Anda di halaman 1dari 64

Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat

Kementerian Kesehatan RI

1
TUJUAN  meningkatkan kesadaran, kemauan, Kesehatan adalah keadaan sehat, baik
dan kemampuan hidup sehat bagi SETIAP ORANG secara fisik, mental, spritual maupun
agar terwujud derajat KESEHATAN masyarakat yang sosial yang memungkinkan setiap orang
setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi untuk hidup produktif secara sosial dan
pembangunan sumber daya manusia yang ekonomis. (Pasal 1 UU 36/2009)
produktif secara sosial dan ekonomis (UU 36 Th 2009)

PEMERINTAH LINTAS SELURUH


PUSAT DAN SEKTOR DAN MASYARAKA
DAERAH SWASTA T

Pembangunan Kesehatan adalah upaya yang


dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam
rangka mencapai tujuan kesehatan
PENGGERAKAN
KEMITRAAN
MASYARAKAT
2
MENINGKATKAN
KUALITAS HIDUP
Ke- MANUSIA INDONESIA

INPRES
GERMAS 1/2017

PROGRAM
PILAR
PENDEKATAN
KELUARGA
PERMENKE
S 39/2017

INDONESIA SEHAT SPM


BIDKES
PERMENKE
S 43/2016

PARADIGMA PENGUATAN
SEHAT YANKES JKN
• Peningkatan Akses, FKTP • Sistem pembiayaan:
• PROMOTIF - PREVENTIF • Optimalisasi Sistem Rujukan asuransi-azas gotong
sebagai landasan pembangunan • Peningkatan Mutu royong
kesehatan • Penerapan pendekatan • Kendali Mutu & Kendali
• PEMBERDAYAAN Continuum of Care (CoC) Biaya
MASYARAKAT • Intervensi berbasis resiko • Sasaran PBI dan non PBI
• Keterlibatan lintas sektor kesehatan (health risk) 3
Suatu tindakan sistematis dan terencana
yang dilakukan secara bersama-sama
oleh seluruh komponen bangsa dengan
kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku
sehat untuk
meningkatkan kualitas hidup

Mewujudkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, melalui:

4
INPRES NO. 1 TAHUN 2017
TUGAS PROVINSI DAN KAB/KOTA
BUPATI/WALIKOTA

5
MENYEDIAKAN
ADVOKASI dan FASILITAS
PEMBINAAN PELAYANAN
PERWUJUDAN YANG BERMUTU
KAWASAN
SEHAT
DETEKSI DINI
PENGGALANGAN PENYAKIT
KEMITRAAN DAN MENULAR
PERAN SERTA DAN
MASYARAKAT
TIDAK MENULAR

KAMPANYE
GERMAS DAN EDUKASI
MASYARAKAT
6
TUJUAN PEMBANGUNAN
KESEHATAN di
PUSKESMAS (Pasal 2)
mewujudkan masyarakat:

7
MENJANGKAU SEMUA SASARAN DALAM MELAKUKAN IDENTIFIKASI KESEHATAN
WILAYAH KERJANYA INDIVIDU DAN KELUARGA SASARAN
TIDAK HANYA MENUNGGU KUNJUNGAN DI MELAKSANAKAN PELAYANAN KESEHATAN
FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN KOMPREHENSIF PARIPURNA

MENGUNJUNGI SEMUA KELUARGA dan MEMFASILITASI PEMECAHAN MASALAH


RUMAH TANGGA SASARAN KESEHATAN YANG ADA

PENDEKATAN KELUARGA untuk


MEWUJUDKAN KELUARGA SEHAT
(Permenkes 39 Tahun 2016)
8
PENDEKATAN KELUARGA untuk PUSKESMAS

MEWUJUDKAN KELUARGA SEHAT


(Permenkes 39 Tahun 2016) KUNJUNGAN RUMAH
PENDATAAN KELUARGA

ANALISIS DATA INDIVIDU DAN


KELUARGA SERTA WILAYAH

PEMECAHAN MASALAH
KESEHATAN INDIVIDU &
KELUARGA BERBASIS WILAYAH

MENJAGA KESEHATAN
INDIVIDU KELUARGA DAN
MASYARAKAT

9
PENTAHAPAN PROGRAM INDONESIA SEHAT
DENGAN PENDEKATAN KELUARGA

9754
Puskesmas,
2926 5852 34 Prov 514 Kab
Puskesmas, Puskesmas,
34 Prov, 514 Kab
34 Prov, 514
470 Kab/Kota
PUSKESMAS,
64 Kab/Kota
9 Prov

4 Puskesmas
4 Kab/Kota
4 Prop Kab/Kota dapat mengembangkan sendiri PIS-
PK diluar lokus Puskesmas tahun 2017 karena
pelatih sudah tersedia di 34 Propinsi dan 514
kab/kota

