Anda di halaman 1dari 67

BERMAIN DAN PERMAINAN

UNTUK ANAK USIA DINI

DR.HJ GUNARTI DWI LESTARI, M.Si,M.Pd


UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
1-2 AGUSTUS 2017
HP: 081 2323 6113/081233770700
email:tarie_henry@yahoo.co.id
Dr. Hj. Gunarti Dwi Lestari, M.Si.M.Pd
Pembina Utama Muda/Lektor Kepala/IVC

Kepala Pusat Pendidikan dan


Pelayanan Masyarakat : Lembaga
Pengabdian Masyarakat Unesa
2006-2012

Ketua Jurusan PLS FIP Unesa 2011-


2016
WAKIL DEKAN UMUM DAN
KEUANGAN
FIP UNESA
2015-2019
Australian Award Fellowship Workshop Master of Trainers ( MOT )
EnhancingSustainable Early Childhood Education & Juli 18th-
Leadership for Quality Early 20th 2013
Childhood Education
Teacher Training in Indonesia
1 August – 30 August 2015
Overseas Degree:
The Bridging Programme
Workshop Master of Workshop in Singapore Sept
Trainers ( MOT ) Early 30- Oct 12 2009
Childhood Education & Mei
2012

National Early Childhood Specialist


Team (NEST )& Desember 2006-
Developing ECE by Lecture April 2007
Monash University Australia, ( 700 hours/4 Months )
April 25th-29th 2011
TIM ADHOC BADAN STANDAR
TIM ADHOC BADAN
NASIONAL PENDIDIKAN(STANDAR PNF)
STANDAR NASIONAL
2011-2012
PENDIDIKAN ( STANDAR
PAUD ) 2014

TIM PENYUSUN BAHAN IKAPENFI (IKATAN AKADEMISI


AJAR KURIKULUM K13 PENDIDIKAN NONFROMAL DAN
PAUD INFORMAL INDONESIA )

PERWARI JATIM
(PERSATUAN WANITA
REPUBLIK INDONESIA)
Arti Bermain Bagi anak
1. Anak dapat mengembangkan potensinya.
2. Anak dapat menemukan dirinya
3. Anak dapat mengembangkan psikososial
serta emosional.
4. Anak dapat terlatih aspek panca inderanya
5. Dapat memberikan motivasi
BERMAIN BAGI ANAK
(MENURUT PARA AHLI )
 MEMPEROLEH KESEMPATAN UNTUK
MENGEMBANGKAN POTENSI YANG DIMILIKI
 MENEMUKAN KEKUATAN, KELEMAHAN, KEBUTUHAN,
KEMAMPUAN DAN MINATNYA
 MEMBERI PELUANG BAGI ANAK UNTUK BERKEMBANG
SEUTUHNYA
 MELATIH SELURUH ASPEK PANCA INDERANYA
 MEMOTIVASI ANAK UNTUK MENGETAHUI SESUATU
LEBIH MENDALAM
KARAKTERISTIK BERMAIN
DAN
TAHAPAN-TAHAPANNYA
Karakteristik Bermain Anak

• A. Bermain adalah Sukarela


• B. Bermain adalah Pilihan
Anak
• C. Bermain adalah Kegiatan
yang Menyenangkan
• D. Bermain adalah Simbolik
• E. Bermain adalah Aktif
Melakukan Kegiatan
TEORI TENTANG BERMAIN

