Anda di halaman 1dari 20

CORONAVIRUS DISEASE (COVID-

19)
DI INDONESIA

Subdit Penyakit Infeksi Emerging


Dit. Surkarkes, Ditjen P2P
CORONAVIRUS
• Merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala
ringan sampai berat.
• Virus corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia).
• Terdapat 4 genus: Alphacoronavirus, Betacoronavirus, Gammacoronavirus,
and Deltacoronavirus,

 Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan


penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East
Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute
Respiratory Syndrome (SARS-CoV).
 SARS CoV2 adalah virus jenis baru yang belum pernah
diidentifikasi sebelumnya pada manusia dan menyebabkan
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).
2
https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/
CORONAVIRUS DISEASE (COVID-19)
Diketahui penyebabnya adalah novel
Coronavirus yaitu jenis virus baru yang WHO menetapkan nama
satu family dengan virus penyebab 2019-nCoV menjadi COVID-
SARS dan MERS. 19, yang merupakan
WHO menetapkan 2019- Indonesia melaporkan
singkatan dari “coronavirus
nCoV sebagai 2 kasus konfirmasi
disease 2019.”
PHEIC/KKMMD. COVID-19

31 Des 2019 27 Jan 2020 3 Feb 2020 29 Feb 2020

9 Jan 2020 30 Jan 2020 12 Feb 2020 2 Mar 2020

Di Kota Wuhan, Cina, dilaporkan WHO melaporkan bahwa sudah Indonesia melakukan Covid19 sudah tejadi di 53
59 kasus dengan gangguan terjadi penularan terbatas dari pembatasan negara dan semua regional
pernapasan (pneumonia) dan manusia ke manusia (kontak penerbangan dari China WHO ditempatkan dalam
dirawat di RS, 7 orang dalam keluarga) telah dikonfirmasi di
kondisi kritis.
very high
sebagian besar Kota Wuhan,
China dan negara lain.
3

CORONAVIRUS DISEASE (COVID-19)

Gejala Cara Penularan Masa Inkubasi


- Demam, ISPA ringan-berat - Penularan terbatas antar manusia - Sampai saat ini, estimasi masa
- Orang tua dan orang dengan - Melalui percikan saat batuk atau inkubasi 1-12.5 hari (rata-rata 5-
imunitas rendah lebih mudah bersin (droplet) 6 hari)
terinfeksi - WHO merekomendasikan masa
inkubasi terpanjang 14 hari

Pengobatan dan
Penegakan Diagnosa Pencegahan
Tatalaksana Klinis
- Melalui pemeriksaan - Belum ada pengobatan - Menjaga daya tahan tubuh
laboratorium spesifik dan kebersihan diri dengan
- Belum ada vaksin melaksanakan GERMAS
https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/

SILSILA
H
SARS-
CoV-2

5
PERBEDAAN KARAKTERISTIK (1)
FLU BURUNG A
SARS MERS CoV COVID-19
(H5N1)
JENIS VIRUS Coronaviridae Coronaviridae Orthomyxoviridae Coronaviridae
Famili Betacorona virus Betacorona virus Influenzavirus A Betacorona virus
Genus lineage B lineage C lineage B
MASA INKUBASI 2-7 hari (bisa sd 10 2-14 hari 2-5 hari (bisa sd 17 1-14 hari
hari) hari)

NEGARA PERTAMA 2002-China 2012- Saudi Arabia 1997- China 2019-China (Wuhan,
YANG MELAPOR (Guangdong) (Hongkong) Hubei)

HEWAN PENULAR Kucing civet Unta Dromedari Unggas belum diketahui pasti

TRANSMISI Droplet, kontak dengan Droplet, kontak dengan Droplet, kontak dengan Droplet, kontak dengan
benda terkontaminasi, benda terkontaminasi, benda terkontaminasi, benda terkontaminasi,
penularan antar manusia penularan antar penularan antar penularan antar
manusia (terbatas) manusia (terbatas) manusia
6
PERBEDAAN KARAKTERISTIK (2)
FLU BURUNG A
SARS MERS CoV COVID-19
(H5N1)
GEJALA DAN Gangguan saluran Gangguan saluran Gangguan saluran Gangguan saluran
TANDA pernapasan: ringan pernapasan umumnya pernapasan: ringan pernapasan :ringan –
-pneumonia pneumonia; Gangguan -pneumonia pneumonia. Umumnya
ginjal ringan, 20% berat

