Anda di halaman 1dari 14

DECISION SUPPORT SYSTEM

(CYBERSPACES)

Oleh :
Kelompok 10
Suyoto 18919049
Ummi Kalsum 18919050
DECISION SUPPORT SYSTEM

 Decision support systems (DSS) atau bisa juga disebut Sistem pendukung


keputusan adalah sistem berbasis software yang dimaksudkan untuk
membantu manajer dalam pengambilan keputusan dengan mengakses
sejumlah besar informasi yang dihasilkan dari berbagai sistem informasi
terkait yang terlibat dalam proses bisnis organisasi, seperti sistem
automatis kantor, sistem pemrosesan transaksi, dll.
CYBERSPACES

Istilah cyberspace pertama kali diperkenalkan oleh William Gibson dalam bukunya
Neuromancer (1984). Sementara masyarakat Indonesia lebih akrab dengan istilah dunia
maya. Cyberspace merupakan sebuah gambaran besar informasi yang berasal dari dunia
realitas. Gibson menyebut hal ini sebagai suatu bentuk kesadaran tanpa tubuh dengan
masuk ke dalam sebuah jaringan.

Dalam bukunya Cyberculture Theorists (2001) david bale juga menyebutnya sebagai
semesta paralel. Dikarenakan Cyberspace tersusun dari berbagai jaringan-jaringan listrik
yang berjalan dan setiap jaringannya mewakili berbagai bentuk tingkatan kecerdasan
buatan.

Cyberspace juga dapat diartikan sebagai suatu Imaginary Location (tempat aktivitas


elektronik dilakukan ) dan juga menjadi sebuah massy virtual yang terbentuk melalui 
komunikasi yang terjalin dalam sebuah jaringan komputar (interconnected computer
networks).
Permodelan Simulasi

Simulasi sebagai proses pengolahan data dengan penggunaan rangkaian model-


model simbolik pada pengoperasian sistem tiruan tidak mengharuskan dan tidak
mengajukan penggunaan formula atau fungsi-fungsi dan persamaan tertentu Stasiun
Pelayanan Stasiun Pelayanan 7 sebagai model simbolik penyelesaian persoalan, tetapi
sebaliknya simulasi yang terdiri dari tahapantahapan dan langkah-langkah
pengolahan data haruslah dilengkapi dengan model-model simbolik yang sesuai
memberikan hasil pengoperasian sistem tiruan dalam bentuk data output yang
berguna untuk penyelesaian persoalan.
Gambar 1. Gambar Kopsetual Simulasi
Proses Tahapan Dalam Mengembangkan Model Dan
Simulasi Komputer Secara Umum, Sebagai Berikut :

 Memahami sistem yang akan disimulasikan


 Mengembangkan Model matematika dari system
 Mengembangkan Model matematika untuk simulasi
 Membuat program (software)
 Menguji, memverifikasi dan memvalidasi keluaran simulasi
 Mengeksekusi program simulasi untuk tujuan tertentu.
Dasar – Dasar Simulasi

Beberapa tahapan yang biasa dilakukan untuk melakukan formulasi model


yaitu:

 Dari sudut pandang system dan lingkungannya: system tertutup & system
terbuka.
 Dari sudut pandang tingkat kepastian system: system deterministic &
system probabilistic.
 Dari sudut pandang kedinamisan system: system dinamis & system statis.
 Dari sudut pandang kekontinuan system: system kontinu& system diskrit.
CYBER PHISYCAL SISTEM

Sistem Cyber-Fisik (CPS) adalah integrasi dari komputasi, jaringan, dan proses fisik. Komputer dan
jaringan yang tertanam memantau dan mengontrol proses fisik, dengan loop umpan balik di mana proses
fisik memengaruhi komputasi dan sebaliknya.
Ada beberapa system diantaranya sebagai berikit:

 Sistem Umpan Balik


 Ekonomi dalam Lingkaran
 Manusia dalam Lingkaran
 Lingkungan di Loop
 Kontrol Jaringan
 Adaptif dan Prediktif
 Sistem Cerdas
 Sistem Real-Time
 Keamanan cyber
 Ketangguhan
 Pribadi
 Serangan Berbahaya
 Alat
Arsitektur sistem pendukung keputusan yang diusulkan

DSS yang digerakkan oleh model yang diusulkan adalah platform


berbasis komputer interaktif yang dapat digunakan untuk membantu
pengambilan keputusan yang rumit dengan menggunakan manajemen data,
teknologi komunikasi, dan kemampuan pemodelan. Proses pengambilan
keputusan melibatkan tiga komponen yang saling berhubungan; pembuat
keputusan, basis data penyimpanan cloud sentral, dan sistem pendukung
keputusan.
MANFAAT DAN HUBUNGAN ANTARA DECISSION SUPPORT SYSTEM TERHADAP
PENGGUNAAN CYBERSPACES PADA:

 Analisis Risiko Keamanan Pada Cyber dan Sistem Manajemen

Menentukan tingkat kepentingan terkait dengan faktor risiko yang


digunakan untuk menghitung indeks risiko untuk setiap situs. Ada berbagai
jenis strategi risiko yang membantu mengelola ketidakpastian terkait
ancaman yang dapat memengaruhi aset organisasi.
Beberapa strategi yang digunakan oleh Nexpose dijelaskan di bawah ini:
 Risiko Nyata
 Temporal Plus
 Temporal
 Tertimbang
 Strategi risiko PCI ASV 2.0
KESIMPULAN:
Analisis risiko keamanan pada cyber untuk sistem manajemen. Model
referensi berlapis untuk sistem sadar konteks diikuti, menangani lapisan
persepsi, pemahaman, proyeksi dan keputusan / tindakan. Analisis terperinci
dibuat pada alat pengumpulan data infrastruktur teknologi informasi, dan
salah satu alat (Nexpose) dipilih sebagai yang paling cocok untuk mendukung
lapisan persepsi dari sistem pendukung keputusan yang akan dikembangkan.
Desain ontologi dan proses mengubah informasi yang diberikan oleh Nexpose
menjadi ontologi OWL telah dipresentasikan. Editor ontologi OWL Protége juga
disajikan sebagai salah satu alat yang paling sesuai untuk memungkinkan
para pakar keamanan dunia maya untuk memberikan nilai aset khusus pada
perusahaan dan karakterisasi persyaratan keamanan. Lapisan proyeksi dan
keputusan diatasi dengan mempelajari Nexpose yang saat ini mendukung
strategi risiko. Sehingga keamanan pada system cyber maupun keaman dalam
system manajeman dapat terlindungi.
Arsitektur Sistem Pendukung Keputusan Berdasarkan Optimalisasi Simulasi
untuk Sistem Cyber-Fisik

Tujuan utama dari penelitian ini adalah sebagai berikut;


 Mengusulkan arsitektur DSS berdasarkan CPS untuk membantu dalam
kegiatan perencanaan taktis dan operasional.
 Tunjukkan bagaimana pemodelan simulasi dapat digabungkan dengan
desain teknik eksperimen dalam kerangka kerja DSS.
 Mengilustrasikan bagaimana DSS berdasarkan pendekatan optimisasi
metamodeling dapat digunakan untuk memfasilitasi tugas dan tanggung
jawab pembuat keputusan.
 Mengevaluasi kepraktisan DSS yang diusulkan menggunakan studi kasus
dunia nyata empiris.
 Menguraikan bagaimana perusahaan manufaktur dapat mengadopsi
teknologi IoT.
KESIMPULAN DAN ARAH
MASA DEPAN
DSS menggunakan kerangka kerja terintegrasi dari pendekatan optimasi berbasis simulasi
untuk mengatasi keterbatasan simulasi, dan untuk memanfaatkan manfaat dari desain eksperimen
dan pemodelan matematika dalam membuat keputusan yang cepat dan akurat. Konsep ini
diterapkan pada jalur perakitan aktual yang menghasilkan peralatan rumah tangga. Pendekatan yang
diusulkan diadopsi demi meningkatkan produktivitas dan menghilangkan stok penyangga. Empat
skenario telah menyarankan untuk memverifikasi kemampuan DSS dalam berurusan dengan
keputusan perencanaan taktis dan operasional. Hasil DSS memberikan pembuat keputusan lebih
banyak wawasan tentang faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi kinerja sistem, dan
hubungan di antara mereka untuk melakukan investasi informasi masa depan. Juga, konfigurasi
optimal dari berbagai variabel keputusan dapat dicapai dengan cara yang efektif waktu. Akhirnya,
beberapa rekomendasi disarankan kepada para pembuat keputusan untuk memperkenalkan
infrastruktur IoT, dan paradigma CPS di fasilitas manufaktur mereka. Dalam hal arahan di masa
depan, implementasi harus diarahkan ke sistem fisik-cyber aktual untuk menggambarkan fitur
lengkap dan keterbatasan DSS yang diusulkan
Kesimpulan
Perkembangan teknologi saat ini telah menciptakan sebuah ruang baru yang bersifat maya
atau cyberspace. Cyberspace berbentuk jaringan komputer dan informasi yang terhubung secara
global telah menawarkan bentuk – bentuk komunitasnya sendiri, bentuk realitasnya dan bentuk
ruangnya sendiri. Cyberspace yang merupakan ruang maya tanpa batas, imajinatif dan dihayati
melalui perwujudan virtual. Ruang baru ini telah mengalihkan berbagai aktivitas manusia dari
dunia nyata ke dunia maya dengan dunia tanpa batas. Perkembangan cyberspace saat ini telah
mempengaruhi kehidupan sosial dan berbagai tingkatannya. Keberadaan cyberspace tidak saja
telah menciptakan perubahan sosial yang mendasar. Pengaruhnya terhadap kehidupan sosial
setidaknya tampak pada beberapa tingkatan yaitu, individu, antarindividu dan komunitas.
Apapun yang dilakukan di dunia nyata, kini dengan mudah dilakukan di dunia maya. Ini
merupakan perpindahan yang luar biasa. Kehidupan manusia tampaknya telah berlangsung,
perpindahan ini menimbulkan perubahan besar dalam cara setiap orang menjalani dan
memaknai kehidupan. Cyberspace menciptakan sebuah kehidupan yang mungkin sebagian
besar akan di bangun seluruhnya oleh model kehidupan yang dimediasi secara mendasar oleh
teknologi. Dan cyberspace dapat menciptakan satu model komunitas yang dapat mempengaruhi
semua kegiatan manusia tidak terkecuali dalam pengambilan keputusan serta penetapan tujuan
bagi semua kalangan.