TEORI KLASIK TEORI MODERN


a) TEORI KELEBIHAN TEORI
ENERGI OLEH PSIKOANALISIS
HERBERT SPENCER OLEH SIGMUND
b) TEORI REKREASI / FREUD
RELAKSASI OLEH TEORI
SCHALLER DAN PERKEMBANGAN
LAZARUS KOGNITIF OLEH
c) TEORI INSTING OLEH JEAN PIAGET
KARL GROOS
TEORI DARI
d) TEORI REKAPITULASI
OLEH G. S. HALL
VYGOTSKY
1. Teori Kelebeihan Energi (Herbert Spencer)
Bermain dipandang sebagai
pelepasan/pembuangan energi yang terdapat pada
seseorang.
Contoh :
Anak-anak berlari dengan
Kencangnya karena
merasa dirinya mampu.
2. Teori Fungsi (Karl Groos dan Maria Montessori)
Bermain dimaksudkan untuk mengembangkan
fungsi yang tersembunyi dalam diri seseorang.
Contoh :
Anak sedang bermain
Peran untuk memetik
Padi di sawah.
3. Teori Relaksasi/Rekreasi ( schaller dan Lazarus)
Bermain merupakan kegiatan untuk melepaskan
kepenatan/kejenuhan seseorang karena seharian
bekerja/belajar.
4. Teori Rekapitulasi (G.S. Hall)
Anak-anak mengulangi aktivitas para leluhurnya.
Contohnya:
Kesenangan untuk
memanjat, berayun-ayun
seperti monyet.
5. Teori Psikoanalisis
Bermain sebagai alat untuk melepaskan emosi
dan mengembangkan rasa harga diri anak.
6. Teori Perkembangan Kognitif
Bermain dalam kaitannya dengan perkembangan
intelektual anak.
anak-anak berlatih menggunakan informasi-
informasi yang lama dengan informasi baru.
7. Teori dari Vygotsky
Bermain merupakan cara berfikir anak dan cara
anak memecahkan masalah.
NILAI BERMAIN BAGI TIAP ASPEK
PERKEMBANGAN ANAK
A. NILAI BERMAIN BAGI PERKEMBANGAN FISIK
ANAK  BERGERAK  BERMAIN  PERKEMBANGAN
MOTORIK
B. NILAI BERMAIN BAGI PERKEMBANGAN KOGNITIF
BERMAIN  PENGELAMAN  PERKEMBANGAN
INTELEKTUAL / KOGNITIF
C. NILAI BERMAIN BAGI PERKEMBANGAN SOSIAL
BERMAIN  TEMAN SEBAYA  SIAP HIDUP BERMASYARAKAT
D. NILAI BERMAIN BAGI PERKEMBANGANEMOSIONAL
BERMAIN BEBAS  MENGEKSPRESIKAN PERASAAN 
PERKEMBANGAN EMOSIONAL
ESENSI BERMAIN
• AKTIF (active)
• MENYENANGKAN (joyfull)
• KONSTRUKTIF (constructive)
• MOTIVASI INTERNAL (intrinsic m.)
• VOLUNTIR (volunteer)
• SIMBOLIK (symbolic)
• BERARTI (meaningful)
• ADA ATURAN (with rules)
MANFAAT BERMAIN
BAGI ANAK
 MEMICU KREATIVITAS
 MENCERDASKAN OTAK
 MENANGGULANGI KONFLIK
 MELATIH EMPATI
 MENGASAH PANCA INDERA
 SEBAGAI MEDIA TERAPI ( PENGOBATAN )
 MELAKUKAN PENEMUAN BARU
 BELAJAR BERGAUL DENGAN TEMAN
 MELAKUKAN KEGIATAN FISIK
 MEMBINA SIKAP HIDUP POSITIF
 MENGEMBANGKAN PERAN SESUAI JENIS KELAMIN
 MENAMBAH PERBENDAHARAAN KATA
 MENYALURKAN PERASAAN TERTEKAN
Tahapan Perkembangan
Bermain
Tahap-tahap bermain
1. Tahap manipulatif
2. Tahap simbolis
anak melakukan penyelidikan
dengan terhadap benda yang Anak yang berada pada
dipegangnya. tahap ini kadang-kadang
membolak- berbicara sendiri tentang
balik,meraba,bahkan apa yang sudah di buatnya
menjatuhkan, melempar, dsb. sesuai dengan fantasinya
atau hal-hal yang pernah
dilihat dilingkungannya.
3. Tahap eksplorasi

Pada tahap ini anak sering


bermain sendiri,ia lebih senang
tidak berteman dalam bermain.
4. Tahap eksperimen
memasuki tahap
eksperimen.perhatian mulai
tertuju pada kegiatan bentuk
dan ukuran menyamakan bentuk
dan ukuran,serta memilih
bentuk2 tertentu yang akan
digunakan dalam membuat kue
dari pasir misalnya.
5. Tahap dapat dikenal

mencapai tahapan bermain ini,anak mulai dapat membangun


bentuk-bentuk yang realistis,bentuk-bentuk yang sudah dikenal
dan menyerupai bentuk sebenarnya atau yang sudah dilihat
dalam kehidupan sehari-hari.
Perkembangan kegiatan bermain
Jean Piaget (1972)
Learning Through Play
Pernyataan Jean Piaget tentang bagaimana anak belajar :
“Anak seharusnya mampu melakukan percobaan dan penelitian sendiri.
Guru, tentu saja, bisa menuntun anak-anak dengan menyediakan
bahan-bahan yang tepat, tetapi yang terpenting agar anak dapat
memahami sesuatu, ia harus membangun pengertian itu sendiri, ia
harus menemukannya sendiri”.

