Anda di halaman 1dari 25

PELAKSANAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM


• Kementerian Hukum dan HAM yang
mempunyai tugas pokok dan fungsi,
Menyelenggarakan Sebahagian Tugas
Pemerintahan di Bidang Hukum dan Hak
Asasi Manusia.

• Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender


telah dimulai sejak tahun 2002.
Tujuan PUG Bidang Hukum berdasarkan Renstra Kementerian Hukum
dan HAM :
Terciptanya Sistem Hukum Nasional yang Adil, Konsisten, tidak diskriminatif dan tidak
bias gender dan menuju Pembangunan Hukum yang Responsif Gender, mulai dari
Perencanaan, Pelaksanaan, Monitoring dan Evaluasi.

Sasaran :

Mewujudkan Good Governance dalam Pelaksanaan, Pembinaan, Koordinasi,


Pemberian dukungan administrasi, Kepastian Hukum, Pelayanan Hukum,
Perlindungan Hukum dan HAM kepada masyarakat.
Program yang telah dilakukan :

1. Membentuk tim kesetaraan dan keadilan gender dengan penanggung jawab


Sekretaris Jenderal dan diketuai oleh Kepala Biro Perencanaan yang
beranggotakan para sekretaris unit utama/badan dan para kepala biro/pusat;

2. Membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Unit Utama dalam rangka percepatan


pelaksanaan Inpres Nomor 9 tahun 2000 Tentang Pengarusutamaan Gender
dalam Pembangunan Nasional;

3. Revisi Undang-Undang Kewarganegaraan RI Nomor 12 tahun 2006 tentang


Kewarganegaraan RI yang responsif gender sebagai pengganti UU No. 62 Tahun
1958 oleh Ditjen Peraturan Perundang
Undangan.
4. Penelitian dan pengkajian 20 (dua puluh) Undang-Undang yang bias gender (2002-
2005) oleh Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan bekerjasama dengan
Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan;
5. Seminar Nasional “Perlindungan Hukum Bagi Perempuan dan Anak Dalam
Pelaksanaan Otonomi Daerah” bekerjasama dengan Kejaksaan Agung dan Pusat Study
Wanita Univ. Gajahmada tahun 2002;
6. Kegiatan Pemahaman Konsep Dasar Gender, Bedah Kasus Gender dengan metode KIE,
Pelatihan Gender Focal Point, Gender Analisys Pathway dan Sosialisasi ARG;
7. Kegiatan Forum Group Discussion (Forum Data Gender) Unit Eselon I dan Kanwil;
8. Pendokumentasian kegiatan pelaksanaan PUG dalam bentuk leaflet, vcd dan laporan;
TARGET PELAKSANAAN PUG BIDANG HUKUM UNIT
UTAMA :
1. Sekretariat Jenderal;
2. Ditjen. Peraturan Perundang-undangan;
3. Ditjen. Administrasi Hukum Umum;
4. Ditjen. Pemasyarakatan;
5. Ditjen. Imigrasi;
6. Ditjen. Hak Kekayaan Intelektual;
7. Ditjen. HAM;
8. Inspektorat Jenderal;
9. Badan Pembinaan Hukum Nasional;
10. Badan Pengembangan SDM Hukum & HAM;
11. Badan LITBANG HAM.
TARGET SASARAN KANTOR WILAYAH / UNIT
PELAKSANA TEKNIS.
1. 33 Kantor Wilayah;

2. 789 Unit Pelaksana Teknis, yaitu :

a. Kantor Imigrasi (KANIM);

b. Rumah Detensi Imigrasi (RUDENIM);

c. Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS);

d. Balai Pemasyarakatan (BAPAS);

e. Rumah Tahanan Negara (RUTAN);

f. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara;

g. Balai Harta Peninggalan (BHP).


I PERKEMBANGAN PUG
KEMENKUMHAM 2002-2013

 PERENCANAAN
 PENGANGGARAN HASIL YANG TELAH
 IMPLEMENTASI DICAPAI
 MONITORING
DAN EVALUASI
PERENCANAAN
 Membentuk Tim Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) yang diketuai

oleh Kepala Biro Perencanaan dan Sekretaris Jenderal sebagai

Penanggung Jawab dengan anggota para Sekretaris Unit, Kepala

Badan/Pusat dan para Kepala Biro dengan lingkup kegiatan melakukan

sosialisasi gender kepada para pejabat struktural dan staf

 Membentuk Pokja PUG yang diketuai oleh Kepala Biro Perencanaan

dengan anggota para pejabat Eselon III di lingkungan Sekretariat Jenderal

dan Staf Evalap dengan lingkup kegiatan melakukan sosialisasi gender

dan PPRG keseluruh unit utama dan kantor wilayah di 33 Propinsi.


