Anda di halaman 1dari 16

BANGUNAN

PERESAPAN
Mata Kuliah Pengelolaan Limbah Cair

KELOMPOK 5
Lapirda Chaerani Yunsih P21345118044
Muhammad Fikri Azhari P21345118049
Muhammad Ibrahim P21345118050
Najma Maulidina P21345118056
Syahra Amara R. P21345118076
Zahrotal Untsaya Ini S. P21345118083
MACAM DAN BENTUK
BANGUNAN
PERESAPAN
1. Saluran Resapan
Suatu peresapan yang merupakan saluran dibawah permukaan tanah
dengan lebar minimum 12 inchi dan didalam saluran tersebut diletakkan
pipa pipa dengan sambungan-sambungan terbuka. Masing masing pipa
panjangnya ± 2-3 feet dan diameternya 4 inchi
Saluran peresapan berfungsi untuk menampung air aliran permukaan dan
meningkatkan daya resap air ke dalam tanah. Teknologi ini sesuai untuk
wilayah dengan tanah yang (a) tidak rawan longsor, (b) mempunyai
kemampuan tinggi untuk meresapkan air, dan (c) yang agak dangkal
(kedalaman >20 cm) (Arsyad 2000). Saluran peresapan dibuat mengikuti
kontur dengan ukuran lebar 30 – 40 cm dan dalam 40 – 50 cm.
3
A. Parit Resapan Areal Pertanian

Parit resapan (Gambar 1) dibuat menyesuaikan dengan kontur lahan,


terutama untuk daerah-daerah yang relatif datar (kemiringan < 20%).
Pada daerah dengan kemiringan terjal perlu dilakukan penelitian terlebih
dahulu atau dikonsultasikan dengan ahli geologi. Parit resapan ini dapat
sekaligus difungsikan untuk budidaya ikan sebagai tambahan penghasilan
bagi petani dan sebagai pengendali populasi nyamuk.

4
B. Parit Resapan Areal Pekarangan

Parit resapan dapat dibuat di pekarangan rumah, dikenal juga sebagai kolam
(Gambar 2). Parit resapan pada umumnya dibuat di sampai atau belakang rumah,
disesuaikan dengan kondisi rumah dan bentang alam yang ada. Dimensi parit
resapan di belakang rumah dapat bervariasi sesuai dengan ketersediaan lahan.
Di sekeliling parit resapan perlu ditanami dengan tanaman-tanaman produktif,
misalnya mangga, pepaya, dan lain-lain, dan bila perlu dibuat pagar pembatas demi
menjaga keamanan anak-anak. Parit resapan dapat dimanfaatkan untuk budidaya
ikan sebagai tambahan penghasilan sekaligus mencegah per kembangbiakan
nyamuk.

5
2. Bidang Resapan

Bidang resapan merupakan unit yang disediakan untuk meresapkan air limbah ke dalam tanah yang
telah terolah atau terpisahka padatannya (effluent) dari tangki septi. Namun masih mengandung
bahan organik dan mikroba pathogen.
Yang harus di perhatikan dalam membuat septic tank dan bidang resapan:
1. Lokasi penempatan adalah :
◉ jarak tangki septictank terhadap bangunan adalah 15 meter
◉ jarak bidag resapan terhadap bangunan 1,5 meter
◉ jarak tangki septictank terhadap sumur air bersih adalah 1,5 meter
◉ jarak bidang resapan terhadap sumur air bersih adalah 11 meter
◉ jarak tangki septictank terhadap pipa air bersih adalah 1,5 meter
6
◉ jarak bidang sumur resapan terhadap pipa air bersih 3 meter
2. Bidang Resapan

2. Pengaliran air limbah dapat dibuat dengan kemiringan saluran 2 – 5 %


3. Bahan bangunan untuk tangki septictank dan bidang resapan sangat dianjurkan menggunakan
material sebagai berikut :
• Bangunan septictank materialnya adalah : Batu kali, bata merah, Batako, beton Biasa, beton
bertulang, Asbes, PVC, Keramik, Plat besi
• Bangunan penutup tangki septictank adalah : Beton biasa, beton bertulang, asbes, PVC, plat besi
• Saluran air limbah menggunakan material : beton bertulang, asbes, pvc, keramik, plat besi
• Bidang resapan : Batu kerikil
• Sumur resapan : Batu kali, Bata merah, batako, Beton biasa, beton bertulang, asbes