10
SPM BIDANG KESEHATAN KABUPATEN/KOTA
Permenkes Nomor 43 Tahun 2016

0 %
10 AGE
V E R
CO

SPM KESEHATAN  UPAYA UNTUK MEMASTIKAN KETERSEDIAAN LAYANAN


KESEHATAN TERSTANDAR BAGI SELURUH WARGA NEGARA 11
KOORDINASI INPUT
MANAGERIAL
ADMINISTRASI
MAN

PELAKSANAAN EVIDANCE BASED


MONEY
MATERIAL
PROGRAM FOKUS PADA OUTPUT
DAN OUTCOME METHODE
STANDAR MUTU MACHINE

12
PEMBIAYAAN BOK TERHADAP
INTEGRASI PIS PK

13
DASAR HUKUM (1)
• PERPRES 32 TAHUN 2014 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi JKN pada
Faskes Tk. Pertama milik Pemerintah Daerah
• PERMENKES 71 TAHUN 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan
Nasional
• PERMENKES 39 TAHUN 2016 tentang Pedoman Penyelenggaran Program Indonesia Sehat
dengan Pendekatan Keluarga
• PERMENKES 71 TAHUN 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Non
Fisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2017
• PERMENKES 19 TAHUN 2017 tentang Pedoman Pendanaan Program Indonesia Sehat dengan
Pendekatan Keluarga
• PERMENKEU 187 TAHUN 2016 ttg Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor
48/Pmk.07/2016 Tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah Dan Dana Desa
• PERMENKEU 50 TAHUN 2017 tentang Pengelolaan Dana Transfer Daerah dan Dana Desa 
PERMENKU 112 TAHUN 2017
14
DASAR HUKUM (2)
• PERMENDAGRI 13 TAHUN 2006 – PERMENDAGRI 59 TAHUN 2007 – PERMENDAGRI 21
TAHUN 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
• PERMENDAGRI 31 TAHUN 2016 - PERMENDAGRI 109 TAHUN 2016 tentang Pedoman
Penyusunan APBD TA 2017
• PERMENKES 21 TAHUN 2016 tentang Penggunaan Dana JKN untuk Jaspel dan Dukungan
Biaya Operasional FKTP milik Pemda
• PERPRES 60 TAHUN 2014 tentang Dana Desa yang bersumber APBN
• PERMENDES 21 TAHUN 2015 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2016
• PERPRES 123 TAHUN 2017 tentang Petunjuk Teknis DAK Fisik
• PERMENKES 10 TAHUN 2017 tentang Petunjuk Operasional Penggunaan DAK Fisik Bidang
Kesehatan TA 2017

15
SUMBER PEMBIAYAAN PUSKESMAS

APBD CSR
Dana Desa
JKN

DBHCT DAK Fisik


Pajak Rokok DAK Non Fisik

Tujuan Pembiayaan Kesehatan:


Tersedianya dana kesehatan yang mencukupi, berkesinambungan,
teralokasi adil dan merata serta termanfaatkan secara berhasil guna

DERAJAT
DERAJATKESEHATAN
KESEHATANMASYARAKAT
MASYARAKAT
16
DAK NON FISIK BIDANG KESEHATAN

17
DASAR HUKUM DAK NON FISIK 2017

18
DAK NON FISIK BIDANG KESEHATAN 2017

TUJUAN SASARAN

19
ARAH KEBIJAKAN BOK DAN JAMPERSAL

• BOK: “Meningkatkan Akses dan mutu pelayanan kesehatan


untuk upaya kesehatan promotive dan preventif di wilayah kerja
yang dilaksanakan terutama melalui pendekatan keluarga dan
GERMAS menuju Keluarga Sehat ”

• JAMPERSAL:” Meningkatkan akses pelayanan Kesehatan bagi


Ibu Hamil, bersalin dan Nifas serta bayi baru lahir ke fasilitas
Kesehatan yang kompeten”
 
20
REALISASI PENYALURAN BOK TA 2016
Realisasi Transfer
Jumlah per
Persentase
daerah (Perpres Total
NAMA DAERAH Penyaluran per
66/2016) APBNP Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Penyaluran
Daerah
2016
Provinsi Banten

Kab. Lebak 14,473,164.00 5,566,185.08 5,566,185.00 - 3,340,794.00 14,473,164.08 100.00%

Kab. Pandeglang 12,428,648.00 5,026,371.47 5,026,371.00 - 2,375,906.00 12,428,648.47 100.00%

Kab. Serang 12,350,479.00 4,738,446.09 1,436,793.50 3,087,619.75 - 9,262,859.34 75.00%

Kab. Tangerang 22,758,017.00 8,986,826.64 8,986,827.00 - 4,784,363.00 22,758,016.64 100.00%

Kota Cilegon 2,559,788.00 1,214,741.41 1,214,741.00 - 130,306.00 2,559,788.41 100.00%

Kota Tangerang 11,571,059.00 4,856,770.66 4,856,771.00 - 1,857,517.00 11,571,058.65 100.00%

Kota Serang 4,245,506.00 1,945,186.36 - - - 1,945,186.36 45.82%

Kota Tangerang Selatan 7,236,656.00 3,569,779.33 - - - 3,569,779.33 49.33%


21
REALISASI PENYALURAN BOK TA 2017
DATA PER 11 DESEMBER 2017
DALAM RIBUAN

DANA BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN


AKREDITASI Jumlah per daerah
NO NAMA DAERAH BANTUAN OPERASIONAL JAMINAN
AKREDITASI RUMAH AKREDITASI APBNP 2017
KESEHATAN PERSALINAN
SAKIT PUSKESMAS

Provinsi Banten - - - - 0.00

1 Kab. Lebak 19,219,463 - 1,640,670 10,356,122 31,216,255.00

2 Kab. Pandeglang 17,180,083 350,000 1,640,670 10,170,697 29,341,450.00

3 Kab. Serang 14,762,788 - 1,436,452 11,601,147 27,800,387.00

4 Kab. Tangerang 21,268,918 - 1,844,888 28,588,197 51,702,003.00

5 Kota Cilegon 3,342,239 - 408,348 975,697 4,726,284.00

6 Kota Tangerang 11,685,230 - 1,538,561 2,906,214 16,130,005.00

7 Kota Serang 6,221,588 - 682,056 2,415,639 9,319,283.00

8 Kota Tangerang Selatan 8,854,333 - 1,325,282 922,222 11,101,837.00


22
REALISASI PENYALURAN BOK TA 2017
DATA PER 11 DESEMBER 2017
REALISASI TRANSFER
Triwulan I / SMT I Triwulan II Triwulan III / SMT II
Persentase
Jumlah per PEMOTO
Penyaluran
NGAN Total
NO NAMA DAERAH daerah APBNP PAGU TW I PEMOTONGAN
PEMOTONGAN PAGU TW III KARENA Triwul Terhadap
KARENA SILPA PENYALURAN PAGU TW II PENYALURAN PENYALURAN Penyaluran PAGU
2017 (25%) / SMT I 2016 / AKREDITASI
KARENA SILPA 2016 (25%) / SMT SILPA an IV
BERSIH (25%) / AKREDITASI RS BERSIH 2016 / BERSIH APBNP
(50%) RS II (50%)
AKREDIT
ASI RS

Provinsi Banten 0.00 - - - - - - - - - - 0.00 0.00%

1 Kab. Lebak 31,216,255.00 7,804,063.750 2,664,956.557 5,139,107.193 7,804,063.750 - 7,804,063.750 - - -   12,943,170.94 50.00%

2 Kab. Pandeglang 29,341,450.00 7,335,362.500 781,613.500 6,553,749.000 7,335,362.500 - 7,335,362.500 7,335,362.500 - 7,335,362.500 - 21,224,474.00 75.00%