Bermain Praktis/ Sensory motor play

Bermain Konstruksi

Bermain Simbolis

Bermain dengan Aturan


Jean Peaget (1962) :

• Sensory motor play (lahir


sampai dengan (1 ½ - 2
tahun)
Anak belajar melalui skema-
skema alat panca inderanya
• Symbolic play (bermain
simbolis)
anak mulai makin berbahasa
dengan kata-kata
baru,sering bertanya dan
menjawab pertanyaan,
bereksplorasi, berimajinasi,
dsb.
• Permainan game dengan aturan yang
berhubungan dengan perilaku sosial
(social play game with rules)
anak dapat menggunakan nalarnya
dalam melakukan kegiatan bermain
ini. Menyusun strategi berlomba
memperoleh juara 1.
Pandangan Parten :
Mengamati kegiatan orang lain.bermain
dengan tubuhnya,naik turun tangga,berjalan
Unoccupied
kesana kemari tanpa ada tujuan.

Onlookers
Mengamati,bertanya dan berbicara dengan anak
(penonton/pe lain,tetapi tidak ikut bermain.berdiri dari kejauhan
ngamat) untuk melihat dan mendengarkan anak-anak lain
bermain atau bercakap-cakap.

Bermain
Solitaire(berm Bermain sendiri dan tidak terlibat dengan anak
ain sendiri) lain.bermain dengan mainannya sendiri
merupakan tujuannya.
Bermain bermain berdampingan atau berdekatan
Paralel dengan anak lain menggunakan alat,tetapi
bermain tetap bermain sendiri-sendiri.

Bermain dengan anak (anak-anak) lain dengan


Bermain jenis permainan yang sama.Terjadi percakapan
associative dan tanya jawab serta saling meminjam alat
permainan,tetapi tidak terlibat dalam kerja sama.

Bermain
kooperatif Bermain bersama melakukan suatu proyek
(group play) bersama,misalnya dalam permainan drama, petak
umpet, dsb.
PERKEMBANGAN BERMAIN

• Solitary play
• Onlooker play
• Parallel play
• Associative play
• Cooperative play
• Games with rules
Pandangan Parten
6 Tingkat Perkembangan Bermain Sosial
– Unnccupied: mengamati kegiatan orang lain. Bermain
dengan tubuhnya, naik turun tangga, berjalan tanpa
tujuan bila tdk ada hal yang menarik perhatiannya.
– Onlookers (berperilaku seperti penonton): Mengamati,
bertanya dan berbicara dengan anak lain tetapi tidak
ikut bermain, berdiri dari kejauhan melihat anak lain
bermain
– Bermain Solitare (Bermain sendiri)
– Bermain Paralel bermain berdampingan dengan anak
lain tetapi tetap main mainan sendiri
– Bermain Assosiative: Bermain dengan anak lain dengan
permainan yang sama
– Bermain Kooperatif: Bermain bersama melakukan
suatu proyek
05/17/20 31
ASPEK PERKEMBANGAN

• Perkembangan fisik, motorik dan perseptual


• Perkembangan Kognitif
• Perkembangan Moral
• Perkembangan Sosial
• Perkembangan Emosional
• Bahasa
• Seni
• Spiritual
– Dll.
Tahapan Bermain (Hurlock, 1981)
1) Tahapan Penjelajahan (Exploratory stage)
Berupa kegiatan mengenai objek atau orang lain, mencoba menjangkau atau meraih benda
disekelilingnya lalu mengamatinya. Penjelajahan semakin luas saat anak sudah dapat merangkak
dan berjalan sehingga anak akan mengamati setiap benda yang diraihnya.
2) Tahapan Mainan (Toy stage)
Tahap ini mencapai puncknya pada usia 5-6 tahun. Antara 2-3 tahun anak biasanya hanya
mengamati alat permainannya. Biasanya terjadi pada usia pra sekolah, anak-anak di Taman
Kanak-Kanak biasanya bermain dengan boneka dan mengajaknya bercakap atau bermain seperti
layaknya teman bermainnya.
3) Tahap Bermain (Play stage)
Biasanya terjadi bersamaan dengan mulai masuk ke sekolah dasar. Pada masa ini jenis permainan
anak semakin bertambah banyak dan bermain dengan alat permainan yang lama kelamaan
berkembang menjadi games, olahraga dan bentuk permainan lain yang dilakukan oleh orang
dewasa.
4) Tahap Melamun (Daydream stage)
Tahap ini diawali ketika anak mendekati masa pubertas, dimana anak mulai kurang berminat
terhadap kegiatan bermain yang tadinya mereka sukai dan mulai menghabiskan waktu untuk
melamun dan berkhayal. Biasanya khayalannya mengenai perlakuan kurang adil dari orang lain
atau merasa kurang dipahami oleh orang lain.
Smilansky
– Bermain fungsional dengan ciri2 sederhana,
menyenangkan dengan gerakan yang diulang2
dengan alat atau tidak sampai anak usia 2 tahun
– Bermain Membangun (bermain konstruktif
– Bermain khayal (dramatic play)
– Bermain dengan aturan

