Anda di halaman 1dari 30

Perawatan Pulpa Vital dan Non Vital

Pada Gigi Sulung


Disusun Oleh :
Kharisma Galuh Shintami
NPM 160112150521

Pembimbing :
Prof. Dr. Drg. Arlette Suzy P.P, Sp.KGA (K), Msi.
Alliannisya Fatma,drg
Rosada Sintya Dewi, drg

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
BANDUNG
2020
Topik 4
Perawatan Pulpa Vital Pada Gigi
Sulung
1. Perawatan Pulpotomi Vital
2. Perawatan Pulpektomi Vital

Perawatan Pulpa Non Vital Pada


Gigi Sulung
3. Perawatan Pulpotomi Non Vital
4. Perawatan Pulpektomi Non Vital
Pulpoto
mi Vital
si
Berasal dari 2 kata yaitu Pulp
(pulpa) dan Otomi (pengambilan)

Pulpotomi adalah Pengambilan


jaringan pulpa bagian koronal yang
terinfeksi dan meninggalkan
jaringan pulpa radikular

Merupakan teknik endodontik pada


gigi sulung yang paling sering
digunakan
Dapat dilakukan dalam satu kali
kunjungan dibawah anastesi lokal
Kontrai
Indikasi ndikasi
• Adanya pembengkakan akibat
• Karies dengan pulpa terbuka peradangan pulpa
• Pada radiografi tidak • Terdapat fistula
menunjukkan adanya kelainan • Terdapat kelainan periapikal
pada periapikal yang dilihat dari radiografi
• Tidak ada fistula • Nyeri spontan
• Anak kooperatif • Anak tidak kooperatif
• Gigi masih dapat dipertahankan • Kalsifikasi pulpa
dan didukung lebih dari 2/3 • Mobilitas patologis
Medik
amen
Formakresol Glutaraldehide

• Formalin: 37% Formaldehyde • Tidak mengandung cresol


solution. toksistas rendah dan lebih aman
• Cresol: Cresylol, Tricresol. • Kandungan antimikrobial sangat
• Formocresol merupakan bergantung pada pH sekitar.
kombinasi dari: • Pada pH rendah kandungan
- 35% tricresol mikrobial menurun
- 19% formaldehid
- 15% gliserin dalam air
• Reaksi formokresol terhadap
jaringan pulpa yaitu membentuk
area yang terfiksasi dan pulpa di
bawahnya tetap dalam keadaan
vital.
• Tujuan : mendapat sterilisasi yang
Pulpotomi
Vital
Aplikasikan formokresol
Penghentian perdarahan
dengan menggunakan cotton
Pemeriksaan klinis dan visual dengan cara ditekan
pellet ke dalam daerah pulpa
dan radiografis menggunakan cotton pellet
yang telah diamputasi selama
steril
1-3 menit

Pengisian kamar pulpa dengan


menggunakan pasta Zinc
Anastesi lokal dan pasang Irigasi menggunakan Saline
Oxide Eugenol (ZnOE) dan
rubber dam untuk mencegah Steril, keringkan kavitas
dilapis oleh semen Zinc Fosfat
kontaminasi bakteri ke kamar menggunakan cotton pellet,
sebagai basis, lalu lakukan
pulpa dan isolasi
penumpatan sementara
dengan menggunakan GIC

Pengambilan jaringan pulpa


Pengambilan seluruh jaringan
koronal dengan bur bundar
karies untuk membuka kamar Restorasi mahkota
pada hanpiece berkecepatan
pulpa
rendah / ekskavator tajam
Pulpotomi
Vital
Pulpotomi
Vital
Pulpekt
omi
Vital
si
Pulpektomi adalah pembuangan
jaringan pulpa yang terinfeksi dari
gigi secara menyeluruh (meliputi
kamar pulpa dan saluran akar).

