Anda di halaman 1dari 50

1

PROMOSI KESEHATANDAN
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

TANGERANG SELATAN, 20 SEPTEMBER 2018


2

1 Kebijakan dan Strategi


Promosi Kesehatan
SISTEMATIK
A 2 Pengelolaan Promosi
Kesehatan di Puskesmas

3 Penutup
KEBIJAKAN DAN STRATEGI
PROMOSI KESEHATAN
PROGRAM
INDONESIA SEHAT
1. Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan
hidup sehat bagi setiap orang dalam lingkungan hidup yang sehat
agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui
terciptanya perilaku hidup sehat sehingga terwujud bangsa yang PENDEKATAN
mandiri, maju dan sejahtera KELUARGA

2. Terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan


dalam meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya STANDAR
PELAYANA
N MINIMAL
PILAR 2 PILAR 3
PILAR 1 PENGUATAN JAMINAN
PARADIGMA PELAYANAN KESEHATAN
SEHAT KESEHATAN NASIONAL
(JKN) GERAKAN
MASYARAKAT
HIDUP SEHAT
(GERMAS)

Arah pembangunan kesehatan nasional saat ini bergerak dari


kuratif ke promotif dan preventif.
DTPK
POKOK MASALAH
5
KESEHATAN
30% Kasus permasalahan kesehatan
ada keterkaitannya dengan
Faktor kehidupan SOSIO-BUDAYA
Perilaku Sos-bud
masyarakat
Faktor
Pelayanan 20%
40%
Faktor Kesehatan
Lingkungan Derajat
Fisik, Kimia, Untuk kasus imunisasi lengkap
Kesehatan
Biologi, sulit dilakukan
Ergonomi Untuk kasus Gizi Buruk: pola
hidup bersih dan sehat
masyarakat rendah, serta
10% Faktor tersedianya air bersih sangat
Genetika
(Keturunan) minim

TEORI H.L. BLUM (1974)


ISSUE
KESEHATA
N SAAT INI
SASARAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
(1)
Baseline
No Indikator 2015 2016 2017 2018 2019
(2014)
1 Meningkatnya Status Kesehatan Ibu, Anak dan Gizi Masyarakat
a.Menurunnya Angka kematian ibu (AKI)*, 305
346
diukur dengan proksi: (SUPAS, n.a. n.a. n.a. 306
(SP, 2010)
2015)
• Persalinan di fasilitas kesehatan (persen) 70,4
75 77 81,0 87 85
(2013)
• Kunjungan Antenatal (K4) (persen) 70,4
72 74 85,0 86 80
(2013)
b.Menurunnya Angka kematian bayi (AKB)*,
32 (2012) n.a. n.a. n.a. n.a. 24
diukur dengan proksi:
• Kunjungan Neonatal Pertama (KN1) 71,3
7

(persen) 75 78 81 85 90
(2013)
c.Prevalensi STUNTING (pendek dan
sangat pendek) pada anak baduta 32,9
31,3 30,5 29,6 28,8 28
(bawah dua tahun) (persen) (2013)
SASARAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
(2)

Baseline
No Indikator 2015 2016 2017 2018 2019
(2014)
2 Menurunnya Penyakit Menular dan Tidak Menular
a.Prevalensi HIV (persen) 0,46
<0,5 <0,5 <0,5 <0,5 <0,5
(2014)
b.Prevalensi Tuberkulosis per 100.000
297 (2013) 280 271 262 254 245
penduduk
c.Prevalensi merokok pada usia ≤ 18 tahun
(persen) 7,2 (2013) 6,9 6,4 5,9 5,6 5,4
d.Prevalensi tekanan darah tinggi (persen) 25,8
25,0 24,6 24,2 23,8 23,4
(2013) 8

e.Prevalensi obesitas pada penduduk usia


18+ tahun (persen) 15,4
15,4 15,4 15,4 15,4 15,4
(2013)
SASARAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
(3)

