Anda di halaman 1dari 10

Hipersensitifitas Dentin :

Etiologi dan Penatalaksanaan


Anggota kelompok :
Eka Saputri 40618023
Lidia Borges 40617056
Zella Elfira 40617086
Hipersensitifitas Dentin

• Hipersensitif dentin merupakan respon


berlebih pada dentin yang terbuka,
dengan gejala klinis nyeri yang tajam
Pengertian dan singkat.

• Kondisi tersebut disebabkan oleh


terpaparnya tubulus dentin akibat
resesi gingiva
Prevalensi Hipersensitifitas Dentin

Albashaireh dan Aljamal


menjelaskan bahwa jumlah kasus
hipersensitivitas dentin pada
Prevalensi wanita lebih tinggi daripada pada
hipersensitivitas dentin di pria. Kebanyakan kasus
dunia adalah 30% dan di hipersensitivitas dentin terjadi
Indonesia adalah 27%. pada usia antara 21 - 30 tahun,
dimana kaninus dan premolar
pertama dan diikuti oleh incisivus,
premolar kedua, dan molar..
Hipersensitifitas Dentin
Etiologi dari hipersensitifitas dentin

Etiologi hipersensitif dentin adalah adanya pergerakan cairan


tubulus dentin akibat adanya rangsangan terhadap dentin yang
terpapar atau terbuka. hipersensitif dentin dimulai dari dentin
yang terpapar mengalami rangsangan, lalu cairan tubulus
bergerak menuju reseptor syaraf perifer pada pulpa yang
kemudian melakukan pengiriman rangsangan ke otak dan
akhirnya timbul persepsi rasa sakit. Rangsangan terhadap
tubulus dentin yang terbuka dapat berupa taktil atau sentuhan,
uap, kimiawi dan rangsangan panas atau dingin. Namun, dingin
merupakan rangsangan yang paling sering menyebabkan
hipersensitif dentin.
Hipersensitifitas Dentin
Penatalaksanaan hipersensitifitas dentin :
Macam macam :
1. Pembentukan smear layer dengan pemolesan
2. menutup/ melapisi tubulus dentin dapat dilakukan dengan memasukan tubulus,sealer
dentin,laser, atau dengan operasi periodontal.

Bahan : stronsium chloride (chloride acetate)


stronsium fluoride
calsium sodium phosposilicate
oxalate
fluoride
arginine calcium carbonate
bahan non partikel dengan gen fungsional
Penatalaksanaan Hipersensitifitas Dentin

non-invasif • berupa pasta gigi, obat kumur, agen


desensitisasi

Invasif • pulpektomi, restorasi, dan bedah


periodontal dan penggunaan laser
Tujuan Perawatan Sensitifitas Dentin
Perawatan hipersensitivitas Dentin bertujuan untuk menutup
tubulus dentin terbuka atau memblokir respons saraf dari pulpa
untuk mengurangi respons pulpa terhadap stimulus.
Perencanaan perawatan hipersensitivitas dentin dibagi menjadi
2 fase, terapi preventif dan langsung. Fase preventif terkait
dengan etiologi hipersensitivitas dentin yang bertujuan untuk
melokalisasi lesi penyebab yang mencakup peningkatan
kebersihan mulut, modifikasi pola makan, dan konseling medis
untuk hipersensitivitas dentin akibat penyakit sistemik. Terapi
langsung ditujukan untuk menghentikan respons saraf pada
pulpa dan menutup tubulus dentin yang menjadi penghubung
antara permukaan dentin ke saraf di bagian atas pada dentin.
Hipersensitifitas Dentin
Kesimpulan dari hipersensitifitas dentin :

Hipersensitivitas dentin adalah respons berlebihan pada


tubulus dentin yang terbuka dengan nyeri tajam dan klinis.
Etiologi hipersensitivitas dentin adalah kehilangan enamel
dan resesi gingiva. Mekanisme hipersensitivitas dentin
dibagi menjadi dua fase, lokalisasi fase lesi dan fase lesi
awal. Pilihan dari metode pengobatan disesuaikan dengan
faktor etiologis, durasi paparan, dan tingkat keparahan
penyakit, yang bertujuan untuk menutup tubulus dentin dan
memblokir respons saraf pulpa.