Anda di halaman 1dari 26

Topik 1

Anamnesis
Pemeriksaan Fisik Umum & Sistem
Stomatognatik

Pembimbing I Pembimbing II
drg Naninda Berliana Pratidina, drg Andi Sri Permatasari
Sp.KGA drg Heidy Stefanie Yonathan

Tiara Gassani Suwandi


Percakapan profesional
Langkah pertama yang harus terencana antara dokter dan
ditempuh untuk menentukan pasien dalam rangka menyusun
diagnosis riwayat penyakit

Anamnesis

Drg harus menguasai bagaimana


melakukan anamnesis dan Anamnesis yang baik 
pemeriksaan fisik yang Diagnosis yang tepat
sistematis dan benar

Cameron, A. C., & Widmer, R. P. (2003). A handbook of pediatric dentistry. Edinburgh: Mosby
Beberapa pertanyaan spesifik yang berkaitan dengan riwayat kesehatan anak

Berpengaruh pada manajemen perawatan anak tersebut sehingga diharapkan


orang tua mendampingi anak saat ke drg

Anak berekebutuhan khusus (ABK) menurut AAPD :


Segala gangguan fisik, perkembangan, mental, sensorik, perilaku, kognitif, atau keterbatasan
emosional yang memerlukan manajemen medis, intervensi perawatan kesehatan & pelayanan
khusus
Identitas Pasien

Jenis Tanggal
Nama Usia
Kelamin Lahir

Nama Pekerjaan
Alamat No Tlp
Orang tua Orang Tua
Keluhan Utama

Faktor yang
Faktor yang Keluhan yang
Lokasi Durasi Progresi Onset memperpara
meringankan menyertai
h

• Dicatat sesuai bahasa pasien (anak/orang tua)

• Treatment → keinginan /kebutuhan pasien/org tua pasien


Welbury, Richard. R, Monty S. Duggal, and M.T. Hosey. 2005. Pediatric Dentistry 3rd edition. New York: Oxford University Pers

Cameron, A. C., & Widmer, R. P. (2003). A handbook of pediatric dentistry. Edinburgh: Mosby
Riwayat penyakit yang mencakup semua sistem tubuh
Riwayat
Medis Sistem Kardiovaskular
penyakit jantung, hipertensi

Sistem Saraf
kejang

Sistem Endokrin
Diabetes

Saluran Pencernaan
Hepatitis

Cameron, A. C., & Widmer, R. P. (2003). A handbook of pediatric dentistry. Edinburgh: Mosby
Saluran Pernafasan
Riwayat Asma, bronchitis, ISPA (infeksi sal. Pernafasan akut)
Medis Perdarahan

Sistem urogenital
Penyakit ginjal

Alergi

Riwayat operasi
tanyakan mengenai waktu, indikasi, dan jenis operasi yang dilakukan,
riwayat rawat inap di RS

Pengobatan dan Obat yang sedang dikonsumsi saat ini

Cameron, A. C., & Widmer, R. P. (2003). A handbook of pediatric dentistry. Edinburgh: Mosby
Riwayat Keluarga dan Sosial
Riwayat keluarga
apakah ada yang
Silsilah keluarga
memiliki penyakit
serius?

Prestasi di kelas Gangguan bicara

Cameron, A. C., & Widmer, R. P. (2003). A handbook of pediatric dentistry. Edinburgh: Mosby
Riwayat Pemeliharaan Kesehatan
Gigi dan Mulut
Faktor yang
menyebabkan
Pengalaman masalah gigi dan
perawatan gigi Waktu erupsi Perawatan Cara kontrol mulut (diet, OH,
sebelumnya dan preventif yang nyeri yang menghisap jari,
(jenis perkembangan pernah sebelumnya parafunctional
perawatan, gigi dilakukan dilakukan habit, frekuensi
sikap pasien) menyikat gigi,
jenis pasta gigi,
trauma