Baseline
No Indikator 2015 2016 2017 2018 2019
(2014)
3 Meningkatnya Perlindungan Finansial
a.Penduduk yang menjadi peserta BPJS- 51,8
Kesehatan (persen) 60 68 77 85 Min. 95
(Okt, 2014)
4 Meningkatnya Pemerataan dan Mutu Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan
a.Jumlah Kab/Kota yang memiliki minimal 1
RSUD yang tersertifikasi akreditasi nasional 10 (2014) 94 190 287 294 481

b.Persentase kabupaten/kota yang mencapai


71,2
80 persen imunisasi dasar lengkap pada 75 80 85 92,5 95
(2013)
bayi 9

c.Jumlah puskesmas yang minimal memiliki 5 1.015


jenis tenaga kesehatan 1.200 2.000 3.000 4.200 5.600
(2013)
d.Persentase puskesmas dengan ketersediaan 75,5
obat dan vaksin esensial 77 80 85 90 95
(2014)
INTERVENSI KESEHATAN DALAM PENANGGULANGAN STUNTING
10
Intervensi Gizi Spesifik
1.Pemberian Tablet Tambah Darah untuk remaja putri, calon pengantin, ibu
hamil (suplementasi besi folat)
Intervensi Gizi Sensitif lingkup Kemenkes:
2.Promosi dan kampanye Tablet Tambah Darah 1. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan
3.Kelas Ibu Hamil 2. Penyediaan air bersih dan sanitasi
4.Pemberian kelambu berinsektisida dan pengobatan bagi ibu hamil yang positif 3. Pendidikan gizi masyarakat
malaria 4. Imunisasi
5. Pengendalian penyakit Malaria
5.Suplementasi vitamin A
6. Pengendalian penyakit TB
6.Promosi ASI Eksklusif 7. Pengendalian penyakit HIV/AIDS
7.Promosi Makanan Pendamping-ASI 8. Memberikan Edukasi Kesehatan Seksual dan Reproduksi,
8.Suplemen gizi mikro (Taburia) serta Gizi pada Remaja.
9.Suplemen gizi makro (PMT) 9. Jaminan Kesehatan Nasional
10. Jaminan Persalinan (Jampersal)
10.Promosi makanan berfortifikasi termasuk garam beryodium dan besi
11. Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga
11.Promosi dan kampanye gizi seimbang dan perubahan perilaku (PIS PK)
12.Tata Laksana Gizi Kurang/Buruk 12. Nusantara Sehat (Tenaga Ahli Gizi dan Tenaga Promosi
13.Pemberian obat cacing Kesehatan, Tenaga Kesling)
14.Zinc untuk manajemen diare 13. Akreditasi Puskesmas dan RS
KEGIATAN PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS
11 CDR>70%
SR<90%
CDR<70% CDR >70%
atau
SR<90% SR>90%
CDR<70%
SR>90% Risiko Sedang Risiko
Risiko Tinggi
Rendah
1. Menemukan pasien secara aktif 1. Melakukan penguatan surveilan TBC
terintegrasi PIS PK berbasis digital
1. Menemukan pasien secara aktif terintegrasi PIS PK 2. Meningkatkan kapsitas PMO dan
2. Melakukan surveilan aktif/penyisiran data di RS 2. Meningkatkan jejaring PPM TBC
pelacakan kasus mangkir
3. Meningkatkan kapasitas PMO dan pelacakan kasus mangkir 3. Menemukan pasien TB secara pasif
3. Melakukan surveilan aktif/ penyisiran data
4. Menerapkan mandatory notification di RS intensif dan promotif terintegrasi PIS
5. Melakukan sinkronisasi dengan BPJS 4. Meningkatkan jejaring PPM TBC PK
6. Membentuk Jejaring PPM TBC dan koalisi organisasi profesi 5. Meningkatkan kapasitas SDM TBC 4. Mengendalikan faktor risiko
7. Meningkatkan surveilans 6. Meningkatkan penemuan TBC melalui (perilaku dan lingkungan)