PENGANGGARAN PELAKSANAAN PUG
Tahun 2002 : Rp. 250.000.000,-
Tahun 2003 : Rp. 500.000.000,-
Tahun 2004 : Rp. 689.595.000,-
Tahun 2005 : Rp. 750.000.000,-
Tahun 2006 : Rp. 750.000.000,-
Tahun 2007 : Rp. 1.000.000.000,-
Tahun 2008 : Rp. 155.240.000,-
Tahun 2009 : Rp. 500.000.000,-
Tahun 2010 : Rp. 500.000.000,-
Tahun 2011 : Rp. 551.585.000,-
Tahun 2012 : Rp. 358.187.000,-
Tahun 2013 : Rp. 160.000.000,-
IMPLEMENTASI
Pokja PUG Kementerian Hukum dan HAM melakukan kegiatan sebagai berikut :

•Tahun 2002 – 2008 : Membantu Tim Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) yang merupakan
payung pelaksanaan PUG di Kementerian Hukum dan HAM dalam sosialisasi pelaksanaan
pengarusutamaan gender di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM RI, baik di Unit Utama
maupun Unit Daerah ;

•Tahun 2009 : Melakukan Sosialisasi Anggaran Responsif Gender (ARG) dan Gender Analysis
Pathway (GAP) di tingkat Unit Utama/Pusat ;

•Tahun 2010 : Sosialisasi dan Pelatihan ARG dan GAP ;

•Tahun 2011 :

- Penyusunan Pedoman Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) di lingkungan


Kementerian Hukum dan HAM RI ;

- Sosialisasi PPRG dan Pelatihan Penyusunan Gender Budget Statement (GBS) 2012 untuk Unit
Utama dan 33 (tiga puluh tiga) Kantor Wilayah ;

•Tahun 2012 : Pendampingan Penyusunan GBS Tahun 2013 untuk 11 Unit Utama/Pusat.

•Tahun 2013 : FGD Persiapan Penyusunan Materi PUG dalam Renstra Kemenkumham 2015 -
2019
- Pada tahun 2012 telah dilaksanakan penataan kelembagaan pada organisasi UPT
Pemasyarakatan khususnya pada organisasi Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak
(merupakan salah satu dari amanat Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang
Sistem Peradilan Pidana Anak), dan Lembagga Pemasyarakatan Khusus Wanita.

- Pada organisasi Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak dimunculkan struktur baru


yang secara khusus menangani pendidikan anak yang merupakan core bisnis dari LPKA.
Sedangkan pada Lapas Khusus Wanita dimunculkan struktur baru yang secara khsusus
menangani pelayanan terhadap kebutuhan-kebutuhan kewanitaan.

- Dalam postur anggaran/DIPA Lapas Anak terdapat alokasi anggaran untuk kegiatan
pembinaan kepribadian, dimana anggaran tersebut diprioritaskan digunakan untuk
pelaksanaan pendidikan bagi anak.
- Dalam Postur anggaran/DIPA Lapas Wanita terdapat alokasi anggaran untuk kegiatan
Biaya Umum. Di dalam petunjuk operasional dijelaskan bahwa penggunaan anggaran
tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kewanitaan di Lapas
Wanita (pembalut, dll) .
REKAPITULASI PELAKSANAAN PER TAHUN ANGGARAN
TAHUN JUMLAH
No KEGIATAN
ANGGARAN PESERTA
1 TAHUN 2002 PEMAHAMAN KONSEP GENDER 715 orang
2 TAHUN 2003 PENINGKATAN PENYADARAN GENDER 678 orang
KIE (KOMUNIKASI, INFORMASI, EDUKASI)
3 TAHUN 2004 650 orang
GENDER BIDANG HUKUM
4 TAHUN 2005 BEDAH KASUS 1.479 orang
5 TAHUN 2006 PELATIHAN FOCAL POINT 125 orang

PENYUSUNAN MODUL PUG DEPKUMHAM (tidak


6 TAHUN 2007 dapat dilaksanakan karena adanya kebijakan Menkeu) 210 orang
ANALISYS GENDER PADA 7 KANWIL

7 TAHUN 2008 PEMBENTUKAN POKJA UNIT ESELON I PUSAT 17 orang


SOSIALISASI ANGGARAN RESPONSIF GENDER
8 TAHUN 2009 45 orang
(ARG) DAN GENDER ANALISYS PATHWAY (GAP)
9 TAHUN 2010 PELATIHAN ARG, GAP DAN PPRG 52 orang
10 TAHUN 2011 SOSIALISASI ARG UNIT ESELON I DAN KANWIL 93 orang
FGD FORUM DATA GENDER DAN PENYUSUNAN
11 TAHUN 2012 90 orang
DATA TERPILAH GENDER UNIT ESELON I
FGD PERSIAPAN PENYUSUNAN MATERI PUG
12 TAHUN 2013 40 orang
DALAM RENSTRA KEMENKUMHAM 2015-2019
TOTAL : 4.194 orang
RENCANA KEDEPAN