Cameron, A. C., & Widmer, R. P. (2003). A handbook of pediatric dentistry. Edinburgh: Mosby
Fisik

Pemeriksaan

Ekstra
Intra oral
Oral
Pemeriksaan Fisik
Tinggi dan berat badan
mengukur tinggi dan berat badan anak lalu membandingkannya dengan grafik pertumbuhan

Kulit
melihat adanya kelainan pada kulit, memar atau cedera

Tangan
melihat adanya tanda anak mengisap jari atau menggigit kuku, kuku abnormal, morfologi jari, dsb

Suhu
Febris/ Afebris
Postur tubuh
Tegap/ Kifosis/ Skoliosis/ Lordosis
Dada, perut, ekstremitas
(dalam kondisi tertentu seperti trauma)

Cameron, A. C., & Widmer, R. P. (2003). A handbook of pediatric dentistry. Edinburgh: Mosby
Pemeriksaan Ekstra Oral
Wajah
kesimetrisan, dimensi dan profil

Mata
inspeksi bola mata, sklera, pupil, konjungtiva

Telinga
Apakah pasien menggunakan alat bantu dengar?
Tampilan dan warna kulit
adanya perubahan atau kelainan pada kulit

Temporomandibular Joint
adakah nyeri, krepitasi, deviasi, atau pembukaan mulut yang terbatas

Kelenjar Limfe
adakah pembesaran kelenjar servikal, submandibular, submental

Cameron, A. C., & Widmer, R. P. (2003). A handbook of pediatric dentistry. Edinburgh: Mosby
Cara Pemeriksaan
Pemeriksaan Intra Oral

Kebersihan mulut & Oklusi dan relasi


status periodontal
Jaringan Lunak Gigi
ortodontik
• Warna • Palatum • Karies • Kelainan skeletal
• Pembengkakan • Lidah • Restorasi yang parah
• Ulserasi • Frenulum • Fissure sealants • Overjet dan overbite
• Perdarahn • Tonsil • Kehilangan • Relasi molar
• Resesi permukaan gigi pertama
• perubahan warna, • Trauma • Crowding/spacing
ulserasi, • Struktur gigi
pembengkakan, • Bentuk dan ukuran
atau kelainan lain gigi
• Jumlah gigi
• Erupsi gigi

Cameron, A. C., & Widmer, R. P. (2003). A handbook of pediatric dentistry. Edinburgh: Mosby
STATUS KEBERSIHAN MULUT
OHI
• Semua gigi diperiksa
Kebersihan rongga mulut berhubungan • Setiap rahang dibagi menjadi 3
erat dengan tingkat pembentukan segmen
karies pada anak

Indikator
- Oral Hygiene Indeks (OHI)
- Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S)
menurut Green dan Vermillion 1964 .
Oral Hygiene Index
•   
Debris index = Calculus index =

OHI = Debris Index + Calculus Index

Kriteria
0,0 – 2,4 baik
2,5 – 6 cukup
6,1 – 12 buruk
Oral Hygiene Index Simplified (OHI-
S)
• Gigi 16 permukaan bukal
RA • Gigi 11 permukaan labial
• Gigi 26 permukaan bukal

• Gigi 36 permukaan lingual


RB • Gigi 31 permukaan labial
• Gigi 46 permukaan lingual
Indeks Debris
No KRITERIA NILAI

1. Pada permukaan gigi yang terlihat, tidak ada 0


debris atau pewarnaan ekstrinsik.
2. a. Pada permukaan gigi yang terlihat, pada 1
debris lunak yang menutupi
permukaan gigi seluas 1/3 permukaan atau
kurang dari 1/3 permukaan.
b. Pada permukaan gigi yang terlihat tidak ada
debris lunak tetapi ada
pewarnaan ekstrinsik yang menutupi
permukaan gigi sebagian atau
seluruhnya.

