Anda di halaman 1dari 19

PRAKARYA DAN

KEWIRAUSAHAAN
Kelas XI
Semester 2

Aspek Pengolahan
Pengolahan dan Kewirausahaan
Bahan Nabati dan Hewani
Menjadi Makanan Internasional

Oleh:
Subardi, S.Pd.
PETA MATERI
WIRAUSAHA MAKANAN INTERNASIONAL

Penerapan Sistem Produksi


Perencanaan Usaha Makanan Internasional berdasarkan
Makanan Internasional Daya Dukung Daerah

Menghitung Titik Impas (BEP)


Usaha Makanan Internasional

Promosi Produk Hasil Laporan Kegiatan


Usaha Makanan Internasional Usaha Makanan Internasional
PETA MATERI
WIRAUSAHA MAKANAN INTERNASIONAL

Penerapan Sistem Produksi


Perencanaan Usaha Makanan Internasional berdasarkan
Makanan Internasional Daya Dukung Daerah

Menghitung Titik Impas (BEP)


Usaha Makanan Internasional

Promosi Produk Hasil Laporan Kegiatan


Usaha Makanan Internasional Usaha Makanan Internasional
D. Menghitung Titik Impas (BEP)
Usaha Makanan Internasional

C. Menghitung Titik Impas (BEP)


Usaha Makanan Internasional
1. Pengertian Titik Impas
(Break Even Point)
Break Even Point (BEP) dapat diartikan sebagai
suatu titik atau keadaan dimana perusahaan di
dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan
dan tidak menderita kerugian. Dengan kata lain,
pada keadaan itu keuntungan atau kerugian sama
dengan nol. Hal tersebut dapat terjadi bila
perusahaan memperoleh volume penjualan hanya
cukup untuk menutup biaya tetap dan biaya
variabel.
Grafik BEP
P TR TC

Untung VC

BEP

Rugi
FC

Keterangan:
TR = Total Revenue (Penerimaan) VC = Variable Cost (Biaya Variabel)
Q = Quantities (Produksi) TC = Total Cost (Total Biaya)
FC = Fixed Cost (Biaya Tetap) BEP = Break Even Point (Titik Impas)
Lanjutan 1. Pengertian Titik Impas (Break Even Point)

Untuk menentukan titik impas dengan tepat yang harus


dilakukan:
• Tingkat laba yang ingin dicapai dalam suatu periode.
• Kapasitas produksi yang tersedia, atau yang mungkin
dapat ditingkatkan.
• Besarnya biaya yang harus dikeluarkan, mencakup
biaya tetap maupun biaya variabel.
2. Strategi Menetapkan Harga
Jual Makanan Internasional
Harga jual sangat berkaitan dengan tingkat penjualan
dan tingkat keuntungan yang ditetapkan. Jika
menetapkan harga terlalu mahal, dikhawarirkan
pelanggan akan tidak jadi membeli produk. Sedangkan
jika menjual produk terlalu murah, maka akan
menghasilkan laba dengan tingkat yang rendah. Oleh
karena itu, ketika akan menetapkan harga jual produk
perlu melakukan suatu perhitungan yang matang.
Lanjutan 2. Strategi Menetapkan Harga Jual Makanan Internasional

Ada beberapa strategi dalam menentukan harga sehingga harga


yang ditawarkan sesuai dengan pembeli yaitu :
a. Menentukan harga jual berdasarkan biaya produksi
Cara ini sangat mudah dan paling disenangi oleh para
wirausahawan makanan internasional. Caranya hanya
dengan menghitung berapa total biaya yang dikeluarkan
ditambahkan dengan margin keuntungan yang diinginkan,
maka itulah harga jual produk tersebut.
Contoh, misalkan total biaya produksi = Rp 20.000,-.
Kemudian ditambah dengan margin keuntungan yang
diinginkan misalnya sekitar 20%, maka harga jual produk
tersebut Rp 20.000 + (Rp 20.000 x 20%) = Rp 24.000,-
Lanjutan 2. Strategi Menetapkan Harga Jual Makanan Internasional

