Anda di halaman 1dari 18

PRESENTASI KASUS

“SYOK KARDIOGENIK”
Pembimbing :
dr. Andreas, Sp.PD

Disusun Oleh :
Yudith Anindita G4A015096
Ratna Ernita G4A015101
Okmaninta Dinda K.D G4A015133
Agnes Indah NugraheniG4A015143
Siti Nuriken T G4A016016
Dytha Fitriyani G4A016128
Oke Herawati 1610221093
Fani Maulida Z 1610221138
SMF ILMU PENYAKIT DALAM
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
RSUD PROF. Dr. MARGONO SOEKARJO
PURWOKERTO
 2017
PENDAHULUAN

 Syok  suatu keadaan kegawat daruratan yang


ditandai dengan kegagalan perfusi darah ke
jaringan  gangguan metabolisme sel
 Syok yang berbahaya dan mengancam jiwa 
Syok kardiogenik
 Syok kardiogenik  keadaan yang diakabatkan
oleh karena tidak cukupnya curah jantung untuk
mempertahankan fungsi alat – alat vital tubuh
akibat disfungsi otot jantung.  butuh penanganan
cepat dan tepat
 Biasanya disebabkan karena Infark Jantung akut.
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi Syok
 Syok adalah suatu sindroma multifaktorial yang berakibat
pada hipoperfusi jaringan lokal atau sistemis serta
mengakibatkan hipoksia sel dan disfungsi multipel organ
(Kemenkes RI, 2015).
 Kegagalan perfusi jaringan serta hantaran nutrisi dan
oksigen sistemik yang tidak adekuat ini mengakibatkan
pemenuhan kebutuhan metabolism sel terganggu.
 Kondisi tersebut dikarakteristikkan sebagai berikut
(Kemenkes RI, 2015) :
 Ketergantungan suplai oksigen
 Kekurangan oksigen
 Asidosis jaringan sehingga terjadi metabolisme anaerob dan
berakhir dengan kegagalan fungsi organ vital dan kematian
(Kemenkes RI, 2015).
Klasifikasi Syok
 BERDASARKAN ETIO DAN KARAKTERISTIK POLA
HEMODINAMIK :
 Syok Hipovolemik
 Syok Kardiogenik
 Syok Distributif :
 Syok Anafilaktik
 Syok Septik
 Syok Neurogenik
 Syok Obstruktif
 JENIS SYOK BERDASARKAN DERAJAT SYOK :
 Syok ringan
 Syok sedang
 Syok Berat
Epidemiologi
 Syok kardiogenik 50-80%  penyebab utama kematian
pasien dengan infark miokard
 Terjadi pada 2,9% pasien angina pectoris tidak stabil dan
2,1% pasien infark miokard akut non elevasi ST.
Etiologi
 Syok kardiogenik diakibatkan oleh kerusakan bermakna
pada miokardium ventrikel kiri yang ditandai oleh gangguan
fungsi ventrikel kiri, yang mengakibatkan gangguan berat
pada perfusi jaringan dan penghantaran oksigen ke jaringan.
Patofisiologi Syok
Penegakan Dx
 Anamnesis : Pasien datang dengan lemas atau dapat tidak
sadarkan diri. Gejala klinis juga tergantung etiologi
penyebabnya, yang sering terjadi adalah tromboemboli paru,
tamponade jantung, obstruksi arterioventrikuler, tension
pneumotoraks
 Untuk identifikasi penyebab, perlu ditanyakan faktor
predisposisi seperti karena infark miokard antara lain: umur,
diabetes melitus, riwayat angina, gagal jantung kongestif,
infark anterior
 Tanda awal iskemi jantung akut yaitu nyeri dada, sesak
nafas, diaforesis, gelisah dan ketakutan, nausea, vomiting
dan gangguan sirkulasi lanjut menimbulkan berbagai
disfungsi organ (Kemenkes RI, 2015).
Pemeriksaan fisik
 kesadaran : kebingungan atau kecemasan (linglung) bisa pula koma.
 Keadaan umum : tampak sesak, pucat.
 Tanda vital : hipotensi, jantung berdetak cepat (takikardi), denyut nadi
cepat dan lemah, hiperventilasi (napas pendek dan cepat).
 Leher : deviasi trachea, JVP (+) meningkat.
 Paru : bendungan paru, terdengar ronkhi basah di kedua basal paru.
 Jantung : disritmia, bunyi jantung terdengar lemah, sering terdengar
bising S3 gallop.
 Ginjal : output urin yang rendah atau tidak ada (oliguria).
 Ekstremitas : akral keringat dingin dan pucat (Reynolds dan Hochman,
2008; Kemenkes RI, 2015).
Pemeriksaan penunjang
 Lab : DL, Enzim Jantung, AGD, Serum Laktat
 Imaging : EKG
 Echocardiography
 Rontgn thorax
 Coronary artery angiography
MANAJEMEN
 Tindakan resusitasi segera
 Oksigenasi
 Cairan intravena
 Inotropik dan vasopresor
 Menentukan Anatomi koroner dan revaskularisasi  IABP
(Intra Aortic Balloon Pump)
Komplikasi
 Syok kardiogenik sendiri merupakan komplikasi dari berbagai penyakit
jantung. Komplikasi yang mungkin terjadi akibat syok kardiogenik, yaitu
(Kolte, et al., 2014; Pichard, et al., 2003) :
 Cardiopulmonary arrest
 Disritmia
 Gagal multisistem organ
 Stroke
 Tromboemboli
 Gagal ginjal
 Aneurisma ventrikular
 Sekuel tromboemboli
 Kematian (Kolte, et al., 2014; Pichard, et al., 2003)
PROGNOSIS
 Syok kardiogenik dapat mengakibatkan kematian bila terjadi
pada pasien dengan infark miokard akut (Graf, et al., 2015).
 Kunci dalam outcome yang baik adalah diagnosis yang tepat
dan cepat, terapi suportif yang tepat dan baik, dan
revaskularisasi arteri koroner secara cepat pada pasien
dengan iskemia miokard dan infark. Implementasi dari
revaskularisasi yang tepat, penanganan penyakit jantung
yang menjadi penyebab syok, perbaikan intervensi prosedur
dan penatalaksanaan medis yang baik serta sarana
kesehatan yang memadai, risiko kematian pada syok
kardiogenik dapat diturunkan
KESIMPULAN
 Syok merupakan suatu keadaan yang darurat yang memerlukan
pengenalan dan penanganan yang cepat, tepat dan intensif. Syok
diklasifikasikan berdasarkan derajat dan etiologinya, yang mana salah
satunya adalah syok kardiogenik.
 Begitupula pada syok kardiogenik yang merupakan syok akibat adanya
kerusakan primer pada fungsi jantung karena penyakit pada jantung ini
juga memerlukan penanganan yang cepat, tepat dan intensif demi
prognosis yang lebih baik.
 Syok kardiogenik dapat disebabkan oleh kerusakan bermakna pada
miokardium ventrikel kiri yang ditandai oleh gangguan fungsi ventrikel
kiri, yang mengakibatkan gangguan berat pada perfusi jaringan dan
penghantaran oksigen ke jaringan.
 Syok kardiogenik dapat didiagnosis berdasarkan anamnesis,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, yang mana ketepatan
diagnosis sangat berguna dalam penatalaksanaan syok tersebut.
 Komplikasi akibat syok kardiogenik diantaranya berupa cardiopulmonary
arrest, disritmia, gagal multisistem organ, stroke, dan tromboemboli.
TERIMA KASIH