3 Kab. Serang 27,800,387.00 6,950,096.750 77,478.763 6,872,617.987 6,950,096.750 - 6,950,096.750 6,950,096.750 - 6,950,096.750 - 20,772,811.49 75.00%

4 Kab. Tangerang 51,702,003.00 12,925,500.750 8,065,838.615 4,859,662.135 12,925,500.750 - 12,925,500.750 - - - - 17,785,162.89 50.00%

5 Kota Cilegon 4,726,284.00 1,181,571.000 253,381.380 928,189.620 1,181,571.000 - 1,181,571.000 - - - - 2,109,760.62 50.00%

6 Kota Tangerang 16,130,005.00 4,032,501.250 4,032,501.250 - 4,032,501.250 1,697,054.679 2,335,446.571 4,032,501.250 - 4,032,501.250 - 6,367,947.82 75.00%

7 Kota Serang 9,319,283.00 2,329,820.750 - 2,329,820.750 2,329,820.750 - 2,329,820.750 2,329,820.750 - 2,329,820.750 - 23 75.00%
6,989,462.25
ALOKASI BOK TA 2018
BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN AKREDITASI
No Nama Daerah BOK DISTRIBUSI AKREDITASI JAMPERSAL TOTAL
BOK BOK AKREDITASI AKREDITASI
KABUPATEN/ OBAT DAN E- SUBTOTAL RUMAH SUBTOTAL
PROVINSI PUSKESMAS PUSKESMAS LABKESDA
KOTA LOGISTIK SAKIT
-
Provinsi Banten 1,754,690,000 - - - 1,754,690,000 - - - - 1,754,690,000
-
1 Kab. Lebak - 1,145,230,000 20,599,328,000 298,803,000 22,043,361,000 3,248,000,000 - 3,248,000,000 9,443,271,000 34,734,632,000
-
2 Kab. Pandeglang - 1,123,435,000 17,685,579,000 200,000,000 19,009,014,000 4,408,000,000 - 4,408,000,000 9,026,667,000 32,443,681,000
-
3 Kab. Serang - 1,007,466,000 17,563,757,000 55,873,000 18,627,096,000 2,552,000,000 - 2,552,000,000 2,859,563,000 24,038,659,000
-
4 Kab. Tangerang - 1,010,003,000 21,794,866,000 271,029,000 23,075,898,000 3,248,000,000 143,794,000 3,391,794,000 24,020,465,000 50,488,157,000
-
5 Kota Cilegon - 564,403,000 4,349,874,000 61,579,000 4,975,856,000 464,000,000 - 464,000,000 1,395,271,000 6,835,127,000
-
6 Kota Tangerang - 671,578,000 13,821,216,000 173,824,000 14,666,618,000 1,392,000,000 - 1,392,000,000 3,474,878,000 19,533,496,000
-
7 Kota Serang - 588,251,000 7,457,794,000 118,611,000 8,164,656,000 2,088,000,000 - 2,088,000,000 2,082,847,000 12,335,503,000

8 Kota Tangerang Selatan - 635,486,000 10,175,122,000 122,511,000 10,933,119,000 472,300,000 1,856,000,000 - 2,328,300,000 2,034,800,000 15,296,219,000

24
LONG LIST DESA STBM 2018 3279 Desa KALANGANYAR, Kecamatan LABUAN
3280 Desa KARYABUANA, Kecamatan CIGEULIS
3281 Desa KARYASARI, Kecamatan CIKEDAL
3282 Desa KORANJI, Kecamatan PULOSARI

