Anda di halaman 1dari 11

EFEK SAMPING OBAT

Disusun Oleh :

Richela B. Langoy

D-IV Keperawatan
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
PADA DASARNYA, SECARA UMUM
OBAT DAPAT DIARTIKAN SEBAGAI BAHAN
YANG DAPAT MENYEBABKAN PERUBAHAN
DALAM FUNGSI BIOLOGIS MAUPUN
PROSES KIMIA.
B.Tujuan Penulisan

Agar mahasiswa mengetahui dan memahami tentang:


a. Memahami pengertian efek obat pada umumnya
b. Memahami faktor-faktor terjadinya efek obat
c. Memahami upaya pencegahan dan penanganan efek obat
c. Manfaat penulisan

a. Agar mampu mengetahui dan memahami efek obat


secara umum
b. dapat memahami faktor-faktor terjadinya efek obat
c. dapat memahami upaya pencegahan dan
penanganan efek obat
Pengertian efek

a. Efek normal ialah efek yang timbul pada sebagian besar


individu. Obat dalam dosis terapi dapat menimbulkan lebih
dari satu macam efek. Yang dibedakan menjadi:
 efek primer Ialah efek yang sesuai dengan tujuan
pengobatan.
 efek samping Ialah efek yang tidak menjadi tujuan utama
pengobatan. Efek ini dapat menguntungkan dan merugikan,
tergantung pada kondisi dan situasi pasien
Pengertian obat

 Obat adalah benda atau zat yang digunakan untuk merawat


penyakit, membebaskan gejala atau pencegahan proses
kimia dalam tubuh.
• Padaa dasarnya efek obat memiliki 2 macam yaitu efek
terapeutik dan efek toksis. Efek terapeutik adalah efek obat
yang bersifat sebagai terapi penyembuhan. Efek toksis
adalah efek obat yang bersifat toksis/racun, yang timbul
jika obat digunakan berulang-ulangdan dalam dosis tinggi.
Efek samping yang dapat
diperkirakan

 gejala penghentian obat


• agitasi ekstrim,takikardi,rasa bingung,delirium dan konvulasi
yangmungkin terjadi pada penghentianpengobatan dengan
depresansia susunan saraf pusat seperti barbitrat,benzodiazepine dan
alkohol
 efek samping yang tidak berupa efek farmakologi utama
• iritasi lambung yang menyebabkan keluhan pedih, mulai dan
muntah pada obat-obat kortikosteroid oral, analgetik-
antipiretika,teofilin,eritromisin,rifampisin, dll
Efek samping yang tidak dapat
diperkirakan

 reaksi alergi
• Reaksi dapat terjadi pada kontak ulangan, walaupun hamya dengan
sejumlah kecil obat
• reaksi obat hilang bila obat dihentikan
 reaksi karena faktor genetik
• pasien yang menderita kekurangan pseudokolinesteraseherediter
tidak dapatmemetabolasisme uksinikolin (suatu pelemas otot)
sehingga bila diberikan obat ini mungkin akan menderita paralisis
dan apnea yang berkepanjangan.
kesimpulan

 Dari hasil penulisan makalah ini, dapat kita tarik


kesimpulan bahwa efek adalah perubahan fungsi struktur
atau proses akibat dari kerja obat baik secara normal dan
abnormal
saran

Berdasarkan hasil penulisan makalah ini, maka dapat kita


ketahui bahwa dalam menentukan komposisi suatu obat
diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai efek reaksi
obat yang kemungkinan terjadi.
TERIMA KASIH