8. Menggunakan TCM untuk deteksi dini TBC (membangun jejaring penguatan kolaborasi layanan ( HIV, DM, 5. Menggunakan TCM untuk deteksi dini
dengan transport sputum) Gizi, KIA, PAL) TBC
9. Meningkatkan promosi dan pengendalian faktor risiko 7. Menggunakan TCM untuk deteksi dini 6. Meningkatkan kapasitas SDM TBC
(perilaku dan lingkungan) TBC 7. Meningkatkan penemuan TBC laten
10. Menyusun rencana aksi daerah 8. Menyusun rencana aksi daerah
9. Mengendalikan faktor risiko (perilaku
dan lingkungan)
KEGIATAN IMUNISASI
12
Risiko Tinggi Risiko Sedang Risiko Rendah
1. Pelaksanaan Sweeping 1. Pelaksanaan Sweeping 1. Pelaksanaan Sweeping
2. Pelaksanaan Drop Out Follow Up (DOFU) 2. Pelaksanaan Drop Out Follow Up (DOFU) 2. Pelaksanaan Drop Out Follow Up
3. Pelaksanaan Sustainable Outreach Services (SOS) 3. Pelaksanaan Sustainable Outreach Services (SOS) (DOFU)
4. Pelatihan petugas 4. Pelatihan petugas 3. Pelaksanaan skreening status T dengan
5. Peningkatan partisipasi masyarakat melalui media KIE (poster, 5. Peningkatan partisipasi masyarakat melalui media KIE berintegrasi dengan kegiatan massal
leaflet, ILM, radio spot, dll) terintegrasi dengan Promkes (poster, leaflet, ILM, radio spot, dll) lainnya (hari kartini, hari ibu, skreening
6. Pelaksanaan skreening status T dengan berintegrasi dengan kegiatan 6. Pelaksanaan skreening status T dengan berintegrasi dengan IVA, dsb)
massal lainnya (hari kartini, hari ibu, skreening IVA, dsb) kegiatan massal lainnya (hari kartini, hari ibu, skreening IVA, 4. Penyusunan komitmen daerah dalam
7. Pembentukan Forum Komunikasi Masyarakt Peduli Imunisasi dsb) bentuk peraturan kepala daerah /
8. Pelaksnaan Advokasi kepada Pemerintah Daerah untuk dukungan 7. Advokasi kepada Pemerintah Daerah untuk dukungan peraturan daerah
pembiayaan pembiayaan 5. Pelaksanaan EVM (Effective Vaccine
9. Pelaksanaan EVM (Effective Vaccine Management 8. Penyusunan komitmen daerah dalam bentuk peraturan Management
10. Pelaksanaan supervisi supportif kepala daerah / peraturan daerah 6. Pelaskanaan supervisi supportif
11. Pelaksanaan Backlog Fighting (BLF) 9. Pelaksanaan EVM (Effective Vaccine Management 7. Melaksanakan ORI jika terjadi KLB
12. Pelaksanaan crash program 10. Pelaksanaan supervisi supportif
13. Pelaksanaan ORI jika terjadi KLB 11. Pelaksanaan kegiatan Backlog Fighting (BLF)
14. Pelaksanaan skirining melengkapi status imunisasi melalui skrining 12. Pelaksanaan ORI jika terjadi KLB
imunisasi pada penerimaan siswa baru (PAUD,TK,SD/sederajat, 13. Pelaksanaan skrining untuk melengkapi status imunisasi
SMP/sederajat) melalui skrining imunisasi pada penerimaan siswa baru
(PAUD,TK,SD/sederajat, SMP/sederajat)
PROMOSI KESEHATAN
Promosi Kesehatan adalah proses untuk memberdayakan
masyarakat melalui kegiatan menginformasikan, mempengaruhi dan
membantu masyarakat agar berperan aktif untuk mendukung

perubahan perilaku dan lingkungan serta


menjaga dan meningkatkan kesehatan menuju derajat
kesehatan yang optimal
(Permenkes Nomor 74 tahun 2015, pasal 1 butir 3).
Permenkes 74 Tahun 2015
tentang Upaya Peningkatan dan Pengendalian Penyakit
Promosi Kesehatan harus dilaksanakan dalam bentuk:

1 2 3 4 5
Pengembangan Penciptaan Penguatan Pengembangan Penataan
kebijakan publik lingkungan gerakan kemampuan kembali arah
berwawasan
kesehatan
yang kondusif masyarakat individu pelayanan
kesehatan
Strategi: 01 Pemberdayaan masyarakat
didukung dengan Metode dan
Advokasi Media Yang Tepat, data yang
02
valid dan akurat serta
03 Kemitraan sumberdaya yang optimal
temasuk SDM yang profesional
IMPLEMENTASI STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
SURAT EDARAN
PENETAPAN KINERJA
PROMKES PUSKESMAS
Surat Edaran Direktur Promosi Kesehatan dan
Pemberdayaan Masyarakat Nomor :
PK.05.01/3/0601/2018 tanggal 24 Januari 2018 :
Kegiatan Promosi Kesehatan di Puskesmas harus
mendukung terlaksananya PIS-PK dan GERMAS
Template kegiatan Promkes di Puskesmas
Target Kinerja Promkes Puskesmas
TARGET KINERJA
PROMKES PUSKESMAS
NO KEGIATAN INDIKATOR TARGET CAPAIAN
1. Melaksanakan Orientasi Promosi Jumlah Kader yang diorientasi Minimal 5 kader per desa per tahun
Kesehatan bagi Kader
2. Melaksanakan Penyuluhan Kelompok Jumlah Kelompok yang dilakukan Minimal 2 kelompok per desa per
penyuluhan bulan
3. Mendampingi Pelaksanaan SMD dan Jumlah Desa yang didampingi Seluruh Desa
MMD tentang Kesehatan pelaksanaan SMD dan MMD
4. Melaksanakan Advokasi kepada Kepala Persentase Desa Memanfaatkan Dana Minimal 40% dari jumlah desa
Desa tentang Pemanfaatan Dana Desa Desa untuk UKBM
untuk UKBM

5. Melaksanakan Kunjungan Rumah Jumlah Rumah Tangga yang Seluruh Rumah Tangga yang
sebagai intervensi PIS-PK dikunjungi memerlukan intervensi PIS-PK
6. Melaksanakan Penggalangan dukungan Jumlah Ormas / kelompok potensial Minimal 1 ormas / kelompok
ormas / kelompok potensial dalam yang berperan serta dalam pelaksanaan potensial yang berperan serta dalam
pelaksanaan Gerakan Masyarakat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat pelaksanaan Gerakan Masyarakat
Hidup Sehat Hidup Sehat per tahun
PENGELOLAAN PROMOSI
KESEHATAN DI PUSKESMAS
Permenkes 75 Tahun 2014
Puskesmas:
Berwenang menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang
1
mengutamakan upaya promotif dan preventif
Menyelenggarakan UKM esensial, yang meliputi promosi kesehatan,
2
kesehatan lingkungan, KIA dan KB, gizi, pencegahan dan
pengendalian penyakit
Definisi Puskesmas
(Permenkes No 75 tahun 2014)

Fasyankes yang menyelenggarakan upaya kesehatan


masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat
pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif
dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.

Edit background gelab


Tujuan Puskesmas

Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas


bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang:
a. Memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat;
b. Mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu;
c. Hidup dalam lingkungan yang sehat;
d. Memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat.
Tugas dan Fungsi Puskesmas
Kerangka Pikir Pengelolaan Promosi
Kesehatan di Puskesmas
Strategi Promosi Kesehatan, Manajemen Puskesmas,
Penerapan Pelayanan UKMUKP -

Proses: Output: Dampak:


Input: • Meningkatnya:
Lokakarya mini Terwujudnya
• Program Puskesmas. • Dukungan kebijakan masyarakat
yankes puskes • Setiap pengelola publik berwawasan
yang memiliki
• SDM, dana program UKM – UKP kesehatan
perilaku sehat ,
melakukan Analisis • Jumlah dan kualitas
dan sarana UKBM mampu
Masalah Kesehatan,
yankes • Cakupan yankes di menjangkau
Perilaku Sasaran
Puskesmas Promkes, Potensi Puskesmas pelayanan kes
Masyarakat • Cakupan PHBS bermutu; hidup
• Promkes
• Perencanaan Promkes individu, keluarga, dalam
Upaya • Pelaksanaan Promkes masyarakat.
lingkungan
Kesehatan • Pemantauan dan • Kinerja Puskesmas
sehat; dan
penilaian.Promkes dan mendukung SPM
Esensial memiliki derajat
cakupan program Kab/Kota
kes yang optimal