PROVINSI BANTEN
PANDEGLANG 3259 Desa ALASWANGI, Kecamatan MENES
3283
3284
Desa LEUWIBALANG, Kecamatan CIKEUSIK
Desa MANGKUALAM, Kecamatan CIMANGGU
3285 Desa MEKARJAYA, Kecamatan PANIMBANG
 (46) 3260 Desa BANGKUYUNG, Kecamatan CIKEDAL 3286  Desa MEKARJAYA, Kecamatan CIKEDAL
  3261 Desa BANJARWANGI, Kecamatan PULOSARI 3287  Desa MENES, Kecamatan MENES
  3262 Desa BANYUMEKAR, Kecamatan LABUAN 3288  Desa MURUY, Kecamatan MENES
  3263 Desa CARINGIN, Kecamatan LABUAN 3289  Desa NEMBOL, Kecamatan MANDALAWANGI
  3264 Desa CENING, Kecamatan CIKEDAL 3290  Desa PANDAT, Kecamatan MANDALAWANGI
  3265 Desa CIANDUR, Kecamatan SAKETI 3291  Desa PARIGI, Kecamatan SAKETI
  3266 Desa CIGEULIS, Kecamatan CIGEULIS 3292  Desa PURWARAJA, Kecamatan MENES
  3267 Desa CIGONDANG, Kecamatan LABUAN 3293  Desa RANCAPINANG, Kecamatan CIMANGGU
  3268 Desa CIKADU, Kecamatan CIBITUNG 3294  Desa SARUNI, Kecamatan MAJASARI
  3269 Desa CIKIRUH, Kecamatan CIBITUNG 3295  Desa SINARJAYA, Kecamatan CIGEULIS
  3270 Desa CIKIRUHWETAN, Kecamatan CIKEUSIK 3296  Desa SINARJAYA, Kecamatan MANDALAWANGI
  3271 Desa CIKONENG, Kecamatan MANDALAWANGI 3297  Desa SINDANGHAYU, Kecamatan SAKETI
  3272 Desa CILABANBULAN, Kecamatan MENES 3298  Desa SUKARAJA, Kecamatan PULOSARI
  3273 Desa CITELUK, Kecamatan CIBITUNG 3299  Desa SUKARATU, Kecamatan MAJASARI
  3274 Desa CURUGCIUNG, Kecamatan CIKEUSIK 3300  Desa TANGKILSARI, Kecamatan CIMANGGU
  3275 Desa DAHU, Kecamatan CIKEDAL 3301  Desa TANJUNGAN, Kecamatan CIKEUSIK
  3276 Desa GIRIPAWANA, Kecamatan MANDALAWANGI 3302  Desa TEGAL, Kecamatan CIKEDAL
  3277 Desa GOMBONG, Kecamatan PANIMBANG 3303  Desa TELUK, Kecamatan LABUAN
  3278 Desa KADUDAMPIT, Kecamatan SAKETI 3304  Desa TUGU, Kecamatan CIMANGGU
25
26
LEBAK 3305 Desa BANJAR IRIGASI, Kecamatan LEBAKGEDONG 3331 Desa LEUWICOO, Kecamatan MUNCANG
 (37) 3306 Desa BARUNAI, Kecamatan CIHARA 3332 Desa MALINGPING UTARA, Kecamatan MALINGPING
  3307 Desa BOJONG KONENG, Kecamatan GUNUNG KENCANA 3333 Desa MARAYA, Kecamatan SAJIRA
  3308 Desa CIBEBER, Kecamatan CIBEBER 3334 Desa MEKAR RAHAYU, Kecamatan BOJONGMANIK
  3309 Desa CIBUNGUR, Kecamatan LEUWIDAMAR 3335 Desa MEKARJAYA, Kecamatan CIJAKU
  3310 Desa CIHUJAN, Kecamatan CIJAKU 3336 Desa SANGHIANG, Kecamatan MALINGPING
  3311 Desa CIKARANG, Kecamatan MUNCANG 3337 Desa SANGKANWANGI, Kecamatan LEUWIDAMAR
  3312 Desa CIKARATUAN, Kecamatan CIGEMBLONG 3338 Desa SUKAMANAH, Kecamatan MALINGPING
  3313 Desa CIKARET, Kecamatan CIGEMBLONG 3339 Desa SUKARAJA, Kecamatan MALINGPING
  3314 Desa CILANGKAP, Kecamatan WANASALAM 3340 Desa WANGUNJAYA, Kecamatan CIGEMBLONG
  3315 Desa CIMENGA, Kecamatan CIJAKU 3341 Desa WARUNGBANTEN, Kecamatan CIBEBER
  3316 Desa CISIMEUT, Kecamatan LEUWIDAMAR
  3317 Desa CISIMEUT RAYA, Kecamatan LEUWIDAMAR
  3318 Desa CISUNGSANG, Kecamatan CIBEBER
  3319 Desa CITOREK SABRANG, Kecamatan CIBEBER
  3320 Desa GIRIHARJA, Kecamatan CIPANAS
  3321 Desa GUNUNGSARI, Kecamatan BANJARSARI
  3322 Desa KANDANGSAPI, Kecamatan CIJAKU
  3323 Desa KARANG PAMINDANGAN, Kecamatan WANASALAM
  3324 Desa KARANGNUNGGAL, Kecamatan CIRINTEN
  3325 Desa KEBONCAU, Kecamatan BOJONGMANIK
  3326 Desa KERTA, Kecamatan BANJARSARI
  3327 Desa KERTARAHARJA, Kecamatan BANJARSARI
  3328 Desa KERTARAHAYU, Kecamatan BANJARSARI
  3329 Desa LEBAK PEUNDEUY, Kecamatan CIHARA
  3330 Desa LEBAKKEUSIK, Kecamatan BANJARSARI
27
TANGERANG 3342 Desa BAKUNG, Kecamatan KRONJO 3368 Desa CARENANG UDIK, Kecamatan KOPO
 (19) 3343 Desa BUARAN MANGGA, Kecamatan PAKUHAJI 3369 Desa CEMPLANG, Kecamatan CIOMAS
  3344 Desa CIBETOK, Kecamatan GUNUNG KALER 3370 Desa CEMPLANG, Kecamatan JAWILAN
  3345 Desa DANG DEUR, Kecamatan JAYANTI 3371 Desa CITAMAN, Kecamatan CIOMAS
  3346 Desa KARANG SERANG, Kecamatan SUKADIRI 3372 Desa JAWILAN, Kecamatan JAWILAN
  3347 Desa KARANG TENGAH, Kecamatan PAGEDANGAN 3373 Desa KOPO, Kecamatan KOPO
  3348 Desa KEDAUNG, Kecamatan MEKAR BARU 3374 Desa LEBAK KEPUH, Kecamatan LEBAK WANGI
  3349 Desa KOSAMBI, Kecamatan SUKADIRI 3375 Desa LEUWILIMUS, Kecamatan CIKANDE
  3350 Desa LENGKONG KULON, Kecamatan PAGEDANGAN 3376 Desa MAJASARI, Kecamatan JAWILAN
  3351 Desa LONTAR, Kecamatan KEMIRI 3377 Desa MELATI, Kecamatan WARINGINKURUNG
  3352 Desa MARGA SARI, Kecamatan TIGARAKSA 3378 Desa NANGGUNG, Kecamatan KOPO
  3353 Desa MUNCUNG, Kecamatan KRONJO 3379 Desa PAGINTUNGAN, Kecamatan JAWILAN
  3354 Desa PAGEDANGAN UDIK, Kecamatan KRONJO 3380 Desa PANYIRAPAN, Kecamatan BAROS
  3355 Desa PASIR AMPO, Kecamatan KRESEK 3381 Desa PENGGALANG, Kecamatan CIRUAS
  3356 Desa PASIR GINTUNG, Kecamatan JAYANTI 3382 Desa PULO, Kecamatan CIRUAS
  3357 Desa PATRA SANA, Kecamatan KRESEK 3383 Desa RAGASMESIGIT, Kecamatan CARENANG
  3358 Desa RANCA LABUH, Kecamatan KEMIRI 3384 Desa RANJENG, Kecamatan CIRUAS
  3359 Desa SIDOKO, Kecamatan GUNUNG KALER 3385 Desa SIDAMUKTI, Kecamatan BAROS
  3360 Desa TANJUNG PASIR, Kecamatan TELUKNAGA 3386 Desa SUKAMAJU, Kecamatan CIKEUSAL
SERANG 3361 Desa BABAKAN JAYA, Kecamatan KOPO 3387 Desa SUKARENA, Kecamatan CIOMAS
 (34) 3362 Desa BANJARSARI, Kecamatan ANYAR 3388 Desa TAMANSARI, Kecamatan BAROS
  3363 Desa BARENGKOK, Kecamatan KIBIN 3389 Desa TEGALMAJA, Kecamatan KRAGILAN
  3364 Desa BAROS, Kecamatan BAROS 3390 Desa TERASBENDUNG, Kecamatan LEBAK WANGI
  3365 Desa BATUKUWUNG, Kecamatan PADARINCANG 3391 Desa UJUNGTEBU, Kecamatan CIOMAS
  3366 Desa BOJOT, Kecamatan JAWILAN 3392 Desa UNDAR ANDIR, Kecamatan KRAGILAN
  3367 Desa BULAKAN, Kecamatan CINANGKA 3393 Desa WALIKUKUN, Kecamatan CARENANG
3394 Desa WANAYASA, Kecamatan KRAMATWATU 28
DANA ALOKASI KHUSUS
BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN 2018

