Anda di halaman 1dari 27

Hukum Pertama

Termodinamika

Dosen Pembimbing :
Zikra azizah M. Pd

http://www.free-powerpoint-templates-design.com
KELOMPOK: 4
1. Intan Saphira Prapesti 1801008
2. Cantika rora putri 1801072
3. Reni Al-Fiah 1801172
4. Chia Besty Dwinta 1801104
5. Dona Elvi Khairini 19012001
6. Darwira Nengsih sofyan 1501067
7. Melsy Febri Suryani 1801153
8. Nuradila 19012011
9. Nurpatma 1801057
10.Sonia Septi Maelani 1801045.
11. Rio 1801021
12. Amelia Savira 19013020
keep
13. Muhammad Irvan
14. Ricky Rafinaldi healthy
HUKUM PERTAMA TERMODINAMIKA

Termodinamika

Energi dalam

Entalpi

Energi dalam Entalpi


dan dan
perubahannya perubahannya
TERMODINAMIKA

Termodinamika adalah salah satu cabang


fisika teoritik yang berkaitan dengan
hukum- hukum pergerakan panas, dan
perubahan dari panas menjadi bentuk-
bentuk energi lain. Istilah termodinamika
diturunkan dari bahasa yunani Therme
(panas) dan dynamis (gaya).
sistem termodinamika berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan
lingkungan

Sistem Sistem Sistem


Terbuka Tertutup Terisolasi
sistem termodinamika berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi
antara sistem dan lingkungan

1 2 3
Sistem terbuka Sistem tertutup Sistem terisolasi
Sistem yang menyebabkan terjadinya
Sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi Sistem terisolasi ialah sistem
pertukaran energi (panas dan kerja) (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi pertukaran zat dengan yang menyebabkan tidak
dan benda (materi) dengan lingkungan. Contoh sistem tertutup yaitu suatu balon udara
terjadinya pertukaran panas,
lingkungannya. yang dipanaskan, dimana massa udara didalam balon tetap,
tetapi volumenya berubah dan energi panas masuk kedalam zat atau kerja dengan
Perjanjian yang kita gunakan
masa udara didalam balon. lingkungannya. Contohnya :
untuk menganalisis sistem yaitu : Suatu sistem bisa mengalami pertukaran panas atau kerja air yang disimpan dalam
Untuk panas (Q) bernilai positif atau keduanya, biasanya dipertimbangkan sebagai sifat termos dan tabung gas yang
jika diberikan kepada sistem dan pembatasnya:
Pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan
terisolasi.
bernilai negatif bila keluar dari sistem
Untuk usaha (W) bernilai positif jika pertukaran panas.
Pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.
keluar dari sistem dan bernilai negatif
jika diberikan (masuk) kedalam sistem.
Hukum Pertama
Termodinamika
 Hukum pertama termodinamika merupakan bentuk lain dari hukum kekekalan energi (konservasi
energi )yang diaplikasikan pada perubahan energi dalam yang dialami oleh suatu sistem.
 Sistem adalah suatu bagian terpisah yangmenjadi pusat perhatian kita untuk dianalisis.
 Lingkungan adalah sesuatu diluar sistem yangdapat mempengaruhi sistem secara langsung.
 Batas antara sistem dengan lingkungannyadisebut batas sistem (boundary)

maka rumus hukum I Termodinamika dapat dituliskan sebagai berikut ini :


∆U = Q + W
Di mana :
∆U = Perubahan energi dalam sistem (J)
Q = Kalor yang diterima ataupun dilepas sistem (J)
W = Usaha (J)

.
TERMODINAMIKA
Perjanjian pada hukum I Termodinamika

Usaha (W) bernilai negativ (-) Usaha (W) bernilai positiv (+)
jika sistem melakukan suatu jika sistem menerima suatu
usaha usaha

PERJANJI HUKUM
AN 1

Q bernilai positiv jika sistem .Q bernilai negativ jika sistem


melepaskan kalor menerima suatu kalor
Energi Dalam

Setiap zat dalam sistem terdiri dari atom –


atom atau molekul-molekul yang
bergerak terus menerus. Dari
gerakan – gerakan tersebut, zat memiliki
Content Here energi kinetik.