Pulpektomi vital pada gigi sulung


dapat diselesaikan dalam satu kali
kunjungan dan dilakukan dibawah
anastesi lokal
Kontrai
Indikas ndikasi
• Mahkota tidak dapat direstorasi
i • Terdapat perforasi dasar pulpa
• Reduksi dukungan tulang
dan/atau kegoyangan gigi
• Pulpa radicular yang • Gambaran radiografi
menunjukkan gejala klinis dari memperlihatkan indikasi resorpsi
pulpitis reversible atau nekrosis akar internal atau eksternal
• Akar memperlihatkan resorpsi yang luas,
minimal atau belum ada • Terdapat radiolusensi
resorpsi. periradikular melibatkan folikel
• Anak kooperatif gigi permanen
Bahan
Pengisi
Saluran Akar
Dapat Tidak
mengalami mengiritasi Melekat pada
Mudah
resorbsi jaringan Bersifat diding saluran
memasuki
bersamaan periapical dan antiseptic akar dengan
saluran akar
dengan akar benih gigi baik
gigi sulung permanen

Tidak Mudah diambil Tidak


Radioopak
mengerut jika diperlukan mewarnai gigi
Pengisi
Calcium Calcium hydroxide-
Zinc Oxide Eugenol Iodoform-based Zinc Oxide-Iodoform
hydroxide-based iodoform based

Kekurangan: dapat • Pasta KRI: campuran Sealapex Vitapex/Diapex: 30% • Pasta Maisto: ZnO,
bertahan di tulang iodoform, champor, Calcicur CaOH, 40.4% Iodoform, dan Iodoform,
alveolar dalma jangka parachlorofenol, dan 22.4% silicone oil dengan
waktu yg lama menthol parachlorofenol,
• Metapex champor lanolin,
thymol.
• Endoflas
Overfilling menyebabkan Resorbsi cepat dan tidak ada Tingkat Mudah digunakan, Tingkat kesuksesan lebih
reaksi thdp benda asing efek negative thdp benih gigi keberhasilan 88% resorpsi sedikit lebih tinggi dibanding ZOE
dan meningkatkan permanen. cepat dari akar gigi, non-
kegagalan toksik, radioopak

Resorbsi lebih lambat Overfilling: cepat digantikan Tidak ada efek Mendekati syarat ideal
dari akar gigi sulung dengan jaringan normal. antibakteri
Terkadang mengalami resorpsi
didalam saluran akar.

Efek antibacterial kuat efek antibacterial lebih kuat


dibanding ZOE
Pulpektomi
Vital
Anestesi lokal
Pembersihan Pembukaan atap
Asepsis daerah kerja (sesuai prosedur
jaringan karies pulpa
anestesi)

Pembuangan
Irigasi dengan jaringan pulpa vital Pengambilan
→ K-File dengan jaringan pulpa vital
NaOCl/EDTA/Chlorhe foto rontgen →
teknik preparasi terinfeksi sampai
xidine → keringkan hitung panjang kerja
konvensional sesuai saluran akar →
dengan paper point.
UPK (±1-2 mm dari ekstirpasi
apikal).

Tanda gejala klinis


Sterilisasi saluran
tidak ada (perkusi,
akar → medikamen
tekan, palpasi,
intrakanal (ChKM, Restorasi mahkota
kemerahan, mobiliti)
Cresophene, atau
→ pengisian (ZnOE
CaOH)
+ ZnPO4/GIC
Pulpoto
mi Non
Vital
si
Amputasi pulpa bagian koronal dari
gigi yang non vital dan memberikan
medikamen/pasta antiseptik agar
gigi tetap dalam keadaan aseptik

Tujuan
Untuk mempertahankan gigi sulung
non vital
Indikas
i
• Gigi sulung non vital akibat karies
Kontrai atau trauma.
• Gigi sulung non vital yang tidak bisa
ndikasi dilakukan pulpektomi (karena
saluran akar tidak memungkinkan
• Gigi yang tidak dapat direstorasi dan pasien tidak kooperatif)
• Gigi permanen penggantinya akan • Gigi sulung yang telah mengalami
segera erupsi resorpsi lebih dari 1/3 akar tetapi
• Rasa sakit saat dilakukan tes perkusi masih diperlukan dalam
• Tanda-tanda nyeri spontan perawatan space maintainer
• Gigi masih bisa direstorasi
Medik
amen

Beechwood cresol Formakresol

• Termasuk golongan fenol • Formalin: 37% Formaldehyde solution.