1. Peningkatan Akses keadilan dan kesetaraan gender terhadap laki-laki


dan perempuan melalui program kegiatan : Sosialisasi kesamaan hak
bagi laki-laki dan perempuan;
2. Pengembangan model pelatihan bagi aparatur Kementerian Hukum dan
HAM berwawasan gender;
3. Menyediakan akses yang responsif gender terhadap hasil
pembangunan;
4. Meningkatkan partisipasi seimbangnya rasio laki-laki dan perempuan;
5. Meningkatkan partisipasi aparatur Kemenkumham dalam
mengimplementaskan gender dalam bidang hukum;
6. Meningkatkan partisipasi pelatihan gender bagi aparatur Kemenkumham
(pejabat dan staf);
7. Pembentukan Tim Forum Data Gender di lingkungan Kementerian
Hukum dan HAM RI untuk memudahkan pengumpulan dan pengolahan
data terkait gender di 11 Unit Eselon 1;
8. Pembentukan Pokja PUG sebagai wadah konsultasi dan koordinasi
dalam hal penyusunan GBS Unit Utama.
LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAANNYA

1. Memahami cara mengolah data pembuka wawasan untuk


mengetahui keadaan kemajuan pembangunan pada semua
bidang;
2. Melakukan analisis situasi pembangunan hukum dilingkungan
Kemenkumham berdasarkan indikator kinerja gender;
3. Melengkapi data kuantitatif untuk semua indikator kinerja
pembangunan;
4. Mengumpulkan data kualitatif yang mempengaruhi kinerja
pembangunan;
5. Menetapkan seleksi indikator gender untuk menyusun rencana
aksi.
TANTANGAN, KENDALA DAN PELUANG

Note: Metode yang digunakan untuk menganalisis


Tantangan, Kendala dan Peluang melalui Teori Swot
Analysis
STRENGTHS (KEKUATAN)

 Kementerian Hukum dan HAM mempunyai kewenangan dalam hal


memberikan pelayanan di bidang administrasi hukum ,
pemasyarakatan, dan keimigrasian;
 Kementerian Hukum dan HAM berperan dalam proses penyusunan
Peraturan Perundang-undangan baik di tingkat pusat maupun di
daerah;
 Pemberian perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual;
 Kementerian Hukum dan HAM juga berperan dalam kegiatan
pembinaan hukum nasional serta secara aktif melakukan berbagai
penelitian dan pengembangan di bidang HAM;
 Tersedianya peraturan-peraturan penunjang pelaksanaan tupoksi
Kementerian dan HAM RI.
WEAKNESS (KELEMAHAN)
 Perlakuan diskriminatif : masih terjadi perlakuan diskriminatif terhadap
kelompok atau golongan tertentu serta masih lemahnya pelaksanaan
kebijaksanaan PUG di bidang hukum.

 Belum adanya modul PUG sebagai pedoman/panduan pelaksanaan kegiatan


pengarusutamaan gender di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM;

 Belum ada Peraturan Menteri Hukum dan HAM/Surat Edaran tentang


pelaksanaan PUG di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM;

 Belum adanya surat penetapan pejabat struktural sebagai gender focal point
Pusat dan Kanwil;

 Tenaga Narasumber PUG Kementerian Hukum dan HAM banyak yang sudah
purna bhakti.
OPPORTUNITIES (PELUANG)

 Para komponen perencana dilingkungan


Kementerian Hukum dan HAM dapat menyusun
anggaran responsif gender.
 Para pejabat perencana anggaran mempunyai
pemahaman dan kemampuan dalam penyusunan
TOR anggaran yang berbasis ARG serta
penyusunan Gender Budget Statement (GBS).
THREATS (ANCAMAN)
 Belum adanya data base terkait data terpilah gender
yang spesifik dari masing-masing unit eselon I ;
 Adanya dinamika persaingan antara perempuan dan
laki-laki dalam hal menjalankan hak dan kewajiban
sebagai pelaksana pembangunan di bidang hukum;
 Belum semua pejabat pemegang kebijakan yang
memahami dengan benar penerapan pengarusutamaan
gender di satuan kerjanya.
PROGRES CAPAIAN
1. MOU antara Kemenkumham dengan KPP – PA tentang
pelaksanaan PUG di lingkungan Kemenkumham ;

2. Penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya tahun 2011;

3. Penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya tahun 2012 ;

4. Telah dibentuk Forum Data Gender Unit Eselon I ;

5. Telah disusun Pedoman Perencanaan dan Penganggaran


Responsif gender (PPRG) Kementerian Hukum dan HAM;

6. Peraturan Menteri Hukum dan HAM tentang Pelaksanaan


Pedoman Perencanaan Penganggaran Responsif Gender
Kementerian Hukum dan HAM (tahap harmonisasi di
Ditjen PP).
TAHAP RENCANA KE DEPAN

1. Penyusunan Renstra PUG Kementerian


Hukum dan HAM 2014 – 2019

2. Penyusunan Profil Gender Kementerian


Hukum dan HAM

2. Pelatihan TOT PPRG Unit Pusat dan


Daerah
GENDER BUDGET STATEMENT
(GBS)

DOKUMENTASI PROGRAM DAN


KEGIATAN YANG DI GBS-KAN
UNTUK TAHUN 2012 DAN 2013
TELAH TERSUSUN.