Antara molekul – molekul zat juga terdapat


gaya yang disebut gaya antar molekul. Karena
gaya antar molekul inilah menyebabkan
Content Here
molekul memiliki energi potensial

Jumlah energi kinetik dan potensial yang


berhubungan dengan atom - atom atau
Content Here
molekul –molekul zat disebut dengan
energi dalam
Perubahan Energi
Dalam

Perubahan Energi Dalam dapat diketahui


dengan mengukur kalor (q) dan kerja (w),
1 2 yang akan timbul bila suatu sistem bereaksi.
Oleh karena itu, perubahan energi dalam
3 dirumuskan dengan persamaan
4
∆E = EProduk – EReaktan
Perubahan
Entalpi Entalpi
Perubahan Entalpi (ΔH)  adalah
Entalpi adalah istilah dalam
perubahan energi yang menyertai
termodinamika  yang menyatakan
peristiwa perubahan kimia pada
jumlah energi internal dari suatu
tekanan tetap.
sistem termodinamika ditambah
energi yang digunakan untuk
melakukan kerja. Dari tinjauan,
entalpi tidak bisa diukur, namun
yang bisa dihitung adalah nilai Pemutusan ikatan membutuhkan
perubahannya. Secara matematis, energi (endoterm)
Contoh: 
perubahan entalpi dapat
energi + 2 HgO(s) –> 2 Hg(l) +
dirumuskan sebagai berikut O2(g)

ΔH = ΔU + PΔV
Dimana :  
H = entalpi sistem ( joule )
U = energi internal ( joule ) Pembentukan ikatan memberikan energi
P = tekanan dari sistem ( Pa) (eksoterm)
V = volume sistem ( m3 ) Contoh:
2 H2(g) + O2(g) –> 2 H2O(l) + energi
Perubahan Entalpi
Perubahan entalpi sistem (ΔH) yang terjadi selama reaksi
adalah entalpi keadaan akhir dikurangi keadaan awal dari
sistem. ΔH = Hfinal – Hinitial

Eksoterm dan Endoterm

Jika dalam reaksi kimia terjadi perpindahan panas


dari sistem ke lingkungan maka suhu lingkungan
meningkat. Jika suhu sistem turun maka dikatakan
bahwa reaksi tersebut eksoterm. Reaksi endoterm
adalah kebalikan dari reaksi eksoterm

$130 $200 $80


Sistem dan Lingkungan

Secara prinsip, perubahan entalpi disebabkan adanya aliran panas dari sistem ke
lingkungan, atau sebaliknya. Apakah yang disebut sistem dan lingkungan?
Secara umum, sistem didefinisiskan sebagai bagian dari semesta yang
merupakan fokus kajian dan lingkungan adalah segala sesuatu di luar sistem
yang bukan kajian.
Dalam reaksi kimia, Anda dapat mendefinisikan sistem. Misalnya pereaksi
maka selain pereaksi disebut lingkungan, seperti pelarut, hasil reaksi, tabung
reaksi, udara di sekitarnya, dan segala sesuatu selain pereaksi
Jenis-jenis perubahan 02
Perubahan Entalpi
entalpi Penguraian
Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada penguraian 1 mol
senyawa menjadi unsur-unsur penyusunnya pada keadaan
01 Perubahan Entalpi Pembentukan
standar.
• Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar, maka
dinotasikan dengan DHd. Satuannya = kJ / mol.
Standar ( DHfo ) • Perubahan entalpi penguraian standar merupakan kebalikan
dari perubahan entalpi pembentukan standar, maka nilainya pun
akan berlawanan tanda.
Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada pembentukan 1 mol senyawa
dari unsur-unsurnya pada suhu dan tekanan standar ( 25 oC, 1 atm ).
Entalpinya bisa dilepaskan maupun diserap. Satuannya adalah kJ / mol.
Bentuk standar dari suatu unsur adalah bentuk yang paling stabil dari unsur
03 Perubahan Entalpi
itu pada keadaan standar
( 298 K, 1 atm ). Jika perubahan entalpi pembentukan tidak diukur pada
Pembakaran
keadaan standar maka dinotasikan dengan DHf.
Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada
Contoh Pembentukan Standar ( DHfo ). DHf unsur bebas = nol pembakaran 1 mol suatu zat secara
• Dalam entalpi pembentukan, jumlah zat yang dihasilkan adalah 1 mol. sempurna pada keadaan standar.
• Dibentuk dari unsur-unsurnya dalam bentuk standar O Jika pengukuran tidak dilakukan pada
keadaan standar, maka dinotasikan dengan
DHc. Satuannya = kJ / mol.
Jenis-jenis perubahan entalpi
04 Perubahan Entalpi Penetralan
adalah perubahan entalpi yang terjadi pada penetralan 1 mol asam oleh basa atau 1 mol
basa oleh asam pada keadaan standar. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan
standar, maka dinotasikan dengan DHn.
Satuannya = kJ / mol.