29
BOK 2018
Peningkatan alokasi BOK dan Jampersal :
a.Memberikan Dukungan Manajemen program di Dinas Kesehatan Provinsi
agar pelaksanaan BOK berkesinambungan di tiap level dan terlaksananya
fungsi koordinasi antar Satker/Program
b.Dukungan operasional sebagai fasilitas Upaya Kesehatan Masyarakat
(UKM) rujukan UKM rujukan tersier di Dinkes Provinsi
c.Perluasan Alokasi Lokus prioritas untuk pelaksanaan Nusantara Sehat,
STBM, pendekatan Keluarga
d.Penambahan inflasi tiap tahunnya
e.Peningkatan cakupan penerima Jampersal untuk biaya persalinan

30
KEBIJAKAN OPERASIONAL UMUM
1. PEMDA tetap berkewajiban mengalokasikan dana untuk kesehatan sebesar 10 %
dari APBD (UU 36/2009)
2. DAK bidang Kesehatan bukan dana Utama untuk penyelenggaraan
pembangunan kesehatan di daerah
3. Dinkes Provinsi sebagai koordinator dalam perencanaan, pelaksanaan dan
monev DAK bidang Kesehatan
4. Tidak Boleh Duplikasi dan Tidak boleh menggeser anggaran antar DAK Non Fisik
5. Kadinkes dapat mengusulkan ke Bupati/Walikota tentang pelimpahan wewenang
KPA kepada kepala puskesmas
6. Pengelolaan dan pertanggungjawaban mengikuti aturan kemenkeu dan
kemendagri
31
KEBIJAKAN OPERASIONAL KHUSUS
1. Dana BOK diarahkan untuk meningkatkan kinerja puskesmas, Balai Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota dan Dinas Kesehatan Provinsi dalam upaya kesehatan promotif dan preventif;
2. Dana BOK untuk mendukung peningkatan akses pelayanan kesehatan masyarakat melalui program Nusantara Sehat di
Puskesmas;
3. Dana BOK untuk mendukung kelanjutan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) agar diwujudkan desa bebas
buang air besar sembarangan;
4. Dana BOK dimanfaatkan penyelenggaraan Program Indonesia Sehat melalui pendekatan Keluarga
5. Pemanfaatan dana BOK bersinergi dengan sumber dana lain dengan menghindari duplikasi dan tetap mengedepankan
akuntabilitas dan transparansi;
6. Dana BOK untuk biaya distribusi obat, vaksin dan BMHP dimanfaatkan untuk membantu menjamin obat, vaksin dan BMHP
tersedia dalam jumlah yang cukup di puskesmas;
7. Dana BOK untuk biaya dukungan manajemen sistem e-logistik bertujuan untuk memastikan ketersediaan obat, vaksin dan
BMHP di daerah, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pemantauan ketersediaan obat di Instalasi Farmasi
Provinsi/Kabupaten/Kota;
8. Ketentuan lebih lanjut tentang pengelolaan dana BOK diatur oleh daerah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
PERENCANAAN DAK NONFISIK 2018
• PERMENDAGRI 13 TAHUN 2006
– PASAL 78 (1) : Penyelenggaraan urusan pemerintahan yang
menjadi kewenangan daerah didanai dari dan atas beban daerah
• PERMENDAGRI 33 TAHUN 2017 (Pedoman Penyusunan APBD TA
2018 Lampiran V.17) : Apabila Peraturan Presiden mengenai Rincian APBN Tahun Anggaran 2018 atau
Peraturan Menteri Keuangan mengenai Alokasi DAK Tahun Anggaran 2018 diterbitkan setelah peraturan daerah tentang
APBD Tahun Anggaran 2018 - 18 - ditetapkan, maka Pemerintah Daerah harus menyesuaikan alokasi DAK dimaksud
dengan terlebih dahulu melakukan perubahan peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD tahun anggaran 2018
dengan pemberitahuan kepada pimpinan DPRD, untuk selanjutnya ditampung dalam peraturan daerah tentang
perubahan APBD tahun anggaran 2018 atau dicantumkan dalam LRA Laporan Realisasi Anggaran bagi Pemerintah
Daerah yang tidak melakukan perubahan APBD tahun anggaran 2018.

33
DAK NON FISIK BIDANG KESEHATAN- BOK
TUJUAN

2018
Menyelenggarakan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan keluarga
• Menyelenggarakan upaya kesehatan promotif dan preventif utamanya pelayanan di luar
gedung;
• Menyelenggarakan fungsi manajemen untuk mendukung kinerja;
• Menyelenggarakan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat;
• Menyelenggarakan kerja sama lintas sektoral dalam mendukung program kesehatan;
• Menyelenggarakan fungsi rujukan UKM di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan
Provinsi beserta UPT Balai Kesehatan Masyarakat
• Mendukung Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam menjamin ketersediaan obat,
vaksin dan BMHP dipuskesmas melalui penyediaan biaya distribusi obat dan vaksin ke
puskesmas serta operasional sistem informasi logistik obat dan vaksin di Instalasi
Farmasi Kabupaten/Kota secara elektronik

34
SASARAN BOK 2018

35
NO JENIS BOK   MENU KEGIATAN 2018
I BOK PUSKESMAS      
    A PROGRAM INDONESIA 1. Pendataan keluarga Mempertegas dan
SEHAT MELALUI 2. Analisis data
PENDEKATAN 3. Intervensi keluarga Memperjelas
KELUARGA 4. Pemeliharaan(maintenance)
  Kegiatan PISPK di
    B UPAYA KESEHATAN 1. Pelayanan kesehatan luar gedung 2018
MASYARAKAT 2. Dukungan prasarana pelayanan
ESENSIAL 3. Pemberdayaan Masyarakat
    C UPAYA KESEHATAN 1. Pelayanan kesehatan luar gedung
MASYARAKAT 2. Dukungan prasarana pelayanan
PENGEMBANGAN 3. Pemberdayaan Masyarakat
Dan UPAYA  
KESEHATAN
LAINNYA
    D PELAKSANAAN 1. Perencanaan
FUNGSI MANAJEMEN ( 2. Mini lokakarya
P1,P2 DAN P3) 3. Evaluasi/penilaian
4. Pelaporan
5. System informasi
    E NUSANTARA SEHAT 1. Pelayanan kesehatan luar gedung
2. Pemberdayaan masyarakat
3. Inovasi UKM
4. pelaporan
    F SANITASI TOTAL 1. Pemicuan Desa STBM
BERBASIS
MASYARAKAT
    G PENYEDIAAN TENAGA 1. Honor tenaga kontrak
KONTRAK
PROMOTOR
NO JENIS BOK MENU KEGIATAN 2017  KEGIATAN 2018
II BOK UKM SEKUNDER RUJUKAN UKM 1. Koordinasi Lintas Program, Lintas 1. Rujukan specimen
KAB/KOTA SEKUNDER Sektor Termasuk Dengan Puskesmas 2. Fasilitasi SDM, Prasarana dan Teknologi
2. Pembinaan Program UKM Ke Puskesmas 3. Pengembangan model/percepatan
Minimal 4 Kali Pertahun Termasuk Pelaksanaan Program Indonesia sehat
Menghadiri Lokakarya Mini Puskesmas melalui pendekatan keluarga
3. Rujukan UKM dari dan ke Puskesmas 4. Pembinaan UKM primer
4. Sosialisasi, Advokasi dan Kampanye 5. Dukungan UKM di Balai Kesehatan
UKM Masyarakat sebagai UPTnya
5. Kontrak dan Operasional Faskab STBM 6. Penyediaan Fasilitator program
Kab Pamsimas/STBM
7. Kampanye, Sosialisasi Advokasi Perilaku
Hidup Sehat di tingkat Kab/Kota dan
Pemberdayaan Masyarakat

III JAMPERSAL JAMINAN 1. Rujukan persalinan


PERSALINAN DI 2. Pertolongan persalinan
FASILITAS 3. Perawatan ibu hamil risiko tinggi
PELAYANAN 4. Perawatan bayi baru lahir Sama dengan tahun 2017
KESEHATAN 5. KB pasca salin
6. Skrining Hipotiroid kongenital
7. Pendampingan
    RUMAH TUNGGU 1. Sewa Rumah tunggu kelahiran
KELAHIRAN 2. Operasional Rumah Tunggu Kelahiran Sama dengan tahun 2017
IV DUKUNGAN MANAJEMEN PENGELOLAAN 1. Pengelola keuangan satker
SATKER BOK TERMASUK SATKER 2. Administrasi satker
JAMPERSAL 3. Pembinaan
4. Pelaporan Sama dengan tahun 2017
5. Sosialisasi
6. Koordinasi
7. Verifikasi
NO JENIS BOK MENU KEGIATAN 2017  KEGIATAN 2018
V BOK RUJUKAN UKM TERSIER 1. Rujukan specimen
PROVINSI 2. Fasilitasi SDM, Prasarana,
Teknologi
3. Pembinaan UKM sekunder dan
primer
4. Pengembangan model/ penguatan
program Indonesia Sehat melalui
Pendekatan Keluarga
Tidak ada 5. Kampanye, Sosialisasi Advokasi
Perilaku Hidup Sehat di tingkat
Provinsi dan Pemberdayaan
Masyarakat
6. Dukungan UKM tersier di Balai
Kesehatan Masyarakat sebagai UPT
nya
7. Pengelolaan Satker
KEGIATAN FUNGSI MANAJEMEN
PUSKESMAS (P1,P2,P3)

39
N
KEGIATAN No
JENIS KEGIATAN Kegiatan
2017 JENIS KEGIATAN 2018
O
Manajemen Penyusunan1perencanaan
Manajemen 1 Penyusunan perencanaan
1 1 Puskesmas puskesmas/penyusunan POA
Puskesmas Puskesmas/Penyusunan POA
Lokakarya mini  Puskesmas 2 Lokakarya mini
    2 puskesmasbulanan/tribulanan
bulanan/tribulanan
      kinerja
3 Evaluasi/Penilaian 3 Evaluasi/Penilaian kinerja
  4 Rapat-rapat lintas program dan lintas
Rapat-rapat lintas program dan
    4 sektoral
lintas sektoral
Penyediaan 2Penyediaan Bahan 1 Pembelian ATK
2 1 Pembelian ATK Habis Pakai
bahan habis pakai
Fotocopy/penggandaan form 2 Fotocopy/penggandaan
  2
keluarga sehat
Konsultasi, 3 Konsultasi, 1 Konsultasi ke kabupaten/kota
3 1 Konsultasi ke kabupaten/kota
Pembinaan Teknis
pembinaan teknis
  ke jaringan,
Pembinaan teknis 2 Pembinaan teknis ke jaringan,
    2 jejaring,UKBM, institusi
jejaring, UKBM, Institusi
4 Sistem informasi 1 Penggandaan 4 laporan
Sistem Informasi 1 Penggandaan laporan

    2 Pengiriman  laporan
  2 Pengiriman laporan
    3. Langganan internet/ pembelian pulsa
internet 40
PENGGUNAAN DI BALAI KESEHATAN MASYARAKAT UPT KAB
/KOTA
1. Peningkatan akses YANKES promotif dan preventif di luar gedung
2. Pemberdayaan masyarakat
3. Sosialisasi, advokasi, kampanye PHBS
4. Fungsi rujukan UKM dari dan ke Puskesmas
5. Pelaksanaanya bersinergi dengan PKM untuk mendukung
outreach PKM melalui PENDEKATAN KELUARGA
6. Perencanaan kegiatan ditetapkan oleh DINKES bersama
BALKESMAS

