Anda di halaman 1dari 34

SELAMAT DATANG

PESERTA DIKLAT PENGHULU


PERTAMA DI SUMATERA BARAT

BALAI DIKLAT KEAGAMAAN


PADANG
APRIL 2008
Bismillahirrahmanirra
him
ASSALAMU’ALAIKUM
WR WB
PELAKSANAAN NIKAH, MATERI
KHUTBAH, NASIHAT
DAN DOA NIKAH
Oleh:
ABRAR MUNANDA, M. Ag
Kasi Kepenghuluan Bidang Urais
Kanwil Dep. Agama Prov. Sumatera Barat

Disampaikan pada Diklat Penghulu Pertama


Balai Diklat Keagamaan Padang
2008
CURICULUM VITAE
1. Nama : ABRAR MUNANDA, M. Ag
2. TTL : Bukittinggi, 14 Mei 1971
3. Jabatan : Kasi Kepenghuluan Bid Urais
Kanwil Dep. Agama Prov.
Sumbar
4. Alamat Kantor : Jl. Kuini No. 79 B Padang
0751-27444
5. Pendidikan :
 SD 1984 Bukittinggi
 MTsN 1987 Bukittinggi
 MAPK Kt Baru 1990 Padang Panjang
 S1 Fak Syari’ah IAIN Imam Bonjol 1994 Padang
 S2 Konsentrasi Syari’ah IAIN Imam Bonjol 2001
Padang
CURICULUM VITAE
5. Diklat yang pernah diikuti :
 Diklat CPPN 1995 Jakarta
 Diklat PPN 2001 Jakarta
 Diklat Hisab Rukyat 2003 Jakarta
 Diklat Pim Tk. IV 2003 Padang
 Diklat Hisab Rukyat 2006 Padang
 Diklat Fasilitator Penghulu 2007 Jakarta
 Diklat Pengadaan Barang dan Jasa 2007 Padang
CURICULUM VITAE
6. Pengalaman Jabatan :
 Wk. PPN KUA Kec. Padang Barat Kota Padang 1996
 Kepala KUA Kec. Lb. Begalung Kota Padang 2001
 Kepala KUA Kec. Padang Timur Kota Padang 2003
 Kepala Seksi Urais Kandepag Kota Padang 2005
 Kepala Seksi Kepenghuluan Bid Urais Kanwil Dep.
Agama Prov. Sumatera Barat 2007….
Status : Beristeri
Anak : 3 orang
Alamat : Perum Kordang Damai B/15 Kuranji Padang
A. Pendahuluan

1. Perkawinan adalah ikatan lahir batin


antara seorang pria dan seorang wanita
sebagai suami-isteri dengan tujuan
membentuk keluarga (rumah tangga)
yang bahagia dan kekal berdasarkan
Ketuhanan Yang Maha Esa.
(Pasal 1 UU No. 1 tahun 1974)
Pendahuluan….
2. Perkawinan adalah pintu gerbang bagi suatu
pembentukan Rumah Tangga yang legal dan
diakui oleh ummat beragama
3. Keluarga (rumah tangga) adalah satuan terkecil
dalam sistim sosial, dimana ia tidak saja sebagai
tempat ketentraman, cinta dan kasih sayang
akan tetapi juga sebagai perjanjian berat
yang akan dipertanggung jawabkan dihadapan
Allah SWT. Karena semua ini merupakan
amanah bagi manusia yang menjalaninya, hak
suami dan hak istri masing-masing ada
kewajiban yang harus dilaksanakan dengan
penuh keadilan, kejujuran, keserasian,
keseimbangan
Tujuan perkawinan :

Untuk mewujudkan suatu kehidupan


keluarga (rumah tangga) yang aman
tentram, rukun dan damai (sakinah,
Mawwadah wa Rahmah) yang dipatrikan
dengan rasa cinta dan kasih sayang
(Happy family life) dan sesuai dengan Al
Qur’an s. Ar Ruum ayat 21
B. Rukun Nikah

• Calon suami
• Calon Isteri
• Wali
• Dua Orang Saksi
• Ijab dab Qabul
C. Tugas memimpin akad nikah
1. Persiapan
2. Verifikasi akhir
3. Khutbah Nikah
4. Pelaksanaan ijab dan qabul
5. Do’a setelah ijab dan qabul
6. Menyatakan sah dan legal
7. Penyerahan mahar/mas kawin
8. Pembacaan sighat taklik talak
9. Penanda tanganan berkas
10. Penyerahan buku nikah
Persiapan petugas :