3. Pada permukaan gigi yang terlihat pada debris 2


lunak yang menutupi permukaan tersebut  
seluas lebih dari 1/3 permukaan gigi, tetapi
kurang dari 2/3 permukaan gigi.
4. Pada permukaan gigi yang terlihat ada debris 3
yang menutupi permukaan tersebut seluas
lebih 2/3 permukaan atau seluruh permukaan
gigi.

Welbury, Richard. R, Monty S. Duggal, and M.T. Hosey. 2005. Pediatric Dentistry 3rd edition. New
York: Oxford University Pers
Oral Hygiene Index Simplified (OHI-
S)

Baik Sedang Buruk


0,0 – 1,2 1,3 – 3,0 3,1 – 6,0

WHO. 2006. OHI-S (Simplified) Green and Vermillion 1964. [serial online]. http://www.whocollab.od.mah.se/expl/ohisgv.html.
Indeks Kalkulus
No KRITERIA NILAI

1. Tidak ada karang gigi 0

2. Pada permukaan gigi yang terlihat ada karang 1


gigi supragingival menutupi permukaan gigi kurang
dari 1/3 permukaan gigi.

3. a.       Pada permukaan gigi yang terlihat ada karang 2


gigi  supragingival menutupi
permukaan gigi lebih dari 1/3 permukaan gigi.
b.       Sekitar bagian cervikal gigi terdapat
sedikit subgingival.

4. a.      Pada permukaan gigi yang terlihat adanya karang 3


gigi supragingival menutupi
permukaan gigi lebih dari 2/3 nya atau seluruh
permukaan gigi.
b.      Pada permukaan gigi ada karang
gigi subgingival yang menutupi dan melingkari
seluruh cervikal (A. Continous Band of
Subgingival Calculus).
WHO. 2006. OHI-S (Simplified) Green and Vermillion 1964. [serial online].
http://www.whocollab.od.mah.se/expl/ohisgv.html.
Tes Vitalitas Gigi
Mengetahui apakah pulpa masih memiliki kemampuan untuk merespon terhadap stimulus yang diberikan

Tes Stimulasi Tes


Tes Termal Tes Perkusi Tes Kavitas
Elektris Transiluminasi
Tes Termal
• Dilakukan dengan Tes dingin 1. Mengisolasi daerah yang akan diperiksa
dengan cotton roll
• Menggunakan bahan seperti : 2. Mengeringkan gigi yang akan diperiksa
3. Apabila menggunakan Ethyl Chloride
- Ethyl Chloride Spray Spray  semprot ke cotton pellet
4. Mengoleskan cotton pellet pada
- Carbon Dioxide Pencil sepertiga servikal gigi
5. Mencatat respon pasien
(dry ice)
Juga dapat dilakukan tes panas -> gutta percha panas

Namun jarang digunakan karena dapat menyebabkan


vasodilatsi pembuluh darah apabila dilakukan terlalu
berlebihan
Tes Stimulasi Elektris
• Merupakan tes yang dilakukan
dengan menggunakan alat
Electronic Pulp Tester

• Menempelkan elektroda
Electric Pulp Tester (EPT) pada
1/3 gingival atau servikal gigi
Tes
Tes Kavitas
Transiluminasi
• tes ini merupakan tes yang sangat • Tes vitalitas dengan
non-invasif untuk melihat ada menggunakan bur tajam
tidaknya fraktur dan perubahan warna berkecepatan rendah pada
yang terjadi dapat mengindikasikan
perubahan dari status pulpa kavitas gigi
Tes Perkusi Tes Mobility
Tes ini dapat memberikan informasi akan adanya kerusakan pada jaringan periapikal dan periodontal
ligamen

• Memberi pukulan pada gigi • menggerakkan gigi ke arah


dengan ujung instrumen lateral
• Nyeri: lesi periapikal • menggunakan tangkai dua
instrumen

Cameron, A. C., & Widmer, R. P. (2003). A handbook of pediatric dentistry. Edinburgh: Mosby
GIGI