05 Perubahan Entalpi Penguapan

Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada penguapan 1 mol


zat dalam fase cair menjadi fase gas pada keadaan standar.
• Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar, maka
dinotasikan dengan DHvap.
Satuannya = kJ / mol.

06 Perubahan Entalpi Pencairan / peleburan


Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada pencairan / peleburan 1 mol zat
dalam fase padat menjadi zat dalam fase cair pada keadaan standar.
• Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar, maka dinotasikan
dengan DHfus.
Satuannya = kJ / mol.
Hubungan Perubahan Entalpi  (ΔH) dan Perubahan
Energi Dalam (ΔE)
ΔE = Q.V ΔH = Q.P ΔH = ΔE + Δ (PV)
25
%

30
% 50
30
%
% 01 02 03
25 Panas yang Panas yang Perubahan entalpi sistem
% dilepaskan atau dilepaskan atau selama reaksi kimia adalah
20
diserap ketika reaksi diserap ketika reaksi sama dengan perubahan
25 %
15 dijalankan pada dijalankan pada energi internal ditambah
% 10 volume konstan sama
% tekanan konstan sama perubahan produk dari
Text 1 Text 2
%
Text 3 dengan perubahan dengan perubahan tekanan gas dalam sistem kali
energi internal sistem. entalpi sistem. volume. ΔH = ΔE + Δ (PV)
ΔE = Q.V ΔH = Q.P

Penerapan Hukum I termodinamika juga dapatditemukan dalam kehidupan sehari-hari.


Misal:Termos & Mesin kendaraan bermotor
Proses-proses Termodinamika
Proses termodinamika adalah perubahan keadaan gas,
yaitu tekanan, volume dan suhunya. Perubahan ini diiringi
dengan perubahan kalor, usaha dan energi dalamnya.
Proses-proses yang memiliki sifat-sifat khusus ada empat
contoh seperti berikut

Proses Proses Proses Proses


Isobarik isotermis isikhoris diabatis
Proses-proses Termodinamika
0 Proses Isobarik
1
Proses isobarik adalah proses perubahan
gas dengan tahanan tetap. Pada garis P –
40% 80% 60% 50% V proses isobarik dapat digambarkan
seperti pada gambar berikut.
Usaha proses isobarik dapat ditentukan
dari luas kurva di bawah gra­fik P – V.
W = P (VB – VA)
Untuk proses isobarik usaha yang
dilakukan gas adalah W = PΔV maka
hukum termodinamika pertama menjadi:
Q = ΔU + PΔV
Proses-proses Termodinamika
Proses isotermis
0
Proses isotermis adalah proses perubahan gas dengan
2 suhu tetap. Perhatikan grafik­k pada gambar dibawah.
Pada proses ini berlaku hukum Boyle.
40% 80% 60% 50%

Pada proses isotermik usaha yang diakukan gas


adalah   

karena suhu konstan maka energi dalam sistem juga


konstan atau ΔU = 0. Hukum termodinamika pertama
menjadi :
Proses-proses Termodinamika
Proses Isokhoris
0
Proses isokhoris adalah proses perubahan
3 gas dengan volume tetap. Pada
grafik P.V dapat digambarkan seperti pada
gambar dibawah. Karena volumenya tetap
40% 80% 60% 50%
berarti  usaha pada gas ini nol, W = 0.

