Anda di halaman 1dari 12

GIZI MASYARAKAT

Oleh:
Siti Permata Sari Lubis
Makanan yang mengandung zat-zat
tertentu sehingga memenuhi fungsi
Gizi tubuh.

Makanan dan kesehatan

Ilmu yang mempelajari


atau mengkaji masalah
ILMU GIZI makanan yang dikaitkan
dengan kesehatan
Gizi dan Fungsinya
Empat fungsi pokok makanan bagi kehidupan manusia
untuk:
1) Memelihara proses tubuh dalam pelabuhan/
perkembangan serta mengganti jaringan tubuh yang
rusak
2) Memperoleh energi guna melakukan kegiatan sehari-hari
3) Mengatur metabolisme dan mengatur berbagai
keseimbangan air, mineral, dan cairan tubuh yang lain
4) Berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap
berbagai penyakit
Fungsi Zat Makanan Sebagai
berikut:
a) Protein, diperoleh dari makanan yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan (protein nabati) dan makanan
dari hewan (protein hewani). Fungsinya:
1) Membangun sel-sel yang rusak
2) Membentuk zat-zat pengatur seperti enzim dan
hormon
3) Membentuk zat inti energi
b) lemak, berasal dari minyak goreng, daging, margarin.
Fungsinya :
1) Menghasilkan kalori terbesar dalam tubuh
2) Sebagai pelarut vitamen : A, D, E, K
3) Sebagai pelindung terhadap bagian-bagian tubuh
tertentu dan pelindung bagian tubuh pada temperatur
rendah.
c) karbohidrat, berdasarkan gugu penyusun gulanya dapat
dibedakan menjadi monosakarida, disakarida, dan
polisakarida. Fungsi karbohidrat adalah salah satu
pembentuk energi yang paling murah, karena pada
umumnya sumber karbohidrat ini berasal dari tumbuh-
tumbuhan (beras, jagung, singkong, dsb) yang
merupakan makanan pokok.
d) Vitamin-vitamin, yang dibedakan menjadi 2 yaitu vit.
Yang larut dalam air (vit A dan B) dan vitamin yang
larut dalam lemak (vit. A D E K)
e) mineral, terdiri dari zat kapur (Ca), Zat Besi (Fe), Zat
Flour (F), Natrium (Na), dan Chlor (Cl), Kalium (K),
dan Iodium (I). Fungsinya adalah sebagai bagian dari
zat yang aktif dalam metabolisme atau sebagai bagian
penting dari struktur sel dan jaringan.
Gizi klinik dan Gizi Masyarakat
Ilmu Gizi Klinik (ilmu gizi perorangan) berurusan
dengan masalh klinis pada individu yang
mengalami gangguan gizi

Public Health Nutrition gangguan gizi yang terjadi dalam


masyarakat diman masayarakat mempunyai aspek yang
sangat luas sehingga penanganannya harus secara
multisektoral dan multidisiplin. Masalah gizi masayaata
bukan hanya masalah aspek gizi saja melainkan masalah
ekonomi, sosial-budaya, pendidikan, kependudukan, dll.
1. Penyakit kurang kalori dan
protein (KKP)
2. Penyakit Kegemukan
(Obesitas)
Penyakit- 3. Anemia (kurang darah)
Penyakit Gizi 4. Zerophthalmia (defisiensi
vit. A)
5. Penyakit gondok endemik
1) Kel. Bayi 0-1 tahun
2) Kel. Dibawah 5 tahun
3) Kel. Anak sekolah, 6-12
tahun
Kelompok 4) Kel. Remaja, 13-20 tahun
5) Kel, ibu hamil dan
Rentan Gizi menyususi
6) Kel usia lanjut (lansia
>55 tahun)
Pengukuran Satatus Gizi Masyarakat
a) Berat badan per umur
Kalisifikasinya adalah:
1. Gizi baik, apabila BB bayi/anak menurut umurnya > 89%
2. Gizi Kurang, apabila BB bayi/anak menurut umurnya berada 60,01
%- 80%
3. Gizi Buruk, apabila BB bayi/anak menurut umurnya < 60%

b) Tinggi badan menurut umur


1. Gizi baik, apabila panjang tinggi badan bayi/anak menurut umurnya >
80%
2. Gizi kurang , apabila panjang tinggi badan bayi/anak menurut umurnya
berada antara 70,01%- 80%
3. Gizi buruk, apabila panjang tinggi badan bayi/anak menurut umurnya <
70%
c) Berat badan menurut tinggi
1. Gizi baik, apabila berat badan bayi/anak menurut panjang/ tingginya > 90%
2. Gizi kurang, apabila berat badan bayi/anak menurut panjang/ tingginya
berada antara 70,01%-90%
3. Gizi buruk, apabila berat badan bayi/anak menurut panjang/ tingginya <
70%

d) Lingkar Lengann atas (LILA) menurut umur:


1. Gizi baik, apabila LILA bayi/anak menurut umurnya > 85%
2. Gizi kurang, apabila LILA bayi/anak menurut umurnya
berada diantara 70,1%-85%
3. Gizi buruk, apabila LILA bayi/anak menurut umurnya <70%
TERIMA KASIH