Anda di halaman 1dari 13

TOKSIKOLOGI

Di susun oleh:

Richela B. Langoy
D-IV Keperawatan
 LATAR BELAKANG

Keracunan akut terjadi lebih dari sejuta kasus dalam


setiap tahun, meskipun hanya sedikit yang fatal.
Sebagian kematian disebabkan oleh bunuh diri
dengan mengkonsumsi obat secara overdosis oleh
remaja maupun orang dewasa.
RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan


permasalahan sebagai berikut :
a.    Apa definisi dari toksikologi obat?
b.    Bagaimana mekanisme model masuk dan daya keracunan obat?
c.    Apa saja klasifikasi daya keracunan?
d.   Apa saja yang termasuk keracunan obat spesifik?
e.    Bagaimana penatalaksanaan keracunan dan overdosis?
TUJUAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
a.      Mengetahui definisi dari toksikologi obat
b.      Mengetahui model masuk dan daya keracunan obat
c.      Mengetahui klasifikasi daya keracunan
d.      Mengetahui apa saja keracunan obat spesifik
e.      Mengetahui penatalaksanaan keracunan dan overdosis
 DEFINISI TOKSIKOLOGI OBAT

• Secara sederhana dan ringkas, toksikologi dapat didefinisikan


sebagai kajian tentang hakikat dan mekanisme efek berbahaya
(efek toksik) berbagai bahan kimia terhadap makhluk hidup dan
sistem biologik lainnya. Ia dapat juga membahas penilaian
kuantitatif tentang berat dan kekerapan efek tersebut sehubungan
dengan terpejannya (exposed) makhluk tadi.
MODEL MASUK DAN DAYA KERACUNAN
Racun yang sering menyebabkan keracunan dan simptomatisnya: Asam kuat Terbakar sekitar mulut, bibir, dan hidung
(nitrit, hidroklorid, sulfat)

Anilin (hipnotik, notrobenzen) Kebiruan *gelap* pada kulit wajah dan leher

Asenik (metal arsenic, mercuri, tembaga, dll) Umumnya seperti diare

Atropine (belladonna), Skopolamin Dilatasi pupil

Basa kuat (potassium, hidroksida) Terbakar sekitar mulut, bibir, dan hidung

Asam karbolik (atau fenol) Bau seperti disinfektan


Karbon monoksida Kulit merah cerry terang
Sianida Kematian yang cepat, kulit merah, dan bau yang sedap

Keracunan makanan Muntah, nyeri perut


Nikotin Kejang-kejang *konvulsi*
Opiat Kontraksi pupil
Asam oksalik (fosfor-oksalik) Bau seperti bawang putih
Natrium Florida Kejang-kejang “konvulsi”
Striknin Kejang “konvulsi”, muka dan

leher kebiruan “gelap”


KLASIFIKASI DAYA KERACUNAN

Klasifikasi daya keracuan meliputi sangat-sangat toksik, sedikit toksik dan lain-
lain.
1.    Super Toksik : Struchnine, Brodifacoum, Timbal, Arsenikum, Risin, Agen
Oranye, Batrachotoxin, Asam Flourida, Hidrogen Sianida.
2.    Sangat Toksik :Aldrin, Dieldrin, Endosulfan, Endrin, Organofosfat
3.    Cukup Toksik :Chlordane, DDT, Lindane, Dicofol, Heptachlor
KERACUNAN OBAT SPESIFIK 
a. Keracunan akut

-   Bia terjadi dalam 2-4 jam setelah paparan: mual muntah. Diaphoresis, pucat, depresi SSP
-   Bila sudah 24-48 jam: tanda-tanda hepatotoksis (nyeri abdomen RUQ, hematomegali ringan)
ü  Prothrombine time mamanjang
ü  Bilirubin serum meningkat
ü  Aktivitas transaminase meningkat
ü  Gangguan fungsi ginjal

b. Keracunan berat : terjadi gagal hati dan ensefalopati.


ü  Prothrombine time mamanjang > 2x
ü  Bilirubin serum > 4 mg/dl
ü  pH < 7,3
ü  Kreatinin serum > 3,3
PENATALAKSANAAN KERACUNAN
DAN OVERDOSIS
a. Prinsip umum.
Tujuan terapi keracunan dan overdosis adalah mengawasi tanda-tanda vital, mencegah
absorpsi racun lebih lanjut, mempercepat eliminasi racun, pemberian antidot spesifik, dan mencegah
paparan ulang.
b.  Perawatan suportif
Tujuan dari terapi suportif adalah adalah untuk mempertahankan homeostasis fisiologis sampai
terjadi detoksifikasi lengkap, dan untuk mencegah serta mengobati komplikasi sekunder seperti
aspirasi, ulkus dekubitus, edema otak & paru, pneumonia, rhabdomiolisis, gagak ginjal, sepsis,
penyakit thromboembolik, dan disfungsi organ menyeluruh akibat hipoksia atau syok
berkepanjangan.
KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah


sebagai berikut:
Toksisitas atau keracunan obat adalah reaksi yang terjadi
karena dosis berlebih atau penumpukkan zat dalam darah
akibat dari gangguan metabolisme atau ekskresi.
SARAN

• Penyusun mengharapkan kritik dan saran dari pembaca


untuk kebaikan kedepannya agar penyusun dapat
menyajikan karya tulis yang lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
• Anief, M. (1991). Apa yang Perlu Diketahui Tentang Obat. Yogyakarta: Gajah
Mada University Press
• Donatus Imono A. 2005. Toksikologi Dasar. Jakarta : Depkes RI.
• Donatus, I. A., 1997. Toksikologi Pangan, Edisi Pertama, Toksikologi Jurusan
Kimia Farmasi. Yokyakarta : Fakultas Farmasi UGM
TERIMA KASIH