• Efektif terhadap kuman patogen dalam • Cresol: Cresylol, Tricresol.
perawatan endodontik • Formocresol merupakan kombinasi dari:
• Konsentrasinya dalam saluran akar akan - 35% tricresol
menurun 2/3 pada 24 jam pertama - 19% formaldehid
terutama apabila penutupan koronal - 15% gliserin dalam air
tidak baik • Formocresol bila diaplikasikan di atas
• Efek samping: alergenisitas jaringan pulpa yang terinfeksi
menyebabkan denaturasi sebagian atau
seluruhnya pada jaringan pulpa dan
memperbaikinya.
Pulpotomi
Non Vital
Kunjungan 1

Buang jaringan
pulpa nekrotik Irigasi dengan
Buka atap kamar dalam kamar pulpa saline dan
pulpa dengan ekskavator keringkan dengan
atau bur bulat cotton pellet steril
besar

Tempatkan cotton
Tutup dengan pellet yang telah
Instruksi pasien
temporary dibasahi
untuk datang 1-2
dressing (GI atau beechwood cresol
minggu kemudian
ZOE) atau formocresol
pada kamar pulpa
Pulpotomi
Non Vital
Kunjungan 2

Periksa gigi. Bila tidak Buka tumpatan


ada rasa sakit/tanda sementara, bersihkan
infeksi  lanjutkan kavitas dan keringkan

Letakkan pasta ZnO


Restorasi gigi dengan dengan formokresol dan
SSC eugenol (1:1) dalam
kamar pulpa
omi
Non
Vital
si
Pengambilan seluruh jaringan pulpa
dari kamar pulpa dan saluran akar,
kemudian saluran akar dan kamar
pulpa di isi dengan bahan pengisi.

Bahan pengisi:
Pasta Zinc oxide eugenol
Calcium hydroxide
Pasta iodoform
Vital
Pulpektomi melibatkan akses ke
sistem sal.akar, pembersihan
sal.akar

Morfologi gigi M sulung mirip dengan


gigi M permanen

M sulung RB
Akar mesial : 2 sal.akar (mesio-bukal dan mesio
lingual)
Akar distal : 1 atau 2 sal.akar
M sulung RA :
3 sal.akar (mesio-bukal, disto-bukal, palatal)
Kontrai
Indikasi ndikasi
• Resorpsi akar > 1/3 apikal
• Gigi sulung non vital • Mobility
• Gigi sulung disertai abses • Gigi tidak dapat direstorasi
• Resorpsi akar < 1/3 apikal • Kondisi umum pasien dengan
• Mahkota masih dapat di restorasi penyakit sistemik
Pembuangan
Pembuatan foto Membuka atap pulpa
Isolasi daerah kerja jaringan karies
rontgen dan mencari orifice
dengan bur bundar

teknik preparasi
Irigasi
konvensional
(NaOCl/EDTA/Chlorh ekstirpasi
berdasarkan Perhitungan panjang
exidine)  keringkan jar.nekrotik dalam
pengukuran panjang kerja
sal.akar dengan sal.akar  K-File
kerja (kurang lebih
paper point
1-2 mm dari apikal)

Prosedur
Sterilisasi saluran
akar menggunakan
medikamen
intrakanal tutup TS
Kunjungan kedua:
Bila gejala klinis
sudah (-)(perkusi,
tekan, palpasi, Pengisian sal.akar

Pulpektom
7. (ChKM, kemerahan) dan
Cresophene, saluran akar sudah
CaOH) steril

i Non Vital
1 minggu kemudian
Restorasi
kontrol
Mahkota(Restorasi
pengisian.Keluhan
sewarna gigi/
(-), pemeriksaan
Logam)
objektif (-)
Keberhasilan
Perawatan
Pemeriksaan
Ro:
Peningkatan
Gigi tidak Tidak resorpsi
terdapat terdapat tulang 
gejala infeksi adanya ekstraksi
perubahan
patologi
Dafta
Badrinatheswar, G. V. (2010). Pedodontics Practice and
Management. India: Jaypee

Cameron, A. C., & Widmer, R. P. 2003. A handbook of

r
pediatric dentistry. Edinburgh: Mosby.

Casamassimo, P.S. 2013. Pediatric dentistry: Infancy through


adolesence. St. Louis, Mo: Elsevier/Saunders

Pusta Koch, G., Poulsen, S., Espelid, I. dan Haubek, D. 2009.


Pediatric Dentistry A Clinical Approach 3rd Edition. West
Sussex: WILEY Blackwell.

ka Petunjuk Praktikum Kedokteran Gigi Anak. Bagian Kedokteran


Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran.

Welbury, Richard. R, Monty S. Duggal, and M.T. Hosey. 2005.


Pediatric Dentistry 3rd edition. New York: Oxford University
Pers
Terim
a