• Berpenampilan yang baik (Good


performance)
• Percaya diri (Self convidence)
• Kemampuan komunikasi massa (Public
Speaking)
• Tepat waktu (on time)
Persiapan….
• Pendataan saksi-saksi
• Menanyakan/mengulangkan kembali kepada wali
dan catin lk tentang bacaan ijab dan qabul
• Konfirmasi jika ada tambahan atau perubahan
mahar/mas kawin
• Penyesuaian tempat duduk/lay out majelis
pernikahan
• Koordinasi dengan MC jika memakai susunan
acara
D. Etika petugas dalam pelayanan
akad nikah
• Berpenampilan menarik dan berpakaian
pantas dan rapi
• Datang ketempat akad nikah sebelum acara
dimulai
• Menginformasikan kedatangannya kepada
keluarga catin perempuan
• Menjaga diri agar tidak melakukan tindakan
atau ucapan yang dapat menyakiti catin,
keluarga dan hadirin di majlis pernikahan
Etika petugas dalam pelayanan
akad nikah….
• Berbicara dengan baik kepada pengatur
acara jika menginginkan tambahan atau
perubahan dalam susunan acara
• Fasih dalam pembacaan khutbah nikah
dan penasihatan
• Tampil maksimal dalam pelaksanaan tugas
• Memohon maaf dan maklum kepada
hadirin setelah acara selesai jika ada
kekurangan dan ketidak sempurnaan
Denah Prosesi Akad Nikah

Arah Kiblat

8
4 2 1 3

6b 6a
Meja Akad Nikah
7b
7a

5b 5a

Tamu dan undangan


Keterangan denah :
1. Wali
2. PPN atau Penghulu
3. Khatib (pembaca khutbah nikah jika ada)
4. Petugas pembaca do’a
5a. Catin laki-laki
5b. Catin perempuan
6a. Saksi pihak laki-laki
6b. Saksi pihak perempuan
7a. Kelaurga catin laki-laki
7b. Kelaurga catin perempuan
8. MC dan qari/qari`ah
E. Penasihatan perkawinan
Ditujukan kepada :
Remaja usia nikah
Catin pada masa tengat waktu 10 hari
Catin ketika akad nikah
Pengantin setelah akad nikah
Suami-isteri
Mantan suami-isteri yang hendak rujuk
Masyarakat umum
F. Peran dan tugas Penasihat
perkawinan
• Mediator
• Motivator
• Penggerak
• Konselor
• Sosialisasi
G. Tantangan globalisasi
dalam pembinaan keluarga
• Sekularisasi
• Budaya Permisif
• Pergaulan bebas
• Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
• Ergeseran nilai peran lk dan pr dalam rumah
tangga
• Narkoba
• Tayangan informasi yang tidak selektif
H. Tahap-tahap penasihatan

1. Pra konseling
2. Masa konseling
3. Pasca konseling
1. Pra konseling

a. Sarana :
Ruangan
Pencahayaan
Mobiler
Perlengkapan administrasi (buku kasus,
formulir identitas klien dll)
1. Pra konseling….
b. Penasihat/konselor
Kepercayaan diri
Netralitas
Penguasaan materi, kondisi dan
lingkungan
Penampilan yang menarik dan
meyakinkan
Pra konseling….

Mempersiapkan materi konseling khusus


bagi catin:
1. Strategi memilih jodoh dalam Islam
2. Pengertian nikah
3. Tujuan pernikahan dalam Islam
4. Akibat-akibat pernikahan dari sisi hak dan
kewajiban
Persiapan materi suscatin…
5. Kebebasan bersosialisasi dan bergaul setelah
penikahan
6. Posisi kedua belah pihak keluarga dalam
kehidupan berumah tangga
7. Masa-masa yang dibolehkan, disunnahkan dan
diharamkan dalam pergaulan suami-isteri
8. Adab dan do’a dalam ibadah pergaulan suami-
isteri
2. Masa konseling

Identifikasi masalah
Pelaksanaan konseling
Pengambilan keputusan
TAHAP I (Identifikasi Masalah)

Isu sentral didefinisikan klien


atas bantuan konselor

Pengembangan alternatif
masalah oleh Ko dan Kl

Keputusan untuk
memilih definisi masalah

Apakah Klien menerima


definisi masalah?

Tidak, kembali ke Ya, lanjutkan ke tahap berikut


TAHAP II (Fase Kerja)
Kerangka berpikir konselor
dalam memahami masalah klien

Pendekatan eklektik, kualitas


pribadi konselor dan teknik konselor

Ko dan Kl mengembangkan
alternatif solusi masalah

Berhasil Gagal

Tahap III
(keputusan untuk tindakan)
FASE III
(Keputusan untuk Bertindak)
Ko dan Kl menyusun
Solusi/pemecahan masalah

Menguji solusi

Menyusun rencana

Mengakhiri sesi
3. Pasca konseling

Pemantauan
Pelestarian
I. Pembacaan do’a pernikahan

• Berpenampilan menarik dan


berpakaian pantas dan rapi
• Datang tepat waktu
• Menempati posisi yang sesuai
dengan tugas
• Mempersiapkan materi do’a dengan
baik dan sesuai dengan tema acara
Pembacaan do’a pernikahan….
• Mengerti tentang bacaan do’a yang
diucapkan
• Percaya diri, fasih dan lancar dalam
membaca do’a
• Membaca do’a dengan suara yang tidak
dikeraskan dan bisa didengar oleh hadirin
dan dengan sikap khauf dan raja`
• Tengat waktu membaca do’a disesuaikan
dengan kondisi acara dan majelis
pernikahan
Penutup

• Masih jauh dari kesempurnaan


• Butuh kontribusi dalam upaya
penyempurnaan
• Kebersamaan, sumbangan pemikiran dan
kebijakan kongkrit sangat dibutuhkan
dalam upaya meningkatkan eksistensi dan
profesionalisme penghulu