41
DUKUNGAN MANAJEMEN DI KAB/KOTA DAN PUSKESMAS BLUD
• MAKSIMAL 5 % DARI TOTAL ALOKASI BOK Pusk, BOK UKM sekunder dan Jampersal
NO KEGIATAN JENIS KEGIATAN
1. Pengelolaan Keuangan 1 Honor satker SKPD termasuk Pengelola
Satuan Kerja keuangan pusk sesuai peraturan yang berlaku
    2 Dukungan administrasi antara lain ATK,
penggandaan, PEMBELIAN MATERAI, dll
2 Pembinaan Administrasi 1 Rapat-rapat, pertemuan koordinasi, sosialisasi,
perencanaan, monitoring dan evaluasi BOK
termasuk Jampersal
    2 Pembinaan administrasi tata kelola keuangan
Puskesmas
    3 Konsultasi
3 Sistem informasi 1 Pelaporan
2 Langganan internet untuk BOK/Jampersal 
42
PENGGUNAAN DI BALAI KESEHATAN MASYARAKAT UPT
PROVINSI
1. Peningkatan akses YANKES promotif dan preventif di luar gedung
2. Pemberdayaan masyarakat
3. Sosialisasi, advokasi, kampanye PHBS, GERMAS
4. Fungsi rujukan UKM TERTIER dari KAB/KOTAUKM dari dan ke
dinas kesehatan kabupaten/kota dan atau puskesmas
5. Pelaksanaanya bersinergi dengan KAB/KOTA untuk mendukung
outreach PKM melalui PENDEKATAN KELUARGA
6. Perencanaan kegiatan dilakukan oleh DINKES bersama BALKESMAS

43
Kegiatan Balai Kesehatan Masyarakat
• Meningkatkan jangkauan pelayanan promotif dan preventif di luar
gedung Balai Kesehatan Masyarakat,
• Pemberdayaan masyarakat,
• Kampanye, sosialisasi, advokasi perilaku hidup sehat
• Fungsi rujukan UKM dari dan ke puskesmas.

Dalam pelaksanaan kegiatan agar bersinergi dengan puskesmas


setempat untuk mendukung outreach puskesmas melalui pendekatan
keluarga.
Petunjuk teknis kegiatan ditetapkan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
bersama Balai Kesehatan Masyarakat.

44
PEMANFAATAN 2018
• Transport lokal dalam kegiatan di luar gedung dalam lingkup provinsi kabupaten/kota, kecamatan dan
desa/kalurahan bagi petugas kesehatan, lintas sektor termasuk kader kesehatan;
• Perjalanan dinas PNS dan non PNS;
• Pembelian barang pakai habis;
• Belanja bahan/material untuk mendukung pelayanan promotif dan preventif antara lain penggandaan
media, reagen, rapid tes/tes cepat, bahan PMT penyuluhan dan PMT pemulihan berbahan lokal;
• Belanja cetak dan penggandaan;
• Belanja makanan dan minuman;
• Penyelenggaraan rapat-rapat, sosialisasi,pertemuan koordinasi;
• Honorarium PNS dan non PNS;
• Belanja langganan jasa internet
• Belanja barang dan jasa lain sesuai kebutuhan program

45
• Dana BOK 2018 tidak dapat dimanfaatkan untuk
keperluan belanja tidak langsung (gaji, tunjangan, dll), belanja modal,
upaya kesehatan kuratif dan rehabilitatif, pembelian obat, vaksin,
pemeliharaan gedung, kendaraan, biaya transportasi rujukan pasien
dan jasa pelayanan kesehatan.

46
JAMPERSAL

47
PENGELOLAAN DANA JAMPERSAL TETAP DI
KAB/KOTA

RUANG LINGKUP
1. Rujukan persalinan dari rumah ke fasilitas pelayanan
kesehatan yang kompeten
2. Sewa dan operasional rumah tunggu kelahiran (RTK)
3. Pertolongan persalinan,perawatan kehamilan risti, KB
pasca salin dan perawatan bayi baru lahir

48
PENGGUNAAN DANA JAMPERSAL (1)
Penggunaan dana Jampersal di setiap kabupaten/kota ditetapkan berdasar tingkat prioritas dengan
memperhatikan jumlah sasaran dan ketersediaan anggaran dengan kegiatan meliputi :
a.Rujukan ibu hamil/ibu bersalin ke fasilitas pelayanan kesehatan yang mempunyai kompetensi
pertolongan persalinan pergi dan pulang meliputi :
1. Rujukan ibu hamil/bersalin normal dari rumah ibu hamil ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Primer baik melalui rumah tunggu kelahiran dan atau langsung ke fasilitas pelayanan
kesehatan primer
2. Rujukan ibu hamil risiko tinggi dari rumah ibu hamil ke fasilitas pelayanan kesehatan
rujukan sekunder/tersier atau dari fasilitas pelayanan kesehatan primer ke Fasilitas
Pelayanan kesehatan rujukan sekunder/tersier baik melalui rumah tunggu kelahiran dan
atau langsung ke Fasilitas pelayanan Kesehatan rujukan sekunder/tersier
3. Rujukan ibu hamil risiko tinggi untuk pelayanan perawatan kehamilan ke fasilitas
pelayanan kesehatan rujukan sekunder/tertier atas indikasi medis

49
PENGGUNAAN DANA JAMPERSAL (2)
b. Sewa dan Operasional Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) termasuk makan dan minum bagi pasien,
keluarga pendamping dan petugas kesehatan/kader minimal 1 RTK didekat RS Rujukan
c. Pertolongan persalinan, perawatan kehamilan risiko tinggi atas indikasi bila diperlukan di kelas III
Fasilitas Pelayanan kesehatan yang kompeten berupa :
1. Biaya jasa pertolongan persalinan/perawatan kehamilan,
2. Pelayanan KB pasca persalinan dengan kontrasepsi disediakan BKKBN
3. Perawatan bayi baru lahir dan skrining hipotiroid kongenital.
4. Pembiayaan untuk pelayanan ante natal (ANC) dan pelayanan nifas (PNC) tidak termasuk dalam
paket Jampersal kecuali ibu hamil Risiko tinggi yang atas indikasi medis perlu
pelayanan/perawatan di fasilitas rujukan sekunder/tersier.
5. Penerima bantuan Jampersal tidak diperbolehkan naik kelas dengan biaya sendiri dan harus
sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada penerima bantuan iuran (PBI). Besaran biaya
pertolongan persalinan dan perawatan sesuai dengan yang berlaku pada penyelenggaran
Jaminan Kesehatan Nasional oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

50
PENGGUNAAN DANA JAMPERSAL
d. Dukungan manajemen/pengelolaan Jampersal Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan untuk
kegiatan sosialisasi, verifikasi klaim, survey dan kontrak RTK, pembinaan, pendampingan
petugas kesehatan, dan dukungan administrasi

Dana Jampersal tidak boleh dimanfaatkan untuk belanja tidak


langsung, belanja modal, pembelian obat dan vaksin serta bayar
iuran/premi.