7
3. Sumur Resapan

A.). Pengertian Sumur Resapan


Sumur resapan adalah suatu teknik konservasi tanah dan air yang memiliki prinsip utama untuk
memperluas bidang penyerapan sehingga aliran permukaan berkurang dengan optimal.
• Sumur resapan menurut Dwi et al. (2008) merupakan sumur atau lubang pada permukaan tanah
yang digunakan untuk menampung air hujan agar dapat meresap ke dalam tanah.
• Menurut Sunjoto (1989) upaya pembangunan sumur ini merupakan teknik konservasi air yang
pada hakikatnya adalah upaya manusia dalam mempertahankan, meningkatkan, dan
mengembangkan daya guna air sesuai dengan peruntukannya dan dapat dicapai dengan
memperbesar tampungan air tanah, memperkecil dimensi jaringan drainase, mempertahankan
elevasi muka air tanah, mencegah intrusi air laut untuk daerah pantai dan memperkecil tingkat
pencemaran tanah.
8
3. Sumur Resapan

B). Manfaat Sumur Resapan


Menurut Widodo (2013) pemanfaatan air tanah sebagai sumber air bersih menjadi solusi terbaik dan termurah. Air
tanah ini dapat dimanfaatkan dalam kebutuhan sehari-hari baik oleh rumah tangga, industri, hingga instansi
pemerintahan.
Berdasarkan Dephut (1995), penerapan salah satu teknik konservasi tanah dan air ini sangat penting artinya dalam
kehidupan sehari-hari. Adapun manfaat yang dapat diperoleh dengan pembuatan sumur ini adalah sebagai berikut:
1. Mengurangi aliran permukaan sehingga dapat mencegah / mengurangi terjadinya banjir dan genangan air.
2. Mempertahankan dan meningkatkan tinggi permukaan air tanah.
3. Mengurangi erosi dan sedimentasi
4. Mengurangi / menahan intrusi air laut bagi daerah yang berdekatan dengan kawasan pantai
5. Mencegah penurunan tanah (land subsidance)
6. Mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah. 9
3. Sumur Resapan

C.) Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Sumur Resapan


Faktor Iklim : Iklim merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan sumur resapan. Faktor
yang perlu mendapat perhatian adalah besarnya curah hujan. Semakin besar curah hujan di suatu wilayah berarti
semakin besar sumur resapan yang diperlukan.
Kondisi air tanah : Pada kondisi permukaan air tanah yang dalam, sumur resapan perlu dibuat secara besar-
besaran karena tanah benar-benar memerlukan suplai air melalui sumur resapan. Sebaliknya pada lahan yang
muka airnya dangkal, sumur resapan ini kurang efektif dan tidak akan berfungsi dengan baik. Terlebih pada
daerah rawa dan pasang surut, sumur resapan kurang efektif. Justru daerah tersebut memerlukan drainase.
Kondisi tanah : Keadaan tanah sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya daya resap tanah terhadap air hujan.
Dengan demikian konstruksi dari sumur resapan harus mempertimbangkan sifat fisik tanah. Sifat fisik yang
langsung berpengaruh terhadap besarnya infiltrasi adalah tekstur dan pori tanah.
Tata guna tanah : Tata guna tanah akan berpengaruh terhadap presentase air yang meresap ke dalam tanah dengan
aliran permukaan. Pada tanah yang banyak tertutup beton bangunan, air hujan yang mengalir di permukaan tanah
akan lebih besar disbanding dengan air yang meresap ke dalam tanah. Dengan demikian, di lahan yang
Penduduknya padat, sumur resapan harus dibuat lebih banyak
10 dan lebih besar volumenya.
3. Sumur Resapan

D.) Standarisasi Sumur Resapan

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 03-2453-2002, dapat diketahui bahwa persyaratan umum yang
harus dipenuhi sebuah sumur resapan untuk lahan pekarangan rumah adalah sebagai berikut:
1. Sumur resapan harus berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah berlereng, curam atau labil.
2. Sumur resapan harus dijauhkan dari tempat penimbunan sampah, jauh dari septic tank (minimum 5 m diukur
dari tepi), dan berjarak minimum 1 m dari fondasi bangunan.
3. Penggalian sumur resapan bisa sampai tanah berpasir atau maksimal 2 m di bawah permukaan air tanah.
Kedalaman muka air (water table) tanah minimum 1,5 m pada musim hujan.
4. Struktur tanah harus mempunyai permeabilitas tanah (kemampuan tanah menyerap air) lebih besar atau sama
dengan 2,0 cm/jam (artinya, genagan air setinggi 2 cm akan teresap habis dalam 1 jam),