Pada proses isokorik, usaha yang dilakukan


gas adalah nol, maka Q =ΔU. Dengan
demikian semua kalor yang masuk
digunakan untuk menaikkan tenaga dalam
sistem
Proses-proses Termodinamika
0 Proses Adiabatis
4 Pada proses isotermis sudah kita ketahui, U = 0
dan pada proses isokoris, W = 0. Bagaiaman jika
terjadi proses termodinamika tetapi Q = 0 ?
40% 80% 60% 50%

Proses yang inilah yang dinamakan proses


adiabatis Berdasarkan hukum I
Termodinamika maka proses adiabatis memiliki
sifat dibawah.
Q=0
W = -ΔU
Proses-proses Termodinamika
0
Proses lain dan gabungan proses
5
Proses-proses selain 4 proses ideal diatas
dapat terjadi. Untuk memudahkan
40% 80% 60% 50% penyelesaian dapat digambarkan grafik P –
V prosesnya. Dari grafik tersebut dapat
ditentukan usaha proses sama dengan luas
kurva dan perubahan energi dalamnya  .
Sedangkan gabungan proses adalah
gabungan dua proses adiabatis yang
berkelanjutan. Pada gabungan proses ini
berlaku hukum pertama
termodinamika secara menyeluruh
Penentu
Entalpi
Reaksi
Kalorimetri

• Kalorimeter adalah suatu sistem


terisolasi,dimana tidak terjadi
pertukaran materi maupun energi
dengan lingkungan di luar
kalorimeter

• Kalorimeter bom adalah contoh


kalorimeter yang biasa digunakan
KALORIMETER BOM untuk menentukan kalor pembakaran
dari reaksi-reaksi pembakaran
HUKUM HESS

Hukum Hess dikemukakan oleh Germain Henri Hess.


Hukum Hess menyatakan bahwa :
"Kalor reaksi yang dibebaskan atau diperlukan pada
suatu reaksi tidak bergantung pada jalannya reaksi,
tetapi bergantung pada keadaan akhir (zat-zat hasil
reaksi)".

Hukum Hess ini dapat juga dinyatakan sebagai


berikut : "Perubahan entalpi suatu reaksi tetap
sama, baik berlangsung dalam satu tahap
maupun beberapa tahap".
HUKUM HESS

B
C
A
Diagram di atas menjelaskan bahwa untuk
mereaksikan A menjadi D, dapat menempuh jalur
D B maupun C, dengan perubahan entalpi yang
sama (ΔH1 + ΔH2 = ΔH3 + ΔH4).
Jika perubahan kimia terjadi oleh beberapa jalur
yang berbeda, perubahan entalpi keseluruhan
tetaplah sama. Hukum Hess menyatakan bahwa
Jika perubahan entalpi bersih bernilai negatif entalpi merupakan fungsi keadaan. Dengan
(ΔH < 0), reaksi tersebut merupakan eksoterm demikian ΔH untuk reaksi tunggal dapat dihitung
dan bersifat spontan. Sedangkan jika bernilai dengan:
positif (ΔH > 0), maka reaksi bersifat endoterm
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
penerapan hukum hess
Kita dapat mengkombinasikan beberapa reaksi
yang telah diketahui entalpinya untuk memperoleh
entalpi reaksi yang kita cari

Kebalikan dari suatu reaksi mengakibatkan


perubahan tanda entalpi, artinya jika suatu reaksi
berjalan secara eksoterm maka kebalikan reaksi
tersebut adalah endoterm dengan tanda entalpi yang
saling berlawanan
Jika suatu reaksi dikalikan dengan suatu
bilangan maka entalpi reaksi tersebut juga
harus dikalikan dengan bilangan yang sama

Manfaat hukum Hess adalah kita dapat menghitung entalpi suatu reaksi
yang sangat sulit sekali diukur dilaboratorium
THANK YOU
Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan