Anda di halaman 1dari 18

PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

(PPN) DAN PAJAK PENJUALAN


BARANG ATAS BARANG MEWAH
(PPN.BM
OLEH : DRS. EC. AKHMAD MULYADI MSA.
SEKILAS DARI SLIDE INI
1. Slide ini ditulis dalam Bahasa sehari hari yang singkat
2. Pembahasan materi dalam slide ini bisa jadi tidak sedetail apa yang terdapat pada
literature atau slide induk atau bisa jadi hanya potongan dari beberapa konsep atau
definisi. semua hanya untuk memudahkan pemahaman saudara namun tetap berpijak
pada konsep dasar. Untuk itu saudara wajib untuk membaca kembali slide induk dan
literatur untuk mengembangkan pemahaman dasar yang saya uraikan melalui slide ini
3. Dalam paparan di masing-masing slide ini bisa jadi kurang lengkap atau sepotong dari
yang semestinya atau berbeda dg redaksional aslinya namun jangan dianggab ini suatu
persoalan karena apa yang saya sampaikan tetep merujuk pada konsep dasar.
KAPAN PPN. MUNCUL
Terjadinya Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas transaksi jika elemen- elemen berikut terpenuhi yaitu SUBJEK
DAN OBJEK
Objek PPN. Adalah PENYERAHAN DAN IMPORT.
apakah penyerahan dan apa yang diserahkan ?

Penyerahan : Penjualan , Transfer antar cabang, penyerahan barang konsinyasi, pemakaian sendiri, pemberian
Cuma Cuma dll. ( selanjutnya anda bisa baca di halalaman 329, 330 331 mengenai penyerahan BKP dan objek
PPN)

Barang apa yang diserahkan ?


Barang Kena Pajak (BKP) dan Jasa Kena Pajak.
BARANG KENA PAJAK (BKP) DAN JASA KENA
PAJAK(JKP)
pada dasarnya semua barang dan jasa kena pajak kecuali yang dikecualikan .
BKP.
Pada umumnya barang kena pajak iadalah barang hasil industri atau melalui proses produksi. Namun
demikian dari serangkaian barang iru ada yang dikecualikan :
1. Barang yang diambil langsung dari alam spt, pasir ,batu, hasil tangkapan ikan, hasil buruan dsb.
2. Barang pada umumnya yang memiliki sifat :
a. merupakan kebuituhan utama masyarakat banyak : beras, garam sagu dll.
b. barang bersifat strategis dan pengembangan ekonomi yg diatur lebih lanjut.
c. makan dan minuman yang disajikan dihotel, estoran rumah makan dan sejenisnya.
(……… lebih rincinya dapat dibaca di haklaman 323 tentang Barang Kena Pajak….)
JASA KENA PAJAK

Pada dasarnya semua Jasa Kena Pajak namun ada yang dikecualikan
Pada umumnya jasa yang dikecualikan kena pajak adalah :
Jasa di bidang pendidikan, kesehatan, social , budaya
( ….lenbih rinci dijelaskan di Halaman 325 tentang jasa kena pajak….)

Pertanyaan : jika suatu saat terjadi penjualan barang elentronik (BKP) apakah
akan muncul PPN?
Jawab: belum bisa dijawab karena belum jelas apakah syarat ke 2 yaitu subjek
terpenuhi?.
SUBJEK PAJAK
Subjek PPN adalan Pengusaha Kena Pajak ( PKP)
Siapa PKP ?
Pengusaha yang telah mempunyai NPPKP, yaitu Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena
Pajak
Siapa yang dikukuhkan sebagai PKP ?
Pengusaha yang telah memenuhi persyaratan untuk dikukuhkan sebgai PKP. Yaitu:
1. Pengusaha bergerak dalam usaha BKP/JKP.
2. Dalam tahun tertentu omset telah mencapai 4,8 M
3. Pengusaha spt no.1 yang omsetnya masih dibawah 4,8 Mnamun memilih untuk
dikukuhkan sebagai PKP.
KESIMPULAN:
Jika terjadi transaksi penyerahan ( ingat pemahanan penyerahan ) sepanjang barang/jasa
yang diserahkan adalah BKP/JKP dan pelaku penyerahan itu adalah PKP. akan muncl
PPN. Dalam hal ini tidak memandang yang menerima penyerahan adalah PKP atau Non
PKP.
Siapa yang memotong dan siapa yang dipotong PPN?
Yang memotgong PPn adalah PKP yang menyerahkan sedangkan yang dipotong adalah
pihak yang menerima penyerahan terlepas itu PKP atau non PKP.
DISKUSIKAN

1. Pada tangal 10 Mei 2019 terjadi penyerahan /penjualan mesin bubut seharga 100
juta. Apakah transaksi itu terhutang PPN?
2. Pada tanggal 11 Mei PT. Smurai menjual barang produksinya ( BKP) senilai Rp.
100 jt. Kepada UMSIDA
3. Umsida menjual mobil kepada tuan Sanusi
4. PT. Jaya (PKP) menjual mesin diesel kepada PT. Mulya ( non PKP)
5. PT. serunai (PKP) menkjual hasil produksi beras kepada pt Merbabu( PKP)
BERAPA BESAR PPN YANG TERHUTANG ( DIPOTONG/DIBAYAR)

Tarif dan DPP


Tarif PPN berlaku tunggal 10 % dari DPP
Atau
PPN – 10% x DPP.
DPP : Dasar Pengenaan Pajak Yaitu sebuah nilai /angka dikalikan dengan tarif
DPP bisa berupa:
1. Harga jual untuk transaksi penjualan
2. Harga pokok untuk transaski transfer antar cabang, pemakaian sendiri atau
pemvberian Cuma Cuma
3. Nilai Import ( NI) untuk kegiatan Impor.
NILAI IMPORT

Nilai Impor (NI ) adalah nilai yang dijadikan dasar untuk menentukan PPN. PPN
Bm dan PPh 22
Formula : C I F + Bea Masuk

Cost Rp.xxxx
Insurance Rp.xxxx
Fright Rp.xxxx (+)
Harga Pabean Rp.xxxx
Bea Masuk ( T x HP) Rp.xxxx (+)
Nilai Import Rp.xxxx
CONTOH PENERAPAN
PT. Mulya mengimpor BKP dengan rincian : Cost Rp 350 jt, Pengapalan Rp.15 jt dan asuransi Rp. 500rb sedan gkan
tariff BM 10% PPN BM. 20%

Perhitungan:

Harga Barang (Cost) Rp. 350.000.000

Fright Rp. 15.000.000

Assurance Rp. 500.000 (+)

Harga Pabean Rp 365.500.000

Bea masuk 10% Rp 36.500.000 (+)

Nilai Impor Rp 402.050.000

PPN 10% Rp 40.205.000

PPn.BM 20% Rp. 80 410.000 (+)

Harga Impor

Pph 22 import 2,5% NI Rp.


ISTILAH INCLUCE DAN EXCLUDE PPN
biasanya harga barang yang disepakati dalam transaksi jual beli ada kalanya sudah
termasuk PPN 10% didalamnya yang dikenal dengan include PPN. Ini artinya bahawa
harga yang disepakati didalamnya sudah termasuk PPN 10 % sehingga untuk mencari
DPP nya adalah dengan cara :
DPP = Harga Include PPN / 1.1
Contoh : harga Rp. 110.000.000- include PPN. :
DPP = 110.000.000 /1.1 = 100.000.000
PPN = 100.000.000 x 10% = 10.000.000
Jika harga diatas tersebut exclude maka harga Rp. 110.000.000 otomatis sebagai DPP.
MEKANISME PEMUNGUTAN PPN.
MULTI STAGE LEVEL NAMUN NON KUMULATIF

PK = PPN =
100.000 KN
PABRIKAN 100.000

PPN 10%
BKP HARGA JUAL =1.000.000
100.000

PM = 100.000 PPN =
PEDAGANG BESAR 30.000 KN
PK = 130.000

HARGA BELI =1.000.000


BKP NILAI TAMBAH = 300.000
PPN 10%
HARGA JUAL =1.300.000
130.000

PM = 130.000 PPN =
PEDAGANG ECERAN 20.000
KN
PK = 150.000

HARGA BELI = 1.300.000


BKP NILAI TAMBAH = 200.000 PPN 10%
HARGA JUAL= 1.500.000 150.000

KONSUMEN BEBAN PAJAK TUTOR : HERMANSYAH,SE.MSI,AK.


Mekanisme Umum Pengenaan PPN
H Jual : 120
PPN : 12
Faktur Pajak
B C
Bayar : 132
PKP Penjual PKP Pembeli
Pajak Keluaran (PK) : 12 Sebagai :
Pajak Masukan (PMK) : 12
12 (Dikreditkan terhadap PK)

Faktur Pajak
Mekanisme Khusus Pemungutan PPN
12 H Jual : 120
(12) PPN : 12
-----
0 Faktur Pajak Pemungut
10
-----
(10)
B KPKN
Bendh Pemrth
Bayar : 120 plus
SSP Bukti Setor PPN 2 Pembeli
PKP Penjual :1 .B
P PN a.n
Pajak Keluaran (PK) : 12 etor SSP
S gn n
D r a
e to
2 tk i S
1 Bu
Bank
Faktur Pajak

TUTOR : HERMANSYAH,SE.MSI,AK.
MEKANISME KREDIT PAJAK
Mekanisme pemotongan PPN pada dasarnya adalah PKP selaku pemotong PPN. Selanjutnya
akan mempertangungjawabkan pajak yang dipotong dari penerima penyerahan dengan jalan
menyetor dan melapor dalam bentuk SPT masa PPN. Pada periode bulan berikutnya. Namun
hasil pemotongan pajak ( Pajak Keluaran disingkat PK) dari penerima penyerahan tidak semua
disetor ke kas Negara tetapi masih harus dikurangi dengan kredit pajak PPN yang biasa kita kenal
dengan Pajak Masukan (PM) untuk itu pada akhir periode masa PKP. Akan melakukan proses :
PK –PM
Hasil nya bisa berupa :
Kurang Bayar Jika PK > PM
Lebih bayar Jika PK< PM
Nihil jika PK = PM
SYARAT PM DAPAT MENGURANGI PK
Secara umum Pajak Masukan ( PM) boleh sebagai pengurang Pajak keluaran (PM) :
1. Pajak Masukan Harus dibuktikan dengan Faktur Pajak
2. Tanggal yang tertera dalam faktur Pajak tidak melibihi dari 3 periode
3. Faktur pajak tidak cacat.

Pajak Masukan (PM)yang tidak dapat dikreditkan dengan Pajak Keluaran (PK) :
( lihat halaman 341 tentang pajak masukan yang tidak dapat dikreditkan )