Anda di halaman 1dari 24

FARMAKOGNOSI

PENDAHULUAN (1)

Tim Dosen Farmakognosi UHAMKA


Capaian Pembelajaran

• Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam


konteks penyelesaian masalah di bidang farmasi,
berdasarkan hasil analisis informasi dan data.
• Mampu meningkatkan pengetahuan, ketrampilan
dan kemampuan diri secara berkelanjutan
• Mampu menerapkan pengetahuan dan pemanfaatan
obat bahan alam yang aman, bermutu dan
bermanfaat.
• Mampu menyiapkan sediaan farmasi yang aman,
efektif, stabil dan bermutu.
MI BAHAN KAJIAN BOBO
T
1 Pendahuluan: 9
2 1. Sejarah, ruang lingkup farmakognosi.
2. Simplisia: definisi, sumber, jenis, panen. pembuatan
3. Pemeriksaan mutu simplisia, identifikasi dan
skrining senyawa kimia
3 Karbohidrat : 8
1. Definisi sifat-sifat fisika, kimia, strukturkimia,
identifikasi
2. Simplisia/Tanamanl, cara memperoleh, kegunaan dalam

bidang farmasi).
4 Lipid : 8
1. Definisi, sifat-sifat fisika kimia, struktur kimia,
Identifikasi
2. Simplisia/Tanaman, cara memperoleh, kegunaan dalam
bidang farmasi
5 Damar & Tanin: 10
MI BAHAN KAJIAN BOBO
T
6 Minyak Atsiri : 15
7 1. Definisi sifat-sifat fisika, kimia, strukturkimia,
identifikasi
2. Simplisia/Tanamanl, cara memperoleh, kegunaan dalam

bidang farmasi).
8 UTS
9 Glikosida : 10
1. Definisi sifat-sifat fisika, kimia, strukturkimia,
identifikasi
2. Simplisia/Tanamanl, cara memperoleh, kegunaan dalam

bidang farmasi).
10 Flavonoid: 15
11 1. Definisi, sifat-sifat fisika kimia, struktur kimia,
Identifikasi
2. Simplisia/Tanaman, cara memperoleh, kegunaan dalam
MI BAHAN KAJIAN BOBO
T
Alkaloid: 15
12 1. Definisi, sifat-sifat fisika kimia, struktur kimia,
13 Identifikasi
2. Simplisia/Tanaman, cara memperoleh, kegunaan dalam
bidang farmasi, penggolongan

14 Simplisia berasal dari hewan dan mineral. 5


Simplisia, kandungan kimia, kegunaan dalam bidang
farmasi
15 Suplemen makanan/ Food Suplement 5
Definisi, Simplisia, Kegunaan, Peraturan-peraturan terkait
suplemen makanan
Contoh kasus pemalsuan simplisia

16 UAS
Daftar Pustaka

1.Evans WC “ Trease and Evans Pharmacognosy” 15 th ed, 2002


2.Weber.W.Jonken,”A text Book of Pharmacognosy” 6 thed, McGraw
Hill Corporation
3.Bisset NG & Wichtl M : “Herbal Drug and Phytopharmaceuticals”,
Medpharm Scientific Publisher, 2 th ed.2001
4.Lewis.WH& Elvin M.P.F.” Medical Botany” John Wiley & Sons, 1997
5.WHO Quality Control Methods for Medicinal Plant Material,
Geneva,2000
6.Anonim PDR for Nutritional Suplement, Medical Economics
Company, Inc, 2001
7. Depkes RI” Cara Pembuatan Simplisia”1985
8. Depkes RI “ Materia Medika Indonesia” Jilid I s/d VI
9.Depkes RI “ Vademenkum BahanObatAlam”
Sejarah bahan alam dalam pengobatan

1. Abad 17-18 khasiat tumbuhan sebagai obat sudah dikenal.


2. Awal abad ke 19 istilah farmakognosi mulai dikenal
3. Hippocrates (kira-kira 460-370 (SM), dokter berkebangsaan
Yunani dinobatkan sebagai “The Father of Medicine”
4. Dioscorides, seorang farmakognosis Yunani yang menulis “De
Materia Medica” pada tahun 78 SM.
5. Claudius Galen (131-200 M) apoteker dan tabib di Roma
menggambarkan metode penyiapan formula obat dari
tanaman & hewan, dan akhirnya namanya diabadikan
sebagai istilah “galenica”
6. Istilah pharmacognosy dan pharmacodynamic makin sering digunakan,
terbit buku Lehrbuch der Materia Medica yang ditulis oleh seorang
professor Austria bernama Johann Adam Schmidt (1759—1809).
7. Mulai 1803, ditemukan beberapa alkaloid dalam tanaman :
Strichnin (1817), Kuinin and kaffein (1820), Nicotin (1828),
Atropin (1833) dan Kokain (1855)
8. Abad19, mulai ditentukan struktur kimia senyawa hasil isolasi tanaman
9. Abad 20, ditemukan metabolit dalam hewan: hormon dan vitamin.
10. Mulai dikenal pentingnya microorganisme sebagai sumber bahan baku
obat.
Definisi Farmakognosi
 Asal kata dari bahasa Yunani
- Pharmakon : obat
- Gnosis : pengetahuan (ilmu)
 Definisi :

“Ilmu pengetahuan untuk mendapatkan obat-obatan dari tumbuhan, hewan


dan mineral, yang berhubungan dengan biologis, biokimia, ilmu
perdagangan obat-obatan dan khasiatnya “
Atau
“ilmu yang mempelajari bahan alam yang digunakan sebagai obat “

Abad 19 : mulai terbit Farmakope –Farmakope, contoh:


BHP, United States Herbal Pharmacopoeia, European Pharmacopoeia,
Chinese Pharmacopoeiae dan Farmakope Herbal Indonesia.
Keterkaitan farmakognosi dengan bidang ilmu lain
Simplisia
 Simplisia → bentuk jamak
simpleks berasal dari kata simple, berarti satu atau
sederhana.

 Simplisia adalah bahan alam yang telah digunakan


untuk pengobatan dan belum mengalami pengolahan,
kecuali dinyatakan lain suhu pengeringan simplisia
tidak lebih dari 60°C. (FHI 2008)
Penggolongan Simplisia

Simplisia •bagian
Dapat berupa tanaman utuh,
tanaman, ataupun
nabati eksudat tanaman

•Dapat berupa hewan utuh, atau zat-


SIMPLISI Simplisia zat berguna yang dihasilkan oleh
hewan.
A hewani •Contoh: madu (Mel depuratum),
minyak ikan (Oleum iecoris asselli).

Simplisia •Berupa bahan pelikan/mineral


yang belum diolah dengan cara
pelikan/ sederhana.
mineral •Contoh: serbuk seng, serbuk
tembaga
Nama latin bagian tanaman dalam tata nama simplisia

Nama latin Bagian tanaman


Radix Akar
Rhizome Rimpang
Bulbus Umbi lapis
Tubera Ubi
Flos Bunga
Fructus Buah
Semen Biji
Lignum Kayu
Cortex Kulit kayu
Caulis Batang
Folia (tunggal); Folium (jamak) Daun
Herba Seluruh tanaman (di atas permukaan tanah)
Amyllum Pati
Thallus Bagian dari tanaman rendah
Pericarpium Kulit buah
Tata nama latin simplisia

Secara umum pemberian nama atau penyebutan simplisia


didasarkan atas gabungan nama spesies diikuti dengan nama
bagian tanaman. Sebagai contoh, merica dengan nama spesies
Piperis albi maka nama simplisianya disebut Piperis albi fructus.

Buah Merica
=
Piperis albi fructus

Nama Tanaman Bagian Tanaman


Aturan lain:

