dalam pembangunan ekonomi suatu bangsa

Hubungan Aktivitas Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

50
Rendahnya Kesejahteraan
Meningkatnya karena langkanya
Perlu
Kesejahteraan Sumber Pendapatan sumber
Meningkatnya Perlu
pendapatan
income pekerjaan
Ada
masyarakat tambahan Perlu ada
Program permintaan/ lowongan
Pemerintah investasi pekerjaan
Pertambahan
lowongan Perlu ada
pekerjaan Mendorong tambahan
investasi
Pertumbuhan permintaan
INVESTASI pasar

Hubungan Aktivitas Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

51
Rendahnya Penerimaan
Negara karena langkanya
Obyek Pajak dan Retribusi Penciptaan
Meningkatnya
Penerimaan Negara sumber
Pendapatan/ Perlu peningkatan
Makin baru aktivitas ekonomi/
kuat Pertumbuhan investasi
aktivitas Program sumber
ekonomi pendapatan
Pemerintah Aktivitas Perlu iklim
baru usaha yang
Pemanfaatan Ekonomi
sumber kondusif
daya Penciptaan Timbul
Susun program sumber aktivitas
peningkatan pendapatan/ investasi
INVESTASI baru baru

Hubungan Penerimaan Negara dengan Aktivitas Ekonomi Masyarakat

52
Tugas dan Fungsi
Menjaga Kedaulatan Melindungi Negara
(Nasional Souvereignity) (National Security)
Kedaulatan atau hak suatu Tugas suatu negara
negara untuk membuat berbagai untuk melindungi
kebijakan nasional bebas dari kepentingan
tekanan atau kendali negara lain nasionalnya

Kebijakan Nasional di berbagai Bidang


Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Di bidang Kebijakan Di luar


Ekonomi Investasi Ekonomi

Tugas dan Fungsi Pemerintah dalam Bernegara

53
Berbagai Kebijakan Investasi Nasional seperti:
• Mengundang Modal Asing (bila diperlukan)
• Daftar Negatif Investasi
• Mendorong/menghambat Ekspor
• Pengembangan R & D
• Transfer of Technology
• Ikut/tidak Kesepakan Bilateral
• Ikut/tidak Kesepakatan Multilateral
Menjaga
Asas Kepentingan Asas
Manfaat Nasional Kepentingan
Nasional
Ekonomi Politik
Hankam

Prinsip Kebijakan Investasi Pemerintah


54
Secara Umum Peran Pemerintah Dalam
Pengembangan Investasi Dapat
Dikelompokan
1. Peran Pengatur
2. Peran Pengarah
3. Peran Pengawas

55
Pemerintah dan Ekonomi Publik
 Manajemen ekonomi publik bertujuan untuk
meningkatkan kesejahteraan publik secara luas
 Inti dari peran pemerintah di bidang ekonomi, adalah
mengelola ekonomi publik atau melaksanakan
manajemen ekonomi publik
 Pada prinsipnya, manajemen ekonomi publik adalah
bagaimana mendorong aktivitas ekonomi di
masyarakat, melalui kegiatan usaha (bisnis)

56
Peranan Perusahaan dalam Ekonomi Nasional
 Perusahaan adalah pihak yang melakukan usaha atau aktivitas ekonomi
sebagai produsen, dan pencipta nilai tambah
 Di bidang investasi, perusahaan yang melakukan usaha ini lazim disebut
investor
 Investor sangat diperlukan dalam pengembangan investasi
 Tanpa adanya investor, tentu investasi tidak dapat dilaksanakan
 Investor tidak akan tertarik untuk investasi, bila iklim usaha yang
diciptakan pemerintah dan masyarakat tidak kondusif atau tidak menarik
 Di sisi lain pemerintah sangat berkepentingan dengan pengembangan
investasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan
masyarakat
 Selanjutnya masyarakat perlu mempertahankan dan meningkatkan
kesejahteraannya dari waktu ke waktu
 Untuk keperluan ini, diperlukan sumber daya guna pemenuhan kebutuhan
tersebut, berupa sumber pendapatan (income)
 Guna memperoleh sumber pendapatan, masyarakat memerlukan aktivitas
ekonomi atau lapangan pekerjaan
 Untuk penciptaan aktivitas ekonomi, diperlukan investasi
 Oleh karena itu masyarakat juga punya kepentingan dengan keberadaan
investasi
 Dengan demikian, suatu kegiatan investasi akan lebih lancar bila
melibatkan masyarakat setempat dimana lokasi investasi berada 57