Anda di halaman 1dari 14

Mini Case 3 – peritonitis

Identitas pasien
Nama : Tn. NR
Jenis kelamin : laki-laki
Usia : 28 tahun
Tanggal MRS : 15/04/2020
Anamnese
Keluhan utama : nyeri perut kanan bawah dialami
sejak 5 hari yang lalu, nyeri tidak berkurang dengan
obat pereda nyeri,demam (+), mual (-), muntah (-),
nyeri juga dirasakan di ulu hati, os kemarin sempat
berobat dipuskesmas dengan keluhan nyeri ulu hati
awalnya pasien sembuh akan tetapi nyeri perut
tersebut berpindah kebawah, BAB cair (-), batuk (-),
pilek (-)
Riwayat penyakit dahulu : -
RPO : paracetamol,antasida
Pemeriksaan fisik
Keadaan umum : CM, Sakit sedang
Tanda vital : TD : 125/70 mmHg, HR: 88x/i, RR : 20x/i, T:
38 derajat celcius
Kepala : konjungtiva anemis (-/-), sklera ikerik (-/-)
Leher : dbn
Pemeriksaan thoraks : Sp : vesikuler (+/+), St : Ronki
(-/-), wheezing (-/-)
Pemeriksaan Cor : Bj S1S2 reguler, murmur (-), gallop (-)
Pemeriksaan abdomen : BU (+), nyeri tekan perut kanan
bawah, rovsing sign (+), defans muscular (-), NTE (+)
Ext : akral hangat (+) , edema (-)
Pemeriksaan penunjang
Jenis Pemeriksaan Hasil pemeriksaan Nilai rujukan
Haemoglobin 15,5 L: 13-18 g/dl P: 12-16g/dl
Eritrosit 5,5jt L: 4,5-5,5 P : 4,0-5,0
jt/mm3
Leukosit 17.900 5000-10000mm3
Trombosit 270.000 150000-450000mm3
Haematokrit (PCV) 48 L:42-54 P: 36-48 %
GDS 127 s/d 180mg/dl
Ureum 20 10-50%
Creatinin 0,9 0,1-1,2%
HbsAg Non reaktif Non reaktif
Neutrofil segment 80 40-60%
Limfosit 20 20-40%
Monosit 0 2-6%
Diagnosis
Peritonitis generalisata ec appendisitis perforasi.
Peritonitis
Inflamasi membran serosa yang melingkupi rongga
abdomen beserta organ-organ didalamnya .
Etiologi :
 Peritonitis primer  hematogenous (cth :
peritonitis tuberkulosis,dan spontaneus bacterial
peritonitis (SBP), sirosis hepatis dengan asites).
Peritonitis sekunder  perforasi organ berongga
disebabkan trauma, penyakit, iatrogenik (apendisitis
perforasi dan perforasi gaster).
Peritonitis tertier  peritonitis yang
persisten/rekuren setelah operasi/terapi yang
adekuat.
Gejala
Adanya darah atau cairan dalam rongga peritoneum
 rangsangan peritoneum  nyeri tekan, defans
muscular, peristaltik usus menurun.
Peritonitis bakterial  suhu naik, takikardi,
hipotensi, penderita tampak letargi,syok
Nyeri saat ditekan, nyeri tekan lepas.
Diagnosis
Anamnesis dan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan
penunjang.
Anamnesis : karakteristik nyeri, onset, perjalanan
nyeri.
Gejala penyerta : demam,diare, konstipasi,mual,
muntah.
Riwayat penyakit penyerta : gastritis,inflamatory
bowel disease,divertikulitis,thypoid.
Riwayat operasi.
Gaya hidup/kebiasaan : minum jamu, pemakaian
imunosupressan.
Pemeriksaan fisik
 Vital sign : hipertermi, takikardi, hipotensi (shock).
Abdomen : inspeksi : flat, distended.Auskultasi : bising
usus menurun. Palpasi : nyeri tekan seluruh perut,
defans muscular. Perkusi : pekak hepar menghilang,
abdomen  hipertimpani
• Rectal toucher (RT) : nyeri seluruh kuadran.
• Akral hangat, dingin.
• Pemeriksaan penunjang :
Leukosit : normal, leukositosis.
Radiologi : foto polos abdomen (ground glass
appearance) , Foto polos abdomen posisi erect (air
sickle/free air dibawah diafragma, LLD (Left lateral
decubitus didapatkan free air diatas hepar
USG : abses liver, Tuba ovarial abses, appendisitis
Tata laksana
Resusitasi cairan  kristaloid
Monitoring cairan dengan memasang kateter.
Koreksi elektrolit (pottasium).
Dekompresi dengan memasang NGT , kateter, dan
needle dekompresi bila diperlukan.
Antibiotik broad spektrum (cephalosporin generasi III
dan metronidazole)
Antipiretik dan antiemetik.
Terapi definitif (laparotomi).
TERIMAKASIH