Permenkes 75/2014 tentang Puskesmas , Kebijakan Promosi


Kesehatan Di Puskesmas , Akreditasi Puskesmas
LANGKAH-LANGKAH PENGELOLAAN
PROMKES
DI PUSKESMAS

P1 P2 P3
Catatan
• Pengelolaan promosi kesehatan di puskesmas mengacu pada manajemen
puskesmas dengan menerapkan langkah-langkah P1= Perencanaan, P2=
Pelaksanaan serta P3= Pemantauan dan Penilaian
• Pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan di puskesmas harus menyesuaikan
situasi dan kondisi masyarakat yang ada di wilayah kerjanya
• Melalui kegiatan intervensi promosi kesehatan dapat dikembangkan model
intervensi promosi kesehatan yang dapat mengakomodir kearifan lokal serta
sasaran programnya
PERENCANAAN
( P-1 )
Perencanaan
Perencanaan: proses analisis situasi
(identifikasi masalah), menetapkan sasaran,
tujuan, strategi pencapaian tujuan dan
kegiatan yang akan dilakukan dalam jangka
waktu tertentu dengan memanfaatkan
sumberdaya /potensi yang ada.
Contoh
Analisis Situasi menggunakan Hasil Rekapitulasi Data
Keluarga Sehat Tingkat Puskesmas
Indikator Desa A Desa B Desa C Desa D Puskes
A. Program Gizi, Kesehatan Ibu & Anak
1. Keluarga mengikuti KB 79.1 56.3% 62.7% 68.9% 66,75%
2. Ibu bersalin di fasilitas kesehatan 24.9 87.4% 95.4% 90.1% 74,45%
3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap 68.7 62.2% 71.3% 68.8% 67,75%
4. Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan 39.3 74.2% 73.9% 77.6% 66,25%
5.Pertumbuhan balita dipantau tiap bulan 82.8 45.0% 70.1% 54.3% 63,05%
B. Pengendalian Peny. Menular & Tidak Menular

6. Penderita TB Paru berobat sesuai standar 44.9 53.7% 78.0% 64.5%


60,27%
7. Penderita hipertensi berobat teratur 36.6 13.4% 8.3% 6.2% 16,12%
8. Gangguan jiwa berat tidak ditelantarkan 49.7 85.5% 75.3% 74.5% 71,25%
C. Perilaku dan Kesehatan Lingkungan
9. Tidak ada anggota keluarga yg merokok 94.1 78.9% 85.9% 85.1% 86,00%
10. Keluarga memiliki/memakai air bersih 68.7 89.4% 92.9% 94.4% 86,35%
11. Keluarga memiliki/memakai jamban sehat 44.9 48.5% 56.7% 90.1%
60,05%
12. Sekeluarga menjadi anggota JKN/askes 66.1 69.9% 51.2% 64.6%
62,95%
Indeks Keluarga Sehat (IKS) 10.80% 11.30% 5.20% 3.70% 7.6%
Identifikasi Masalah Kesehatan
Program Prioritas Indikator Pencapaian yang Target Masalah
KS ada

A. KIA & Gizi Ibu bersalin di fasilitas Desa A: 24,9 % 100% Belum semua ibu
kesehatan bersalin di faskes

B. PM & PTM Penderita hipertensi Seluruh Desa: 100% Belum semua


berobat teratur 16,12% penderita
hypertensi berobat
teratur

C. Perilaku Sehat Keluarga Desa A: 44.9% 100% Belum semua


dan Kesehatan memiliki/memakai memiliki/memakai
Lingkungan jamban sehat jamban sehat
Identifikasi Perilaku Penyebab Masalah
DATA LAIN
 PROFIL PUSKESMAS
 DATA PENCAPAIAN SPM (Permenkes 43 Tahun
2016 ttg SPM Bidang kesehatan Jenis Layanan
Dasar  12 SPM)
Perencanaan
• Analisis Situasi
Analisis situasi bertujuan untuk mengetahui permasalahan kesehatan
yang ada di wilayah puskesmas (identifikasi masalah), terutama
yang terkait dengan masalah perilaku dan non perilaku.

