Anda di halaman 1dari 11

LABORATORIUM

AUDITING
EKSI 4411 M4
( 2 SKS )
TUTOR : Dr. Erika Amelia, SE, M.Si
KERTAS KERJA
PEMERIKSAAN
2
Analisis mengenai KKP yang dibuat oleh auditor dilakukan
dalam bentuk :

 Berita acara cash opname


 Pemahaman dan evaluasi pengendalian internal, termasuk
kuesioner pengendalian internal
 Analisis penarikan aset tetap
 Analisis mengenai cukup tidaknya untuk hutang yang tidak lancar
 Working balance sheet (WBS)
 Working profit and loss (WPL)
 Top Schedule
 Konsep laporan audit
 Management letter
Working balance sheet dan working profit and loss

WBS dan WPL merupakan hal yang penting dalam penyusunan kertas
kerja pemeriksaan karena merupakan hal yang penting dalam
penyusunan kertas kerja pemeriksaan.
Isi dari kedua Working Balance Sheet (WBS) dan Working Profit
and Loss (WPL) adalah sebagai berikut.
1. Saldo Per Book (bersumber dari Trial Balance klien)
2. Audit Adjustment
3.Saldo per Audit (angka-angka di Neraca dan Laba Rugi yang
sudah di audit)
4.Saldo tahun lalu (bersumber dari Audit Report atau kertas
kerja pem eriksaan tahun lalu)
Top Schedule (TS) dan Supporting Schedule (SS)

Top Schedule (TS) dan Supporting Schedule (SS) merupakan


kelanjutan dari
WBS dan WPL, yang memiliki isi sebagai berikut.
1. Saldo per book (bersumber dari Trial Balance klien)
2. Audit Adjustment
3. Saldo per Audit
4. Saldo tahun lalu
(bersumber dari kertas kerja pemeriksaan tahun lalu)
Top Schedule dan Supporting Schedule
mencantumkan :

1. Kesimpulan atas pos yang bersangkutan.


2. Sifat perkiraan
3.Prosedur Audit yang dilakukan beserta Tick Mark
4.Audit Adjustment yang diusulkan auditor dan
diterima klien
JENIS DAN TIPE KERTAS KERTAS KERJA
PEMERIKSAAN

Current File (Berkas pemeriksaan tahun


berjalan

Permanent File (Berkas permanen)

Corresponden File (Berkas surat menyurat


Current File (Berkas Permanen)

a. Audit program
b. General information
c. Working trial balance
d. Adjusting and reclassification
entries
e. Supporting Schedule

 
Permanent File (Berkas Permanen)

Dokumen atau berkas yang termasuk di


dalam berkas permanen adalah Akta
Pendirian, Buku pedoman akuntansi dan
notulen rapat.

Permanent files adalah file yang bersifat permanen dan tidak akan berubah selama
perusahaan berjalan atau berisikan data historis yang akan berlangsung secara alami
untuk keperluan selama berjalannya proses audit pada sebuah perusahaan.
Syarat permanent file harus dimiliki perusahaan sebagai dasar berdirinya sebuah
perusahaan.
Misalnya akta pendirian, Surat izin usaha, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), tanda
daftar perusahaan dan lain sebagainya.
Corresponden File (Berkas surat menyurat)

 kertas kerja dari hasil korespondensi dengan klien.


 Data koresponden adalah data yang akan mendukung proses
pemeriksaan atau audit pada perusahaan klien.
Terima
Kasih