Anda di halaman 1dari 10

KELOMPOK 8 PUTRI INTAN JAYA

REALISASI METAFUNGSI BAHASA (2182131010)

PADA TINGKAT SEMANTIK WACANA MUTIARA SARI BR SINAGA


(2182131019)
Metafungsi memiliki tiga bagian , yaitu ideasional (yang terdiri atas pengalaman dan
logika), interpersonal, dan tekstual.
1. Metafungsi Ideasional mengekspresikan makna atau realitas pengalaman,
sedangkan metafungsi logika merealisasikan makna logis (logico-semantic) atau
realitas logis yang menghubungkan antarpengalaman tersebut.
2. Metafungsi interpersonal wacana mencerminkan realitas sosial suatu wacana atau
makna yang terbangun dari hubungan antarpartisipan yang berada di dalamnya.
Makna interpersonal ini terdiri atas makna interaksional (makna yang
mengekspresikan interaksi antarpersonal) dan transaksional (makna yang
mengekspresikan adanya transaksi informasi dan atau barang/jasa).
3. Makna tekstual mencerminkan kedua metafungsi (ideasional dan interpersonal) ke
dalam simbol. Di dalam wacana simbol tersebut disebut ekspresi tekstual, yang juga
mempunyai makna dan sistem tersendiri yang berbeda dalam setiap unit bahasa dan
berbeda dengan sistem semiotika lainnya.
1.REALISASI
2. Sistmatik wacana adalah strata bahasa di atas tata bahasa atau leksikogramar yang
mnyatakan keberpautan atau kesatuan makna atau kohesi pada gilirannya menghasilkan
kohersi dalam wacana. Pada strata semantik ini wacana masing- masing unsur metafungsi
direalisasikan oleh aspek linguistik, seperti diringkas pada Tabel 9. 1. Yang dimaksud dengan
ideasi (ideation) adalah pengodean pengalaman dalam bentuk wacana atau teks.

3. Di samping itu, fungsi antarpersona mencakupi, langkah (move) yang dilakukan partisipan.
dircalisasikan oleh identífikasi (identification), yakni mekanisme bahasa dalam
memerkenalkan partisipan dan merujuknya kembali dalam teks atau wacana.

4. Fungsi tekstual pertama sekali dalam ujarannya menampilkan partisipan dalam klausa yang
digunakan. Dengan fungsi tektual partisipan yang telah diperkenalkan itu, terpaksa dirujuk,
dijajaki, atau diulang kembali agar pesan yang disampaikan terdahulu bertaut dengan pesan
berikutnya, sehingga keberpautan itu membentuk teks atau wacana yang padu.
1.

A.IDEASI
Fungsi eksperensial pada sastra semantik wacana direalisasikan oleh ideasi.
ideasi merupakan istilah yang mengacu kepada pengalaman dalam wacana dan
ditandai oleh hubungan unsur kosakata atau physical yang membangun suatu teks
atau wacana. Di samping itu ideasi mencakup urutan potensial kegiatan dalam wacana
untuk menggambarkan pengalaman, khususnya makna eksperiensial pada tingkat
semantik wacana digunakan ikatan kosakata atau ikatan leksikal ikatan kosakata ini
menunjukkan hubungan keberpautan antara satu kata dengan yang lain berdasarkan
kriteria tertentu.
1. Dalam ideasi terdapat dua kriteria
yakni kriteria umum dan kriteria khusus

1. kriteria umum
a. ulangan
contoh : Menari nari , kupu kupu , les mots (kata kata) , des enfants (anak anak)
b. sinonim
contoh : Tampan <>ganteng, Panjang <> Tinggi , bon <> beau
c.antonim
contoh : Besar >< Kecil , Cantik >< Jelek , doux ><amer (manis <> pahit)
d.hiponim
penggelompokan jenis
contoh : Bayam = Sayur , Mawar = bunga , chat = animal
e.meronim
bagian dari keseluruhan,
contoh : kuncing memiliki 4 buah kaki, ekor, kepala, mata, hidung, Bibir, telinga dan bulu
le livre comprend 6 chapitres, 5 sous-titres, préface, table des matières et bibliographie (buku ini mencakup 6
bab, 5 sub judul, kata pengantar, daftar isi dan daftar pustaka)
1. 2. Kriteria khusus
a. Equivalensi
keadaan sebanding (senilai, seharga, sederajat, sama arti, sama banyak); keadaan
sepadan
contoh : penghulu (Medan) <> Kadi (Jawa)
2. Binik <> Istri
3. . grand-mère <> mamie
b.Penamaan
contoh : si tampan, si manis
c. Kesamaan
contoh : kalau bapaknya jahat anaknya juga jahat
4. comme père comme fils
B. KONJUNGSI
yang berfungsi sebagai penghubung proposisi dalam suatu wacana, yaitu konjungsi.
Konjungsi merupakan pemarkah relasi yang menghubungkan proposisi satu dengan
proposisi lainnya agar terangkai menjadi satu kesatuan yang kohesif. Konjungsi membuat
peralihan (transisi) antarproposisi terlihat halus.

Saya kuliah daring sebab adanya pandemi covid 19


Kuliah daringnya memiliki banyak koneksi sehingga mahasiswa kurang mengerti akan
materinya

J'étais malade parce que j'ai pris une douche à effet pluie hier soir
donc je ne suis pas venu à l'école aujourd'hui
C. NEGOISASI
merupakan realisasi antarpesoa pada strata semantik wacana
negoisasi menunjukan langkah (move), yang dilakukan oleh pembicara dengan mitrabicara dalam suatu
interaksi/percakapan.
Dalam merealisasikan langkah pemakai bahasa terkait dengan orientasi, yakni apakah seseorang yang
memulai atau menangkap dalam interaksi dan membentuk unit percakapapan.
Contoh :
Muti : kamu mau makan?
Putri : Tidak aku sudah kenyang
Muti : Aku telah memasak Untuk mu
Putri : baiklah

A : Quel est le prix de cette pomme de terre 1kg?


B: cela coûte 8 euros.
A: ne peut pas 6 euros?
B: bien, je donnerai 6 euros pour 1 kg
D. IDENTIFIKASI
Dalam semiotik bahasa yang berstrata, fungsi tekstual direalisasikan oleh identifikasi
partisipan. identifikasi partisipan menunjukkan partisipan di dalam teks dan keterkaitan
satu partisipan dengan yang lainnya dalam prosesnya satu teks bermula dari satu Klausa
dengan partisipan yang terdapat di dalam Klausa itu pada Klausa kedua teks memiliki
mekanisme untuk merujuk kembali ke partisipan yang telah diperkenalkan sebelumnya
demikian juga rujukan terhadap partisipan berikutnya dilakukan sampai teks berakhir atau
sampai Klausa terakhir.
Contoh :
- Ketika hujan
- Supaya cantik
- quand j'étais petit (ketika aku kecil)
- être intelligent (agar menjadi pintar)
MERC