Instrumen Matriks Analisis Situasi


No. Sasaran Perilaku Saat ini Perilaku yang diharapkan Penyebab Masalah (Perilaku & Non
Perilaku)
1 Sasaran Primer

2 Sasaran Sekunder

3 Sasaran Tertier
Perencanaan
• Analisis Situasi
Analisis situasi bertujuan untuk mengetahui permasalahan kesehatan
yang ada di wilayah puskesmas (identifikasi masalah), terutama yang
terkait dengan masalah perilaku dan non perilaku.

Instrumen Matrik Analisis Situasi


No Sasaran Perilaku Saat ini Perilaku yang diharapkan/ Ideal Penyebab Masalah (Perilaku & Non Perilaku)

1 Primer: -Belum semua sasaran cek TD Semua penderita hipertensi PL langsung: tidak cek TD teratur, tidak minum obat teratur,
- Penderita Rutin berobat teratur PL tidak langsung: mengonsumsi makanan yang mengandung
-Kel berisiko: -Belum semua sasaran berobat gula, garam, lemak (GGL) tinggi, rendah serat, kurang
Anggota kel usia teratur beraktivitas fisik, merokok aktif dan pasif, minum alkohol,
>18 th narkoba
Non PL: obat tidak tersedia di yankes, jarak jauh ke yankes,
transportasi jarang/susah/mahal, UKBM tidak aktif

2 Sekunder:
-Kader -Belum memberikan informasi - Memberikan informasi kpd PL: belum mendapatkan sosialisasi pentingnya pencegahan
kpd sasaran primer sasaran primer hipertensi, sibuk melaksanakan rutinitas kehidupan sehari-hari

-Tidak rutin memberikan - Rutin memberikan layanan cek Non PL: obat tidak tersedia di yankes, tensimeter tidak
- Petugas Puskesmas layanan cek TD TD tersedia/tidak memadai, jarak jauh ke yankes, transportasi
jarang/susah/mahal, UKBM tidak aktif, ketidaklengkapan
- Belum mendukung sarana dan prasarana di UKBM (Posyandu Lansia/Posbindu
- TOMA, TOGA penyebarluasan informasi - Mendukung penyebarluasan PTM, Poskesdes)
layanan cek TD informasi layanan cek TD
Instrumen Matrik Analisis Situasi
(lanjutan)

No Sasaran Perilaku Saat ini Perilaku yang Penyebab Masalah (Perilaku & Non
diharapkan/Ideal Perilaku)

3 Sasaran tersier: Belum optimal dalam Menyusun Surat PL: belum adanya kepedulian terhadap
Kades/Lurah mendukung layanan cek Keputusan kegiatan pencegahan dan pengobatan
Ketua TP PKK TD di desa/kelurahan pengorganisasian hipertensi, sibuk melaksanakan
Desa/Kelurahan
masyarakat dalam rutinitas kehidupan sehari-hari
kegiatan Non PL: belum adanya kebijakan
pencegahan dan publik berwawasan kesehatan di
pengobatan wilayah kerjanya (misal: belum ada
hipertensi KTR, gerakan hidup sehat), UKBM
tidak aktif,
Perencanaan
Menetapkan Tujuan
Merumuskan tujuan dimaksudkan untuk mendapatkan kejelasan tentang apa
yang ingin dicapai atau dipecahkan dari masalah yang telah ditetapkan
sebelumnya.