51
PEMANFAATAN 
1. Transport lokal atau perjalanan dinas petugas kesehatan termasuk kader
2. Sewa mobilitas/sarana transportasi rujukan
3. Sewa rumah untuk Rumah Tunggu Kelahiran (RTK)
4. Makan dan minum di RTK
5. Langganan air, listrik , kebersihan
6. Jasa pemeriksaan, perawatan dan pertolongan persalinan
7. Honor PNS dan non PNS
8. Penyelenggaraan rapat, pertemuan, sosialisasi
9. Penyediaan barang pakai habis
10. Penyediaan bahan dan material
11. Belanja pencetakan dan penggandaan
12. Belanja jasa pengiriman spesimen
52
PENYALURAN DAK NON FISIK

53
JADWAL PENYALURAN DAK NON FISIK
PERMENKEU NO. 50 TAHUN 2017 PERMENKEU NO. 112 TAHUN 2017
PERUBAHAN
(PENGELOLAAN TRANSFER TA 2017) (PENGELOLAAN TRANSFER TA 2018)
PENYALURAN UNTUK KAB/KOTA BIASA PENYALURAN UNTUK SELURUH DAERAH
DILAKUKAN PER SEMESTER
PENYAMPAIAN LAPORAN REALISASI DAN
PENYERAPAN SMT 1 : BULAN JULI 2018

PENYALURAN UNTUK KAB/KOTA TERPENCIL PENYAMPAIAN LAPORAN REALISASI DAN


DAN SANGAT TERPENCIL PENYERAPAN SMT 2 : BULAN JANUARI TA
BERIKUTNYA

CATATAN TRANSFER 2018 : PENYALURAN DANA BOK PADA TIAP SEMESTER


DILAKUKAN MASING-MASING SEBESAR 50% DARI PAGU ALOKASI

54
KETENTUAN PENYALURAN (1)
PERMENKEU NO. 50 TAHUN 2017 PERMENKEU NO. 112 TAHUN 2017
PERUBAHAN
(PENGELOLAAN TRANSFER TA 2017) (PENGELOLAAN TRANSFER TA 2018)

55
KETENTUAN PENYALURAN (2)
PERMENKEU NO. 50 TAHUN 2017 PERMENKEU NO. 112 TAHUN 2017
PERUBAHAN
(PENGELOLAAN TRANSFER TA 2017) (PENGELOLAAN TRANSFER TA 2018)

56
KETENTUAN PENYALURAN KHUSUS PMK 50/2017

• Kemenkes melakukan verifikasi atas kebutuhan riil


DAK NON FISIK, sesuai laporan tsb.
• Menjadi rekomendasi bagi Kemenkeu
• Dilaporkan min 30 hari kerja sebelum TW berjalan
berakhir (u/ daerah biasa); 30 hari kerja sebelum
semester berjalan berakhir (u/ daerah terpencil)

57
KETENTUAN PELAPORAN
• Laporan realisasi penyerapan dan laporan realisasi
penggunaan DAK NON FISIK disampaikan dalam bentuk
dokumen fisik (hardcopy) dan/atau dokumen elektronik
(softcopy) melalui aplikasi
• Daerah wajib menganggarkan kembali sisa Dana DAK NON
FISIK dalam Rancangan APBD tahun anggaran berikutnya
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

58
PERMENKEU NO. 50 TAHUN 2017
(PENGELOLAAN TRANSFER TA 2017)

FORMAT
LAPORAN REALISASI
PENYERAPAN DAK NON
FISIK
Ttd oleh Kepala Biro / Badan /
Dinas pengelola keuangan
59
FORMAT LAPORAN REALISASI
PENGGUNAAN DAK NON FISIK
Ttd Kepala SKPD
PERMENKEU NO. 50 TAHUN 2017
(PENGELOLAAN TRANSFER TA 2017)

60
FORMAT REKAPITULASI
SP2D
• Ttd oleh Kepala Biro / Badan/
Dinas pengelola keuangan
PERMENKEU NO. 50 TAHUN 2017
(PENGELOLAAN TRANSFER TA 2017)

61
PERMENKEU NO. 112 TAHUN 2017
(PENGELOLAAN TRANSFER TA 2018) FORMAT LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DAK NON
FISIK
FORMAT LAPORAN REALISASI
PENYERAPAN DAK NON FISIK

Ttd oleh Kepala Biro / Badan / Dinas pengelola keuangan Ttd Kepala SKPD
62
KESIMPULAN
1. Seluruh kegiatan di bidang kesehatan mengacu pada TUJUAN PEMBANGUNAN KESEHATAN.
Pelaksanaannya menjadi TANGGUNGJAWAB SELURUH KOMPONEN BANGSA; baik aparatur
pemerintah dan atau masyarakat itu sendiri.
2. GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT atau GERMAS menjadi pilihan sekaligus perwujudan
pelaksanaan tanggungjawab seluruh komponen bangsa.
3. Upaya pelayanan promotif preventif yang dilakukan tidak dalam posisi pasif menunggu; namun
aktif menjangkau yang dikenal dengan PENDEKATAN KELUARGA.
4. SPM KESEHATAN SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMASTIKAN KETERSEDIAAN LAYANAN
KESEHATAN TERSTANDAR BAGI SELURUH WARGA NEGARA
5. DIPERLUKAN SINERGITAS PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH, LINTAS SEKTOR, SWASTA
DAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN KESEHATAN
6. DANA DEKON DAN DAK MERUPAKAN SALAH SATU DUKUNGAN PEMERINTAH PUSAT
UNTUK DAERAH DALAM PENCAPAIAN SPM. Daerah dituntut untuk memanfaatkan seluruh
potensi sumberdaya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif, efisien, akuntabel dan
bertanggung jawab
63
Terima Kasih

64