1. Nama marga (genus) diikuti nama latin bagian tanaman


Daun Blumea balsamifera  Blumeae folium
Akar Rheum palmatum  Rhei radix
Biji Myristicae fragrans  Myristicae semen
2. Nama spesies diikuti nama latin bagian tanaman
Rimpang Acorus calamus  Calami rhizoma
3. Tanpa nama bagian tumbuhan
Minyak Arachis hypogea (minyak kacang)  Oleum Arachidis
4. Nama spora
Lycopodium
5. Nama Lilin, tanpa diikuti bagian asal
Cera flava
6. Nama daerah dari tanaman diikuti nama latin bagian tanaman
Kulit kayu Cinchona succirubra (nama daerahnya : Chinae = kina)  Chinae kortex
Contoh simplisia
Nama Bagian Nama Tanaman Nama simplisia
Latin Tanaman
Semen Biji Carica papaya Caricae papayae
Radix Akar Rheum officinale Rhei officinalis
Rhizoma Rimpang Zingiber officinale Zingiberis officinalis
Bulbus Umbi lapis Allium cepa Allii cepae
Tubera Umbi Solanum tuberosum Solani
Flos Bunga Caryophyllus aromaticus Caryophylli aromatii
Fructus Buah Piper nigrum Piperis nigri
Lignum Kayu Caesalpinia sappan Caesalpiniae sappan
Cortex Kulit kayu Alstonia scholaris Alstoniae
Caulis Batang Tinospora crispa Tinosporae
Folia Daun Psidium guayava Psidii guayavae
Herba Seluruh bagian Centella asiatica Centellae asiaticae
tanaman
Amylum Pati Manihot utilissima Amilum manihot
Thallus Bagian dari Usnea misaminensis Usneae
tanaman rendah
Pericarpi Kulit buah Garcinea mangostana Garciniae mangostanae
um
Syarat dan Faktor yang mempengaruhi mutu simplisia

Persyaratan
minimal
simplisia
Sumber bahan baku simplisia
 Sumber simplisia nabati berupa :
1. Tanaman liar
 tumbuh dengan sendirinya di hutan atau tempat lain
 tanaman yang sengaja ditanam dengan tujuan lain
(tanaman hias, tanaman pagar )
 bukan untuk tujuan produksi simplisia
 Kurang baik sebagai bahan baku simplisia karena mutunya tidak
tetap
2. Tanaman budidaya adalah tanaman yang sengaja
ditanam dengan tujuan untuk produksi simplisia.
Kelemahan tanaman liar sebagai sumber simplisia
disebabkan :
a. Galur (asal usul, garis keturunan) tidak dapat dipantau

b. Keseragaman usia → usia panen yg tidak tepat,


sehingga mempengaruhi kadar kandungan senyawa
aktif.
c. Jenis/spesies tumbuhan yang dipanen sering tidak sama,
kemungkinan tercampur dengan tumbuhan lain.
d. Lingkungan tempat tumbuh yg berbeda (kualitas
tanah, kadar air, sinar matahari, iklim, ketinggian letak
tumbuh)
 Kelebihan tanaman budi daya dapat meningkatkan
mutu simplisia, karena:
a. pemilihan bibit unggul (galur dan umur tanaman
diketahui)  kandungan zat aktif yang optimal
b. pengolahan tanah, pemilihan, pemeliharaan,
pemupukan, dan perlindungan tanaman
(pengendalian terhadap hama) dapat dilakukan
secara seksama dengan teknologi agroindustri
yang maju.
Keseragaman kandungan senyawa aktif dipengaruhi oleh :

1. Umur tanaman
2. Bagian tanaman yang digunakan
3. Penanganan panen
2. Jenis tumbuhan (Kesamaan morfologi )  dipilih bibit unggul
3. Lingkungan tempat tumbuh :
 tinggi tempat tumbuh dari permukaan laut
 keadaan tanah
 cuaca
 musim
 keadaan sinar matahari dalam sehari
 lama sinar matahari
 suhu
 curah hujan
Dasar pembuatan simplisia
1. Simplisia dibuat dengan cara pengeringan
 Bahan baku dirajang dengan ukuran tertentu (potongan kecil

dan tipis) agar cepat kering


 Pengeringan dilakukan dengan cepat agar tidak ditumbuhi

kapang
 Suhu tidak terlalu tinggi agar tidak terjadi perubahan kimia

kandungan senyawa aktif

2. Simplisia dibuat dengan proses fermentasi


 Proses fermentasi dilakukan dengan seksama agar tidak

berkelanjutan ke arah yang tidak diinginkan


 Contoh: pembuatan teh
3. Simplisia dibuat dengan proses khusus
 Teknik: Penyulingan,pengentalan eksudat nabati, pengeringan sari

 Tujuan: agar simplisia tidak terkontaminasi sehingga mutu sesuai

spesifikasi
 Contoh: tragakan, gom arab, xantan.

 Kualitas bergantung negara asal simplisia, waktu panen, musim,

dan cemaran mikroba

4. pembuatan simplisia yang memerlukan air


 Pada proses pembuatan pati, talk

 Air yang digunakan harus bebas dari cemaran : racun, serangga,

kuman patogen, logam berat


SEE YOU NEXT WEEK....
 Pendahuluan (2) : Pembuatan simplisia dan
pemeriksaan mutu simplisia