Instrumen Matrik Penetapan Tujuan


No Sasaran Penyebab Masalah Tujuan Indikator Pencapaian Tujuan

1 Sasaran PL langsung: tidak cek TD teratur,  Melakukan cek TD teratur di  Semua sasaran primer cek TD teratur di
Primer tidak minum obat teratur, fasyankes dan/atau UKBM fasyankes dan/atau UKBM
PL tidak langsung: mengonsumsi  Minum obat teratur  Semua penderita minum obat teratur
makanan yang mengandung gula,  Meningkatkan konsumsi  Semua sasaran primer mengonsumsi makanan
garam, lemak (GGL) tinggi, rendah makanan yang tinggi serat yang tinggi serat
serat, kurang beraktivitas fisik,  Membatasi konsumsi makanan  Semua sasaran primer membatasi konsumsi
merokok aktif dan pasif, minum gula, garam, lemak (GGL) makanan gula, garam, lemak (GGL)
alkohol, narkoba  Tidak mengonsumsi alkohol /  Semua sasaran primer tidak mengonsumsi
Non PL: obat tidak tersedia di narkoba alkohol/narkoba
yankes, jarak jauh ke yankes,  Tidak merokok  Semua sasaran primer tidak merokok
transportasi jarang/susah/mahal,  Meningkatkan aktivitas fisik  Semua sasaran primer meningkatkan aktivitas
UKBM tidak aktif fisik
Perencanaan

No Sasaran Penyebab Masalah Tujuan Indikator Pencapaian Tujuan

2 Sekunder

3 Tersier
Perencanaan : STRATEGI PROMKES (AGK)
• Merumuskan Strategi dan Kegiatan
Strategi adalah pola atau cara kita untuk mencapai tujuan. Strategi akan
menentukan kegiatan/action yang tepat. Strategi yang telah disusun selanjutnya
dituangkan ke dalam rencana kegiatan

Instrumen Matrik Perumusan Strategi dan Kegiatan


No. Sasaran Penyebab Masalah Tujuan Strategi Intervensi Kegiatan Indikator Kegiatan

1 Primer PL langsung: tdk cek TD - Melakukan cek TD teratur Pemberdayaan -KIE; penyuluhan: Terlaksananya
teratur, tdk minum obat di fasyankes dan/atau masyarakat yang -perorangan melalui kegiatan KIE`
teratur, UKBM didukung dengan kunjungan rumah
PL tdk langsung: - Minum obat teratur metode, teknik, -kelompok bagi kel
mengonsumsi makanan yang -Meningkatkan konsumsi dan media promkes berisiko di Puskesmas/
mengandung gula, garam, makanan yang tinggi serat UKBM, pengajian,
lemak (GGL) tinggi, rendah -Membatasi konsumsi arisan dll
serat, kurang beraktivitas makanan gula, garam, -Massa: ceramah pada
fisik, merokok aktif dan lemak (GGL) acara adat/agama/
pasif, minum alkohol, -Tidak mengonsumsi sosial
narkoba alkohol / narkoba
Non PL: obat tdk tersedia di - Tidak merokok
yankes, jarak jauh ke -Meningkatkan aktivitas
yankes, transportasi fisik
jarang/susah/mahal, UKBM
tidak aktif
PENUGASAN di KELAS

• Setiap kelompok diminta menyusun perencanaan dengan mengacu pada


instrumen matriks yang ada.
• Tahapan penyusunan perencanaan diawali dengan melakukan Analisis Situasi
dan dilanjutkan dengan penetapan Tujuan serta merumuskan Strategi dan
Kegiatan.
• Tahapan penyusunan tersebut dituangkan dalam masing-masing matriks.
• Setiap kelompok diberikan waktu selama 15 menit untuk menyelesaikan
rancangan perencanaan.
• Kelompok selanjutnya menyajikan hasil penugasan ini.
PELAKSANAAN
PELAKSANAAN KEGIATAN

• Pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan di


Puskesmas, merupakan tujuan utama dari promosi
kesehatan
• Dalam merancang dan melaksanakan kegiatan harus
mengacu pada perencanaan yang telah disusun
PROSES PEMBELAJARAN