ANGKA 14-15% 35 % Global 50% 2-4 %


KEMATIAN Di Indonesia 84%

PENGOBATAN • Suportif • Supportif • Antivirusneuramini • Suportif


DAN VAKSIN • Belum ada vaksin • Belum ada vaksin dase inhibitor • Belum ada vaksin
(oseltamivir)
• Belum ada vaksin

PENETAPAN Tidak Tidak Tidak Ya


PHEIC
KASUS DI Belum ada Belum ada 2005-2017 200 kasus konfirmasi positif
INDONESIA dengan 168 kematian
7
SITUASI GLOBAL COVID-19 (per 26 Maret 2020 pukul
15.30)
SITUASI INDONESIA (per 26 Maret 2020 pukul 15.30)
DEFINISI OPERASIONAL
PASIEN DALAM PENGAWASAN
1. Seseorang yang mengalami:
ORANG DALAM PEMANTAUAN
• Demam (≥380C) atau ada riwayat demam, Seseorang yang mengalami
• Batuk/ Pilek/ Nyeri tenggorokan, a. Demam (≥380C) atau riwayat demam tanpa gejala
gangguan pernafasan.
• Pneumonia ringan hingga berat berdasarkan gejala klinis dan/ atau gambaran
b. Gangguan pernafasan tanpa demam (≥380C) atau
radiologis
riwayat demam
Perlu waspada pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh DAN
(immunocompromised) karena gejala dan tanda menjadi tidak jelas. memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit*
DAN dan area transmisi lokal di Indonesia pada 14 hari
Memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit* dan area transmisi terakhir sebelum timbul gejala.
local di Indonesia pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala;

2. Seseorang dengan demam (≥380C) atau ada riwayat demam ATAU ISPA ringan KASUS PROBABEL
sampai berat DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memiliki riwayat Pasien dalam pengawasan yang diperiksa untuk COVID-19 tetapi
inkonklusif (tidak dapat disimpulkan) ATAU seseorang dengan
kontak dengan kasus konfirmasi atau probable COVID-19 dengan hasil konfirmasi positif pan-coronavirus atau beta
coronavirus.
3. Seseorang dengan ISPA berat/pneumonia berat di Indonesia yang membutuhkan
perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis
yang meyakinkan KASUS KONFIRMASI
Seseorang yang terinfeksi COVID-19 dengan hasil pemeriksaan
laboratorium positif.
REVISI-3 PEDOMAN
KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI COVID-19

• Sedang dilakukan revisi kembali


Pedoman Kesiapsiagaan
Menghadapi COVID-19,
menyesuaikan dengan
perkembangan situasi global dan
Indonesia :
• Penularan antar manusia (transmisi
lokal)
• Banyak kasus asimptomatik
• Sudah ada kasus positif di Indonesia

11
Pasien dalam pengawasan
Orang dalam
pemantauan 1. ISPA dan Riwayat dari negara/
Kontak erat area transmisi local
risiko tinggi 2. Demam atau ISPA dan Riwayat
Kontak erat 1. Demam/Gejala
risiko rendah Pernapasan Kontak kasus probable/
2. Riwayat dari konfirmasi
Pelaku 1. Tanpa gejala
negara/area 3. ISPA berat perlu perawatan RS
perjalanan 2. Kontak dengan
dari negara 1. Tanpa gejala pasien probable/ transmisi lkcal
terjangkit 2. Kontak dengan konfirmasi
pasien dalam
pengawasan
Tanpa Gejala

Dilakukan Dilakukan Dilakukan


PemeriksaanSample Pemeriksaan Sample Pemeriksaan Sample
hari ke-1 dan ke-14 hari ke-1dan ke-2 hari ke-1dan ke-2