b. Menentukan harga jual berdasarkan kompetisi


Cara kedua ini biasa dipakai oleh wirausahawan yang baru
mau memulai usaha. Cara ini dilakukan dengan
membandingkan harga jual kompetitor sebelum
memutuskan untuk menetapkan harga jual produknya.
Biasanya harga jual produk baru lebih murah dari produk
sejenis yang telah ada sebelumnya. Meski lebih murah,
biasanya tetap mendapat keuntungan. Bedanya, margin
keuntungan yang didapat lebih sedikit dibanding kompetitor.
Tak menjadi masalah jika berprinsip rugi di awal usaha,
karena selanjutnya bisa untung terus.
c. Menentukan harga jual berdasar tujuan khusus
Strategi terakhir yakni menentukan tujuan apa yang ingin
dicapai dari harga jual tersebut. Apakah sekedar
meningkatkan jumlah penjualan, atau mendongkrak image
produk, atau karena hal lain.
3. Menghitung BEP Makanan Internasional

Analisa BEP merupakan alat analisis untuk mengetahui


batas nilai produksi atau volume produksi suatu usaha untuk
mencapai nilai impas (suatu usaha tidak mengalami
keuntungan ataupun kerugian).
Suatu usaha dikatakan layak, jika
• nilai BEP produksi > jumlah unit yang sedang diproduksi
saat ini
• BEP harga < harga yang berlaku saat ini
• BEP produksi dan BEP harga dapat dihitung dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:
Lanjutan 3. Menghitung BEP Makanan Internasional

Total Biaya
BEP Produksi 
Harga Penjualan

Total Biaya
BEP Harga 
Total Produksi
Lanjutan 3. Menghitung BEP Makanan Internasional

Contoh 1
Jika biaya produksi yang dikeluarkan untuk
pembuatan produk makanan internasional
sebesar Rp 190.700,-/paket, sedangkan total
produksi menghasilkan 120 bungkus per paket,
dan jika harga produk makanan internasional
dihargai Rp. 5000 per bungkus maka:
Lanjutan 3. Menghitung BEP Makanan Internasional

Total Biaya
BEP Produksi 
Harga Penjualan

190.700
BEP Produksi   38 bks
5.000

Total Biaya
BEP Harga 
Total Produksi

190.700
BEP Harga   1.600 Bks
120
Lanjutan 3. Menghitung BEP Makanan Internasional

Contoh 2
Diasumsikan dalam satu kali proses produksi digunakan
10 kg daging yang akan menghasilkan sekitar 40 bungkus
rendang ukuran 1/4kg. Perhitungan biaya produksi dan
keuntungannya adalah sebagai berikut:
a. Biaya Variabel
Makanan Jumlah @ (Rp) Total (Rp)
Daging 10 kg 100.000 1000.000
Bumbu 1 paket 25.000 100.000
Toples 40 buah 5.000 200.000
Kantong plastik Mica 4 gulung 10.000 40.000
Total 1.340.000
Lanjutan 3. Menghitung BEP Makanan Internasional

b. Biaya Tetap
Biaya Rp
Tenaga Kerja 150.000
Penyusutan Alat 10.700
Total 160.700
Lanjutan 3. Menghitung BEP Makanan Internasional

c. Total biaya
Total biaya = Biaya variabel + Biaya tetap
= Rp. 1.340.000 + Rp. 160.700
= Rp. 1.500.700
d. Penerimaan kotor
Penerimaan kotor = Jumlah produksi x Harga
produksi
Jumlah (bungkus) Satuan (Rp) Total (Rp)
40 45.000 1.800.000
Lanjutan 3. Menghitung BEP Makanan Internasional

e. Pendapatan bersih (Laba)


Pendapatan bersih = Penerimaan kotor – Total biaya
= Rp. 1.800.000 – Rp. 1.500.700
= Rp. 299.300

Jadi perkiraan pendapatan untuk satu kali produksi,


yaitu sebanyak 10 kg rendang akan mendapatkan
laba/keuntungan sebesar Rp. 299.300,00