• Sesuai kelompok yang telah dibentuk sebelumnya, maka


peserta akan merancang pelaksanaan kegiatan
• Rancangan pelaksanaan kegiatan dituangkan dalam
Matriks Pelaksanaan Kegiatan
• Setiap kelompok diberikan waktu selama 15 menit untuk
mengisi matriks
MATRIKS PELAKSANAAN KEGIATAN
No Sasaran Tujuan Strategi Kegiatan Target Media Waktu Pembiaya PJ
Intervensi yang Pelaksana an
Digunakan an
1 Primer Meningkatkan KIE dalam Penyuluhan 5 Kelompok / Video Januari sd BOK Tim NS
Kelompok pengetahuan, pemberdayaan kelompok di perdesa / informasi Desember
berisiko tinggi kemauan dan masyarakat puskesmas Tahun tentang 2019
hipertensi kemampuan hipertensi,
dan penderita sasaran untuk leaflet
hipertensi di mencegah dan hipertensi
puskesmas mendapatkan
(4-6 orang) pengobatan
hipertensi
2 Sekunder, Meningkatkan Pemberdayaan Survei Mawas Seluruh Desa Bahan Januari sd BOK Tim NS
tersier kepedulian dan masyarakat Diri (SMD) dan presentasi April 2019
partisipasi Musyawarah data
masyarakat, Masyarakat hipertensi,
TOMA/TOGA, Desa data UKBM
penentu yang aktif
kebijakan, terkait
dalam pencegahan
pencegahan hipertensi
dan
mendapatkan
pengobatan
hipertensi
PEMANTAUAN DAN
PENILAIAN
PEMANTAUAN DAN PENILAIAN

• Dalam melaksanakan suatu kegiatan, ada yang namanya


pemantauan dan penilaian
• Walaupun sering disebut secara bersamaan (pemantauan dan
penilaian), pada dasarnya kegiatan tersebut adalah dua hal yang
berbeda
PEMANTAUAN

• Sifatnya hanya memotret saja, mencatat apa adanya tentang apa


yang dilihat, apa yang didengar, apa yang diamati/saksikan, dan
apa yang dilakukan
• Waktunya bisa kapan saja sejak awal sampai akhir kegiatan
• Kriteria tenaga tidak memerlukan syarat khusus, namun tetap
harus mengikuti pemahaman yang sama akan kegiatan yang
dipantau
• Petugas tidak perlu memberi komentar yang sifatnya
membenarkan atau menyalahkan
• Fungsinya untuk menjamin bahwa kegiatan akan sesuai ketentuan
(preventif) atau untuk masukan guna pembinaan oleh yang
berwenang
PENILAIAN

• Sifatnya menilai dengan membandingkan antara apa yang mestinya


dilakukan dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi
• Waktunya ditentukan setelah kegiatan diperkirakan telah menghasilkan
sesuai target yang telah ditentukan
• Perlu syarat tertentu, yaitu menguasai kompetensi sesuai dengan apa
yang akan di supervisi
• Petugas bisa memberi komentar sepanjang dia yakin bahwa apa yang
disampaikan sesuai ketentuan  dilarang untuk melakukan penilaian
secara independen/sendiri, harus tim
• Fungsinya untuk menilai keberhasilan kegiatan dengan membandingkan
antara tujuan dengan hasil yang dicapai atau antara program dengan
pelaksanaannya
PROSES PEMBELAJARAN

• Sesuai kelompok yang telah dibentuk sebelumnya, maka peserta


akan membuat kegiatan pemantauan dan penilaian
• Kegiatan pemantauan dan penilaian dituangkan dalam Matriks
Pemantauan dan Penilaian
• Setiap kelompok diberikan waktu selama 15 menit untuk mengisi
matriks
• Setelah selesai mengisi kegiatan pemantauan dan penilaian ke
dalam matriks, maka kelompok yang ditunjuk akan melakukan
presentasi
MATRIKS PEMANTAUAN

No. Kegiatan yang Dipantau Checklist Catatan


(Sesuai Keadaan di
Lapangan)
Matriks Penilaian

No. Tujuan/Program/Kegiatan Tujuan/Program/Kegiatan yang Kekurangan/Hambatan Kelebihan/


yang Harus Dilaksanakan Terjadi di Lapangan yang Dihadapi Keuntungan
TERIMA KASIH