05/17/20 34
PHYSICAL PLAY
GROSS MOTOR PLAY
GROSS MOTOR PLAY
GROSS MOTOR PLAY
Sensorimotor Play
Simbolik Play
Bermain dengan Aturan
(Usia > 7 tahun)
BENTUK KEGIATAN SOSILIASASI
ANAK DALAM BERMAIN

Mildred Parten (1932) :


Unoccupied Play

OnLooker Play

Solitary Play

Paralel Play

Associative Play

Cooperative Play
SYARAT BERMAIN
Prinsip Belajar melalui
Bermain
• Anak belajar melalui keterlibatan
langsung.
• Pemilihan permainan disesuaikan
dengan usia anak.
• Materi permainan pilih yang dekat
dengan anak.
• Ciptakan lingkungan belajar yang
eksploratif bagi anak.
• Tutor bertanggung jawab terhadap
kegitan bermain anak.
• Guru harus mampu memaotivasi anak
untuk mengembangkan permainan anak.
7 Peran Guru dalam
Permainan Anak
• Pengamat
• Kolaborator
• Perencana
• Responder (penanggap)
• Model
• Mediator
• Pengawas keselamatan Anak
Peran Guru Dalam Kegiatan Bermain

Pengamatan Guru terhadap Kegiatan Bermain:

• Cara memainkan alat bermain/mainan.


• Sikap anak waktu bermain,aktif atau diam saja.
• Bermain ikut-ikutan teman atau
mengatur/merintah teman.
• Berapa waktu digunakan menekuni 1 jenis
kegiatan bermain.
•Jenis bermain yang sering di
pilih atau di minati anak.
•Anak bermain sendiri atau
bersama teman.
•Anak mandiri melakukan
kegiatan bermain atau tidak.
•Mengalah selalu atau mau
menang sendiri.
Bagaimana Ciri-ciri Permainan
Anak yang Baik??

• Anak-anak di berikan kesempatan


• memungkinkan setiap anak untuk turut
berpartisipasi
• Berbagai hal yang menyangkut kemungkinan
timbulnya masalah emosi,sosial dan fisik sudah di
perhitungkan
• Tujuan jelas,konsisten dan memungkinkan untuk
dicapai.
• Evaluasi dilakukan dengan pemahaman
bahwa akana ada trial and error.
• Kemungkinan adanya kesalahan diakui dan
dapat dimaafkan serta ada kesempatan
untuk mencoba lagi
• Pengalaman di berikan dalam hal pengadilan
diri akan rasa frustasi sementara.
• Semua komponen permainan
menumbuhkan kemampuan berinteraksi
sosial secara positif
STRUKTUR OTAK

SELAPUT PEMBUNGKUS
OTAK

KORTEKS

MEDULA (OTAK TENGAH)

OTAK KECIL

BATANG OTAK
BAGIAN-BAGIAN OTAK

Pembagi input
semua sensori
& orientasi
gerakan tubuh

Area
penerima &
pengolah in-
put
penglihatan
Kontrol gerakan
respon otomatis Keseimbangan &
(sebagai hasil belajar) kontrol gerak
refleks
OTAK KIRI OTAK KANAN

Logis
Urut Intuitif
Linier Acak
Konvergen Divergen
Bahasa Ide/gagasan
Membaca Gambar
Menulis Seni
Kognisi
PERKEMBANGAN INTELEKTUAL
3 jenis main
• Main sensorimotor
anak main dengan benda untuk membangun
persepsi.
• Main peran
anak bermain dengan benda untuk membantu
menghadirkan konsep yang sudah dimilikinya.
• Main pembangunan
anak bermain dengan benda untuk mewujudkan
ide/gagasan yang dibangun dalam pikirannya menjadi
sesuatu bentuk nyata.
Main Sensorimotor
Main Peran Makro dan Mikro
Berpura-pura
sebagai penjual jamu

Berpura-pura
telpon papa
 Main Pembangunan Bahan Terstruktur
Main Pembangunan Bahan Cair
TERIMA KASIH
ADA PERTANYAAN ??
Thank You..