11
3. Sumur Resapan

E.) Kontruksi Sumur Resapan


Bentuk dan jenis bangunan sumur resapan dapat berupa bangunan sumur resapan air yang
dibuat segiempat atau silinderdengan kedalaman tertentu dan dasar sumur terletak di atas
permukaan air tanah. Berbagai jenis konstruksi sumur resapan adalah:
1. Sumur tanpa pasangan di dinding sumur, dasar sumur tanpa diisi batu belah maupun ijuk
(kosong)
2. Sumur tanpa pasangan di dinding sumur, dasar sumur diisi dengan batu belah dan ijuk.
3. Sumur dengan susunan batu bata, batu kali atau bataki di dinding sumur, dasar sumur diisi
dengan batu belah dan ijuk atau kosong.
4. Sumur menggunakan buis beton di dinding sumur
5. Sumur menggunakan blawong (batu cadas yang
12 dibentuk khusus untuk dinding sumur).
3. Sumur Resapan

Konstruksi-konstruksi tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing,


pemilihannya tergantung pada keadaaan batuan / tanah (formasi batuan dan struktur tanah).
Pada tanah / batuan yang relatif stabil, konstruksi tanpa diperkuat dinding sumur dengan dasar
sumur diisi dengan batu belah dan ijuk tidak akan membahayakan bahkan akan memperlancar
meresapnya air melalui celah-celah bahan isian tersebut.
Pada tanah / batuan yang relatif labil, konstruksi dengan susunan batu bata / batu kali / batako
untuk memperkuat dinding sumur dengan dasar sumur diisi batu belah dan ijuk akan lebih baik
dan dapat direkomendasikan.
Pada tanah dengan / batuan yang sangat labil, konstruksi dengan menggunakan buis beton atau
blawong dianjurkan meskipun resapan air hanya berlangsung pada dasar sumur saja.
Bangunan pelengkap lainnya yang diperlukan adalah bak kontrol, tutup sumur resapan dan tutup
bak kontrol, saluran masuklan dan keluaran / pembuangan
13 (terbuka atau tertutup) dan talang air
(untuk rumah yang bertalang air).
3. Sumur Resapan
Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaaan Umum menetapkan data teknis sumur resapan air y sebagai berikut :
(1) Ukuran maksimum diameter 1,4 meter, (2) Ukuran pipa masuk diameter 110 mm, (3) Ukuran pipa pelimpah
diameter 110 mm, (4) Ukuran kedalaman 1,5 sampai dengan 3 meter, (5) Dinding dibuat dari pasangan bata atau
batako dari campuran 1 semen : 4 pasir tanpa plester, (6) Rongga sumur resapan diisi dengan batu kosong 20/20
setebal 40 cm, (7) Penutup sumur resapan dari plat beton tebal 10 cm dengan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil.
Berkaitan dengan sumur resapan ini terdapat SNI No: 03- 2453-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Sumur
Resapan Air Hujan untuk Lahan Pekarangan. Standar ini menetapkan cara perencanaan sumur resapan air hujan
untuk lahan pekarangan termasuk persyaratan umum dan teknis mengenai batas muka air tanah (mat), nilai
permeabilitas tanah, jarak terhadap bangunan, perhitungan dan penentuan sumur resapan air hujan. Air hujan
sdslsh sir hujan yang ditampung dan diresapkan pada sumur resapan dari bidang tadah.

14
Persyaratan umum yang harus dipenuhi antara lain sebagai berikut:
1, Sumur resapan air hujan ditempatkan pada lahan yang relatif datar;
2. Air yang masuk ke dalam sumur resapan adalah air hujan tidak tercemar;
3. Penetapan sumur resapan air hujan harus mempertimbangkan keamanan bangunan sekitarnya;
4. Harus memperhatikan peraturan daerah setempat;
5. Hal-hal yang tidak memenuhi ketentuan ini harus disetujui Instansi yang berwenang.

Persyaratan teknis yang harus dipenuhi antara lain adalah sebagai berikut:
1. Ke dalam air tanah minimum 1,50 m pada musin hujan;
2. Struktur tanah yang dapat digunakan harus mempunyai nilai permebilitas tanah ≥ 2,0 cm/jam.
3. Jarak penempatan sumur resapan air hujan terhadap bangunan adalah: (a) terhadap sumur air bersih 3 meter,
sumur resapan tangki septik 5 meter dan terhadap pondasi bangunan 1 meter.
15
Terimakasih
16