Self Monitoring Observasi/karantina rumah Isolasi diri di rumah Isolasi RS


UPAYA YANG TELAH DILAKUKAN
INDONESIA (1) DOKU
MEN
RESM
I
Per 17
1. Penyampaian Surat Edaran kepada Dinas Kesehatan Provinsi/Kab/Kota, KKP, Februa
ri 2020

B/BTKL-PP, dan seluruh rumah sakit rujukan nasional dan regional dalam rangka
kesiapsiagaan dan kewaspaddan terhadap COVID-19
2. Menyiagakan kembali RS Rujukan yang pernah disiapkan dalam menghadapi flu
burung melalui Surat Edaran Dirjen Yankes nomor YR.01.02/III/0027/2020
tentang Kesiapsiagaan Rumah Sakit dalam Penanganan Penyakit Infeksi Emerging.
3. Telah tersedia Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus
(2019-nCoV) yang meliputi surveilans dan respon, manajemen klinis,
pemeriksaan laboratorium, dan komunikasi risiko
4. Kesiapan pembiayaan sesuai Kepmenkes Nomor: HK.01.07/MENKES/104/2020
tentang Penetapan Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV) Sebagai Penyakit yang
Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya.
5. Laboratorium Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (BTDK) Balitbangkes
telah siap melakukan pemeriksaan laboratorium untuk diagnosis COVID-19 dan
Laboratorium lain dalam Kepmenkes RI Nomor HK 01.07/MENKES/214/2020
tentang jejaring laboratorium pemeriksaan COVID-19
UPAYA YANG TELAH DILAKUKAN
INDONESIA (2)
6. Pembentukan Gugus Tugas Nasional COVID-19, sebagai ketua adalah BNPB
7. Penunjukan Juru Bicara Pemerintah untuk menyampaikan informaasi terkini COVID-19
di Indonesia sebagai salah satu upaya komunikasi risiko kepada masyarakat
8. Pembuatan materi edukasi bagi masyarakat untuk disebarluaskan melalui berbagai
media
9. Penguatan surveilans ILI dan ISPA Berat melalui surveilans sentinel dan Sistem
Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).
10. Membuka HOTLINE 24 jam COVID-19 call center 119 (ext 9) sebagai upaya komuniikasi
risiko kepada masyarakat
11. Tersedia dan berfungsinya 195 thermal scanner di 135 pintu masuk negara untuk
mengidentifikasi secara cepat gejala awal peningkatan suhu tubuh pelaku perjalanan
serta 21 alat capsule transport di 21 KKP.
12. Protokol Penanganan Cegah dan Kendalikan COVID-19 (Tempat umum, transportasi
Umum, Institusi Pendidikan, Isolasi Diri,dsb)
13. Pelaksanaan simulasi TTX COVID-19 DI RSPAD pada 6 Februari 2020.
Pesan Pencegahan untuk Masyarakat (1)
• Virus ini dapat dicegah dengan imunitas tubuh yang baik.
• Jaga stamina tubuh dengan konsumsi gizi seimbang
• Lakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

15 20
Pesan Pencegahan untuk
Masyarakat (2)
• HINDARI tempat yang ramai atau berdesakan JIKA
TERPAKSA gunakan Alat Pelindung Diri seperti masker saat
merasakan gejala seperti batuk/pilek/bersin-bersin.
• PERHATIKAN ETIKA BATUK.
• CUCI TANGAN setelah kontak dengan benda di lingkungan
sekitar dan JANGAN menyentuh mulut, hidung, mata sebelum
mencuci tangan.

16 21
Pesan Pencegahan untuk Masyarakat (3)
www.infeksiemerging.kemkes.go.id
MEDIA SOSIAL DAN NOMOR HOTLINE COVID
119 ext 9
HOTLINE

@KemenkesRI Kementerian Kesehatan RI kemenkes_ri

http://infeksiemerging.kemkes.go.id https://www.who.int/ 19
TERIMA KASIH
20